Takdir Cinta Lydia

Takdir Cinta Lydia
Menyusul Ryan ke Surabaya


__ADS_3

Lydia setelah berpamitan dan taksinya sudah menunggu dibawah, Lydia menyeret kopernya untuk keluar dari apartemennya. Lydia dibantu oleh supir taksi untuk memasukkan kopernya ke dalam bagasi mobil. Lydia menghubungi papanya untuk mengatakan kalau dia akan menyusul Ryan ke Surabaya. Untung saja papanya segera mengangkat panggilan itu.


[Hallo Asalamualikum sayang...]


[Walaikumsalam, papa ada dimana sekarang?]


[Papa masih dikantor ini mau pulang ada apa?]


[Aku hanya mau pamit sama papa kalau aku akan menyusul kak Ryan ke Surabaya.]


[Loh bukannya Ryan sudah mengurus perusahaan kita sayang?]


[Dewan direksi disana gak percaya dengan kak Ryan pa, makanya aku ke Surabaya untuk menyelesaikan masalah. Kak Ryan sendiri akan menyelidiki siapa dalang dibalik semua ini. Saat aku tinggal anggota Dewan selalu patuh pada pak Purnomo tapi kata kak Ryan tadi mereka membantah keputusan yang diambil pak Purnomo.]

__ADS_1


[Apa mereka mencurigai seseorang?]


[Aku juga gak tau soal itu pa, makanya sekarang aku ke Surabaya.]


[Kamu masih diapartemenkan biar papa jemput untuk papa antar ke bandara?]


[Aku sudah dijalan menuju bandara pa, doain saja semoga masalahnya cepat selesai.]


[Papa selalu doain kamu, ya sudah papa tutup dulu papa sudah berada dimobil. Kamu sampai Surabaya kabari papa atau mama ya?]


Lydia mematikan panggilan dengan papanya, Lydia menyimpan ponselnya dan lebih memilih untuk memadang keluar sambil memikirkan bagaimana dia bisa menyelesaikan masalah diSurabaya. Dari yang Lydia dengar dari Ryan tadi masalah diperusahaannya mudah ditangani hanya saja dewan direksinya saja yang gak bisa diajak kerjasama. Karyawan perusahaan itu ada yang setuju dengan ide Ryan tapi ada juga yang menentang. Lydia menghera nafasnya dalam karena dia yain jika ada orang yang sudah berada dibelakang mereka tapi Ryan dan pak Purnomo belum tau siapa orang itu.


Lydia sampai dibandra langsung melakukan chek-in karena 30menit lagi pesawatnya sudah akan terbang, Lydia sebelum masuk ke dalam pesawat terlebih dahulu mengirim pesan pada Ryan agar Ryan bisa mengira-ngira sendiri jam berapa dia menjemputnya. Ryan sendiri menerima pesan dari Ryan bertepatan dengan Ryan dan Dayat keluar dari perusahaan istrinya.

__ADS_1


"Kita mau menginap dimana tuan?"kata Dayat.


"Kita ke bandara dulu untuk menjemput Lydia, baru setelah itu kita putuskan akan menginap dimana."kata Ryan.


"Nona Lydia mau kesini?"kata Dayat.


"Iya dia baru saja kirim pesan kalau pesawatnya sudah mau berangkat."kata Ryan.


"Baiklah kalau begitu kita ke bandara sekarang."kata Dayat.


Dayat menjalankan mobilnya menuju bandara, Ryan sendiri gak sabar menunggu istrinya sampai Surabaya. Ryan mau memanfaatkan kesempatan ini untuk mengambil hati istrinya. Untung saja Ryan dan Dayat sampai sana bertepatan dengan pesawat yang dinaiki Lydia samapi.


Gabriel menunggu Lydia diruang tunggu, Lydia yang baru saja keluar bandara mengambil ponselnya untuk menghubungi suaminya karena dia tak melihat Ryan dimana. Untung saja Ryan langsung mengangkat dan saat tau keberadaan Lydia, Ryan terlebih dahulu merambaikan tangannya. Lydia tersenyum menghampiri suaminya itu baru dua hari dia tak bertemu dengan suaminya sudah membuat dia rindu tapi Lydia gengsi untuk mengatakannya kalau dia rindu Ryan. Ryan sendiri langsung memeluk Lydia saat istrinya itu sudah sampai didekatnya.

__ADS_1


"Aku kangen sama kamu."kata Ryan sambil memeluk erat Lydia erat.


__ADS_2