
"Baiklah mama gak akan paksa kamu untuk cari pasangan lagi."kata mama Intan akhirnya meengalah dengan putrinya.
"Maksih ma, aku sayang sama mama. Oh ya memangnya kalian gak kerja?"kata Lydia bertanya pada kedua temannya.
"Aku sudah minta cuti sama om Doni."kata Sandra.
"Kamu memangnya diizinin gak masuk kerja sama bu Rosa?"kata Lydia yag tau jika akhir-akhir ini temannya itu sering minta cuti.
"Dibolehin aku sudah bilang padanya lagian sekarangkan sudah menjadi dua shift aku bisa gantian sama temanku."kata Ita.
"Enak sekali, kok waktu aku kerja dulu belum ada sihft-shiftan sih."kata Lydia.
"Ya enaklah, kamu sudah siapin barang-barangmu belum?"kata Ita.
"Sudah dong."kata Lydia.
"Kamu jadi beli vitamin tadi Ly?"kata mama Intan.
"Aku lupa ma tadi dapat panggilan dari mereka aku langsung saja pulang."kata Lydia.
"Kamu ini yasudah nanti saat mau berangkat ke bandara kita mampir dulu ke apotek."kata mama Intan.
"Iya ma, maaf ya aku lupa soalnya."kata Lydia.
"Nanti awas saja sampai disana kamu lupa bawa barang berhargamu."kata mama Intan yang tau jika putrinya itu pelupa.
"Tenang ma kalau soal itu aku gak lupa, ya sudah kalau kayak gitu aku mandi dulu habis itu kita berangkat. Papa bagaimana ma?"kata Lydia.
"Papa langsung ke bandara sayang katanya tadi soalnya ada meeting dengan klien."kata Lydia.
__ADS_1
"Baiklah kalau kayak gitu aku mandi, aku tinggal dulu gak papakan?"kata Lydia.
"Gak papa kok."kata Sandra.
Lydia langsung saja meninggalkan ruang tamu untuk pergi ke kamarnya. Saat dia masuk ke kamar dia teringat dengan hadiah pemberian dari Ryan, Lydia langsung saja mengambil kotak itu dari dalam tasnya. Lydia langsung memakai kalung pemberian dari Ryan, dia mengambil foto selfi setelah itu mengirimkannya pada Ryan. Setelah mengirim foto itu Lydia langsung masuk ke dalam kamar mandi. Ryan yang baru saja duduk dikursinya langsung memeriksa ponselnya saat terdengar ada pesan masuk. Ryan yang melihat itu pesan dari Lydia langsung saja membuka pesan itu.
Ryan tersenyum saat membuka pesan dari Lydia yang ternyata itu foto Lydia memakai kalung yang dia berikan. Ryan langsung menghubungi Lydia tapi beberapa kali dia mencoba menghubungi Lydia tak juga diangkat oleh gadis itu. Ryan memutuskan untuk kembali fokus untuk kerjanya yang belum selesai, dia memutuskan untuk mengirim pesan pada Lydia.
Ryan
[Cantik....]
Setelah mengirim pesan itu Ryan langsung saja kembali bekerja karena sebentar lagi akan ada meeting dengan para karyawan tentang proyek baru diperusahaan itu. Sorenya Ryan harus ke perusahaannya sendiri untuk meeting juga membahas tentang fashion baru yang akan mereka keluarkan bulan ini juga. Lydia yang baru saja selesai mandi langsung saja bersiap-siap untuk berangkat ke bandara. Selesai bersiap dia mengambil ponselnya ternyata ada panggilan dari Ryan banyak sekali. Lydia yang melihat ada pesan masuk langsung saja membuka pesan itu.
Lydia
[Siapa yang cantik yang makai atau kalungnya?]
"Ly, nanti kalau sudah sampai sana kabari kita tau."kata Sandra saat mereka sudah sampai bandara dan Lydia mau masuk ke dalam.
"Iya tenang saja, aku akan kabari kalian. Ya sudah kalau kayak gitu aku masuk dulu."kata Lydia.
Lydia setelah berpamitan dengan orangtuanya dan juga kedua temannya langsung saja masuk ke dalam. Saat berada didalam Lydia mengambil ponselnya untuk melihat apakah Ryan membalas pesannya ternyata tak ada balasan pesan dari Ryan. Lydia langsung aja mematikan ponselnya dan akan membukanya saat sudah berada disana nanti.
Lydia berangkat ke Ausi untuk liburan sedangkan Ryan sibuk kerja dan tak memikirkan tentang gosip yang beredar. Sejak Sinta mendapatkan kerjasama dengan perusahaan Jono, Ryan dan juga Sinta sering bertemu untuk membahas tentang proyek kerjasama itu. Sinta tau jika adiknya itu lebih berpengalaman daripada dirinya yang baru saja terjun dibidang itu. Dia mau bertanya pada Anton gak mungkin karena Anton marah padanya saat tau jika Sinta mendapatkan kontrak kerjasama dengan perusahaan Jono.
"Yan, kamu memangnya gak papa dengan gosip yang beredar memangnya kamu gak takut kalau kekasimu marah?"kata Sinta bertanya pada Ryan yang sedang sibuk memepelajari laporan yang dikerjakan oleh Sinta.
"Biarkan saja nanti juga hilang sendiri."kata Ryan membuat Sinta menghera nafas dengan perilaku adiknya yang tak perduli itu.
__ADS_1
"Mbak yang gak nyaman dengan gosip ini."kata Sinta jujur.
"Gak nyaman kenapa?"kata Ryan yang langsung memandang kakaknya.
"Kalau mereka percaya dengan gosip yang beredar bagaimana mbak mau dapat pasangan bukannya kamu bilang sama mbak agar cepat cari pasangan."kata Sinta membuat Ryan tersenyum.
"Aku memang sengaja aku gak mau mbakku satu ini mendapat pasangan yang salah."kata Ryan.
"Kamu itu sama kak Anton sama saja."kata Sinta kesal padahal gara-gara gosip ini dia dijauhi oleh seseorang yang baru saja dekat dengnnya.
"Namanya juga sayang, aku yakin suatu saat mbak akan dapatkan pria yang mau terima mbak apa adanya. Sudah gak usah bahas soal gosip itu lagi, nih aku mau tanya kenapa jadi begini modelnya?"kata Ryan sambil menunjukan beberapa desain yang tidak sesuai dengan yang diinginkan Ryan.
"Memangnya ada apa dengan desain itu bukannya itu yang kamu inginkan?"kata Sinta.
"Aku memang mau desain yang kayak gini tapi warnanya bukan kayak gini mbak. Sekarang aku mau tanya sama kamu, yang kamu targetkan untuk membeli barang ini siapa?"kata Ryan sambil menghera nafasnya.
"Anak-anak sekolah."kata Sinta.
"Lalu apa desain ini menarik buat mereka?"kata Ryan.
"Gak sih, mereka lebih suka desain yang unik dan lain dari yang lain. Kalau gak gitu mereka suka dengan gambar idola mereka."kata Sinta.
"Itu tau tapi kenapa masih pakai desain kayak gini?"kata Ryan.
"Kak Anton yang mau, aku sudah bilang itu buat orang dewasa tapi dia tetap ngeyel."kata Sinta.
"Mbak bawa desain yang mbak buat itu gak?"'kata Ryan.
"Mbak bawa tunggu sebentar."kata Sinta sambil mengambil desain yang ada didalam tasnya dan menyerahkan pada Gabriel.
__ADS_1
Gabriel langsung menerima, dia lebih setuju dengan desain yang Sinta buat daripada milik Anton. Ryan bilang sama Sinta untuk memberikan desain itu langsung ke Jono, Ryan yakin jika Jono akan setuju dengan desain Sinta.
Ryan selesai dengan Sinta langsung saja kembali ke perusahaannya, dia tak kembali ke perusahaan Hendru karena sekarang sudah ada Hendru yang berada diperusahaan. Lydia yang mendengar gosip yang beredar tentang Ryan langsung saja kesal ternyata pria itu semua sama saja. Lydia memutuskan untuk melupakan Ryan dan fokus dalam pekerjaannya saat pulang nanti.