Takdir Cinta Lydia

Takdir Cinta Lydia
Rima tak berkutik


__ADS_3

Setelah makan malam barulah mereka semua kembali lagi ke ruang keluarga. Diruang keluarga barulah mereka membicarakan lagi tentang Lydia yang merupakan keponakan jauh dari mama Intan. Lydia hanya terdiam sedangkan Rima benar-benar terdiam dan tak berani tanya apa-apa pada tante Intan dia hanya diam dan lebih memilih sibuk dengan ponselnya.


"Rim, kok tumben kamu diam saja?"kata mama Intan.


"Bukannya aku selalu diam ya tan?"kata Rima sambil tersenyum canggung.


"Kayaknya dikampus kamu gak bisa diam dan selalu mencari masalah denganku. Tapi kenapa sekarang kamu diam saja."kata Lydia.


"Mana ada aku suka mencari masalah sama kamu?"kata Rima yang gak terima jika disalahkan.


"Oh kamu gak pernah mencari masalah sama aku, lalu tadi saat dimall aku bersama dengan om Irwan apa yang kamu lakukan?"kata Lydia.


"Nak, memangnya Rima berbuat apa sama kamu?"kata Sahrul.


"Om yakin mau tau apa yang dia lakukan padaku?"kata Lydia bertanya pada Sahrul.


"Iya nak, kalau Rima berbuat salah biar om bisa menghukumnya."kata Sahrul.


"Apa hukuman bisa mengubah sikap Rima om?"kata Lydia.


"Apa maksut kamu?"kata Tina.


"Bukannya setiap dihukum dia selalu berbuat masalah lagi, aku yakin sekarang hukuman yang om berikan padanya juga belum berakhir."kata Lydia menebak.


"Kamu sok tau."kata Rima.


"Aku bukannya sok tau tapi benar adanya, biasanya kamu akan naik mobil pribadi kemana-mana tapi tadi aku liat kamu naik taksi."kata Lydia.


"Kamu liat aku masuk mall?"kata Rima yang kaget dengan perkataan Lydia.


"Iya tadi aku tak sengaja melihatnya, aku tadi tak sengaja melihat kamu keluar dari taksi dan aku juga melihat kamu mengunakan uang tunai bukannya biasanya kamu akan pakai kartu kredit kamu."kata Lydia menebak dan tebakannya benar adanya.


"Kamu salah aku memang sengaja karena aku malas pakai mobil dan pakai kartu kredit."kata Rima membela diri.


"Oh benarkah, aku kok gak percaya, memangnya benar apa yang dikatakan oleh Rima itu om?"kata Lydia meminta penjelasan dari Sahrul.

__ADS_1


"Rima memang sedang aku hukum, bukan hanya Rima tapi juga mamanya aku hukum karena lama-lama mereka semakin berani."kata Sahrul membuat kedua perempuan itu langsung terdiam.


"Memangnya apa yang mereka lakukan?"kata mama Intan.


"Dia bikin masalah dikampus dan kantor, untuk lebih jelasnya kamu tanya saja sama Irwan."kata Sahrul yang tak enak menjelaskan.


"Kenapa gak kamu sendiri yang cerita, toh aku atau kamu yang cerita akan sama saja."kata Irwan yang gak mau bercerita tentang kejadian kenapa Rima dan Tina dihukum oleh Sahrul.


Sahrul menghera nafasnya setelah itu menceritakan apa yang terjadi sampai dia menghukum Rima dan istrinya. Mama Intan yang mendengarnya langsung saja marah dan kesal karena Rima dan Tina sudah keterlaluan apalagi mengina fisik putrinya.


"Apa salah putriku sama kalian, sampai kalian menghina fisiknya? Lagian kalian belum bertemu dengan putriku kan."kata mama Intan yang gak terima.


"Lagian siapa suruh dia tak dikenalin dengan kami, kan jadinya kami berpikir yang tidak-tidak."kata Tina.


"Aku memang gak mengenalkan dia ke kalian karen dia yang memintanya, dia mau hidup bebas tanpa harus terbebani dengan nama besar kami. Sedangkan kalian yang diberi kebebasan marah seennya saja mengunakan nama besar kami. Kalau kalian pakai nama besar kami boleh saja tapi gunakan itu buat kebaikan bukan malah untuk mengancam orang."kata mama Intan.


"Tan, maafin mereka."kata Sahrul.


"Aku gak bisa maafin mereka karena mereka sudah keterlaluan."kata mama Intan.


"Kamu tau apa yang kamu lakukan tadi sudah menyemarkan nama baik suamiku dan untung saja aku masih bisa mendengarkan penjelasan mereka dan kalau aku malah gegabah dan memilih untuk meminta pisah. Apa kamu bisa bertanggungjawab?"kata mama Intan.


"Maafin Rima tan, dia terlalu gegabah."kata Tina yang gak mau jika putrinya disalahkan.


"Kamu seorang ibu sehrusnya kamu bisa mengajarinya lebih baik lagi, bukannya malah mendukungnya berbuat salah dan malah menutupi kesalahannya terus."kata mama Intan.


"Aku bukannya mau memnutupi kesalahan Rima, tapi memangnya hukuman dari suami kamu dan suamiku belum cukup?"kata Tina.


"Memang kamu hukum Rima apa pa?"kata mama Intan tanya sama suaminya.


"Aku larang dia buat magang lagi diperusahaan kita."kata papa Irwan.


"Bagus itu memang sepantasnya dia dapatkan."kata mama Intan.


"Kamu benar-benar tega Tan."kata Tina.

__ADS_1


"Tega gak tega kalian udah keterlaluan, untung saja waktu dikampus itu aku gak tuntut kalian karena Rima sudah menjebak keponakanku dihutan. Belum lagi saat dikampus kamu mencemarkan nama baiknya."kata mama Intan mengingatkan kejadian waktu dikampus awal-awal Lydia masuk kulliah.


Tina yang mendengar perkataan itu hanya terdiam dia takut jika Intan akan membalasnya apalagi memang waktu itu dia benar-benar keterlaluan. Mama Intan yang melihat Tina terdiam langsung saja tersenyum sinis sedangkan Sahrul hanya terdiam.


"Wan, kejadian ini gak akan buat persahabatan kita hancurkan?"kata Sahrul.


"Kita akan tetap jadi teman kok tenang saja lagian yang salah bukan kamu tapi anak dan istri kamu. Aku hanya berharap kamu bisa mengubah anak istri kamu agar bisa lebih baik lagi."kata papa Irwan.


"Aku janji sama kamu, Rim minta maaf sama om dan tante sekalian sama Lydia."kata Sahrul.


"Tapi pa..."kata Rima tak jadi meneruskan perkataannya karena Sahrul sudah memotong pembicaraan putrinya itu.


"Kamu salah Rima seharusnya minta maaf."kata Sahrul.


"Gak papa kok om, lagian walaupun dia minta maaf aku tak akan memaafkannya."kata Lydia membuat Sahrul terkejut karena Lydia tak mau memaafkan putrinya.


"Nak tolong maafin Rima."kata Sahrul memohon.


"Apa di bisa membersihkan nama baik saya dikampus?"kata Lydia.


"Memangnya dia melakukan apa dikampus?"kata Sahrul yang bingung apalagi yang dilakukan oleh putrinya. Gak henti-hentinya Rima buat dia malu.


"Dia sudah nyebarin fotoku dengan om Irwan dan ada satu foto lagi yang aku yakin dia telah mengedit foto itu. Om pasti masih ingat dengan kejadian dirumah orangtua Rayyan.


"Yang lain aku akan minta maaf tapi yang itu aku gak bisa."kata Rima yang gak mau jika Rayyan tau kalau itu adalah perbutannya maka pria itu akan marah besar dan tak mau bertemu dengannya dan dia akan lebih memilih kembali dengan Lydia.


"Terserah kamu mau membersihkan nama baikku atau aku akan menempuh jalur hukum?"kata Lydia membuat Rima dan kedua orangtuanya terkejut.


"Aku mohon nak jangan laporkan putriku ke pihak yang berwajib bagaimana dengan masa depannya nanti?"kata Tina.


"Lalu kalau dia tak mau membersihkan nama baikku, lalu bagaimana dengan nama baikku yang sudah dia cemarkan?"kata Lydia.


"Rim, mama mohon sama kamu tolong minta maaf sama Lydia dan berjanjilah akan menjelaskan tentang semua ini."kata Tina memohon pada putrinya karena dia tak mau jika putrinya terjerat kasus hukum.


"Baiklah aku akan bersihkan nama baik kamu, tapi aku minta satu hal sama kamu?"kata Rima.

__ADS_1


"Mau minta apa kamu?"kata Lydia yang tau jika Rima pasti akan minta supaya dirinya menjauhi Rayyan. Padahal bagi Lydia Rayyan itu tak pantas diperjuangkan.


__ADS_2