Takdir Cinta Lydia

Takdir Cinta Lydia
Lydia mengambil baju dikosan


__ADS_3

Lydia setelah mengantar kedua temannya langsung saja pergi ke kosannya mengambil barang sekalian pamit pada ibu kos.Saat Lydia baru sampai kosan dia berpapasan dengan ibu kos.


"Selamat sore bu."kata Lydia.


"Selamat sore kamu sudah tak terlihat lagi beberapa hari ini memangnya kemana?"kata ibu kos.


"Saya pulang ke rumah orangtua saya bu, saya kesini mau ambil baju sekalian pamit sama ibu."kata Lydia.


"Kamu hanya mau ambil pakaian saja? Lalu barang-barang kamu bagaimana?"kata bu kos.


"Katanya mau diambil Sandra sama Ita kalau ada yang mereka butuhkan daripada beli."kata Lydia.


"Terus barang yang gak diambil bagaimana? Memangnya gak papa kalau dipakai oleh anak baru dan gak diganti?"kata bu kos.


"Gak papa bu kalau mereka mau pakai 'kan lumayan daripada beli baru."kata Lydia.


"Ya sudah kalau kayak gitu ibu mau pergi ambil uang kos anak-anak."kata bu kos.


"Ini kuncinya bagaimana bu, saya kasih ke ibu atau ke Sandra atau Ita dulu?"kata Lydia.


"Kamu kasih ke mereka saja dulu, kalau kamu kasih ke aku malah aku kasih ke orang baru kuncinya bagaimana sebelum mereka berdua mengambil barangmu yang mau dipakai."kata b kos.


"Kalau reseki tak akan kemana bu,nanti aku kasih ke ibu saja kalau begitu."kata Lydia.


"Baiklah tapi kamu bilang sama Sandra dan Ita cepat ambil barang yang dibutuhknnya. Kalau begitu ibu pergi dulu."kata bu kos.


Lydia setelah bu kos pergi langsung saja berjalan ke kamar kosannya, dia memilih pakaian yang dibawa pulang dan yang gak dia bawa pulang mau dia buang. Selesai membereskan kamar kosannya Lydia langsung keluar untuk memasukkan tas yang berisi pakaian ke dalam mobil. Saat dia baru saja memasukkan tasnya ke dalam mobil dia berpapasan dengan seorang perempuan yang sedang kebingungan.


"Maaf mbak apa disini masih ada kamar kosan yang kosong? Saya tadi mencari kosan tapi semua penuh."kata perempuan itu.


"Aku Lydia kamu siapa?"kata Lydia.


"Saya Rini mbak."kata Rini.


"Ya sudah ayo aku antar ke rumah ibu kos nanti kamu tanya sendiri ada kosan yang kosong apa gak."kata Lydia.


"Memannya gak papa mbak?"kata Rini.


"Gak papa kok kalau kayak gitu ayo."kata Lydia yang kebetulan juga mau ke rumah ibu kos untuk mengantarkan kunci kamar kosnya.


Lydia mengajak Rini berjalan menuju rumah ibu kos, saat mereka berdua sampai kebetulan ibu kos ada didepan rumah dan beliau mau keluar.


"Loh Ly, siapa yang kamu bawa ini?"kata bu kos.


"Kenalin ini Rini bu, tadi saat aku mau pulang berpapasan dengannya. Dia mau cari kos-kosan, makanya aku ajak dia kesini buat tanya sama ibu apa ada kamar kos kosong?"kata Lydia.


"Ada 'kan banyak anak kos yang keluar dari kosan setelah wisuda kemarin karena pekerjaannya jauh. Siapa nama kamu nak?"kata bu kos.


"Nama saya Rini bu, saya mahasiswa baru dikampus sebelah."kata Rini.


"Kamu aku ajak liat-liat dulu saja nanti kamu bisa memastikan apa kamu mau ngeks disini atau gak?"kata ibu kos.

__ADS_1


"Maaf kalau saya mengganggu ibu."kata Rini.


"Gak papa ayo ikut ibu, kamu mau ngapain kesini Ly?"kata bu kos.


"Ini aku mau ngembalikan kunci kamarku bu."kata Lydia sambil menyrahkan kunci pada bu kos.


"Mbak mau pindah kos?"kata Rini.


"Iya dia sudah diwisuda kemarin."kata bu kos.


"Yah aku ak ada temannya dong nanti."kata Rini.


"Nanti kamu dapat teman baru tenang saja. Ya sudah bu aku permisi pulang dulu."kata Lydia.


"Ya sudah hati-hati, kamu ke kosankan tapi?"kata bu kos.


"Iya dong bu 'kan mobil saya masih disana."kata Lydia.


"Ya sudah kalau kayak gitu ayo ibu tunjukan kamar kosannya, tapi tunggu sebentar saya mau ambil kunci didalam dulu."kata bu kos.


"Bekas kamarnya mbak Lydia itu saja gak papa bu."kata Rini.


"Kamar itu masih mau ibu perbaiki."kata bu kos sambil berjalan masuk ke dalam rumah.


Setelah mengambil kunci barulah dia mengajak kedua gadis itu menuju kos-kosan. Sampai ditempat kos Lydia langsung berpamitan untuk langsung pulang. Lydia langsung saja pulang dan mau pergi ke pembuangan sampah untuk membuang bajunya yang gak terpakai.


"Mbak itu apa?"kata seorang pemulung.


"Aku boleh minta pakaian itu gak kak?"kata pemulung itu.


"Memangnya gak papa ini bekasku lo?"kata Lydia yang gak enak hati.


"Gak papa kak, kalau baju itu masih layak pakai bisa dipakai kak."kata pemulung.


"Memangnya kamu gak ada baju ganti dek?"kata Lydia..


"Ada kak tapi hanya ngaji sama sekolah saja."kata pemulung itu.


"Ya sudah kalau kayak gitu kamu bisa bawa ini, nanti kamu juga bisa bagiin keteman yang lainnya."kata Lydia.


"Makasih kak."kata pemulung.


Lydia setelah memberikan pakaian itu langung saja masuk ke dalam mobilnya dan melanjutkan perjalanan pulang. Sampai rumah ternyata rumah masih sepi, mama papanya belum pulang. Lydia memutuskan untuk masuk ke kamarnya, saat dia sedang memasukkan pakaiannya ke dalam lemari Lydia teringat dengan anak kecil yang meminta bajunya yang dia buang tadi.


Lyda merasa bersyukur karena apa yang dia inginkan selalu terpenuhi tanpa perlu susah payah. Walaupun kemarin dia bekerja ditoserba tapi orangtuanya tetap memenuhi kebutuhannya.


Saat dia sedang asik melamun tiba-tiba ponselnya berbunyi, Lydia langsung saja mencari dimana keberadaan ponselnya karena tadi dia lempar begitu saja. Saat ketemu ternyata itu panggilan dari papanya. Lydia langsung saja mengangkat panggilan itu.


[Hallo Asalamalaikum pa...]


[Walaikumsalam Ly, kamu gak jadi datang ke perusahaan?]

__ADS_1


[Maaf pa aku gak jadi datang ke perusahaan papa karena aku tadi mmenjemput Sandra dan Ita distation karena mereka tadi kecopetan.]


[Lalu apa mereka terluka?]


[Gak kok hanya saja dompet mereka hilang dan ponselnya Sandra hilang. Tadi aku mengantar mereka mengurusi atm mereka dan juga mengantar Sandra beli ponsel baru.]


[Ya sudah kalau begitu, papa khawatir kalau terjadi apa-apa sama kamu. Sekarang kamu ada dimana?]


[Aku ada dirumah tadi aku ambil pakaianku dikosan setelah itu aku kasih kuncinya kembali ke ibu kos.]


[Ya sudah kalau kayak gitu papa tutup dulu pangggilannya.]


[Iya pa, maaf kalau aku buat papa khawatir.]


Lydia setelah mengakhiri panggilan dari papanya langsung saja menyelesaikannya membereskan pakaiannya yang belum selesai. Setelah selesai membereskan pakaiannya langsung saja masuk ke kamar mandi untuk menyegarkan diri. Selesai mandi Lydia langsung merebahkan diri mungkin karena kelelahan dia langsung tertidur nyenyak.


Beda lagi dengan Ryan yang ada diperusahaan Hendru, dia disibukkan dengan berkas-berkas yang seharsnya jadi pekerjaan Hendru tapi nyatanya dia yang harus menyelesaikannya karena Hendru harus jadi dosen. Saat dia sedang fokus dengan pekerjaannya Hendru datang ke kantor. Ryan yang fokus dengan pekerjaannya tak menyadari kalau Hendru datang dan sudah duduk disebelahnya.


"Kamu lagi ngapain?"kata Hendru yang membuat Ryan terkejut.


"Kamu kapan datang?"kata Ryan.


"Aku sudah 30menit duduk disini tapi kamu ggak sadar."kata Hendru.


"Kamu tumben datang ke kantor?"kata Ryan.


"Kamu ini gimana sih katanya hari ini ada meeting?"kata Hendru.


"Ya ampun aku lupa maaf, oh ya nih kamu pelajari dulu berkasnya."kata Ryan sambil menyerahkan dokumen pada Hendru.


"Kamu memangnya gak papa kerja jadi asistenku?"kata Hendru yang sebenarnya gak enak karena Ryan orangtuanya punya perusahaan sendiri.


"Aku gak papa kok, kamu'kan tau sendiri kalau sampai aku bekerja disana bisa-bisa akan terjadi keributan lagi. Memangnya kamu gak ingat waktu aku pulang kesini dulu."kata Ryan .


"Kecelakaan itu memangnya kamu tau siapa yang sudah merencanakan kecelakaanmu waktu itu?"kata Hendru penasaran.


"Kak Anton, kamu tau sejak dulu dia sangat ingin menguasai perusahaan dan dia takut jika perusahaan itu aku yang pegang."kata Ryan.


"Memang kamu anak sah orangtuamu sedangkan dia hanya keponakan. Kak Anton gak berhak atas perusahan itu."kata Hendru.


"Sudahlah aku lebih senang kerja disini sambil mengurusi dua perusahaanku."kata Ryan.


"Kamu itu padahal sukses tapi malah memilih kerja diperusahaanku."kata Hendru.


"Perusahaanku tak sebesar perusahaanmu, apalagi yang satu masih baru merintis dan aku baru terjun dibidang itu."kata Ryan.


"Tapi bisnis fashion itukan sesuai dengan perusahaan papamu,aku yakin jika kamu bisa dan mungkin lebih maju lagi."kata Hendru.


"Doain saja kalau soal itu."kata Ryan.


"Ya sudah ayo kita keruangan meeting sekarang."kata Hendru mengajak Ryan untuk menuju ruangan meeting.

__ADS_1


__ADS_2