
Dayat yang baru masuk keruangan Ryan melihat wajah kesal atasan sekaligus temannya itu bingung ada apa dengan temannya. Padahal tadi saat dia tinggal ambil laptop Ryan baik-baik saja, tapi kok sekarang telah kesal sekali.
"Yan, kamu gak papakan?"kata Dayat.
"Aku gak papa kok memangnya kenapa?"kata Ryan.
"Kamu yakin gak papa? Aku liat wajahmu kesal gitu kok."kata Dayat membuat Ryan tersenyum lalu mengambil berkas dimeja dia bawa ke sofa agar dia bisa sedikit tenang.
"Kamu itu selalu tau saja kalau aku sedang kesal, baru saja Shinta menghubungiku katanya aku disuruh cepat datang sebab mama sudah nyaipin baju."kata Ryan membuat Dayat tersenyum.
"Kenapa gak berangkat sekarang saja? Aku mau tau pakaian seperti apa yang dia siapkan?"kata Dayat sambil tersenyum sedangkan Ryan menatapnya tajam.
"Ogah aku pakai baju senada sama peremuan itu."kata Ryan membuat Dayat tersenyum.
"Jangan gitu, gitu-gitu sekarang dia istrimu."kata Jono yang tiba-tiba masuk kedalam ruangan.
"Sialan lo, kenapa sih lo cerai sama dia jadi aku 'kan yang dapat getahnya?"kata Ryan.
"Sorry bro, aku sudah gak tahan sama sifat kakak lo itu terlalu manja dan keras banget kayaknya kalau kamu mau cari pendamping untuknya nanti carikan pria yang lebih keras dari dia."kata Jono sambil tersenyum membuat Dayat hanya mengelengkan kepalanya.
"Dia sudah nikah gak usah aneh-aneh deh."kata Dayat.
"Nikah siri 'kan? Aku yakin pasti Shinta akan minta kamu nikahi secara sah sebentar lagi."kata Jono membuat Ryan terdiam.
Ryan membenarkan apa yang dikatakan Jono karena Shinta itu orangnya memang nekad, dia harus mendapatkan suami yang sifatnya lebih keras daripada dirinya.
"Punya saran atau pandangan siapa yang akan dijadikan suaminya? Tapi jangan yang asal-asalan aku gak mau nanti dia malah menderita biar bagaimanapun dia tetap kakakku."kata Ryan membuat Jono tersenyum.
"Kamu mau tau siap pria yang cocok dengan Sinta?"kata Anton yang baru masuk juga.
"Kamu juga kesini kak? Kok gak langsung ke tempat acara saja sih?"kata Ryan.
"Aku mau memberimu solusi karena yang aku dengar papa akan menikahkanmu diacara malam ini."kata Anton membuat Ryan terkejut.
"Bagaimana kamu tau soal ini kak?"kata Ryan yang terkejut.
"Bunda yang bilang, apalagi kali ini pasti Shinta akan memaksa supaya pernikahan kalian sah bukan nikah siri lagi. Seandainya ayah tau siapa Shinta pasti dia gak akan terima tapi sayangnya ayah gak tau siapa Shinta yang sebenarnya."kata Anton.
"Maksutmu tau Shinta yang sebenarnya bagaimana kak?"kata Ryan.
"Sudah nanti saja aku ceritakan yang terpenting sekarang siapa pria yang bisa mengimbangi atau sifatnya lebih keras daripada Shinta agar Shinta tak ganggu kamu lagi."kata Anton yang diangguki kedua pria yang ada disana.
"Kalian ada kandidat atau kenalan tapi jangan yang asal-asalan."kata Ryan.
Ketiga pria itu saling pandang setelah itu mengelengkan kepalanya tapi Ryan malah tersenyum saat melihat Jono. Awalnya Jono tak mengerti arti pandangan itu tapi setelah tau dia menolak mentah-mentah.
__ADS_1
"Gak aku gak sanggup menghadapi kakakmu itu lebih baik kamu cari ptia lain."kata Jono.
"Siapa juga yang mau kamu jadi kakak iparku lagi? AKu mau minta bantuanmu karena pria itu dekat denganmu, kamu mau bantu gak?"kata Ryan.
"Siapa dia kalau aku kenal akan aku bantu dengan senang hati."kata Jono.
"Seno."kata Ryan membuat ketiga pria itu terkejut.
"Kamu gila Seno itu om aku lo Yan?"kata Jono yang gak habis pikir dengan pikiran Ryan.
"Walaupun Seno ommu tapi dia seumuran dengan kita. Kenapa aku memilih Seno karena sifatnya yang dingin dan tak tersentuh oleh perempuan setelah anak dan istrinya meninggal."kata Ryan.
"Bukannya itu akan membuat Shinta bebas Yan?"kata Anton.
"Kakak pikir Shinta bisa bebas setelah menjadi milik Seno gak kak, apa yang sudah menjadi milik Seno gak akan bisa seenaknya melakukan sesuatu."kata Jono.
"Jadi karena itu kamu yakin akan menikahkan Shinta dengan Seno? Tapi masalahnya memangnya dia mau menikah dengan Shinta?"kata Anton.
"Aku percayakan soal ini padamu, Jon."kata Ryan.
"Aku coba hubungi om Seno dulu semoga saja dia mau."kata Anton.
"Kalau dia gak mau suruh dia datang kesini atau kita yang datang ke tempatnya, aku mau menceritakan sesuatu padanya dan aku yakin pasti dia akan setuju."kata Ryan.
"Oke tunggu sebentar."kata Anton.
[Hallo ada apa kamu tumben menghubunggiku Jon?]
[Om, sedang ada dimana ini?]
[Lagi diperjalanan mau pulang ada apa?]
[Om, aku butuh bantuan om, om bisa gak datang ke perusahaan Ryan?]
[Boleh ini juga dekat dari perusahaannya.]
[Ya sudah kalau kayak gitu aku tutup dulu panggilannya om.]
Anton menganggukan kepalanya membuat ketiga pria itu tersenyum, tak begitu lama Seno sudah sampai diperusahaan Ryan. Seno langsung saja menuju ruangan Ryan karena diperusahaan itu hanya tinggal beberapa orang saja yang masih bekerja. Seno terkejut saat masuk karena disana ada Anton juga.
"Ada apa kalian suruh aku datang kesini?"kata Seno tanpa basa-basi.
"Kami butuh bantuanmu."kata Ryan membuat Seno mengangkat alisnya.
"Bantuan apa kalau aku boleh tau?"kata Seno.
__ADS_1
"Kami minta tolong sama kamu agar kamu menggantikanku menikah dengan Shinta, kamu maukan bantu kami?"kata Ryan.
"Kamu gila pernikahan itu bukan mainan Yan."kata Seno.
"Apa kamu mau kehilangan cinta pertamamu lagi?"kata Ryan membuat semua orang terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Ryan.
"Maksutmu apa aku gak ngerti?"kata Seno.
Ryan mengambil ponselnya lalu mencari foto Shinta waktu mbaknya itu masih memakai kacamata belum bisa berdandan saat itu dia masih duduk dibangku SMA dan saat itu banyak teman-temannya yang membully sejak kuliah barulah dia berubah saat dia dekat dengan Sisi dan om Damar. Mereka berdua mendekati Shinta lalu diam-diam menghasut mbaknya itu. Setelah menemukan foto Shinta barulah Ryan memberikan ponselnya pada Seno. Seno yang melihat foto itu terkejut lalu dia memandang kearah Ryan.
"Apa hubungannya dia sama Shinta?"kata Seno.
"Kamu perlihatkan foto itu pada kak Anton dan tanya siapa gadis itu pasti dia akan jawab jika itu mbak Shinta."kata Ryan membuat Anton mengambil ponsel ditangan Seno lalu melihat foto yang ada didalam ponsel itu.
"Iya ini Shinta saat dia belum dandan dulu. Kamu tau darimana kalau Shinta cinta pertama Seno?"kata Anton.
"Tanya saja sendiri padanya."kata Ryan sambil menujuk kearah Seno.
Seno menceritakan semuanya yang selama ini mencari keberadaan cinta pertama sekaligus perempuan yang sudah menyelamatkan nyawanya dulu. Tapi dia tertipu oleh istrinya yang menganggap perempuan itu istrinya karena istrinya mencintai Seno disaat-saat terakhir istrinya jujur jika dia bukan penolongnya.
"Sekarang bagaimana mau membantuku mengubah mbak Shinta dan menyadarkannya serta mendapatkan cinta pertamamu kembali atau mau kehilangannya lagi?"kata Ryan.
"Aku bantu kamu dan akan mengembalikan Shinta yang dulu."kata Seno membuat semua yang ada disana lega.
"Lalu apa rencanamu Yan?"kata Anton.
"Kita ubah pesta itu menjadi pesta topeng, lagian Shinta gak akan tau apa itu aku atau Seno karena tinggi dan suara kami hampir mirip bukan?"kata Ryan.
"Kamu benar juga, baiklah aku hubungi bunda bentar."kata Anton.
Anton menghubungi bunda dan menceritakan rencana mereka, bundanya tersenyum lalu setuju dengan rencana Anton lalu mengatakan semuanya pada Hardi untuk menjalankan rencana Anton dan yang lain. Ayah Danny bingung kenapa istrinya itu mengubah tema pesta padahal dia ingin Shinta dan Ryan melakukan akad nikah dengan sah.
"Bun, aku bingung sama kamu?"kata ayah Danny.
"Iya bun, kenapa sih temannya diganti pakai pesta topeng?"kata Shinta juga protes.
"Bunda suka saja lagian bukannya tambah seru dengan pesta topeng dan baru pernikahan kamu saja yang nanti akadnya pakai topeng bukannya itu akan jadi kenangan yang sangat terkesan dan mungkin saja nanti bisa ditiru oleh orang lain?"kata bunda Airin.
"Iya juga sih bun, baiklah aku setuju dengan rencana bunda."kata Shinta dengan senyum bahagia.
"Bunda gak ada rencana lain kan?"kata ayah Danny entah mengapa dia merasa jika istrinya mempunyai sebuah rencana.
"Aku gak rencana ayah saja yang terlalu curiga, oh ya bagaimana tadi Ryan sudah kamu beritau Shin?"kata bunda Airin.
"Sudah bun katanya dia nanti kesini sama Dayat."kata Sinta sambil tersenyum.
__ADS_1
"Okelah kalau gitu, bunda mau siapin yang lain dulu."kata bunda Airin.
Bunda Airin meninggalkan mereka berdua, Shinta memeluk ayahnya karena dia bahagia hari ini sebentar lagi dia akan menikahi Ryan secara sah. Berbeda dengan ayah Danny yang merasa kalau pernikahan ini salah tapi dia gak bisa berbuat apa-apa karena dia sayang banget dengan Shinta melebihi putranya sendiri.