Takdir Cinta Lydia

Takdir Cinta Lydia
Lydia mengangkat panggilan dari mama Intan


__ADS_3

Lydia setelah mendengar perkataan Ryan kembali masuk ke dalam lalu mengangkat panggilan itu. Ryan meminta maaf pada Dani karena Lydia menganggu kerjaan mereka. Lydia mengangkat panggilan itu dengan hati yang berdebar-debar.


[Yan, kenapa kamu gak angkat panggilan mama sih?]


[Maaf ma, kak Ryannya sedang sibuk.]


[Ini Lydia benar kamu Ly anak mama?]


[Iya ma ini Lydia ma.]


[Kamu kemana saja sayang, sekarang kamu dimana biar mama susul kamu kesana?]


[Mama gak usah kesini karena aku akan pulang jika sudah waktunya sekarang aku mau disini dulu.]


[Kamu bersama Ryan sekarang? Apa kamu sudah kembali dengan Ryan? Jika iya mama bersyukur banget karena mama tau hidup Ryan hanya buatmu. Sejak kamu pergi meninggalkannya dulu hidup Ryan hanya dia gunakan untuk kerja dan kerja, jika papamu gak marah mungkin perusahaan kita masih Ryan yang pegang.]


[Ma, aku sama kak Ryan sekarang, tapi kalau untuk kembali dengan kak Ryan aku belum bisa memutuskan makanya biarkan aku disini dulu. Jika sudah waktunya aku janji akan pulang dengan kak Ryan dengan membawa cucu mama.]


[Cucu, apa maksutmu cucu?]


[Ma, saat aku pergi dari kak Ryan waktu itu aku sedang hamil anak kak Ryan, cucu mama laki-laki mirip seperti daddynya.]


[Kamu kirimkan foto cucu mama jika kamu gak kirimkan ke mama, mama akan datang kesana. Mama akan tanya sama Ryan kamu tinggal dimana karena mama gak sabar ingin bertemu dengan cucu pertama mama. Pasti papamu akan senang, mendengarkan hal ini.]


[Pasti papa sama kak Ryan akan berebut sekarang untuk menjadikan Raka sebagai penerusnya.]


[Ryan harus mengalah karena dia masih muda kalau dia gak mau mengalah biar dia bikin lagi sama kamu.]


[Pa, memangnya enak apa hamil.]


[Enaklah apalagi kalau ditemani sama suami pasti enak bisa manja, bisa diperhatian kalau minta apa-apa pasti akan dituruti. Yah walaupun sebelum hamil sudah dituruti tapi saat kita hamil pasti suami akan lebih nurut dan selalu menjaga kita.]


[Sudah ah gak usah bahas itu, mama ngapain hubungin kak Ryan?]


[Ini papamu mau minta bantuan Ryan.]


[Memangnya papa mau minta bantuan apa?]

__ADS_1


[Papa kirim sebuah proposal untuk proyek baru ke email suamimu, papa ingin tau pendapatnya bagaimana? Kalau dia setuju papa akan pakai proposal itu jika gak ya cari lagi.]


[Emang papa gak bisa nentuin sendiri apa proyek apa yang mau papa kerjain? Bukannya selama ini papa selalu menyelesaikan setiap masalah sendiri ya?]


[Kali ini papa butuh bantuan suamimu, kalau kamu mau tau kenapa kamu tanya saja suamimu biar dia nanti yang cerita. Papa tutup dulu panggilannya ingat bilang sama suamimu dan jangan lupa kirim foto cucu papa.]


[Iya, papa sama mama jaga diri disana.]


Lydia menghela nafasnya setelah mengakhiri panggilan dari kedua orangtuanya, Lydia tau jika tadi dia tak bersama dengan Ryan atau dia gak bilang ada cucu pasti mamanya itu akan marah besar padanya. Lydia ingat diponsel Ryan pasti ada foto Raka, Lydia membuka Galeri Ryan lalu mencari foto Raka benar saja disana ada video yang baru diambil tadi saat dia sedang mencium Raka sebelum ikut Ryan ke hotel. Setelah mengirim foto ke orangtuanya, Lydia iseng melihat galeri Ryan dia menemukan sebuah folder didalam folder membuat Lydia penasaran untuk membukanya. Lydia terkejut saat melihat isi folder itu berisi foto-foto lamanya, dia bingung darimana Ryan mendapatkan foto akhirnya memutuskan untuk nanti bertanya pada Ryan.


"Sayang, makan dulu ini makanannya sudah datang."kata Ryan.


"Iya."kata Lydia.


Lydia berjalan menghampiri Ryan lalu duduk disampingnya sambil tersenyum-senyum sendiri. Ryan yang melihat kelakuan aneh istrinya menaikan alisnya ada apa dengan istrinya apa dia kesambet saat diranjang tadi.


"Sayang, kamu kesambet ya?"kata Ryan yang dipelototi oleh Lydia.


"Siapa yang kesambet?"kata Lydia kesal tapi tangannya membuka camilan.


"Kamulah masak aku, orang kamu yang tersenyum-senyum sendiri. Apa seneng banget ya melakukan sama mama dan papa?"kata Ryan.


"Makan dulu baru ngemil."kata Ryan mengambil camilan yang berada ditangan Lydia.


"Aku belum lapar kak, boleh ya aku ngemil?"kata Lydia.


"Gak makan dulu baru ngemil."kata Ryan tegas.


"Ayolah kak please..."kata Lydia.


"Aku bilang gak ya gak, sudah makan dulu mau aku suapin didepan Dani?"kata Ryan,


Lydia baru tersadar jika ada orang lain disana selain mereka berdua akhirnya mengambil makanan lalu memakannya pelan-pelan. Lydia malu karena sudah bernada manja dengan Ryan saat ada orang disana. Ryan yang tau kalau Lydia malu hanya tersenyum, Ryan gak menyangka jika istrinya masih sama kayak dulu pemalu.


"Ayo makan Dan."kata Ryan.


Mereka bertiga makan tanpa ada suara sama sekali, selesai makan mereka istirahat sebentar sambil Ryan bertanya tentang Dani. Ryan sama sekali tak menyinggung soal pekerjaan dia berbicara santai dengan manager hotelnya itu. Selesai mengerjakan pekerjaannya Dani pamit untuk segera pulang dan besok pagi mereka akan melakukan meeting sekalian juga membuka kedok kedua karyawan lama yang sudah mengelapkan uang begitu juga manager keuangan yang baru karena sudah bekerjasama dengan pria itu.

__ADS_1


Ryan membereskan semua kerjaannya setelah itu menyusul Lydia yang ada diranjang, Ryan melihat istrinya itu sedang ngemil sambil nonton. Ryan tau pasti istrinya itu nonton drakor karena hanya itu kesukaan Lydia sejak dulu. Ryan mengambil pakaian tidur lalu masuk ke kamar mandi, saat Ryan mandi ada orang mengetuk pintu kamar Ryan membuat Ryan mau tak mau berjalan membuka pintu siapa tau orang yang datang itu ada perlu dengan Ryan.


"Ada yang bisa saya bantu?"kata Lydia saat membuka pintu dan melihat ada seorang perempuan cantik berdiri didepan kamar Ryan dengan pakaian terbukanya.


Perempuan itu terkejut saat melihat Lydia karena pria yang memesannya mengatakan jika dia disuruh datang ke kamar itu untuk menlayani atasannya.


"Maaf apa benar ini kamar tuan Ryan?"kata perempuan itu.


"Iya ini memang kamarnya, kamu siapa ya?"kata Lydia.


"Saya disuruh bawahan tuan Ryan untuk melayaninya malam ini.'kata perempuan itu.


Lydia yang mendengar perkataan perempuan itu mengepalkan kepalanya, Ryan yang baru selesai dari kamar mandi saat melihat Lydia gak ada diranjang mencari istrinya. Saat melihat Lydia ada didepan pintu sedang berbicara dengan seorang perempuan Ryan datang menghampiri Lydia, dia ingin tau siapa yang diajak bicara oleh Lydia.


"Siapa sayang?"kata Ryan membuat Lydia berbalik badan lalu tersenyum.


"Katanya bawahanmu yang pesan dia buat ngelayani kamu malam ini."kata Lydia sinis.


"Siapa yang menyuruhmu?"kata Ryan sambil memeluk pinggang Lydia agar Lydia tak meninggalkannya.


"Tuan Toni."kata perempuan itu membuatnya tersenyum.


"Oh bilang sama tuan Toni terimakasih sudah repot-repot tapi maaf aku sudah memiliki perempuan yang menemaniku setiap hari jadi aku gak butuh perempuan bayaran."kata Ryan.


Lydia tersenyum saat Ryan menekan kata perempuan bayaran setelah perempuan itu pergi Lydia masuk lebih dulu lalu kembali berbaring diranjang sambil punggungnya dia sandarakan disandaran. Ryan menutup pintu lalu menghampiri Lydia yang ada diranjang, Ryan berbaring sambil mendekati Lydia.


"Gak usah dekat-dekat deh."kata Lydia kesal.


"Kamu kenapa?"kata Ryan.


"Siapa tuan Toni? Kenapa dia bisa memesankanmu seorang perempuan?"kata Lydia sambil menatap mata Ryan tajam.


"Toni adalah karyawan disini yang melakukan pengelapan uang, kayaknya dia punya sebuah rencana untuk menjebakku karena dia tau jika aku sedang menyelidiki masalah disini."kata Ryan.


"Benar begitu kamu gak bohongkan?"kata Lydia.


"Kalau gak percaya tanya sama Dani, besok rencananya aku mau membuka kejahatan Toni dan karyawan yang ada dibelakangnya. Kali ini aku akan bertindak tegas pada mereka agar aku gak pusing lagi bisa lepas tangan dengan hotel tapi tetap aku awasi dari jauh."kata Ryan panjang lebar.

__ADS_1


"Kalau masalah disini selesai kakak gak akan kesini lagi?"kata Lydia.


"Aku akan bolak balik sini Jakarta selama istri dan anakku masih disini. Seandainya aku tau sejak lama mungkin sekarang aku gak perlu tidur dihotel aku langsung saja tidur dirumahnya atau dia aku ajak tinggal dirumahku yang lebih dekat dari perusahaannya."kata Ryan membuat Lydia memandang Ryan tak percaya.


__ADS_2