Takdir Cinta Lydia

Takdir Cinta Lydia
Rayyan dan Lydia jadian


__ADS_3

Akhir pekan Sandra benar-benar memaksa kedua temannya untuk pergi jalan-jalan. Padahal awalnya mereka berdua mau lebihan dikosan saja, tapi setelah dapat bujukan dari Sandra akhirnya mereka mau ikut pergi.


"Kita mau kemana sih?"kata Lydia.


"Ada deh, kita akan kesuatu tempat yang tak akan kamu lupakan seumur hidup."kata Sandra.


"Kamu jangan buat aku penasaran deh?"kata Lydia.


"Iya, aku juga ikut penasaran kemana kita akan pergi."kata Ita.


"Sebentar lagi kalian juga akan tau."kata Sandra.


"Baiklah, kita diam saja ly."kata Ita akhirnya.


Mereka bertiga akhirnya sampai ditempat yang mereka tuju. Mereka bertiga kagum akan keindahan yang ada didepannya. Sampai mereka tak sadar jika ada tiga orang yang berada dibelakangnya.


"Indah ya pemandangannya sampai kalian tak sadar jika kami ada disini."kata Bagas yang mengejutkan mereka bertiga.


"Kalian kok ada disini?"kata Ita yang tersadar duluan dari keterkejutannya.


"Kami yang ajak Sandra kesini."kata Bagas.


"Pantes saja dia tau, ternyata kalian yang mengajak."kata Lydia.


"Memangnya ada acara apa kok kalian mengajak kami semua kesini?"kata Ita.


"Ly, ada yang mau dibicarakan oleh Rayyan sam kamu."kata Bagas.


"Memang apa yang mau kakak bicarakan?"kata Lydia.


"Aku mau bicara berdua apa boleh?"kata Rayyan.


"Baiklah kalian berbicara berdua saja, kami berempat mau kesana dulu."kata Panji.


"Iya benar kata kak Panji, ayo kita kesana."kata Ita melihat pemandangan yang lebih menarik.


"Kalian jangan terlalu jauh pergi, disini masih berantara aku takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan."kata Rayyan.


Setelah mereka berempat menjauh, sekarang yang ada disana hanya Rayyan dan Lydia saja. Tapi setelah beberapa waktu Rayyan tak juga berbicara membuat Lydia menjadi bingung.


"Kak, sebenarnya kamu mau ngomong apa?"kata Lydia yang sudah tak sabar ingin tau apa yang akan dikatakan oleh kakak seniornya.


"Aku.. Aku suka kamu, maukah kau menjadi kekasihku? Aku tak seperti pria lain yang bisa romantis dengan perempuan. Hanya akan bisa melakukan ini, apakah kamu mau menjadi kekasihku?"kata Rayyan.


"Kak Rima bagaimana? Aku tak ingin membuat masalah dengan orang. Aku ingin kuliah dikampus dengan tenang dan damai."kata Lydia yang sebenarnya dia senang karena cintanya tak bertepuk sebelah tangan, tapi dia takut jika akan membuat marah orang lain.

__ADS_1


"Kamu tak perlu memikirkan itu karena aku yang akan bicara sendiri dengan Rima."kata Rayyan.


"Kak, aku boleh minta satu permintaan?"kata Lydia.


"Kamu mau minta apa? Katakan saja aku akan berusaha untuk memenuhinya."kata Rayyan.


"Aku mau menerima kak Rayyan tapi aku mohon hubungan ini jadi rahasia kita saja."kata Lydia.


"Kenapa begitu?"kata Rayyan yang tak mengerti dengan jalan pikiran Lydia.


"Aku tak mau jika hubngan kita diketahui orang banyak orang yang menyukai kamu akan menerorku. Belum jadi pacar saja mereka sering mengancamku apalagi kalau sudah jadi."kata Lydia.


"Apa selama ini Rima selalu mengancammu?"tanya Rayyan yang hanya dijawab anggukan.


Rayyan hanya menghera nafas dan langsung tersenyum saat mengingat perkataan Lydia yang akan menerimanya. Jika dia berjanji akan menyembunyikan hubungan mereka berdua.


"Kak, kok malah senyum sih?"tanya Lydia yang bingung dengan Rayyan yang tersenyum sendiri.


"Aku janji akan merahasiakan ini, aku juga akan bilang sama kedua temanku untuk menyembunyikan hubungan kita."kata Rayyan senang.


Akhirnya hari itu mereka jadian, Rayyan meraakan hari jadi mereka berdua dengan mentraktir keempat temannya untuk makan disebuah restaurant.


Sudah 1 bulan mereka menjalin hubungan dengan sembunyi-sembunyi. SEmua teman mereka juga benar-benar menrahasiakan hubungan mereka berdua. Apalagi Bagas yang tau jika Rima akan melakukan sesuatu yang aka membahayakan hidup Lydia.


"Ly kamu sudah minta izin belum buat ambil cuti 2 hari sama bu Rosa?"kata Sandra.


"Kamu bicara dulu sama Ita, aku tau pasti dia akan mengerti."kata Sandra.


"Iya nanti saat istirahat kerja."kata Lydia.


Mereka langsung pergi ke tempat kerja tak mampir ke kantin karena hari ini ada audit ditoserba milik Lydia. Sebelum pergi dia mengirim pesan ke Rayyan kalau hari ini dia akan langsung pergi bekerja tak ke kantin.


Sampai ditempat Kerja Lydia berganti pakaian karena sebenar lagi tim audit akan datang. Benar saja saat Lydia selesai berganti pakaian dan menemani Ita dikasir orang audit itu datang.


"Selamat siang tuan, selamat datang."kata mereka berdua bersamaan.


"Kalian ini dua duanya orang baru?"kata Dayat.


"Iya tuan."kata Lydia.


"Oh baiklah, kalau kayak gitu kenalkan aku Dayat asisten tuan Ryan pemilik toserba ini."kata Dayat.


"Salam kenal pak."kata Lydia dikuti oleh Ita.


Bu Rosa yang tau jika asisten pemilik toserba ini datang langsung saja keluar dari ruangannya. Dia langsung menyapa Dayat dan mengajaknya untuk masuk ke ruangannya.

__ADS_1


"Maaf bu kalau saya kesini mendadak."kata Dayat.


"Oh tidak apa-apa tuan, kalau boleh saya tau ada masalah apa ya kok sampai tuan turun tangan sendiri?"kata bu Rosa.


"Aku mau mengecek kinerja dan perkembangan toserba ini, sebenarnya tuan Ryan juga mau datang tapi dia ada urusan pribadi yang tak bisa ditinggal."kata Dayat.


"Baiklah, kalau begitu. Ini laporan keuangan dan catatan kelur masuk barang ditoko ini."kata bu Rosa memberikan buku laporan keuangan dan stok barang.


Dirasa tak ada kendala setelah mengcek laporan itu Dayat permisi untuk melanjutkan perjalanan ke toko milik Ryan yang lainnya. Saat dia keluat ternyata dikasir ada sesorang yang sedang ribut.


"Aku gak nyangka ya kalau orangtua kamu bisa jatuh bangkrut. Aku bersyukur karena kita gak satu kampus lagi. Kalau sampai satu kampus pasti aku akan malu punya teman miskin kayak kamu."kata Clara.


Clara tau jika Lydia bekerja ditoko ini karena Ziva yang memberitau. Dayat melihat itu langsung melihat kearah bu Rosa untuk bertanya tentang apa yang terjadi. Walaupun dia sendirian disini tapi sebenarnya dia terhubung dengan Ryan yang ada didalam mobil.


"Orangtua Lydia dulu pengusaha sukses tapi sekarang mengalami ke bangkrutan. Kayak mereka adalah teman sekolah Lydia waktu sekolah dulu. Kemarin juga ada temannya yang memaki-maki dia dan bilang jijik sama Lydia."kata bu Rosa menjelaskan.


Dayat hanya menganggukan kepala dan mengajak bu Rosa untuk menghampiri mereka karena Ryan menyuruh Dayat untuk memberi pelajaran untuk Clara dia tak suka jika anak buahnya ditindas oleh seseorang.


"Kamu siapa? Apa hubungan anda dengan karyawan saya ini?"kata Dayat.


"Aku temannya, aku cuma mau bilang perempuan ini tu tak pantas bekerja disini."kata Clara.


"Kenapa anda bisa berkata kalau nona ini tak pantas bekerja disini apa alasannya?"kata Dayat.


"Dia ini anak manja yang hanya gak becut bekerja."kata Clara.


"Kalau dia gak becus gak mungkin dia bertahan disini selama berbulan-bulan dan kamu aku mohon kalau kesini hanya untuk menghina lebih baik kamu tak sah datang kesini. Kalau saya sampai dengar lagi kamu datang mengacau maka saya akan laporkan kamu ke polisi."kata Dayat.


Clara yang mendengar perkataan dari Dayat langsung saja pergi dari sana dengan kesal. Dayat sendiri langsung pergi darisana setelah Lydia mengucapkan terimakasih padanya.


Dayat keluar dari toserba dan langsung menghampiri Ryan yang berada didalam mobil.


"Maaf tuan, tadi ada insiden sedikit."kata Dayat yang gak enak dengan Ryan.


"Gak papa Yat, gimana karyawan itu?"kata Ryan.


"Alhamdulilah dia wanita kuat tuan."kata Dayat.


"Syukurlah kalau kayak gitu, bagaimana apa ada masalah dengan laporan disini?"kata Ryan.


"Saya tak melihat kejanggalannya, laporan disini sesuai dengan laporan yang dikirimkan ke kita. Bu Rosa dari dulu selalu dapat dipercaya tuan."kata Dayat.


"Baiklah nanti kasi bonus buat mereka yang ada disini."kata Ryan.


"Baik tuan."kata Dayat.

__ADS_1


"Ayo kita lanjut ke toserba yang lainnya."kata Ryan.


Dayat langsung melajukan mobilnya menuju toserba yang berikutnya. Dia tak menyangka jika perkiraannya benar. Ada salah satu karyawan yang telah melakukan kesalahan dalam pencatatan. Untuk saat ini dia akan memaafkannya tapi setelah ini tak ada kata maaf bagi karyawan yang ada disana.


__ADS_2