Takdir Cinta Lydia

Takdir Cinta Lydia
Sandra lupa membawa tugasnya


__ADS_3

Mereka berempat masuk dan benar saja didalam kelas sudah ada Rani yang sedang serius mengerjakan tugasnya. Saat melihat Rani mengerjakan tugas Sandra langsung saja menepuk jidatnya karena dia lupa membawa tugasnya.


"Kamu kenapa?"kata Jono yang melihat kalau Sandra menepuk jidatnya.


"Aku lupa tak membawa tugasku."kata Sandra.


"Kan itu untuk tugas kedua, kamu punya salinannya diponsel gak?"kata Jono.


"Punya 'kan aku ngerjaiinya diponsel, aku gak ada laptop kayak kalian."kata Sandra.


"Ya sudah nanti ke tukang foto kopi bentar kita print tugas kamu itu bagaimana?"kata Jono memberi saran pada Sandra.


"Memangnya gak papa kalau pakai print-printan?"kata Sandra.


"Gak papa asal kita ngumpulin daripada kita dapat nilai E, memangnya kamu mau ngulang?"kata Jono.


"Ya gaklah, kalau aku ngulang bisa hangus beasiswaku."kata Sandra.


"Ya sudah kalau kayak gitu nanti aku antar foto copy nanti."kata Jono.


'Kalian berdua sedang bicarain apa sih kok serius banget?"kata Roni yang melihat kedua temannya it tak duduk-duduk dari tadi.


"Kita gak lagi bicarain apa-apa kok."kata Sandra.


"Masak sih aku kok gak percaya ya?"kata Rani.


"Lagi bicarain tugas milik Sandra yang tertinggal dikosannya."kata Jono.


"Terus bagaimana?"kata Rani yang khawatir kalau Sandra kena marah.


"Nanti sambil menunggu mata kuliah kedua aku sama Jono mau ke tukang foto copy buat ngprint tugas itu."kata Sandra.


"Kamu sudah menyalinnya diflashdicsk San?"kata Rani.


"Gak kok aku ngerjain tugasku diponsel, aku kan gak punya laptop."kata Sandra membuat Rani tidak enak hati.


"Maaf ya San."kata Rani.


"Maaf buat apa Ran?"kata Sandra.

__ADS_1


"Aku takut kamu tersinggung dengan perkataanku tadi."kata Rani bicara jujur.


"Aku gak tersinggung kok tenang saja, memang kenyataannya aku gak punya laptop jadi biasa aja."kata Sandra.


Mereka mengakhiri pembicaraan setelah dosen yang mengajar mata kuliah pertama masuk. Mereka benar-benar fokus dengan materi yang diterangkan oleh dosennya karena mereka tau jika dosen yang mengajar kali ini benar-benar tak akan memberi torelansi bagi mahaiswa yang menganggu saat dia menerangkan materi.


Selesai dari mata pelajaran pertama mereka semua bernafas lega karena hari ini mereka tak ada tugas tambahan. Sandra dan Jono pergi untuk ngprint tugas sedangkan Lydia dan kedua teman lainnya memutuskan untuk pergi ke kantin. Lydia ingin makan seblak hari yang dijual dikantin makanya dia saat ditawarin oleh kedua temannya langsung saja mau ikut mereka.


"Kalian berdua mau makan apa biar aku yang pesan?"kata Roni.


"Aku mau seblak sama es jeruk."kata Lydia.


"Aku samain saja sama Lydia."kata Rani.


"Oke tunggu sebentar kalau kayak gitu."kata Roni.


"Ini uangnya Ron."kata Lydia sambil meyerahkan uang 20.000."kata Lydia.


"Gak usah biar aku saja yang traktir."kata Roni.


"Gak ada masak setiap hari kamu dan Jono yang selalu traktir kami."kata Lydia sambil tetap memberikan uangnya itu pada Roni.


Roni terpaksa menerima uang itu daripada berdebat dengan Lydia karena dia akan kalah jika berdebat dengannya. Roni setelah menerima uang itu langsung saja pergi dari tempat mereka dan memesan makanan untuk dirinya dan kedua perempuan itu. Sandra dan Lydia sambil bercanda ria dan bertanya tentang persiapan untuk pergi ke puncak nanti malam.


"Aku sudah menyiapkannya tinggal nanti beli camilan saja."kata Lydia.


"Kalau camilan biar aku saja yang bawa."kata Rani menawarkan diri.


"Gak usah deh, aku 'kan kerja ditoko jadi akan beli saja dari sana kamu gak usah mampir lagi ke toko nanti. Kamu mau pesan apa?"kata Lydia.


"Apa saja buat camilan saat dijalan, nanti sarapannya kita beli disana saja."kata Rani.


"Kamu mau minum apa nanti biar aku beliin sekalian?"kata Lydia.


"Nanti beli kopi buat Jono sama Rani kalau aku yogurt saja."kata Rani.


"Siap kamu tau gak mereka suka kopi apa kalau beli kopi kalengan?"kata Lydia.


"Kalau soal itu aku gak tau, nanti saat mereka datang kamu tanya saja sama mereka sendiri."kata Rani.

__ADS_1


"Siap, kamu emangnya diizinin sama mama kamu berangkat malam?"kata Lydia bertanya pada Rani takut kalau Rani dimarahi oleh mamanya.


"Awalnya memang dia marah tapi saat tau kalau aku malam ini beangkat dan besok langsung pulang malamnya, mama langsung saja memberiku izin."kata Rani sambil tersenyum senang karena baru kali ini dia diizinkan untuk pergi oeh kedua orangtuanya tanpa harus berdebat dulu dengan mamanya.


"Kamu kenapa senyum-senyum sendiri kayak gitu? Kamu kesambet apa?"kata Lydia yang melihat Rani senyum-senyum sendiri.


"Aku senang saja karena baru kali ini kedua orangtuaku mengizinkan aku pergi tanpa harus berdebat dulu."kata Rani.


"Mungkin karena kita gak menginap makannya mereka langsung membolehkan kamu pergi dengan kami."kata Lydia yang tau bagaimana khawatirnya orangtuanya saat dia memutuskan untuk ngekos dulu.


"Kayaknya iya."kata Rani.


Saat mereka sedang membahas tentang orangtua Rani, Jono dan Sandra datang menghampiri mereka berdua. Mereka berdua langsung saja duduk didsamping kedua perempuan itu.


"Kalian lagi ngomongin apa kok seru banget kelihatannya?"kata Sandra sambil meminum air mineral yang dia beli tadi.


"Lagi ngobrolin acara liburan kita besok."kata Lydia.


"La terus mana makanannya katanya tadi lapar?"kata Jono yang belum melihat mereka berdua makan.


"Ini makanannya datang."kata Roni mendekati mereka berempat dan memberikan pesanan kedua perempuan itu.


"Makasih, kalian gak makan sekalian?"kata Lydia bertanya pada Sandra dan Jono.


"Gak kami tadi beli sambil menunggu ngprint."kata Sandra.


"Iya kalian kok baru makan sih tinggal beberapa menit lagi kita akan mulai mata kuliah kedua lo."kata Jono membuat Lydia langsung melihat jam tangannya ternyata benar apa yang dikatakan Jono jika 15menit lagi mata kuliah kedua akan segera dimulai.


"Tadi ngantrinya lama banget."kata Roni sambil buru-buru memakan makanannya.


"Makanya jangan buru-buru gitu nanti kesedak."kata Sandra baru saja Sandra selesai berkata Roni sudah tersedak makanannya membuat Rani langsung memberikan air pada Roni sambil mengelus punggung kekasihnya itu.


"San, kamu jangan ngomong yang aneh-aneh lagi, setiap kamu ngomong soalnya selalu saja kejadian setelahnya."kata Rani membuat yang lain mengnggukan kepalanya tanda setuju.


"Memangnya perkataanku sering buat kalian celaka ya?"kata Sandra sedih.


"Ya gak sering tapi banyak kejadiannya."kata Rani.


"Sudah gak usah bicarain itu, lebih baik cepat habisin makanan kamu Ran daripada nanti kita telat masuk kelas. Kamu juga gak usah diambil hati perkataan Rani mungkin saja itu kebetulan saja."kata Lydia yang gak ingin buat Sandra sedih.

__ADS_1


"Benar apa kata Lydia, San gak usah diambil hati perkataan Rani itu."kata Jono.


"Iya kalian cepat habisin makanannya."kata Sandra yang berusaha untuk tak menghiraukan perkataan Rani, benar apa yang dikatakan Lydia dan Jono jika dia terus memikirkan perkataan Rani pasti dia akan pusing sendiri.


__ADS_2