Takdir Cinta Lydia

Takdir Cinta Lydia
Rima dapat hukuman dari Sahrul


__ADS_3

"Ini yang kamu maksut dengan sesuatu yang penting."kata papa Irwan dengan nada naik satu oktaf lebih tinggi membuat Rima takut karena baru kali ini dia melihat kalau papa Irwan marah.


"Om bukan begitu kejadiannya."kata Rima.


"Lalu bagaimana kejadiannya?"kata papa Irwan.


"Om memang gadis itu duluan yang membuat masalah."kata Rima.


"Aku tak perduli dengan gadis itu, yang aku gak suka kenapa setiap melakukan hal buruk kamu selalu memakai nama keluargaku. Kamu itu siapa ha kamu bukan siapa-siapaku aku baik sama kamu karena aku menghormati papa kamu. Kalian juga jangan mentang-mentang bisa diterima magang disini bisa seenaknya meninggalkan pekerjaan. Kalian tau 'kan pekerjaan seorang siswa magang itu apa?"kata papa Irwan.


"Maaf kami gak akan mengulanginya lagi."kata Tiara dan dianggukin oleh Sisil.


"Baiklah kalian berdua kembalilah ke tempat kalian kamu Rim tetap disini."kata papa Irwan.


"Baik, kalau begitu kami permisi dulu."kata Tiara lalu setelah dapat anggukan dari papa Irwan mereka langsung keluar dari ruangan itu.


"Kamu bisa jelaskan sama om kenapa kamu selalu pakai nama keluargaku untuk kamu menindas orang?"kata papa Irwan.


"Mereka duluan yang menindasku om."kata Rima yang gak mau disalahkan atas perbuatannya yang semena-mena.


"Kamu tau putriku saja tak pernah memakai nama keluarga kami sedangkan kamu yang bukan siapa-siapa malah seenaknya memakai nama seenaknya."kata papa Irwan.


"Iya karena aku yakin putri om itu jelek, cupu makanya gak mau pakai nama keluarga agar gak malu."kata Rima membuat papa Sahrul langsung menampar putrinya itu.


"Papa menamparku."kata Rima tak terima.


"Kalau iya kenapa memang kamu yang salah selama ini papa sudah menahannya tapi kali ini kamu sudah keterlaluan."kata Sahrul.


"Pa, dia dulu yang ngerebut Rayyan dariku."kata Rima.


"Rul, kamu bisa selesaikan masalah ini diruanganmu, tapi aku mau mengingatkan sama kamu jangan sampai dia menindas orang dengan memakai namaku atau bertindak seenaknya sendiri karena kalau sampai aku dengar seperti tadi maaf aku tak bisa memaafkan putrimu dan akan melaporkan ke pihak yang berwajib karena memakai nama seenaknya sendiri."kata papa Irwan.


"Baiklah makasih kalau gitu aku pergi ke ruanganku dulu."kata Sahrul.

__ADS_1


"Oh ya aku besok gak ingin Rima magang disini lagi."kata papa Irwan membuat mereka berdua terkejut.


"Om kalau aku gak magang disin lagi aku harus magang dimana lagi? Kalau gak magang aku akan mengulang lagi ditahun depan."kata Rima.


"Itu bukan urusanku kamu berani berbuat berarti berani menanggung resiko dong."kata papa Irwan.


"Wan, ini baru beberapa hari masak kamu gak mau terima lagi Rima magang disini. Aku mohon sama kamu jangan keluarkan Rima dari sini."kata Sahrul.


"Aku sudah bilang sama kamu 'kan dan ternyata putrimu mengulanginya lagi."kata papa Irwan.


"Aku mohon apa kata keluargaku nanti."kata Sahrul.


"Kamu perduli dengan perkataan keluarga kamu lalu bagaiman keluargaku yang namanya selalu dirusak oleh putrimu yang tak tau diuntung? Sekarang kamu pilih putrimu yang berhenti atau kamu yang berhenti dari perusahaan ini."kata papa Irwan sudah gak tahan lagi dengan perilaku Rima dan Tina.


"Apa om gak ingat jika dulu papa menemani om dari bawah hingga seperti sekarang?"kata Rima.


"Aku akan selalu ingat itu tapi aku gak akan pernah bisa tinggal diam jika nama keluargaku dirusak oleh orang kayak kamu."kata papa Irwan sambil menunjuk Rima.


"Om akan menyesal karena telah memperlakukan aku seperti ini, liat saja apa yang akan aku lakukan padamu om."kata Rima mengancam.


"Ikut papa sekarang kamu."kata Sahrul sambil menarik tangan Rima. Tapi sebelum keluar Sahrul pamit untuk pulang ke rumah.


Papa Irwan hanya menghera nafasnya saja, setelah itu dia menghubungi Lydia dan menanyakan bagaimana kabar putrinya. Dia ingin bertemu dengan putrinya tapi hari ini Lydia tak bisa menemui papanya karena dia harus bekerja. Lydia janji saat libur kerja akan menemui putrinya itu.


Dirumah Sahrul langsung memarahi Rima habis-habisan, Tina yang baru saja datang dari toko langsung berlari menuju sumber suara untuk menanyakan apa yang terjadi.


"Pa ada apa ini?"kata Tina.


Sahrul langsung memutar rekaman yang dikirim oleh Irwan tadi dan menceritakan apa yang terjadi diperusahaan membuat Tina marah besar ke Sahrul karena menyalahka putrinya karena menurutnya putrinya gak salah.


"Pa, ini yang salah bukan Rima."kata Tina.


"Lalu siapa yang salah?"kata Sahrul.

__ADS_1


"Orang yang sudah merekam suara itu dan mengirimkannya ke Rima yang salah."kata Tina.


"Lalu apa hak Rima mengatai putri Irwan jelek dan cupu orangtua mana yang suka jika putrinya dijelek-jelekkan."kata Sahrul.


"Itu salah dia sendiri kenapa putrinya tak dipublik."kata Tina yang juga tak mau disalahkan.


"Baik kalau menurut kamu merasa benar, mana hp dan semua kartu kredit dan kunci mobil kalian."kata Sahrul.


"Pa, papa apa apaan sih."kata Tina.


"Berikan cepat."kata Sahrul sambil berteriak membuat mereka berdua terdima karena selama ini Sahrul tak pernah berkata kasar pada istri dan anaknya.


"Cepat berikan."kata Sahrul lagi.


"Aku gak mau pa, aku kalau gak pakai mobil naik apa kemana-mana?"kata Rima.


"Memangnya kamu mau kemana ha, bukannya kamu sudah gak terima magang diperusahaan Emirat."kata Sahrul membuat Tina terkejut.


"Pa, kenapa Rima dikeluarkan?"kata Tina.


"Orangtua mana yang mau anaknya dijelek-jelekan oleh orang lain sedangkan dia masih bergantung dengannya."kata Sahrul.


"Maksut papa Rima berkata putri Irwan jelek dan cupu didepan Irwan langsung?"kata Tina yang langsung dianggukin oleh Sahrul membuat Tina marah dan langsung menampar putrinya itu.


"Ma kenapa mama juga menamparku?"kata Rima.


"Karena kamu bodoh, pa mau ditaruh dimana muka kita pa, jika seluruh keluarga tau jika Rima tak diterima lagi magang diperusahaan Irwan?"kata Tina.


"Itu urusan kamu, aku sudah muak dengan tingkah kalian berdua. Lebih baik Rima yang dikeluarkan daripada aku yang dipecat."kata Sahrul membuat Tina terkejut.


"Kok bisa?"kata Tina.


"Kalian pikir sendiri apa yang sudah kamu dan putri kamu lakukan, sekarang berikan semua yang aku minta tadi."kata Sahrul yang sudah malas melihat istri dan anaknya.

__ADS_1


Sahrul tak habis pikir dengan istri dan anaknya yang suka sekali bikin masalah apalagi jika terjadi sesuatu yang buruk mereka akan mengancam menggunakan nama besar Emirat. Sahrul malu sebenarnya sama Irwan, walaupun dulu dia selalu menemani Irwan dari bawa tapi bukan berarti mereka bisa menggunakan nama Irwan seenaknya sendiri.


__ADS_2