Takdir Cinta Lydia

Takdir Cinta Lydia
Menjemput kedua teman ke station


__ADS_3

"Ini seriusan mobilmu Ly?"kata Ita.


"Bukan ini mobil orangtuaku."kata Lydia.


"Ya aku serius, kamu suka sekali bercanda."kata Ita sambil memperhatikan apa yang ada didalam mobil itu.


"Aku juga serius ini hadiah dari orangtuaku saat aku ulang tahun ke 19 kemarin."kata Lydia.


"Kok kamu gak pernah pakai mobil ini sih?"kata Sandra.


"Kalau aku pakai apa kalian gak akan curiga sama aku?"kata Lydia.


"Iya juga sih, oke kita berangkat sekarang."kata Sandra.


Mereka bertiga langsung pergi dari station, untuk mengurus atm mereka setelah selesai langsung saja pergi ke mall. Saat berada dimall Lydia teringat jika dia punya janji bertemu dengan Aziz. Lydia langsung saja mengambil ponselnya untuk menghubungi Aziz.


"Kamu menghubungi siapa sih Ly?"kata Ita yang melihat kalau Lydia sedang menghubungi seseorang sedangkan Sandra sedang memilih ponsel untuknya sendiri.


"Aku menghubungi kak Aziz kemarin aku berjanji menemui dia saat makan siang, sebentar lagi makan siang dan aku masih disini."kata Lydia.


"Maaf ya kalau kami buat rencanamu gagal."kata Ita yang gak enak hati.


"Gak papa kok, lagian sebentar lagi kita gak akan ketemu untuk beberapa waktu. Jadi aku mau menghabiskan waktu dengan kalian berdua."kata Lydia.


"Memangnya kamu mau kemana Ly?"kata Ita.


"Aku mau liburan ke Ausi selama satu bulan."kata Lydia.


"Kami kok gak diajak?"kata Sandra yang mendengar perkataan Lydia.


"Kalian mau ikut, kalau mau ikut ayo berangkat bareng sama aku."kata Lydia yang senang jika kedua temannya ikut dia berlibur.


"Nanti saja sekarang kami gak ada uang untuk itu."kata Ita.


"Iya kami biar ngumpulin uang dulu, nanti kalau sudah terkumpul kita liburan ke korea bagaimana?"kata Sandra.


"Wah kayaknya seru juga tu, kalau kayak gitu ayo kita mulai nabung setela ini."kata Ita.


"Siplah kalau kayak gitu."kata Lydia.


"Eh bentar kak Aziz menghubungiku."kata Lydia yang langsung mengangkat panggilan dari Aziz.


[Hallo Asalamualaikum kak...]


[Walaikumsalam dek, maaf kalau aku baru menghubungimu. Aku mau minta maaf sama kamu karena hari ini aku gak bisa menemuimu soalnya ini ada meeting mendadak.]


[Ya sudah gak papa kak, aku juga menghubungi kakak tadi cuma mau bilang kalau sekarang aku ada dimall menemani Sandra beli ponsel. Ponselnya kecopetan saat mengantar orangtuanya kemarin.]


[Oh ya sudah kalau kayak gitu, aku matiin dulu.]


Lydia tersenyum puas setelah mendapat panggilan dari Aziz karena mereka sama-sama tidak bisa sehingga Lydia ta terlalu merasa bersalah pada Aziz. Lydia langsung memasukkan ponselnya ke dalam tasnya.


"Gimana apa kata kak Aziz kok kamu senang banget gitu gak kayak tadi mukanya khawatir?"kata Ita.


"Dia juga gak bisa ketemu aku, jadi hari ini kita puas-puasin jalan-jalan. Gimana kamu sudah dapat ponsel yang mau kamu beli?"kata Lydia.

__ADS_1


"Aku bingung menurut kalian diantara dua ini mana yang bagus?"kata Sandra sambil melihatkan dua buah ponsel ke kedua temannya.


"Kamu suka yang mana memangnya?"kata Lydia.


"Aku suka dua duanya."kata Sandra.


"Ya sudah kamu ambil kedua-duanya saja."kata Ita.


"Ta, aku serius ini kok malah kamu ajak bercanda sih?"kata Sandra kesal.


"Kalau aku mending yang ini soalnya setelah ini pekerjaanmu pasti akan sering membuat catatan."kata Lydia.


"Ya sudah deh mbak aku ambil yang ini saja."kata Sandra.


"Kamu gak sekalian Ta?"kata Lydia.


"Gak usah ini juga masih bisa dipakai."kata Ita.


"Habis ini kalian mau kemana?"kata Sandra sambil menunggu ponselnya datang.


"Kita keliling mall saja, kita masukin satu persatu tokonya kalau capek nanti kita istirahat atau kita cari makan dulu kalian pasti belum makankan daritadi?"kata Lydia.


"Kita cari makan saja setelah ini perutku sudah lapar."kata Ita.


"Iya aku juga sudah lapar tapi tunggu sebentar aku selesaiin ini dulu."kata Sandra.


Mereka langsung saja menuju tempat makan saat sudah selesai Sandra membeli ponsel. Mereka terlebih dahulu mencari tempat duduk dan untung saja masih ada satu tempat duduk yang belum diduduki orang walaupun tempatnya diujung tapi bagi mereka bertiga itu tetap nyaman.


"Untung saja masih ada tempat."kata Sandra.


"Iya inikan waktunya jam makan siang makannya banyak pengunjung yang datang."kata Ita.


"Gak papa, aku bingung mau pesan apa?"kata Lydia.


"Yakin hanya itu gak ada yang lain? Atau jangan-jangan kamu ingat sama kak Rayyan saat makan disini?"kata Sandra.


"San...."kata Ita.


"Gak kok tenang saja aku sudah mengikhlaskannya."kata Lydia.


Lydia terdiam bukan karena ingat Rayyan tapi dia melihat seorang pria kemarin saat ditaman. Tapi apa hubungan pria itu dengan kak Hendru, Lydia mau samperin tapi dia takut jika menganggu Hendru.


"Ly, kamu mau pesan apa?"kata Sandra tapi Lydia tetap diam membuat kedua temannya langsung saling pandang. Mereka berdua yakin jika ada yang disembunyikan oleh Lydia.


"Ly...Lydia."kata Ita sambil menyentuh lengan Lydia membuat perempuan itu langsung terkejut.


"Eh ada apa?"kata Lydia.


"Kamu mau pesan apa? Tinggal kamu yang belum pesan."kata Sandra.


Lydia langsung menyebutkan pesanannya, mereka bertiga menunggu sambil bercanda gurau. Mereka merencanakan kapan libur ke korean, mereka menentukan waktunya agar mereka bisa menabung mulai sekarang.


"Kamu kapan mau berangkat ke Ausi?"kata Ita.


"Mungkin 2hari lagi."kata Lydia.

__ADS_1


"Kamu kenapa sih milih ke Ausi gak pergi yang dekat-dekat sini saja?"kata Ita.


"Aku mau cari suasana baru saja."kata Lydia.


"Sultan mah bebas."kata Sandra.


"Kamu ngomong apasih San?"kata Lydia.


"Kamu mah enak tinggal bilang saja langsung dituruti sama orangtuamu kalau kami harus berusaha sendiri."kata Sandra.


"Tu kan mulai tau gitu aku gak buka identitasku kemarin."kata Lydia sambil memasamkan mukanya.


"Maaf Ly aku gak bermaksut begitu, aku cuma gak mau liat kamu melamun kayak tadi."kata Sandra.


"Aku gak papa kok beneran, aku juga gak mikirin kak Rayyan lagi bagiku pria kayak gitu gak perlu dipertahankan."kata Lydia.


"Kalau bukan karena Rayyan lalu soal apa?"kata Ita.


"Kamu tau gak kemarin aku bertemu sama pria ganteng sih tapi dingin banget orangnya."kata Lydia.


"Kamu kenalan gak sama pria itu?"kata Sandra.


"Gak orang aku senyumin dianya malah gak perduli buat aku malu. Setelah itu aku pulang karena sudah malu banget aku."kata Lydia.


"Jangan-jangan dia jodohmu lagi?"kata Sandra.


"Ih ogah aku sama pria dingin kayak es batu gitu modelnya."kata Lydia.


"Jangan ngomong kayak gitu, nanti kalau kamu jatuh cinta sama dia bagaimana?"kata Ita.


"Ih kalian tu nyebelin banget sih."kata Lydia kesal.


"Aku malah penasaran pria seperti apa yang bisa bikin kamu kesal pasti pria itu punya nilai plus."kata Ita.


"Kamu kenapa bisa ngomong kayak gitu?"kata Lydia kesal.


"Iya hanya ria itu yang bisa membuat kamu kesal, selama ini aku gak pernah melihat pria lain saat kamu dekati secuek itu."kata Ita.


"Iya aku juga penasaran."kata Sandra.


Mereka berhenti berdebat saat makanan pesanan mereka datang, mereka bertiga makan makanan itu dengan diam. Selesai makan mereka langsung saja berkeliling dari toko satu ke toko yang lain tapi tak ada satu barangpun yang mereka beli.


"Ly, anterin aku langsung ke toko saja."kata Ita.


"Kamu gak mandi dulu? Aku mau ke kosan juga mau ambil barang-barangku."kata Lydia.


"Gak takut telat waktunya gak sampai."kata Ita.


"Kamu gimana San?"kata Lydia.


"Aku juga langsung ke cafe saja."kata Sandra.


"Yah berarti aku pulang kekosan sendirian dong."kata Lydia.


"Iya gak papa, kamu mau ambil semua barang-barangmu sekarang?"kata Sandra.

__ADS_1


"Aku hanya ambil baju saja kalau perabotan biar saja kalau kamu mau pakai pakai saja Ta daripada dibuang."kata Lydia.


"Iya nanti aku akan ambil."kata Ita.


__ADS_2