
Rima yang berada dirumahnya langsung saja pergi keluar untuk menuju rumah orangtua Rayyan. Rima berharap semoga mamanya Rayyan belum pergi ke Rumah Sakit. Saat dia sampai dibawah tangga dia berpapasan dengan mamanya.
"Kamu mau kemana kok buru-buru begitu?"kata Tina.
"Aku mau ke Rumah Rayyan buat ngasih tau mamanya kalau Rayyan kecelakaan."kata Rima membuat Tina terkejut.
"Apa Rayyan kecelakaan terus sekarang bagaimana kabarnya?"kata Tina.
"Aku gak tau ma, makanya ini aku mau jemput mamanya Rayyan dulu."kata Rima.
"Mama ikut kamu ya."kata Tina.
"Nanti mama datang ke Rumah Sakit sama papa saja."kata Rima, Dia gak mau mamanya ikut dia karena dia ingin berbuat sesuatu pada mamanya Rayyan. Dia ingin membuat mamanya Rayyan membenci Lydia.
"Ya sudah, nanti mama akan pergi sama papa kamu.Oh ya Rayyan dirawat dimana?"kata Tina.
"Dia dirawat ditempat magangnya ma, aku berangkat dulu."kata Rima.
Rima langsung berpamitan pada mamanya setelah itu berjalan keluar menuju mobilnya. Didalam mobil dia langsung saja melajukan mobil itu menuju rumah Rayyan. Sampai sana dia langsung keluar dan masuk ke dalam rumah untuk bertemu tante Dahlia.
Tok tok tok
"Loh non Rima kok kesini?"kata bibi.
"Tante ada bi?"kata Rima.
"Ada tapi nyonya mau pergi ke Rumah Sakit."kata bibi.
"Siapa yang datang bi?"kata mama Dahlia.
"Ini Nyah, non Rima yang datang."kata bibi membuat mama Dahlia langsung saja mendekati mereka berdua.
"Kamu Rim, tante mau ke Rumah Sakit. Rayyan kecelakaan."kata mama Dahlia.
"Iya tan, makanya aku jemput tante. Pasti sekarang om gak bisa jemput."kata Rima membuat mama Dahlia tersenyum. Dia tak salah menilai Rima adalah gadis baik. Rayyan saja yang bodoh karena lebih memilih gadis miskin itu pikir mama Dahlia.
"Ya sudah kalau gitu ayo berangkat sekarang, bi tolong jaga rumah ya!"kata mama Dahlia.
"Siap nyah, hati-hati dijalan."kata bibi.
__ADS_1
Mereka berdua langsung berjalan menuju mobil Rima, Rima sejak kemarin sudah mendapatkan fasilitasnya kembali. Rima langsung saja melajukan mobilnya menuju Rumah Sakit..
"Tan, apa tante tau kenapa Rayyan bisa kecelakaan?"kata Rima.
"Tante gak tau Rim, tadi pihak Rumah Sakit bilang kalau Rayyan tertabrak mobil."kata mama Dahlia.
"Tapi yang aku dengar, dia membantu Lydia jadi harusnya Lydia yang tertabrak tapi karena Rayyan mendorongnya akhirnya Rayyanlah yang tertabrak."kata Rima.
"Kamu dengar darimana cerita ini?"kata mama Dahlia.
"Tadi ada salah satu temanku yang melihat kecelakaan itu."kata Rima.
"Dasar perempuan pembawa sial, tunggu dulu bagaimana Rayyan bisa bersama Lydia?"kata mama Dahlia yang gak tau jika Rayyan dan Lydia sudah berbaikan.
"Loh tante gak dikasih tau Rayyan kalau dia sudah berhubungan lagi dengan Lydia?"kata Rima tersenyum karena rencananya kali ini pasti akan berhasil. Lydia pasti akan benar-benar dibenci oleh mamanya Rayyan.
"Tante gak tau, Rayyan gak bilang apa-apa."kata mama Dahlia.
"Mungkin Lydia yang nyuruh Rayyan untuk menyembunyikannya karena dia takut jika tante akan menentang hubungan mereka."kata Rima.
"Tante memang akan menentang pernikahan itu karena tante gak mau punya menantu perempuan murahan kayak Lydia itu."kata mama Dahlia.
"Liat saja apa yang akan tante lakukan."kata mama Dahlia yang sudah semakin benci dengan Lydia karena demi gadis miskin itu anaknya hampir saja kehilangan nyawanya.
Sampai Rumah Sakit mereka langsung menuju ruang rawat Rayyan. Saat mereka berdua masuk ternyata disana ada Lydia dan Bagas karena Panji hari ini harus mengikuti pelatihan mengantikan Rayyan.
"Ngapain kamu disini?"kata mama Dahlia yang melihat Lydia.
"Tan, Lydia yang membawa Rayyan ke Rumah Sakit."kata Bagas membela Lydia, dia yakin jika tante Dahlia pasti sudah dihasut oleh Rima.
"Iya dia memang yang bawa Rayyan kesini tapi dia juga yang sudah membuat Rayyan kayak gini. Lagian perempuan murahan kayak dia gak pantes berada disini."kata mama Dahlia membuat Rima tersenyum.
Lydia melihat senyuman Rima hanya mengelengkan kepalanya. Dia tau jika ini pasti adalah rencana Rima tapi sayangnya sasarannya salah.
"Baiklah aku pamit dulu tan, kak ingat apa yang kita rencanakan tadi usut tuntas siapa yang mencelakai kak Rayyan. Masukkan dia ke penjara dan jangan kasih celah."kata Lydia.
"Aku gak perlu bantuan kamu, aku yakin polisi akan mengusutnya."kata mama Dahlia yang hanya disenyumin oleh Lydia.
"Baiklah, aku pergi dulu kak."kata Lydia yang langsung keluar dari ruang rawat Rayyan.
__ADS_1
Lydia saat keluar langsung mengambil ponselnya, dia terkejut karena banyak panggilan masuk dari Ita. Lydia langsung teringat jika dia ada janji dengan Ita kalau akan bertemu dimall. Lydia langsung menelpon Ita balik untung saja baru satu kali percobaan temannya itu langsung mengangkatnya.
[Kamu dimana sih? Aku nunggu disini daritadi gak kelihatan batang hidungnya.]
[Maaf, aku ada diRumah Sakit. Aku lupa mengabarimu tadi.]
[Apa kamu kenapa?]
[Aku gak papa, yang sakit kak Rayyan tadi dia tertabrak mobil karena membantuku.]
[Apa lalu bagaimana keadaan kalian berdua? Kamu gak ada yang terluka kan?]
[Aku gak papa, kak Rayyan belum sadarkan diri masih terpengaruh obat bius.]
[Aku kesana kalau kayak gitu.]
[Gak usah, ini aku mau berangkat menuju mall. Aku masih menunggu taksi online datang.]
[Kamu gak jaga kak Rayyan?]
[Aku diusir sama mamanya daripada kami bikin ribut diRumah Sakit lebih baik aku pergi.]
[Nanti kalau kak Rayyan mencari kamu bagaimana?]
[Aku yakin mamanya pasti bisa mencari alasan orang dia yang mengusirku. Ya sudah aku tutup dulu panggilannya ini taksiku sudah datang.]
Lydia lansung menutup panggilannya dengan Ita dia langsung saja masuk ke dalam taksi. Sampai dimall dia langsung saja mencari keberadaan Ita yang sedang menunggunya difood court.
"Maaf ya, aku buat kamu menunggu lama ya?"kata Lydia.
"Gak papa kok, kamu mau pesan makanan dulu atau kita langsung mencari barang yang mau kita cari?"kata Ita.
"Aku pesan makanan dulu gak papa ya? Aku laper banget soalnya."kata Lydia.
"Ya sudah sana pesan dulu."kata Ita.
"Kamu sudah makan belum?"kata Lydia bertanya pada Ita.
"Sudah, aku tadi rencananya kalau kamu gak ada kabar akan pulang setelah makan. Untung saja saat aku sedang makan kamu menelponku. Jadi aku gak jadi pulang deh."kata Ita.
__ADS_1
"Maaf banget ya, kalau gitu aku pesan makanan bentar."kata Lydia yang meninggalkan Ita sendirian.