
"Aku mau kakak hidup sehat."kata Lydia.
"Baiklah, tapi aku gak janji."kata Ryan.
"Ish nyebelin banget sih."kata Lydia membuat Ryan tersenyum sambil mengarukkan kepalanya yang gak gatal.
Malam itu Ryan sibuk dengan pekerjaannya sedangkan Lydia yang sudah berbaring diatas ranjang hanya membolak-balikkan badannya karena dia gak bisa tidur. Ryan yang melihat istrinya daritai hanya membolak-balikkan badannya berjalan menuju ranjang dan da berbaring diranjang samnil meletakkan laptopnya dimeja samping ranjang.
"Ada apa?"kata Ryan sambil membalingkan istrinya lalu mengelus kepala istrinya itu.
"Aku gak bisa tidur, aku bolehkan minum obat yang dari dokter?"kata Lydia meminta izin sama Ryan.
Ryan yang teringat dengan pesan dari dokter Sari sebisa mungkin Lydia tidur tak perlu meminum obat penanangnya. Ryan bingung apa yang membuat Lydia bisa tidur tanpa meminum obat penenang. Saat Ryan sedang melamun memikirkan cara agar Lydia tidur tak perlu meminum obatnya badannya diguncang oleh Lydia membuat Ryan tersadar dari lamunannya.
"Kak kok malah diam sih ditanyain juga."kata Lydia yang kesal.
"Kamu bisa gak tidur tanpa meminum obat dari dokter?"kata Ryan.
"Aku gak bisa kak."kata Lydia.
"Coba ya, sini mendekat sama aku biar aku peluk tidurnya."kata Ryan sambil menarik badan Lydia.
"Memangnya pekerjaan kakak sudah selesai aku gak mau ganggu kakak kerja?"kata Lydia.
"Nanti setelah kamu tidur baru aku kerjaan lagi pekerjaanku."kata Ryan sambil mencium kepala istrinya.
"Maaf ya kalau aku ngerepotin kakak."kata Lydia.
"Sudah tidur."kata Ryan.
Lydia memeluk erat Ryan sedangkan Ryan mengelus punggung Lydia tak lama kemudian istrinya itu tertidur nyenyak. Setelah Lydia tidur nyenyak Ryan mencoba untuk bangun tapi tetap tak melepas tangan Lydia agar istrinya itu tak bangun. Ryan berbaring sambil menyenderkan punggungnya dikepala ranjang sambil perutnya dipeluk oleh Lydia. Ryan membuka laptopnya lalu mulai fokus dengan pekerjaannya, Ryan menyelesaikan pekerjaan itu pukul 12malam setelah menyimpan semua pekerjaannya dan menutup laptopnya lalu mulai tidur dengan badan yang bersandar dikepala ranjang.
Keesokan paginya Lydia yang bangun terlebih dahulu terkejut melihat Ryan tertidur sambil menyandalkan badannya dikepala ranjang. Lydia melihat jam ternyata masih jam 5pagi, Lydia membangunkan Ryan agar Ryan bisa tidur dengan nyaman mumpung ini masih pagi.
"Kak... kakak bangun kak."kata Lydia tak butuh waktu lama Ryan membuka matanya.
__ADS_1
"Ada apa?"kata Ryan sambil memegang lehernya yang kram karena kelamaan tidur sambil badanya bersandar dikepala ranjang.
"Maaf buat tidur kakak gak nyaman semalam karena aku peluk kakak erat. Sekarang kakak tidur yang benar ya."kata Lydia.
"Memangnya ini jam berapa sayang?"kata Ryan.
"Ini jam 5pagi kak, kakak bisa tidur lagi aku mau pergi ke pasar mau beli sayuran buat dimasak."kata Lydia.
"Aku ikut kamu boleh ya?"kata Ryan.
"Memangnya kakak gak ngantuk apalagi semalam tidurnya gak nyaman?"kata Lydia yang khawatir dengan keadaan suaminya.
"Aku suka kalau kamu mengkhawatirkan aku kayak gini sayang, aku mandi bentar habis itu anterin kamu ke pasar."kata Ryan.
"Aku juga belum mandi kak, tapi aku mau cuci muka saja nanti saja habis masak baru mandi soalnya dipasar pasti bau amis lagi."kata Lydia.
"Ya sudah kalau gitu aku juga cuci muka saja sama kayak istriku."kata Ryan.
"Ya sudah tapi kakak ada jaket gak diluar pasti dingin kak kalau jam segini?"kata Lydia.
"Kayaknya ada dimobil, oh ya pasarnya jauh gak?"kata Ryan.
"Baiklah sekarang siap-siap dulu masak mau pakai baju tidur."kata Ryan.
"Kalau aku pakai ini boleh?"kata Lydia.
"Gak, kalau kamu pakai itu kamu tinggal dirumah saja biar aku saja yang ke pasar."kata Ryan.
"Kok gitu sih memangnya apa salahnya aku pakai baju kayak gini kan nanti luarnya pakai jaket lagi?"kata Lydia.
"Mau tau salahnya? Salahnya pakaian ini terlalu tipis dan terlihat bentuk badanmu aku gak mau milikku diliat orang banyak."kata Ryan.
"Memangnya kenapa 'kan kakak belum pernah liat?"kata Lydia.
"Karena aku belum pernah liat makanya aku gak akan izinkan orang lain lihat."kata Ryan.
__ADS_1
"Kalau kakak sudah liat berarti orang lain boleh liat juga dong?"kata Lydia.
"Gak aku gak akan izinin orang lain lihat walaupun aku sudah melihatnya. Lagian bagaimana aku bisa melihatnya kalau istriku saja masih belum rela aku liat jadi aku harus puasa entah sampaikan."kata Ryan membuat Lydia tersenyum.
"Tunggu kalau aku siap doain aku semoga aku cepat sembuh."kata Lydia.
"Memangnya kalau sembuh aku boleh buka puasa?"kata Ryan.
"Gak tau sudahlah, ayo siap-siap nanti kalau kesiangan kita gak dapat ikan segar."kata Lydia.
"Jangan beli banyak makanan 'kan nanti agak siangan kita berangkat ke Jakarta buat menghadiri pernikahan Aziz dan Ita."kata Ryan.
"Aku harus ikut ya? Kalau aku gak ikut memangnya gak bisa ya?"kata Lydia.
"Ita sahabatmu loh sayang, apalagi saat kita menikah gak ada temanmu yang kita kabari pasti mereka sedih."kata Ryan berkata dengan lembut.
"Tapi nanti balik kesini ya?"kata Lydia.
"Insya allah."kata Ryan membuat Lydia tau jawabannya pasti suaminya itu gak bisa antar dia kembali kesini.
"Ya sudah ayo kita siap-siap ke pasar."kata Lydia.
Ryan tau kalau istrinya kecewa, Ryan menghubungi Dayat untuk meminta bantuan supaya rumah kontrakan yang mereka tempati ini dibeli untuk Lydia. Saat Ryan baru selesai berbicara dengan Dayat bertepatan dengan Lydia yang selesai dari kamar mandi.
"Kak.."kata Lydia.
"Ada apa sayang?"kata Ryan bingung kenapa istrinya itu terlihat kesal.
"Katanya tadi mau cuci muka sama gosok gigi dikamar sebelah?"kata Lydia.
"Maaf tadi ada panggilan dari Dayat, ada hal yang kami bicarakan."kata Ryan.
"Memangnya sedang berbicara apa?"kata Lydia.
"Bukan apa-apa."kata Ryan.
__ADS_1
"Ya sudah kalau gak mau bicara sekarang cuci muka sana aku tungguin 15menit kalau gak keluar aku tinggal."kata Lydia.
Ryan yang mendengar kalau istrinya sedang kesal langsung saja meletakkan ponselnya setelah itu berjalan masuk kedalam kamar mandi. Lydia yang melihat tingkah Ryan hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah suaminya, Lydia mengambil jaketnya dan menunggu Ryan diruang tamu. Ryan yang keluar dari kamar langsung mengajak Lydia berangkat ke pasar tapi terlebih dahulu mengambil jaketnya yang ada didalam mobilnya. Sampai dipasar mereka memilih bahan makanan yang masih segar-segar tak lupa juga Lydia membeli jajanan pasar agar nanti bisa dimakan oleh Ryan. Ryan yang melihat kalau istrinya pandai menawar hanya terkejut karena Ryan tak pernah tau jika istrinya suka ke pasar yang dia tau kalau anak orang kaya pasti sukanya belanja dimall atau supermarket.