Takdir Cinta Lydia

Takdir Cinta Lydia
Rayyan memberitau Lydia


__ADS_3

Rayyan setelah berbicara begitu langsung saja meminta izin pada orangtuanya kalau dia ingin ke kamar karena badannya sudah sangat lelah. Orangtuanya pun juga akan kembali ke kamar mereka untuk beristirahat, Rayyan sampai dikamar langsung saja masuk ke kamar mandi untuk mandi agar badannya segar. Selesai mandi dia langsung berbaring diranjangnya sambil membuka ponsel untuk berkirim kabar dengan Lydia. Rayyan ingin memberitau kalau orangtuanya ingin bertemu dengan Lydia.


Rayyan


[Asalamualaikum, sudah pulang kerja Ly?]


Tapi saat Rayyan mengirim pesan Lydia sedang berada dikamar Sandra buat mengerjakan tugas. Sedangkan ponselnya sengaja Lydia tinggal dikamarnya agar tidak menganggu saat mengerjakan tugas. Lydia dan Sandra mengerjakan tugas sambil bercanda.


"Ly, kamu gak capek apa pulang jam segini langsung ngerjain tugas?"kata Sandra.


"Kamu sendiri gimana bukannya kita berdua sama ya baru pulang kerja tapi aku masih sempat mandi?"kata Lydia sambil tersenyum kearah Sandra.


"Kamu ya, enak saja aku memang belum mandi tapi masih wangi tau."kata Sandra.


"Masak sih, tapi aku kok mecium bau asem ya?"kata Lydia.


"Ih kamu tu ya."kata Sandra sambil melempar bolpoin yang dipegangnya kearah Lydia.


"weee gak kenak."kata Lydia.


Saat mereka berdua sedang bercanda satu sama lain teman kamar kos depan Sandra baru saja pulang. Dia juga sama seperti mereka kuliah sambil bekerja tapi mereka beda kampus. Dia mendengar ada suara gaduh langsung saja menghampiri kedua perempuan itu.


"Kalian berdua lagi ngapain?"kata perempuan itu.


"Ini loh masak Lydia bilang aku bau."kata Sandra.


"Coba kamu cium deh, ada bau bau orang belum mandi kan disini?"kata Lydia.


"Wah Ly aku juga belum mandi lo."kata perempuan itu membuat Sandra tersenyum karena ada temannya.


"Bukan yang diluar tapi didalam sini lo masak kamu masuk tadi gak menciumnya."kata Lydia.


"Kamu benar aku juga cium bau asem ya."kata perempuan itu.


"Kalian berdua ya sudah pergi sana aku mau kesal sama kalian."kata Sandra mengusir kedua temannya itu.


"Oke, aku kembali ke kamar bye."kata Lydia beranjak dari duduknya.


"Aku juga ikut kamu Ly takut singa mengamuk."kata perempuan itu membuat Lydia tersenyum sedangkan Sandra tambah kesal dengan keduanya.


"Awas kamu Ly besok dikampus."kata Sandra.


Lydia yang diancam begitu hanya tersenyum, dia langsung berjalan masuk ke kamar kosnnya sendiri. Lydia didalam kamar kosnya langsung saja duduk dilantai untuk menyelesaikan tugasnya yang belum selesai tadi. Tapi sebelum mengerjakan tugasnya lagi, dia mengambil ponselnya ternyata ada pesan dari Rayyan. Lydia langsung membuka pesan itu dan membalas pesan dari Rayyan.


Lydia


[Walaikumsalam, maaf kak aku baru liat ada pesan dari kakak. Kakak sudah tidur apa?]


Rayyan yang sedang membaca buku saat mendengar ponselnya berbunyi langsung saja mengambil ponselnya untuk melihat siapa yang mengirim pesan ternyata itu adalah pesan dari Lydia. Rayyan langsung tersenyum senang dan langsung membalas pesan itu.


Rayyan


[Belum, aku masih menunggu kabar dari kamu, kamu darimana kok jam segini baru pulang?]


Lydia


[Aku sudah pulang daritadi, tapi aku ke kosan Sandra buat ngerjain tugas dan ponselku aku tinggal. Maaf kalau buat kamu khawatir.]


Rayyan


[Oh aku pikir kemana, memang tugasnya masih banyak?]

__ADS_1


Lydia


[Masih, ini sambil mengerjakan tugasnya. Kamu lagi ngapain kak?]


Rayyan


[Lagi baca buku, Ly kapan kamu ada waktu?]


Lydia


[Memangnya kenapa kak?]


Rayyan


[Aku mau ngajak kamu ketemu ada yang mau aku bicarakan sama kamu.]


Lydia


[Lusa aku libur kak, kalau kamu gimana bisa gak lusa?]


Rayyan


[Kita ketemu dicafe sebelah Rumah Sakit gimana? Soalnya aku sampai malam shiftnya.]


Lydia


[Baiklah kalau begitu nanti kabarin lagi saja kak, kak aku sekarang mau ngerjain tugas lagi gak papa to?]


Rayyan


[Ya sudah kalau gitu aku juga mau tidur. Jangan malam-malam tidurnya.]


Lydia


Setelah berkirim pesan dengan Rayyan berakhir Lydia langsung menyelesaikan tugas yang akan dikumpulkan besok. Lusanya mereka berdua benar-benar bertemu dicafe dekat dengan Rumah Sakit tempat Rayyan magang.


"Maaf dek kamu nunggu lama ya?"kata Rayyan yang baru datang.


"Gak kok kak, aku baru saja datang."kata Lydia.


"Kamu sudah pesan dek?"kata Rayyan.


"Sudah kak, kamu mau pesan apa?"kata Lydia.


"Aku mau pesan makan lapar dari siang belum makan."kata Rayyan sambil memanggil pelayan untuk memesan makanan.


Setelah pesanan mereka langsung makan dan setelah itu barulah mereka membicarakan hal yang kemarin Rayyan mau bicarakan. Awalnya Rayyan bingung mau bicara darimana tapi saat Lydia bertanya barulah dia berbicara setelah menghera nafas.


"Kak, kamu mau bicara apa?"kata Lydia.


"Kamu siap gak kalau aku mau ajak kamu ke rumah orangtuaku?"kata Rayyan.


"Kamu serius kak, tapi apa mereka bisa menerimaku?"kata Lydia khawatir.


"Aku yakin kok, orangtuaku tak pernah memandang derajat."kata Rayyan.


"Memangnya kapan kamu mau ajak aku kerumah orangtua kamu?"kata Lydia.


"Nanti aku kasih tau lagi, aku harus bilang sama orangtuaku."kata Rayyan.


"Kak, ceritain apa yang disuka sama orangtuamu dan gak disuka biar aku bisa menyesuaikan diri."kata Lydia.

__ADS_1


Rayyan langsung menceritakan apa yang disukai dan gak disukai oleh orangtuanya, setelah menceritakan semua itu Rayyan langsung berpamitan untuk kembali ke Rumah Sakit karena waktu istirahatnya sudah habis. Sedangkan Lydia memutuskan untuk kembali ke rumah, mau ke kantor nanti malah ketahuan sama papanya Rima. Lydia langsung menyetop taksi untuk menuju rumahnya. Sampai dirumanya dia langsung saja masuk ke dalam rumah.


"Non Lydia pulang?"kata bibi.


"Iya bi, mama mana bi?"kata Lydia.


"Nyonya ada dikamarnya."kata bibi.


"Ya sudah kalau kayak gitu aku langsung naik ke atas saja bi."kata Lydia.


"Non tadi sudah makan belum, kalau belum biar saya siapin?"kata bibi.


"Gak usah bi, sebelum kesini tadi aku sudah makan."kata Lydia.


Lydia mau segera bertemu dengan mamanya karena dia mau bercerita dengan mamanya. Dia mau menceritakan tentang apa yang dikatakan oleh Rayyan. Lydia juga mau meminta saran dari mamanya apakah dia harus mengungkapkan identitas aslinya atau menunggu orangtua Rayyan yang setuju dengan hubungan mereka dulu.


Tok tok tok


"Ma sibuk gak?"kata Lydia sambil membuka pintu kamar mamanya.


"Kamu pulang sayang, ayo masuk."kata mama Intan.


"Ma aku kangen sama mama."kata Lydia sambil memeluk mamanya.


"Kamu siapa suruh jarang pulang, mama mau menemui kamu kesana gak dibolehin sama papa kamu."kata mama Intan.


"Iya, papa takut kalau sampai identitasku terbongkar."kata Lydia.


"Memangnya kenapa kalau identitas kamu terbuka?"kata mama Intan.


"Ma, mama ingat tujuanku menyembunyikan identitasku kan?"kata Lydia.


"Iya mama tau, oh ya tumben kamu kesini ada apa?"kata mama Intan.


"Aku mau dikenalin ke orangtua kak Rayyan."kata Lydia.


"Bagus dong sayang, apa yang kamu khawatirkan berarti Rayyan benar-benar serius sama kamu?"kata mama Intan.


"Aku takut kalau mereka tak suka denganku, apalagi kalau tau aku bukan anak orang berada."kata Lydia yang khawatir.


"Bagus dong kalau mereka gak setuju dari awal maka kamu mudah untuk melupakan Rayyan."kata mama Intan.


"Ma kok gitu sih."kata Lydia kesal.


"Kamu bilang mau mencari orang yang benar-benar terima kamu apa adanya. Kalau orangtua Rayyan gak setuju berarti dia bukan jodoh kamu, tapi kalau mereka gak setuju hanya karena menurut mereka kamu gak baik sikapnya itu bisa dirubah. Tapi kalau sudah mengenai kekayaan mending kamu lepas saja, mama sama papa juga gak akan setuju."kata mama Intan.


"Iya ma, berarti aku akan tetap merahasiakan identitasku sampai mereka setuju kalau gak berarti aku akan tetap merahasiakannya sampai nanti."kata Lydia.


"Iya, mama setuju kalau itu."kata mama Intan.


"Ma, papa kapan pulang?"kata Lydia.


"Biasa pasti malam kalau gak sore, kenapa?"kata mama Intan.


"Aku kangen ngumpul sama kalian."kata Lydia.


"Bagaimana kalau kita ke kantor papa?"kata mama Intan.


"Gak mungkin ma."kata Lydia.


"Kenapa gak mungkin?"kata mama Intan.

__ADS_1


"Mama lupa kalau Rima dan teman-temannya magang disana."kata Lydia.


"Oh ya, mama lupa. Ya sudah kalau gitu mama telepon papa saja gimana?"kata mama Intan.


__ADS_2