
"Kamu ini padahal kita baru saja ketemu masak sudah mau pergi?"kata Sandra.
"Aku kesini hanya kasih tau itu sama ngasih oleh-oleh ini. Lagian kalau kita sudah diSurabaya akan bertemu setiap hari."kata Lydia.
"Ya sudah kalau gitu, makasih oleh-olehnya."kata Sandra.
"Ya sudah kalau kayak gitu aku pulang dulu nanti salam sama Ita dan Rini."kata Lydia.
"Siap, ya sudah aku antar kamu sampai parkiran."kata Sandra.
"Itu film kamu bagaimana?"kata Lydia yang tau kalau Sandra sedang menonton film.
"Gampang kalau soal itu nanti aku nonton ulang."kata Sandra sambil mengambil jaketnya karena dia hanya memakai singlet.
Sandra dan Lydia langsung saja berjalan keluar kamar kos Sandra untuk menuju tempat mobil Lydia. Saat mereka mau ke tempat mobil Lydia terlihat Ziva sedang berbicara dengan anak-anak kos didekat mobil Lydia. Mereka berdua langsung saling pandang setelah itu langsung saja mendekati mereka.
"Kalian ngapain disini?"kata Sandra.
"Kamu yang ngapain disini."kata Ziva.
"Kamu ini ditanya kok malah balik nanya, kalian semua ngapain disini?"kata Sandra.
"Kami mau foto didepan mobil Ziva."kata salah satu anak kos.
"Memangnya mobil yang mana?"kata Sandra penasaran.
"Memang kamu gak liat ini dibelakangku mobilku."kata Ziva membuat Sandra dan Lydia tersenyum.
"Masak sih kok aku gak percaya sih, kalau memang ini mobilmu coba kamu buka pintu mobilnya agar kami yakin kalau itu mobilmu."kata Sandra menantang Ziva membuat gadis itu terdiam.
"Kenapa kalian iri sama aku karena aku punya mobil sebagus ini?"kata Ziva yang menghindar agar Sandra tak menyuruhnya untuk membuka mobil itu karena mobil itu bukan miliknya.
"Bilang saja kamu takut membukanya karena itu bukan mobilmu."kata Sandra.
"Sudah sudah, maaf ya permisi aku mau pulang dulu, kalau mau foto-foto besok lagi gak papakan?"kata Lydia.
"Apa maksutmu gak usah ngaku-ngaku deh kamu saja selama kuliah kerja ditoserba kok malah ngaku ini mobilmu."kata salah satu anak kos yang ada disana.
"Aku pulang dulu San besok ketemu ditempat kerja."kata Lydia.
__ADS_1
"Iya hati-hati bawa mobilnya."kata Sandra.
Lydia langsung menekan kunci mobilnya membuat mobil itu berbunyi, ketiga perempuan yang angkuh langsung terdiam. Mereka gak menyangka jika mobil yang mereka pakai buat foto-foto itu milik Lydia. Sandra sendiri setelah Lydia pergi dari sana langsung kembali ke kamar kosnya. Dia malas meladeni ketiga perempuan yang sok kaya itu. Lydia sendiri sampai rumah langsung saja masuk ke dalam ternyata kedua orangtuanya berada dimeja makan. Lydia langsung saja menghampiri kedua orangtuanya itu.
"Malam pa ma."kata Lydia sambil duduk dikursi yang biasa dia duduk saat makan.
"Kamu darimana?"kata papa Irwan.
"Baru dari kosannya Sandra, aku ngasih oleh-oleh buat mereka dan sekalian aku bilang kalau buat siap-siap bekerja diSurabaya."kata Lydia.
"Kamu gak mau coba kerja disini saja dulu Ly?"kata papa Irwan.
"Gak usah pa, aku ingin langsung kerja disana saja."kata Lydia.
"Apa ada alasan lain yang papa sama mama gak tau?"kata papa Irwan yang curiga jika Lydia punya alasan lain.
"Gak ada pa, aku hanya gak ingin meringankan beban papa agar gak kesana kemari."kata Lydia padahal alasan aslinya untuk menghindari Ryan.
"Baiklah kalau kayak gitu ayo kita makan, kamu belum makankan nanti lagi kita bahas pekerjaan."kata mama Intan.
Mereka bertiga selesai makan malam langsung saja duduk diruang keluarga. Mereka membicarakan tentang kapan Lydia siap bekerja diSurabaya. Mereka sepakat jika 2 hari lagi Lydia akan berangkat ke Surabaya. Setelah disepakati kapan keberangkatan Lydia ke Surabaya, Lydia pamit untuk kembali ke kamarnya sampai dikamarnya dia langsung saja menghera nafasnya.
"Kamu sedang apa?"kata mama Intan.
"Mama bisa gak kalau masuk kamarku ketuk pintu dulu?"kata Lydia membuat mama Intan terkejut karena gak biasanya dia masuk ke kamar putrinya mengetuk pintu.
"Apa ada yang kamu sembunyikan dari mama?"kata mama Intan.
"Kenapa mama tanya begitu?"kata Lydia.
"Gak biasanya kamu suruh mama ketuk pintu kamarmu kalau mau masuk, mama yakin jika ada yang kamu sembunyikan dari kami."kata mama Intan.
"Gak ada ma hanya saja aku terkejut karena mama masuk."kata Lydia.
"Baiklah kalau kamu gak mau bicara sama mama, maka mama akan caritau sendiri. Oh ya mama sampai lupa mana oleh-oleh mama?"kata mama Intan membuat Lydia tersenyum.
"Sebentar nanti sekalian mama kasih ke bibi sama mang Soleh ya."kata Lydia.
"Kenapa kamu gak kasih sendiri saja?"kata mama Intan.
__ADS_1
"Ya sudah kalau mama gak mau biar aku kasih sendiri saja."kata Lydia.
"Gitu dong kalau mama yang kasih pasti mereka gak akan mau menerima oleh-oleh darimu."kata mama Intan.
"Ya sudah kalau kayak gitu biar nanti aku kasih sendiri. Sebentar aku cariin oleh-oleh buat mama sama papa."kata Lydia yang langsung berjalan menuju kopernya untuk mengambil oleh-oleh.
Lydia langsung saja mencari barang yang mau diberikan pada mama papanya. Mama Intan yang gak sabar langsung saja berjalan mendekati Lydia untuk melihat apa yang diberikan oleh putrinya itu.
"Nih mama buka dulu yang lainnya belum ketemu."kata Lydia sambil menyerahkan sebuah kotak pada mamanya.
Mama Intan langsung saja membuka kotak yang diberikan oleh Lydia. Mama Intan melihat isi kotak itu langsung tersenyum karena isinya sesuai dengan pesanannya. Saat dia sedang senang ternyata ada dua lagi hadiah yang diberikan oleh Lydia membuat mama Intan senang karena isi dari semua kotak itu sesuai dengan keinginannya.
"Bagaimana mama suka gak?"kata Lydia.
"Aku suka semua yang kamu berikan ini."kata mama Intan.
"Syukurlah kalau mama suka kalau begitu ini buat papa kasihkan ke dia ya."kata Lydia memberikan dua buah paperbag pada mamanya.
"Kenapa gak kamu berikan sendiri pada papa?"kata mama Intan.
"Papa terlalu sibuk."kata Lydia.
"Siapa yang sibuk?"kata papa Irwan masuk ke dalam kamar Lydia.
"Papaah suka sekali diruang kerja kalau dirumah."kata Lydia.
"Kamu ini, memangnya kamu kasih apa buat papa?"kata mama Intan.
"Ini papa liat sendiri saja apa yang aku belikan buat papa."kata Lydia sambil menyerahkan dua buah paperbag pada papanya.
Papa Irwan langsung saja melihat apa isi didalamnya ternyata ada jam tangan dan juga dasi dengan warna kesukaannya. Lydia yang melihat jika papanya menyukainya langsung saja tersenyum senang.
"Bagaimana papa suka gak?"kata Lydia.
"Papa suka banget."kata papa Irwan.
"Itu apa yang papa bawa?"kata Lydia.
"Oh ini adalah surat kuasa untukmu nanti kamu bisa bawa ke Surabaya dan ini tentang data-data perusahaan yang ada disana kamu harus mempelajarinya dulu sebelum kesana agar nanti kamu gak bingung saat diisana."kata papa Irwan sambil menyerahkan kedua berkas itu pada putrinya.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu aku akan mempelajarinya nanti tapi nanti setelah aku beres-beres ini"kata Lydia sambil menunjukan kopernya.