
"Kalian makan dulu deh, bukannya kalian belum makan daritadi?"kata Jono.
"Ya sudah sini aku mana makanannya aku juga sudah lapar."kata Sandra.
"Itu aku cantolin dibelakang kursiku."kata Jono.
Ita yang duduk dibelakang mobil jono langsung saja mengambil kantung kresek hitam yang ada didepannya dan ternyata benar itu isinya 3 bungkus makan buat mereka bertiga.
"Kamu gak beli juga Jon?"tanya Ita.
"Aku sudah beli tadi kalau aku makan sekarang kita berhenti memangnya kamu mau makan sambil nyuapin aku?"kata Jono bercanda sama Ita.
"Ya kalau kamu mau aku suapin."kata Ita.
"Kamu itu ada-ada saja, sudah makan dulu, Aku sudah makan tadi."kata Jono.
Ita sendiri setelah itu langsung saja memberikan makanan itu pada Sandra dan Lydia yang ada dikursi depan. Mereka bertiga makan dengan diam, sedangkan Jono fokus dengan mengemudinya. Tapi tiba-tiba Jono mengerem mendadak membuat ketiga perempuan yang ada dimobilnya langsung berteriak untung saja makanan mereka tak tumpah.
"Kamu ini kenapa kok berhenti mendadak?"kata Lydia.
"Iya untung saja makanku gak tumpah."kata Sandra.
"Ada apa sebenarnya Jon?"kata Ita.
"Tu, mobil depan berhenti mendadak"kata Jono membuat ketiganya langsung saja memandang ke depan.
Saat mereka sedang memandang kedepan, kaca mobil Jono diketuk oleh Roni yang ada didepannya. Jono yang penasaran dengan apa yang terjadi dengan mobil Roni langsung saja membuka kaca mobilnya.
"Ada apa dengan mobil kamu kok berhenti mendadak?"kata Jono.
"Mobilku kehabisan bahan bakar, gimana ini?"kata Roni yang bingung.
"Memangnya tadi kamu gak periksa dulu sebelum berangkat? Disini dimana penjual bensin?"kata Jono.
"Kalian berdua ikut mobil kita saja, ini juga masih longgar."kata Lydia.
"Gak bisa barang bawaan Rani banyak banget,kamu tau bagaimana orangtuanya Ly."kata Roni.
"Lalu bagaimana?"kata Lydia.
"Aku cari orang jual bensin bentar deh, tapi Jon bisa bantuin aku pinggirin mobilku bentar?"kata Roni.
"Ya sudah ayo aku bantuin, tapi aku minggirin mobilku bentar."kata Jono yang langsung saja menepikan mobilnya setelah itu dia keluar.
"Kalian mau ngapaian?"kata Jono yang melihat kalau ketiga perempuan yang ada didalam mobilnya ikut dia keluar.
"Kami mau bantuin kamu dorong mobilnya Roni."kata Ita.
"Sudah gak usah kalian didalam mobil saja, biar aku sama Roni saja yang mendorongnya."kata Jono yang gak mau membuat ketiga temannya kelelahan karena dia tau pasti ketiga temannya itu sudah kecapekan.
"Gak papa banyak orang malah lebih ringan, Roni juga cepat cari bensinya agar kita gak menunggu lama."kata Ita.
"Ya sudah kalau kayak gitu, ayo tapi kalau kalian kecapekaan gak usah ikut dorong."kata Jono.
"Iya tenang saja."kata Sandra.
Mereka berempat langsung menghampiri mobil Roni untuk mendorong mobil itu. Rani yang melihat keempat temannya menghampiri lagsung saja keluar dari dalam mobil.
"Kalian kok ikut turun?"kata Rani saat yang lain sudah berada didekatnya.
"Kalau kami ikut biar ringan dorongnya."kata Sandra.
"Memangnya kalian gak capek nanti? Kalian baru saja pulang kerja lo tadi harusnya istirahat."kata Roni.
"Gak papa, nanti setelah dorong mobil kamu, saat kamu cari bensin kita bisa istirahat."kata Sandra.
"Ya sudah ayo kalau kayak gitu ayo kita langsung saja mendorong mobil kamu setelah ini aku temani kamu cari bensin."kata Jono.
"Memangnya gak papa mereka kita tinggal?"kata Roni yang khawatir dengan para perempuan.
"Gak papa kok kita bisa jaga diri, masalah Rani serahin saja sama aku aku akan lindungi dia."kata Sandra.
Mereka setelah berkata begitu langsung saja mendorong mobil itu sama-sama. Ada juga para pengemudi yang ikut membantu mereka mendorong mobil Roni kepinggir jalan agar tak menganggu penguna yang lain. Setelah mereka berhasil mendorong mobil itu Roni dan Jono berpamitan untuk mencari penjaul bensin.
"Mereka cari bensinnya jauh gak ya?"kata Rani.
"Tadi sih dibawah aku liat ada orang yang jual bensin."kata Lydia.
"Kok tadi kalian gak liat dulu sih saat mau berangkat tadi?"kata Sandra.
"Aku juga gak tau, tadi memang Roni mau mampir kalau ada spbu tapi sepanjang perjalanan tadi yang kita lewati gak ada spbu sama sekali."kata Rani.
"Ya sudahlah orang sudah terjadi apa yang mau disalahkan."kata Ita yang lebih bijak daripada mereka.
"Ta, aku dengar ada test beasiswa kamu mau gak mengikuti beasiswa itu?"kata Rani yang ingat jika Ita juga ingin kuliah lagi kalau ada biaya.
"Memangnya beasiswa jurusan apa?"kata Ita yang semngat.
"Bukannya kamu cari beasiswa kedokterannya?"kata Rani.
__ADS_1
"Seriusan kamu gak bohong Ran?"kata Ita yang gak percaya jika ada beasiswa untuk jurusan kedokteran.
"Ada kalau gak salah tanggal 23 nanti deh, tapi beasiswanya gak full."kata Rani.
"Aku coba saja dulu, lusa biar aku bilang sama bu Rosa. Kalau aku bisa dapat beasiswa itu suruh cari orang baru."kata Ita.
"Kamu gak akan kerja ditoko lagi berarti?"kata Lydia.
"Kita liat saja nanti Ly, aku dengarkan kita mau dijadiin dua shift kalau kayak gitukan bu Ros harus cari orang lagi. Kita pulang kuliah bisa kerja disana, kalau gak ya aku akan cari kerja lagi yang part time."kata Ita.
"Gak biar aku saja nanti yang keluar kalau memang gak ada shift. Aku akan cari pekerjaan lain lagi, kamu kan sudah lama disana pasti bu Rosa akan lebih percaya sama kamu daripada aku."kata Lydia.
"Terserah kamu, lagian belum tentu aku dapat beasiswa itu."kata Ita.
"Aku yakin kamu bisa dapat beasiswa itu, kamu kan pandai Ta?"kata Sandra.
"Sudah gak usah bahas itu lagi, kok mereka lama sekali memangnya tadi jaug ya penjual bensinnya Ly?"kata Ita yang mulai khawatir dengan dua orang yang mencari bensin tadi.
"Kalau jalan kaki mungkin 15menitan."kata Lydia.
"Lah itu mereka bukan?"kata Sandra yang melihat ada 2 orang yang berjalan kearah mereka.
Mereka berempat langsung memperhatikan kedua orang yang berjalan menghampiri mereka. Jika itu bukan kedua temannya mereka akan langsung masuk ke dalam mobil.
"Kalian kok ada diluar sih? Bukannya tadi kami bilang suruh nunggu didalam saja."kata Jono.
"Kita khawatir sama kalian soalnya lama banget gak datang-datang."kata Sandra.
"Khawatir boleh tapi jangan nunggu kami diluar, ini dingin banget lo. Sudah sana masuk ini sudah sampai kaminya."kata Roni.
"Iya kami masuk ke dalam mobil sekarang."kata Lydia.
Mereka langsung saja masuk ke dalam mobil daripada berdebat dengan kedua pria itu. Mereka tau jika kedua pria itu pasti kelelahan mencari penjual bensin karena yang jual jauh banget dari tempat mobil mereka. Jono setelah membantu Roni untuk mengisi mobilnya langsung saja masuk ke dalam mobilnya.
"Maaf ya kalian lama nunggunya soalnya jauh banget tadi tempat beli bensinnya."kata Jono saat sudah ada didalam mobil.
"Nih, minum dulu pasti kamu capek."kata Lydia sambil memberikan air minum pada Jono.
"Kalian tau saja kalau aku haus, oh ya kalian tadi bawa kopi gak?"kata Jono.
"Bawa mau tak ambilin?"kata Ita.
"Boleh, daripada nanti waktu aku pengen kopi kalian tidur gak enak banguninnya."kata Jono.
"Memangnya gak papa kalau kami tinggal tidur?"kata Ita sambil memberikan kopi pada Jono.
"Gak papa, aku tau kalian juga capek pulang kerja, ini kok banyak banget kopinya?"kata Jono yang membuka kresek itu ternyata ada 5 kaleng kopi.
"Gak, mataku malah segar."kata Jono.
"Kamu itu ada-ada saja."kata Ita.
"Sudah ayo jalan lagi, kalian kalau ngantuk tidur saja gak papa."kata Jono yang mulai menjalankan mobilnya karena Roni sudah menjalankan mobilnya.
Benar saja malam ini Jono mengemudi sendirian karena ketiga perempuan yang bersamnya itu tidur terlihat sekali dari raut wajah mereka jika mereka sangat kelelahan. Jono kagum kepada ketiga perempuan yang menjadi temannya itu karena mereka adalah gadis yang mandiri dan pekerja keras.
Pagi harinya jam menunjukkan pukul 4 pagi mereka sudah sampai dipuncak, Jono dan Roni menghentikan mobilnya ditempat parkir masjid. Mereka berdua meninggalkan keempat perempuan itu didalam mobil karena mereka melihat jika tidur keempat perempuan itu pulas banget.
"Ron, mana Rani?"kata Jono saat mereka bertemu dimasjid.
"Dia masih tidur aku mau bangunin gak enak, yang lain kemana?"kata Roni balik bertanya.
"Mereka juga masih tidur lagian diluar dingin banget aku gak tega banguninnya."kata Jono.
"Ya sudah kita laksanakan kewajiban dulu baru setelah itu kembali lagi ke mobil nanti mereka cari lagi."kata Roni.
Mereka setelah itu langsung saja menunaikan kewajibannya dan setelah itu kembali ke mobil dengan saling berbicara satu sama lain. Mereka memutuskan untuk ke rumah saudaranya Roni yang ada disana untuk beristirahat dan mandi setelah itu mereka akan jalan-jalan.
Saat Jono masuk ke dalam mobil ternyata Ita dan Lydia sudah bangun. Jono yag melihat itu hanya tersenyum dan mengatakan kalau mereka akan ke rumah saudaranya Roni terlebih dahulu.
"Kamu darimana Jon?"kata Lydia.
"Habis menunaikan kewajiban, kalian mau mampir dulu biar aku jaga Sandra?"kata Jono.
"Boleh kami mau mandi saja disini."kata Ita.
"Kalau mau mandi nanti saja dirumah saudaranya Roni, tadi Roni bilang mau ajak kita mampir kerumah saudaranya itu."kata Jono.
"Memangnya Roni punya saudara didekat sini?"kata Lydia.
"Ada tadi dia cerita sama aku."kata Jono.
"Kalau kayak gitu kita mandi disana saja, tapi gak papa ini kita tinggal sebentar?"kata Lydia.
"Gak papa, aku juga mau istirahat sebentar."kata Jono.
"Kamu mau apa biar kita beliin sekalian, kami mau cari yang anget-anget."kata Ita.
"Aku mau kopi susu anget gak papa?"kata Jono.
__ADS_1
"Siap kalau gitu tunggu sebentar."kata Lydia.
Setelah kepergian Lydia dan Ita, Jono memutuskan untuk tidur sejenak didalam mobil agar nanti saat mulai perjalanan badannya sudah fresh lagi. Baru saja Jono tertidur, Sandra bangun dan mencari kedua temannya kok gak ada didalam mobil. Saat mau bertanya pada Jono dia langsung mengurungkan niatnya karena Jono tertidur pulas dan Sandra gak tega membangunkannya.
Sandra memutuskan untuk keluar dari dalam mobil agar gak menganggu Jono tidur. Sandra melihat ada warung, dia ingin membeli minum karena udara disini dingin banget. Saat baru saja dia duduk dan memesan minuman kedua temannya datang.
"Kalian darimana kok aku gak dibangunin?"kata Sandra.
"Lah, memangnya Jono gak bilang kalau kita sedang menunaikan kewajiban?"kata Ita.
"Dia tidur saat aku bangun, aku gak tega bangun dia."kata Sandra.
Mereka langsung memesan minuman yang bisa membuat badannya hangat. Mereka juga tak lupa memesan titipan Jono, saat mereka mau kembali ke mobil dikejutkan karena mobil Roni dikerubungi oleh orang banyak. Mereka bertiga langsung saja mendekati mobil itu untuk melihat apa yang terjadi disana.
"Maaf pak, ini ada apa ya?"kata Lydia.
"Ini neng mereka berbuat mesum disini."kata bapak yang ditanya oleh Lydia.
Lydia langsung melihat siapa yang dimaksut oleh bapak itu, mereka bertiga langsung terkejut karena yang mereka bilang berbuat mesum itu adalah Roni dan Rani.
"Kalian jangan percaya sama mereka aku gak berbuat mesum sama Roni. Kalian kan tau kalau aku satu mobil sama Roni mana mungkin aku bisa buat mesum?"kata Rani membela diri.
"Benar apa kata Rani."kata Roni.
"Sudahlah jelas-jelas kalian terbukti berduaan didalam mobil."kata pemuda itu.
"Kami berdua datang kemari hanya berdua kalau gak berduaan dimobil lalu sama siapa lagi. Aku juga gak berbuat macam-macam, aku nungguin teman-temanku."kata Roni.
"Iya kami yakin kalau Roni gak akan berbuat mesum."kata Lydia.
"Kalian itu siapa?"kata pemuda itu.
"Kami bertiga temannya Roni, kami memang beda mobil dengan Roni karena kalau kami bawa mobil satu gak cukup jadi Roni sama Rani satu mobil. Sedangkan kami berempat satu mobil juga tapi kami bertiga tadi beli minum dan teman kami yang mengemudi sedang tertidur karena kecapekan."kata Lydia.
"Halah gak usah percaya deh bapak-bapak."kata pemuda itu.
"Lalu kamu mau apa?"kata Roni yang mengenal pemuda itu.
"Kalian harus nikah."kata pemuda itu.
"Baiklah kalau itu mau kamu, tapi sekarang aku mau ke rumah pamanku. Kita bicarakan saja disana."kata Roni.
"Memang siapa nama paman kamu?"kata seorang bapak.
"Kepala desa disini pasti kalian kenal dengan beliau."kata Roni yang membuat mereka semua terkejut.
"Baiklah kalau begitu mari."kata bapak ustad.
"Kalian banguin Jono kalau dia sudah benar-benar bangun baru nyusul kami. Kalau Jono belum bangun beneran takutnya terjadi sesuatu disini jalannya sangat berbahaya."kata Roni.
"Iya baiklah, tapi bagaimana kita tau rumah paman kamu?"kata Sandra.
"Tanya saja rumah kepala desa mereka akan langsung tunjukan."kata Roni.
"Baiklah kalau gitu kalian hati-hati."kata Sandra.
Setelah mobil Roni pergi dan juga para orang-orang yang menuduh mereka berdua ikut pergi ketiga perempuan itu langsung saja masuk ke dalam mobil untuk membangunkan Jono. Untung saja pria itu mudah sekali dibangunin kalau gak mungkin mereka akan menyiram air ke wajah Jono.
"Loh kok mobil Roni gak ada mereka kemana?"tanya Jono yang baru bangun dan tak melihat ada mobil Roni disamping.
"Dia sudah pergi duluan ke rumah pamannya."kata Lydia.
"Kok kalian gak bangunin aku sih?"kata Jono.
"Gak sempat soalnya kejadiannya pun juga terlalu cepat."kata Sandra.
"Memangnya kejadian apa sih?"kata Jono yang penasaran.
"Mereka digerebek masa, sekarang mereka berdua disuruh untuk melakukan akad nikah."kata Lydia membuat Jono terkejut.
"Lah kok bisa? Bukannya aku daritadi juga satu mobil sama kamu San?"kata Jono yang ingat jika tadi dia juga satu mobil sama Sandra tapi kok malah Roni dan Rani saja yang digrebek.
"Saat kamu tidur tadi, aku keluar cari minum. Oh ya ni minum pesanan kamu."kata Sandra smabil menyerahkan satu cup kopi susu pesanan Jono.
"Ya sudah kalau kayak gitu aku minum dulu kopi ini setelah itu aku kita berangkat ke rumah pamannya Roni. Tadi Roni bilang gak dimana rumah pamannya?"kata Jono.
"Katanya suruh tanya rumahnya pak kepala desa nanti mereka akan tunjukin sendiri."kata Lydia.
Setelah mendengar perkataan ketiga perempuan itu Jono langsung saja meminum kopi yang dibelikan oleh mereka. Jono setelah menghabiskan kopi itu langsung saja menyalakan mobilnya dan langsung melanjutkan perjalanan. Jono keluar untuk bertanya dimana rumah kepala desa saat melihat ada orang yang sedang berjalan.
"Maaf pak saya mau tanya?"kata Jono.
"Mau tanya apa?"kata bapak-bapak itu.
"Saya mau tanya dimana rumah bapak kepala desa?"kata Jono.
"Oalah rumah kepala desa to, saya pikir mau tanya apa. Kamu lulus saja nanti ada perempatan kamu belok kanan rumahnya no 2 dari sana. Sekarang pasti sedang rame disana karena yang saya dengar keponakannya sedang digrebek masa."kata bapak itu.
"Kalau begitu terimakasih pak."kata Jono.
__ADS_1
"Iya, sama-sama."kata bapak itu.
Jono setelah berpamitan pada bapak itu langsung saja masuk ke dalam mobilnya dan langsung mejalankannya menuju rumah kepala desa. Ternyata benar apa kata bapak tadi rumah pak kepala desa rame banget. Mereka berempat langsung turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah.