Takdir Cinta Lydia

Takdir Cinta Lydia
Sampai diSurabaya


__ADS_3

Lydia mengajak Sandra berhenti direst area saat mereka sudah tiba di Surabaya. Mereka langsung saja keluar dan mencari makanan untuk mengganjar perut. Sandra bingung mau makan apa karena semua makanan yang ada disana menggiurkan.


"Kamu kenapa?"kata Lydia bertanya pada Sandra yang keliatan bingung, Lydia takut jika Sandra tak suka dengan makanannya.


"Aku bingung mau milih yang mana karena makanan yang ada disini semuanya enak."kata Sandra membuat Lydia lega.


"Aku pikir kamu gak suka dengan makanannya ternyata kamu bingung mau makan yang mana."kata Lydia sambil tersenyum.


"Kamu ini mana mungkin aku gak suka dengan makanan khas ini yang gak aku suka itu makan makanan mentah seperti ikan mentah itu."kata Sandra.


"Nanti kapan-kapan aku ajak kamu makan makanan kayak gitu."kata Lydia.


"Kamu gak usah aneh-aneh deh."kata Sandra sambil mengambil makanannya.


"Aku gak aneh-aneh kok soalnya takut nanti ada klien kita yang ngajak bertemu diresto seperti itu masak kamu gak makan mana aku tega."kata Lydia.


"Kamu ya memang ada-ada saja, liat nanti saja apa aku bisa makan apa gak takutnya nanti keluar bukannya malah malu-maluin."kata Sandra.


"Sudah itu pikirin nanti kamu sudah belum? Kalau sudah ayo kita cari tempat duduk dulu."kata Lydia.


"Sudah ayo kita cari tempat duduk."kata Sandra.


Mereka langsung saja pergi ketempat untuk membayar makanan yang mereka ambil setelah itu mencari tempat duduk. Untung saja masih ada tempat duduk yang tersisa membuat mereka gak bingung mencari tempat duduk lagi.


"Ya ampun kok kita gak beli minum sih."kata Lydia.


"Iya ya, sudah biar aku saja yang beli minum kamu tunggu disini dulu."kata Sandra.


"Gak papa kalau kita berdua yang pergi nanti malah gak jadi makan karena dikira kita sudah selesai makannya. Kamu mau minum apa?"kata Sandra.


"Aku biasa jus jeruk saja."kata Lydia.


"Oke hanya itu saja gak ada pesan yang lain?"kata Sandra.


"Sudah itu saja, ini uangnya."kata Lydia memberikan uang pada Sandra.


"Sudah pakai uangku saja orang cuma beli minum lagian uang gajiku sekarang gede."kata Sandra.


"Oh ya lupa kamu kan sekarang sudah jadi karyawan diperusahaan bukannya karyawan cafe lagi."kata Lydia sambil nyengir.

__ADS_1


"Iya dong kalau cuma traktir kamu makan seperti ini aku kuat tapi kalau buat nraktir yang ada dimall aku gak kuat."kata Sandra.


"Sudah sana biar kita cepat makan."kata Lydia membuat Sandra langsung kabur. Lydia sendiri yang melihat Sandra langsung lari setelah mendengar perkataannya hanya tersenyum.


Sandra ternyata tak lama membeli minumnya karena gak antri panjang, dia datang sambil tersenyum manis membuat Lydia curiga dengan senyuman sahabatnya itu. Sandra langsung memberikan minuman itu setelah itu dia makan sambil senyam senyum sendiri seperti orang gila. Saat Lydia kebingungan tiba-tiba ada yang duduk disampingnya.


"Maaf aku boleh duduk disini kan soalnya gak ada tempat duduk lagi."kata Bagus.


"Gak papa kok kamu bisa kok duduk disini."kata Sandra sambil tersenyum.


"Kalian sudah saling kenal satu sama lain apa?"kata Lydia.


"Iya dia teman SMAku dulu."kata Sandra.


"Walah berarti reunian dong kalau kayak gitu?"kata Lydia.


Saat merela bertiga sedang saling mengobrol ada seorang perempuan yang menghampiri mereka dengan gayanya yang sok kaya. Lydia yang melihat hampir saja mutah sedangkan Sandra yang melihat tingkah temannya itu hanya tersenyum.


"Sayang kamu kok gak tungguin aku sih, eh ada kamu San bagaimana kabarmu sudah lama kita gak ketemu?"kata Tari.


"Aku baik kok kamu bagaimana?"kata Sandra sambil tersenyum ramah sedangkan Bagus hanya menghera nafasnya melihat tingkah Tari.


"Iya aku masih cari kerja sekarang, wah hebat banget kamu bisa kerja diEmirat grup. Memang kamu disana kerja dibagian apa?"kata Sandra.


"Aku sebagai staf keuangan sedangkan bagas staf pemasaran."kata Tari membuat Lydia tersedak.


"Kamu gak papa?"kata Sandra panik.


"Aku gak papa kok, kamu cepetan selesain makannya kita harus segera pulang nanti kemalaman."kata Lydia.


"Oke aku juga capek banget mau segera rebahan setelah ini."kata Sandra.


"Kalian berdua naik apa? Kalau naik angkutan umum sebaiknya bareng sama kita saja Bagus bawa mobil kok cukup buat kita berempat."kata Tari menyombongkan diri.


"Aku bawa mobil sendiri kok, makasih atas tawarannya. Oh ya mas tolong lain kali diajari pacarnya agar gak terlalu sombong karena diatasnya aku yakin masih ada yang lebih lagi."kata Lydia.


"Kamu gak usah nyindir kalau kamu bilang saja gak bisa nyaingi kami."kata Tari membuat Lydia dan Sandra mengelengkan kepalanya.


"Sudah kamu sudah selesai belum makannya kalau sudah kita pulang sekarang saja?"kata Sandra yang takut jika Lydia marah dan mengakibatkan kedua temannya itu dipecat.

__ADS_1


"Bilang saja kamu takut makannya kamu mengajak temanmu itu pergi dari sini."kata Tari.


"Sudah gak usah bikin masalah bisa gak? Aku minta maaf atas nama Tari sudah keterlaluan sama kalian."kata Bagus.


"Gak papa kok, kalau gitu kami pergi duluan ya."kata Sandra.


Lydia diam tapi mengkuti Sandra berjalan untuk mengembalikan bekas makanan yang mereka makan dan setelah itu langsung saja pergi menuju parkiran untuk langsung ke rumah yang sudah disiapkan oleh papa Irwan. Didalam mobil sambil mengemudi Lydia menekuk wajahnya.


"Kamu kenapa sih?"kata Sandra.


"Kamu sudah tau masih tanya lagi, temanmu itu nyeberin banget sih. Aku mau liat besok bagaimana cara kerjanya kalau gak benar aku akan langsung pecat dia."kata Lydia.


"Kamu gak bisa kayak gitu hanya karena kamu gak suka orang langsung asal pecat saja. Kamu harus prifesional saat bekerja."kata Sandra membuat Lydia menghera nafasnya.


"Aku kesal dengan temanmu itu seenaknya saja berbicara."kata Lydia.


"Biarkan saja nanti kalau tau siapa kamu pasti dia akan menyesal. Kita mampir ke minimarket dulu buat beli bahan makanan atau camilan pasti dirumah baru belum ada isinya."kata Sandra.


"Kita langsung ke supermarket saja tu didepan."kata Lydia.


"Baiklah terserahmu."kata Sandra.


Lydia langsung membelokkan mobilnya ke supermarket, saat dia keluar dari mobil bertepatan dengan Tari dan Bagus juga datang kesana. Tari yang melihat mobil Lydia langsung terkejut tapi setelah itu Tari hanya menyebekkan mulutnya.


"Pasti hanya mobil sewaan saja bangga."kata Tari.


"Tar jaga ucapan kamu, kalau kamu kayak gitu terus aku akan tinggalin kamu disini."kata Bagus.


"Kamu kok tega sama aku sih sayang."kata Tari.


"Tega gak tega, kalau kamu bisa jaga ucapan sama sikap kamu aku gak akan tinggalin kamu."kata Bagus.


Sandra lebih memilih mengajak Lydia langsung masuk ke dalam. Dia takut jika temannya itu lama-lama bisa membuat Lydia marah dan gak bisa mengontrol emsoinya. Didalam mereka langsung saja mencari bahan makanan yang akan dijadikan isi buat kulkas.


"Kamu mau beli apalagi?"kata Sandra.


"Aku mau beli minuman kaleng kan camilannya sudah, oh ya alat mandi kita pasti belum ada."kata Lydia.


"Ya sudah ayo kalau kayak gitu cari minuman dulu baru setelah itu mencari keperluan buat manid."kata Sandra.

__ADS_1


Lydia dan Sandra mencari minuman setelah itu langsung saja mencari bahan kebutuhan mereka untuk mandi. Selesai dari itu mereka langsung saja berjalan menuju kasir. Saat mereka sedang antri ternyata dibelakang mereka ada Tari dan Bagus. Lydia saat membayar langsung saja mengeluarkan black cardnya membuat Kasir itu langsung menunduk hormat karena yang memiliki kartu itu pasti dari keluarga pemilik supermarket itu.


__ADS_2