
Akhirnya hari yang dinanti-nanti Lydia tiba juga, dia sangat gugup hari ini Sandra dan Ita yang tau jika hari ini adalah hari bersejarah buat Lydia memutuskan untuk menemani Lydia terlebih dahulu. Ita sudah menelpon bu Rosa tadi dan beliau sudah mengizinkan jika hari ini toko mereka akan tutup karena tak ada yang berjaga disana.
"Ih kalian ini, liat baju mana yang cocok buatku?"kata Lydia yang kesal karena kedua temannya bukan memberi saran malah asik bermain ponsel.
"Bentar Ly kita lagi browsing pakaian apa yang cocok buat kamu."kata Sandra.
"Ih kalian jangan browsing lagi, nanti malah kecewa karena harga baju disana pasti mahal-mahal semuanya."kata Lydia.
"Kamu benar juga Ly, kalau gitu sekarang ayo ikut aku."kata Ita.
"Kita mau kemana?"kata Lydia.
"Ikut aku pergi ke pasar, disana kita cari pakaian buat kamu."kata Ita.
"Benar selain harganya murah disana juga banyak pilihannya."kata Sandra.
"Ya sudah kalau gitu tunggu apalagi ayo kita pergi ke pasar."kata Ita yang langsung menarik tangan Lydia karena dia tak bergerak sama sekali.
"Apa tak apa aku pergi ke rumah orangtua kak Rayyan pakai baju dari pasar?"kata Lydia.
"Ish, gak usah mikirin itu lagian siapa yang tau jika kamu pakai baju yang dibeli dari pasar. Lagian yang terpenting bajunya sopan."kata Ita.
"Iya kalau mereka gak memandang kamu dari berapa harga baju yang kamu pakai."kata Sandra.
"Aku saranin ke kamu, kalau orangtua kak Rayyan memandang rendah kamu lebih baik kamu lepaskan Rayyan karena diluar sana masih banyak pria yang orangtuanya menerima kamu tanpa melihat asal usul kamu."kata Ita.
"Kayaknya kamu pengalaman kalau hal yang kayak ginian?"kata Sandra yang niatnya bercanda tapi ternyata Ita malah benar-benar mengalaminya sendiri.
"Aku pernah mengalaminya makanya aku memutuskan untuk merantau jauh dari keuargaku."kata Ita.
"Maaf ya, aku gak tau."kata Sandra.
"Sudah gak papa, makanya karena aku sudah mengalaminya sendiri, aku gak mau kamu juga mengalami hal sepertiku."kata Ita berharap jika orangtua Rayyan menerima Lydia apa adanya.
"Doain aku ya, jika memang orangtua kak Rayyan tak setuju aku akan melepaskannya."kata Lydia.
Mereka bertiga sampai pasar langsung mencari gaun yang pas ditubuh Lydia walaupun murah tapi tidak terlihat kalau gaun itu murahan. Selesai mencari pakaian, mereka bertiga membeli buah tangan untuk Lydia bawa ke rumah orangtuanya. Saat mereka pulang ke rumah hari sudah sore. Rayyan juga sudah mengirim pesan kalau 1 jam lagi akan menjemputnya. Sandra dan Ita langsung menyuruh Lydia untuk bersiap-siap. Lydia memakai gaun yang dibeli tadi dan juga sedikit mmberi polesan diwajahnya. Kedua temannya itu terpesona akan kecantikan Lydia mereka berdua sampai lupa berkedip.
"Kenapa aku jelek ya?"tanya Lydia.
__ADS_1
"Kamu cantik banget Ly, aku yakin kak Rayyan akan terpesona padamu."kata Sandra.
"Dia akan mengagumi dirimu, aku yakin orangtuanya akan suka padamu."kata Ita.
Lydia berpamitan dengan kedua temannya saat Rayyan sudah memberi pesan kalau dia sudah berada didepan kosan milik Lydia. Rayyan yang melihat Lydia berjalan menghampirinya langsung saja terkagum akan kecantikan gadis yang beberapa bulan ini menjadi kekasihnya. Walau Lydia tidak memakai pakaian mahal tapi kecantikan Lydia malam ini benar-benar terpancar alami tanpa ada polesan yang berlebihan.
"Kak... Kak Rayyan ayo berangkat."kata Lydia yang melihat daritadi kekassihnya itu memandangnya tanpa berkedip.
"Eh ya, ayo kita berangkat sekarang."kata Rayyan yang sadar dan membukakan pintu mobil untuk Lydia.
"Makasih kak."kata Lydia sambil masuk ke dalam mobil.
Rayyan langsung saja berlari memutar untuk duduk dikursi pengemudi, hari ini memang dia sengaja bawa mobil karena dia tau jika Lydia pasti kurang nyaman jika naik motor dan ternyata malah Rayyan sendiri yang tidak akan nyaman jika memboceng Lydia karena hari ini kekasihnya itu begitu cantik.
"Kak aku gugup."kata Lydia.
"Tenang 'kan ada aku."kata Rayyan sambil satu tangannya memegang tangan Lydia.
"Tangan kamu dingin sekali."kata Rayyan.
"Aku takut kalau orangtua kakak tak setuju dengan hubungan kita."kata Lydia berbicara tentang kekhawatirannya.
"Orangtuaku pasti akan setuju dengan hubungan kita. Apa yang kamu takutkan?"kata Rayyan.
"Orangtuaku tak melihat orang dari kaya miskinnya, kamu jangan takut. Oh ya ini kamu bawa apa?"kata Rayyan yang melihat bingkisan yang dibawa oleh Lydia.
"Aku bawa kue kak, mudah-mudahan mereka suka."kata Lydia.
Mereka berhenti berbicara karena sudah sampai dirumah Rayyan. Rayyan langsung saja mengajak Lydia untuk masuk ke dalam rumah dengan tetap memegang tangan Lydia erat. Sampai diruang keluarga mereka terkejut karena disana sudah ada Rima dan kedua orangtuanya. Mereka berdua langsung pandang satu sama lain, papa Hans yang melihat duluan langsung mempersilahkan mereka berdua duduk.
"Oh kalian berdua sudah datang ayo duduk."kata papa Hans.
"Pa, ada apa ini kok mereka ada disini?"kata Rayyan.
"Kamu yang sopan sama mereka Yan, oh ya kamu Lydia 'kan?"kata mama Dahlia.
"Iya tan saya Lydia."kata Lydia dengan senyum manis, mama Dahlia pasti akan setuju dengan gadis yang ada didepannya kalau saja tidak tau jika gadis didepannya ini gadis nakal dan salahnya lagi dia terlahir jadi orang tak punya.
"Kenalkan ini Rima dan orangtuanya, maaf kalau kami juga mengundang mereka kesini. Kami mau kasih tau kamu kalau Rima dan Rayyan sudah kami jodohkan dan mereka akan segera tunangan. Jadi tante mohon tolong tinggalkan Rayyan."kata mama Dahlia membuat Rima tersenyum senang.
__ADS_1
"Ma, apa-apaan sih ini, aku gak mau dijodohkan sama Rima ya."kata Rayyan.
"Kamu berani membantah kami dan lebih memilih gadis yang gak benar seperti dia."kata mama Dahlia membuat Rayyan dan Lydia terkejut.
"Apa yang mama maksut, Lydia gadis baik-baik ma."kata Rayyan.
"Ini yang kamu bilang gadis baik-baik."kata papa Hans yang melempar foto-foto Lydia dengan seorang pria.
Rayyan mengambil foto itu dan tak percaya dengan apa yang dia liat, Lydia yang tau jika itu jebakan dari Rima hanya diam. Dia ingin liat apa Rayyan akan membelanya atau malah memilih orangtuanya.
"Kamu bisa jelasin semua ini?"kata Rayyan.
"Kamu minta penjelasan apalagi sama dia? Dia tak akan pernah mau jujur sama kamu, dia mendekati kamu karena harta saja Yan."kata mama Dahlia.
"Aku gak nyangka jika kamu serendah ini Ly."kata Rayyan dengan tatapan kecewa.
"Kak aku bisa jelasin."kata Lydia.
"Ini sudah cukup gak perlu ada penjelasan lagi, mulai sekarang kita putus."kata Rayyan.
"Kak, kakak dengerin aku dulu."kata Lydia.
"Aku bilang kita putus dan tolong keluar darisini, aku tak mau melihat wajah menjijikan kamu ini mulai sekarang."kata Rayyan.
"Baiklah, ini keputusan kamu kak dan jangan pernah menyesalinya suatu saat."kata Lydia yang pergi darisana.
"Tunggu, bawa ini bersamamu."kata Rayyan menyerahkan foto Lydia dengan seorang pria yang tak lain adalah papanya sendiri. Tapi ada satu foto yang membuatnya terkejut karena foto itu dia dan seorang pria sedang melakukan hubungan badan.
Lydia hanya menghera nafas, papanya benar jika orangtua Rayyan memang tak menyukainya karena dia miskin terlihat dari tatapan mereka apalagi dengan foto-foto yang diberikan oleh Rima membuat mereka berdua langsung percaya begitu saja. Saat Lydia sampai dipertengahan jalan hujan turun saat itulah ada sebuah mobil yang berhenti disampingnya. Mobil itu langsung dibuka kacanya ternyata itu Aziz, Azizi tadi tak sengaja melihat Lydia keluar dari rumah Rayyan.
"Masuk dek, aku antar pulang."kata Aziz.
"Gak kak, aku jalan kaki saja."kata Lydia.
"Kamu mau sakit dan mama kamu tak akan biarkan kamu ngekos lagi?"kata Aziz.
Lydia yang mendengar perkataan dari Aziz langsung saja masuk ke dalam mobil Aziz. Tanpa dia sadari jika dibelakang jauh ada mobil Rayyan bersama dengan Rima. Rima langsung saja menghasut Rayyan agar semakin membencinya.
"Tu liat sendirikan, padahal dia baru putus dari kamu tapi malah masuk ke dalam mobil seorang pria."kata Rima.
__ADS_1
"Kamu tau darimana jika mobil itu punya seorang pria?"kata Rayyan.
"Hanya seorang pria yang akan memakai mobil kayak gitu."kata Rima membuat Rayyan yakin jika memang benar itu Lydia dengan seorang pria.