
"Siapa Clara kalau ayah boleh tau?"kata ayah Danny.
"Clara karyawan diperusahaan kita dan juga teman sekolahnya Lydia tapi dia membenci Lydia dan menjelek-jelekan Lydia yang membuat Lydia saat kuliah menyamar jadi orang gak punya untuk mencari teman yang tulus berteman dengannya tanpa melihat latar belakangnya hingga Lydia mendapatkan teman yang sampai sekarang masih akrab seperti Jono juga."kata Ryan membuat ayah Danny menganggukan kepalanya tanda mengerti.
"Apa yang akan kalian lakukan jika benar perempuan itu ada hubungannya dengan trauma Lydia? Ayah harap kalian gak melakukan perbuatan yang mengakibatkan kerugian bagi kalian."kata ayah Danny.
"Kalau soal itu liat saja nanti yah, apalagi kak Anton itu terserah dia karena perempuan itu kerjanya gak benar sebab dia merasak kalau kak Anton mendekatinya. Ayah tau gak perempuan itu bilang sama teman-temannya kalau kak Anton itu adalah kekasihnya jadi banyak karyawan yang takut padanya."kata Ryan membuat ayah Danny terkejut.
"Apa benar yang dikatakan oleh adikmu Ton?"kata ayah Danny untuk memastikan perkataan Ryan.
"Kalau soal itu kerjaan aku tau kalau dia suka memerintah orang tapi kalau bilang soal hubunganku sama doa aku saja gak dekat sama dia."kata Anton yang sebenarnya kesal karena Clara memakai namanya agar para karyawan menuruti semua keinginan Clara.
"Kalau itu kalian bisa tegur dia Ton."kata ayah Danny.
"Kita liat saja nanti, lagian aku mau membantu Ryan untuk menyelidiki masalah Lydia. Tapi dek kenapa kamu mencurigai Clara kalau dia ada kaitannya dengan trauma Lydia?"kata Anton.
"Karena salah satu dari kelima orang itu berbicara tentang Clara kak, makanya aku masih mencari cara untuk mencaritau semua ini."kata Ryan.
"Baiklah, kalau kayak gitu aku akan segera mencaritau semua ini."kata Anton berjanji pada adiknya.
"Lalu tentang kecelakaan Tiara bagaimana?"kata ayah Danny yang gak mau jika Lydia terus membenci putranya padahala Anton gak salah.
"Kalau soal itu akan kami selidiki secara pelan-pelan yah. Lagian aku juga belum berani cerita sama Lydia soal ini nanti saja saat diBogor aku akan bicarakan tentang ini."kata Ryan yang takut jika sekarang membicarakan tentang kecelakaan Tiara membuat Lydia gak bisa fokus dengan kesembuhannya.
"Baiklah, ayah harap kalian segera menyelesaikan masalah ini agar keluarga kita bisa berkumpul tanpa ada rasa canggung."kata ayah Danny.
"Doain kami supaya kami bisa segera menyelesaikan satu persatu masalah kami yah."kata Ryan.
"Ayah selalu mendoakan yang terbaik buat anak-anak ayah, kalau kayak gitu ayah naik keatas dulu pasti bundamu sudah menunggu."kata ayah Danny.
__ADS_1
"Buatin kami adik lagi yah."kata Ryan bercanda sama ayahnya membuat ayah Danny memandang putranya.
"Kamu gak liat apa kalau ayah sama bundamu ini sudah tua, seharusnya kalian berdua yang memberikan cucu buat kami."kata ayah Danny membuat Ryan dan Anton tersenyum.
Ayah Danny meninggalkan kedua anaknya untuk kembali ke kamarnya, setelah kepergian ayah Danny. Ryan juga pamit untuk naik ke kamarnya, Anton sendiri berjalan ke dapur untuk membuat kopi. Ryan sampai dikamarnya masuk pelan-pelan ke dalam kamar mandi setelah itu dia berbaring disamping istrinya. Lydia yang merasa ada orang disampingnya berbalik badan lalu memeluk Ryan dengan erat membuat Ryan tersenyum. Ryan dan Lydia malam itu tidur sambil berpelukan tapi saat pagi hari Lydia bangun lebih dulu lalu memandang wajah suaminya.
"Terimakasih sudah memilihku yang banyak kekurangan ini."kata Lydia sambil mengelus wajah suaminya.
Ryan yang merasa diganggu tidurnya akhirnya membuka matanya membuat Lydia terkejut.
"Ini jam berapa kok sudah bangun?"kata Ryan.
"Masih jam 3 pagi, aku tadi ke bangun mau tidur lagi gak bisa."kata Lydia.
"Karena gak bisa tidur lagi makanya kamu gangguin aku tidur hmmmm."kata Ryan sambil tersenyum.
"Kalau begitu kamu harus tanggungjawab karena sudah menganggu tidurku."kata Ryan sambil menaik turunkan alisnya.
"Memangnya aku harus tanggungjawab bagaimana?"kata Lydia bingung.
"Kita melakukan olahraga ranjang sekarang sebagai ganti karena kamu sudah membangunkanku."kata Ryan sambil tersenyum mengoda.
"Gak aku gak mau, sudah aku mau tidur."kata Lydia.
Lydia membalik badannya lalu menarik selimutnya agar menutupi seluruh tubuhnya, Ryan gak habis akal dia ikut masuk kedalam selimut sambil memeluk istrinya erat dan menciumi pundak istrinya tangan Ryan juga gak tinggal diam membuat Lydia lama-lama mengeluarkan suara yang membuat Ryan semakin semangat untuk melakukan kegiatannya pada tubuh Lydia.
"Kak..."kata Lydia sambil nafasnya tersengal karena perlakuan Ryan.
"Apa sayang?"kata Ryan sambil meneruskan kegiatannya.
__ADS_1
Ryan membalikkan tubuh Lydia lalu menidihnya, Ryan tak butuh waktu lama mencium bibir Lydia dengan lembut tapi lama-lama semakin dalam tangan Ryan juga masuk kedalam baju Lydia membuat istrinya semakin bergairah. Lydia menikamti perlakuan Ryan tanpa dia sadar kalau semua pakaian yang ada ditubuhnya sudah terlepas begitupun dengan Ryan.
"Boleh sayang?"kata Ryan yang hanya diangguki oleh Lydia karena dia juga menginginkan lebih dari yang Ryan lakukan sekarang.
Ryan juga tak menunggu waktu lama menyatukan miliknya dan milik Lydia karena kenikmati itu mereka pagi itu melakukan kegitan itu sampai 3ronde membuat Lydia kelelahan. Selesai melakukan olahraga ranjang itu Ryan mencium kening Lydia sstelah itu memeluk istrinya erat.
"Makasih sayang, kamu izinin aku buat menyentuhmu lagi pagi ini."kata Ryan.
"Siapa yang izin kakak yang maksa aku."kata Lydia kesal sekaligus malu.
"Masak tapi aku liat kamu menikmati kegiatan kita tadi, lain kali aku masih boleh memintanya lagikan?"kata Ryan sambil tersenyum.
"Maunya, kita liat saja nanti sekarang aku mau tidur capek banget kak."kata Lydia.
"Ya sudah ayo tidur lagi."kata Ryan.
Mereka berdua tertidur lagi sambil berpelukan seperti semalam tapi bedanya mereka berpelukan tanpa memakai sehelai benang pun. Mereka tertidur dengan senyuman yang mengembang. Lydia berharap agar traumanya bisa segera sembuh agar nanti kapan saja Ryan meminta haknya dia bisa memenuhinya sebab kalau traumanya kambuh dia walaupun mau dipeluk Ryan tapi dia gak bisa melakukan kegiatan olahraga ranjang itu sebab dia akan semakin histeris. Mereka tidur sampai siang melewatkan sarapan kalau bukan karena Dayat meminta tolong bunda Airin mungkin bunda Airin gak akan mau membangunkan sepasang suami istri itu.
Tok tok tok
Lydia yang mendengar suara pintu kamarnya diketuk berkali-kali terpaksa membuka matanya padahal yang sebenarnya badannya masih remek gara-gara kegiatan mereka tadi. Lydia membangunkan Ryan membuat Ryan terpaksa membuka matanya.
"Ada apa sayang?"kata Ryan saat membuka matanya.
"Itu ada yang mengetuk pintu kamar."kata Lydia.
"Siapa jam segini ketuk pintu ganggu saja."kata Ryan sambil bangun lalu mau berjalan untuk membuka pintu.
Lydia yang melihat Ryan berjalan begitu saja langsung memegang tangan Ryan membuat Ryan berbalik badan lalu Lydia menutup matanya membuat Ryan mengerutkan keningnya.
__ADS_1