Takdir Cinta Lydia

Takdir Cinta Lydia
Rayyan mengetahui kebenaran


__ADS_3

"Kalian tadi memangnya belanja apa saja?"kata Aziz.


"Aku belanja banyak kak, tapi tu yang dibelakang mau beli mikir-mikir dulu padahal sudah nabung lama untuk datang kesini."kata Lydia mengadu pada Aziz tentang Ita.


"Memangnya benar apa yang dikatakan oleh Lydia, Ta?"kata Aziz.


"Iya kak, mending aku beli dipasar saja murah. Kalau disini mahal mending uangnya aku kirim ke kampung atau aku simpan kak."kata Ita.


"Lain kali kalau mau pergi ke mall aja aku saja, kalian bisa bebas beli apa saja yang kalian mau aku yag bayar."kata Aziz.


"Wah beneran kak?"kata Lydia senang.


"Iya apa sih yang gak buat kamu."kata Aziz.


"Gak usah kak, kakak tu sudah kerja siang malam kok malah buat narktir kita sih."kata Ita yang menolak dengan halus.


"Aku kerja buat aku sendiri, lagian kalau hanya nraktir kalian gaji satu bulanku gak akan habis."kata Aziz.


"Iya, kamu kenapa sih orang mau nraktir juga gak mau."kata Lydia.


"Kamu ini emang gak kasian sama kak Aziz yang sudah banting tulang cari uang dihabisin kita yang tidak ada hubungannya apa-apa."kata Ita.


"Sudah sudah kalian jangan berdebat kalau Ita gak mau gak papa lain kali aku taktir makan saja gimana?"kata Aziz.


"Kalau itu aku mau."kata Ita.


Mereka mengakhiri pembicaraan setelah mereka sampai didepan kosan Lydia dan Ita. Kedua perempun itu langsung saja turun dari mobil tapi sebelum itu mereka tak lupa mengucapkan terimakasih pada Aziz karena sudah mengantar mereka pulang. Ita juga memberikan satu kotak kue yang mereka beli tadi pada Aziz sebagai tanda terimakasih. Awalnya Aziz menolak tapi setelah dipaksa barulah dia menerima kue itu apalagi tadi mereka berdua mengancam Aziz.


Sampai didepan kosan Lydia ternyata mereka sudah ditunggu oleh Sandra sambil minum es tebu. Ita yang melihat jika ditangan Sandra ada es tebu langsung menghampirinya dan meminta es itu.


"Kamu beli es tebu darimana itu?"kata Ita.


"Tadi aku jalan-jalan ke taman ada penjual es tebu, kalian mau gak?"kata Sandra sambil tersenyum.


"Maulah enak banget tau gak panas panas gini minum itu."kata Ita yang sudah lama gak minum es itu.

__ADS_1


"Memangnya enak ya?"kata Lydia yang gak pernah minum es tebu sejak dulu.


"Kamu gak pernah meminum es tebu Ly?"kata Sandra yang terkejut karena Lydia gak pernah minum es tebu.


"Aku gak pernah dibolehin beli es diluar, mamaku selalu membuatnya sendiri kalau aku pengen minum es apapun."kata Lydia.


"Cobain nih, aku beli tiga tadi."kata Sandra sambil memberikan kresek hitam pada Lydia.


"Kita minum didalam saja sambil makan kue tadi kita beli kue."kata Lydia sambil membuka pintu kosannya. Dia penasaran bagaimana rasanya es tebu itu.


Mereka bertiga langsung saja masuk dan duduk dilantai sambil makan kue dan minum es tebu. Selesai itu mereka berpamitan untuk kembali ke kamar mereka masing-masing.


Keesokan harinya diRumah Sakit, Rayyan yang dijenguk oleh Panji merasa senang. Panji bisa diajak ngobrol daripada Bagas karena Bagas tak mau ikut campur tentang masalah orang lain.


"Ji, titip Rayyan sebentar ya tante mau ke kantin cari sarapan."kata mama Dahlia.


"Iya, tan tenang saja aku akan jaga Rayyan."kata Panji.


Rayyan menghera nafasnya saat mamanya sudah pergi dari sana. Dia juga memanggil Panji untuk mendekat padanya, dia benar-benar ingin tau apa benar lydia kemarin tak menungguinya.


"Memangnya kamu mau tanya apa kok serius banget kayaknya?"kata Panji yang penasaran dengan apa yang ingin dikatakan oleh Rayyan.


"Siapa yang bawa aku ke Rumah Sakit?"kata Rayyan.


"Lydia yang bawa kamu kesini, dia juga menemani kamu sampai mama kamu dan Rima datang kemari."kata Panji.


"Lalu kenapa saat aku sadar dia tak ada disini?"kata Rayyan.


"Dia diusir oleh mama kamu, mama kamu juga bilang kalau dia tak ingin melihat Lydia lagi."kata Panji.


"Kenapa mama tega berkata seperti itu pada Lydia?"kata Rayyan.


"Karena beliau tau kalau kamu kayak begini karena menolong Lydia, ibu mana yang tega melihat anaknya terluka."kata Panji menjelaskan agar Rayyan tak marah pada mamanya.


"Iya tapi bukan begitu caranya."kata Rayyan yang gak suka dengan sifat mamanya.

__ADS_1


"Sudahlah Yan semua sudah terjadi kamu mau bagaimana pun mama kamu tetap gak suka dengan Lydia."kata Panji mengingatkan.


Rayyan yang medengar perkataan Panji itu langsung saja menghera nafasnya. Memang benar apa yang dikatakan Panji jika mamanya tak suka dengan Lydia padahal Rayyan sudah menjelaskan jika foto-foto itu ada seseorang yang memfitnahnya. Saat Rayyan sedang melamun mamanya masuk ke dalam.


"Ji, ini tante beliin sarapan buat kamu."kata mama Dahlia sambil memberikan makanan itu pada Panji.


"Tante kok repot-repot sih."kata Panji.


"Biar kamu semangat magangnya, kamu jadwalnya magangkan pagi ini?"kata mama Dahlia.


"Iya tante, makasih ya. Kalau begitu aku permisi dulu."kata Panji setelah berkata begitu langsung pergi darisana.


Panji sengaja meninggalkan Rayyan dan mamanya agar Rayyan bisa berbicara dari hati ke hati dengan mamanya. Panji gak mau anak dan ibu itu saling bertengkar satu sama lain.


"Ma, aku mau bicara sama mama."kata Rayyan.


"Kamu mau bicara apa Yan?"kata mama Dahlia.


"Kenapa mama bohong sama aku, kalau Lydia tak datang kesini padahal yang sebenarnya dia yang membawa aku kesini?"kata Rayyan.


"Kamu tau dari siapa? Pasti Panji yang bilang ya?"kata mama Dahlia yang kesal dengan Panji karena anak itu tak bisa menjaga rahasia.


"Bukan Panji yang memberitauku ma, jadi mama gak usah marah sama dia. Ma, aku tanya baik-baik sama mama kenapa mama mengusir Lydia dari sini?"kata Rayyan.


"Mama gak mau kamu kembali sama gadis miskin itu yang gak bisa menaikan derajat keluarga kita. Dia mendekati kamu pasti hanya untuk memanfaatkan kamu saja."kata mama Dahlia.


"Lalu perempuan kayak apa yang cocok bersanding denganku ma?"kata Rayyan.


"Seperti Rima yang latar belakangnya jelas, dari keluaraga terpandang lagi."kata mama Dahlia.


"Ma, Rima itu bukan gadis baik."kata Rayyan.


Seandainya mamanya tau apa yang sudah dilakukan oleh Rima pada Lydia. Pasti mamanya itu tak akan setuju jika dia berhubungan dengan Rima. Tapi Rayyan gak tau harus cerita darimana ke mamanya tentang sifat Rima karena kalau hanya ucapan gak ada bukti mamanya itu tak akan percaya.


"Mama gak percaya sama kamu, mama tau kamu fitnah Rima karena kamu gak ingin menikah dengannya kan?"kata mama Dahlia.

__ADS_1


"Terserah mama saja, aku yakin mama akan tau sendiri nanti."kata Rayyan yang gak ingin berdebat dengan mamanya lagi.


__ADS_2