Takdir Cinta Lydia

Takdir Cinta Lydia
Rima tau hubungan Rayyan dan Lydia


__ADS_3

Lydia akhirnya memutuskan untuk melupakan sejenak siapa perempuan tadi yang sedang berduaan dengan Rayyan. Dia tak mau curiga dengan Rayyan.


Pulang dari toko Lydia memutuskan langsung pulang saja. Dia hanya membeli martabak telur setelah itu pulang. Saat dia sedang jalan sedirian ada seseorang yang sedang mengikutinya. Dia takut dan jalan buru-buru, tapi tak lama kemudian tangannya dicekal oleh pria itu. Lydia mau berteriak tapi mulutnya dibekap oleh seseorang itu.


"Hush ini aku."kata Rayyan.


"Kak Rayyan."kata Lydia.


"Iya ini aku."kata Rayyan.


"Kak kamu ngagetn aku saja tau gak."kata Lydia sambil mengatur nafasnya.


"Kita bicara disana saja yuk, disini nanti dikira mesum lagi kita."kata Rayyan sambil menunjukan tempat yang lebih terang daripada tempat mereka berdiri sekarang.


Mereka langsung berjalan menuju tempat yang ditunjuk oleh Rayyan. Mereka langsung duduk disebuah kursi taman.


"Kamu sudah makan malam?"tanya Rayyan.


"Belum, lagi malas makan."kata Lydia.


"Kenapa malas makan?"tanya Rayyan.


"Malas aja, kak aku boleh tanya sama kakak?"kata Lydia.


"Mau tanya apa?"kata Rayyan.


"Siapa yang kakak ajak bicara tadi waktu dikelas kakak tadi?"kata Lydia.


"Yang mana?"kata Rayyan.


"Tadi sehabis aku kirim pesan ke kakak lama gak kakak balas, jadi aku memutuskan untuk segera pergi ke toko. Saat aku lewatin kelas kakak, kakak sedang bicara dengan seorang perempuan."kata Lydia.


Rayyan mendengar perkataan Lydia langsung tersenyum ternyata kekassihnya ini sedang cemburu.


"Oh jadi kekasih aku ini sedang cemburu to ceritanya makanya malas makan."kata Rayyan mengoda Lydia.


"Ih kakak malasin banget sih, siapa perempuan itu?"kata Lydia.


"Dia teman sekelasku, kami lagi membahas materi buat praktek besok. Masak gitu aja cemburu, tapi aku suka itu tandanya pacarku ini benar-benar sayang sama aku."kata Rayyan.


"Apaan sih kak, kamu bawa apa itu?"kata Lydia yang melihat kalau Rayyan membawa kantong keresek.


"Ini makanan buat kita makan, mau makan sekarang?"tanya Rayyan yang hanya dianggukin oleh Lydia.


Rayyan langsung membuka satu bungkus makanan setelah itu memberikannya pada Lydia. Mereka berdua menikmati makan malam mereka berdua masing-masing.


"Kenyang kak..."kata Lydia.


"Nih minum dulu."kata rayyan sambil menyodorkan air ke Lydia.


Lydia terkejut saat air bekasnya diminum oleh Rayyan. Dia melihat ke arah Rayyan tanpa berkedip.


"Kak, itu bekasku lo."kata Lydia.

__ADS_1


"Memangnya kenapa?"kata Rayyan.


"Kakak gak jijik memangnya?"kata Lydia.


"Gak, aku malah suka karena secara tidak langsung kita berciuman."kata Rayyan.


"Ih kakak ada ada saja, awas ja kalau cium aku beneran."kata Lydia.


"Memangnya mau diapain kalau aku cium kamu beneran?"kata Rayyan.


"Aku minta putus sama kakak, aku mau melakukan ciuman pertama buat suamiku nanti."kata Lydia.


"Aku akan menjagamu sampai kita halal nanti."kata Rayyan.


"Makasih ya kak."kata Lydia.


"Ya sudah kalau gitu ayo aku antar sampai depan kos kamu."kata Rayyan.


"Lah ini martabakku gimana?"kata Lydia.


"Kasih mang Jajang saja gimana?"kata Rayyan.


"Baiklah, memang ini resekinya mang Jajang."kata Lydia sambil tersenyum.


Mereka berdua berjalan menuju ke kosan Lydia. Sampai dikosan mereka berpisah tapi sebelum mereka berpisah Rayyan berbicara sebentar pada Lydia.


"Ly besok aku mau kita ketemuan dibelakang kampus, sebelum aku berangkat untuk praktek diRumah Sakit."kata Rayyan.


Lydia setelah melihat Rayyan tak terlihat lagi langsung masuk rumah tapi sebelum dia masuk dia terlebih dahulu memberikan martabak yang dia beli tadi ke mang Jajang. Setelah itu barulah dia pergi ke kosannya sendiri. Sampai dikosan dia langsung mandi setelah itu tidur setelah mengirim pesan ke Rayyan dan juga mama Intan.


Keesokan harinya Lydia bangun pagi sekali karena sudah janji dengan Rayyan untuk bertemu dibelakang kampus. Lydia mengirim pesan kepada Sandra kalau dia berangkat duluan agar temannya itu tak menunggunya.


Sampai dibelakang kampus ternyata Rayyan sudah sampai disana. Dia langsung menghampiri Rayyan yang sedang duduk sambil membaca buku.


"Kak lama ya nunggunya?"tanya Lydia.


"Aku juga baru datang."kata Rayyan langsung menutup bukunya saat Lydia sudah datang.


"Kamu berapa lama praktek diRumah Sakit?"kata Lydia.


"6 bulan, selama itu kita akan jarang ketemu. Gak papakan?"kata Rayyan.


"Gak papa kak, tapi aku ada syarat buat kamu kak."kata Lydia.


"Syarat apa?"kata Rayyan.


"Kalau pasiennya nanti perempuan matanya jangan jelalatan tau."kata Lydia.


"Kenapa kok gitu?"kata Rayyan yang pura-pura tak tau maksut dari kekasihnya ini.


"Kak janji sama aku."kata Lydia.


"Ya janji apa?"kata Rayyan.

__ADS_1


"Ih kamu nyebelin tau gak kak."kata Lydia.


Lydia membelakangi Rayyan, Rayyan yang tau jika kekasihnya ini sedang ngmbek langsung saja menarik tengan Lydia untuk membujuknya agar tidak ngambek lagi.


Saat dia sedang membujuk Lydia tak sengaja Rima melihat mereka berdua sedang berduaan. Rima yang melihat itu langsung kesal.


"Rim bukannya itu Rayyan sama siapa itu?"kata Tiara.


"Itu bukannya Lydia anak baru itu ya?"kata Sisil.


"Masak sih, gimana kalau kita liat lebih dekat lagi untuk memastikan?"kata Sisil.


Mereka bertiga berjalan menndekat kearah mereka berdua tapi masih dengan jarak yang masih aman.


"Iya benar itu Lydia."kata Tiara


"Sudah biarkan saja sekarang kita pergi dari sini."kata Rima mengajak kedua temannya pergi dari sana.


"Kamu yakin gak mau berbuat sesuatu sama mereka?"kata Tiara.


"Sekarang memang gak tapi nanti liat saja nanti."kata Rima sambil tersenyu menyelingai.


"Kamu gak usah aneh-aneh deh Rim."kata Sisil bergidik ngeri.


"Tenang saja, aku gak akan turun tangan kok tapi orangtua Rayyan sendiri yang akan turun tangan."kata Rima..


"Maksut kamu apa?"kata Tiara.


"Kamu 'kan tau kalau keluarga Rayyan itu sangat memandang derajat dan kasta."kata Rima.


"Aku mengerti sekarang, kamu akan bilang sama orangtua Rayyan dan mereka yang akan memisahkan Rayyan dan Lydia."kata Sisil.


"Tumben kamu pintar, sudah yuk ayo kita masuk kelas."kata Rima.


Rayyan dan Lydia setelah berpamitan langsung menuju ke tempat mereka masing-masing. Saat masuk kelas ternyata disana ada Rani dan Sandra. Lydia langsung menghampiri mereka.


"Kamu tadi darimana?"kata Sandra.


"Bertemu kak Rayyan dibelakang kampus."kata Lydia.


"Ngapain kamu kesana?"kata Sandra.


"Dia mau pamit karena selama 6 bulan ini akan praktek diRumah Sakit."kata Lydia.


"Wah ada yang mau ldr nih!"kata Rani.


"Apaan sih kamu."kata Lydia.


"Oh ya kak Rayyan sudah mau lulusan ya? Sama kayak kak Dion."kata Sandra.


"Iya, kamu sering bertemu sama dia?"kata Lydia.


"Sering merekakan selalu ngerjain skripsi dicafe ku."kata Sandra.

__ADS_1


__ADS_2