Takdir Cinta Lydia

Takdir Cinta Lydia
Akhir kisah Lydia dan Ryan


__ADS_3

Lydia kembali ke rumah setelah dia bisa tenang dengan perasaannya, saat didalam kamar dia mengambil Raka dari boxnya lalu menidurkannya diranjang. Lydia memandangi wajah Raka yang mirip dengan wajah Ryan membuatnya tersenyum sendiri. Apalagi saat Raka tidur jika Lydia yang menganggunya Raka tak pernah bangun seperti Ryan yang selalu dia ganggu saat tidur. Malam semakin larut membuat sepasang indah milik Lydia pelan-pelan tertidur.


Sedangkan Ryan yang berada didalam pesawat walaupun terlihat biasa saja tapi dia tetap waspada. Ryan dan pramugari lain semakin waspada saat pesawat mereka mulai goyang. Ryan dan awak kapal memutuskan untuk duduk lalu kembali mengunakan seltbelt agar jika terjadi sesuatu mereka bisa aman. Pesawat itu hanya sebentar kembali tenang setelah itu terdengar suara co pilot yang mengatakan jika bahan bakar pesawat habis dan mereka tak bisa kembali ke landasan sedangkan landasan lainnya jauh. Baru saja co pilot berbicara seperti itu tiba-tiba sayap sebelah kanan terbakar dan terdengar bunyi letusan membuat mereka semakin panik. Ryan menghela nafas pasrah jika itu memang hari terakhirnya. Pesawat itu mulai menikuh ke bawah dengan tajam, pramugari yang ditugaskan oleh Dayat untuk menjaga Ryan berjalan menghampiri Ryan membuat Ryan terkejut.


"Kamu kenapa kemari? Ayo duduk dan pasang seltbeltmu."kata Ryan yang gak mau terjadi sesuatu dengan pramugari cantik itu.


"Tuan saya kesini untuk memastikan keselamatan anda."kata pramugari.


"Aku gak papa sekarang kamu duduk dan pasang seltbelt itu."kata Ryan.


Pramugari itu duduk didepan Ryan tempat dimana biasanya Dayat duduk, baru saja pramugari itu memasang seltbeltnya. Pesawat itu bener-benar jatuh dan meledak. Lydia yang tertidur nyenyak bermimpi jika Ryan mengucapkan kata perpisahaan membuatnya terbangun dari tidurnya. Lydia mengambil ponselnya ternyata masih jam 3pagi Ryan pasti belum sampai Jakarta. Lydia memutuskan untuk tidur lagi setelah menganti pampers dan memberi ASI Raka. Pagi harinya Lydia dikejutkan dengan suara pintu yang diketuk dengan keras dari luar membuat Lydia buru-buru bangun.


Lydia berjalan membuka pintu baru saja dia membuka pintu Dahlia memeluknya sambil menangis membuat Lydia bingung ada apa dengan teman serumahnya ini. Saat dia melepaskan pelukan Dahlia disana ada kedua mertua, orangtuanya, Dayat dan juga Anton. Lydia bingung kenapa mereka ada disini dengan kedua mamanya menangis.


"Ada apa ini kenapa kalian kemari? Bukannya kak Ryan seharusnya sampai diJakarta pagi ini?"kata Lydia bingung.


"Sayang kamu yang sabar ya."kata bunda Airin sambil menangis.


"Ada apa sebenarnya kenapa kalian menyuruhku sabar? Kak Ryan mana apa dia gak ikut kemari?"kata Lydia yang mencari suaminya.


"Ly, pesawat yang dinaiki Ryan semalam jatuh dan meledak."kata ayah Dany.


"Gak gak mungkin kalian bohongkan gak mungkin pesawat kak Ryan jatuh."kata Lydia yang mulai menangis.

__ADS_1


"Benar sayang pesawat suamimu jatuh makanya kami semua kesini untuk mencari tau bagaimana keadaan Ryan."kata papa Irwan.


Lydia pingsan setelah mendengar perkataan papa Irwan membuat semua orang panik apalagi Raka saat Lydia pingsan terus saja menangis. Mak Masnah yang bisa menenangkan Raka hari itu juga tak bisa membuat semua orang yang ada dirumah panik karena tak ada yang bisa menenangkan Raka. Lydia tersadar dari pingsannya sambil mencari keberadaan suaminya tapi suaminya yang dia cari tak ada. Lydia mendengar suara Raka menangis lalu turun dari ranjang untuk mengendong Raka supaya putranya itu berhenti menangis. Benar saja Raka saat berada digendongan Lydia langsung terdiam dan mencari sumber makanannya membuat Lydia tersenyum walaupun hatinya sakit karena suaminya belum ada kabar masih hidup atau sudah meninggal.


"Bun, yah aku sama Dayat mau ke tempat kejadian."kata Anton.


"Ya sudah hati-hati kalau ada kabar tentang apapun tolong kabari kami secepatnya."kata ayah Dany.


"Ya, kami permisi dulu."kata Dayat.


Kedua pria itu pergi, Lydia menatap kepergian kedua pria itu dan berharap pada mereka agar secepatnya mendapatkan kabar tentang Ryan. Lydia menidurkan Raka dikasur yang biasanya Raka tidur baru saja sebentar putranya itu menangis membuat Lydia kembali mengendong Raka. Mama Intan dan bunda Airin mendekati ibu dan anak itu untuk bergantian mengedong Raka tapi bayi kecil itu terus menangis digendongan kedua neneknya membuat Lydia mengambil alih Raka. Seharian ini Raka benar-benar tak bisa lepas dengan mommynya mungkin karena ikatan batin antara ibu dan anak sangatlah kuat makanya Raka tak mau lepas dari gendongan Lydia supaya mommynya itu tak sedih. Lydia sendiri hari ini tak terlalu banyak makan dia hanya makan saat disuapi mama Intan ataupun bunda Airin.


"Ly..."kata mama Intan.


"Kamu harus kuat ya jika terjadi sesuatu dengan Ryan, kamu harus ingat jika ada Raka yang harus kamu jaga."kata mama Intan.


"Iya ma, mama bantu aku supaya aku bisa menjalani cobaan ini."kata Lydia sambil menangis.


Mama Intan memeluk putrinya itu dengan dielus lembut rambutnya, Lydia yang berada dipelukan mamanya menangis sejadi-jadinya karena hanya mamanya yang jadi bahu sandarannya untuk sekarang.


"Ma, aku gak siap kehilangan kak Ryan ma. Aku rela kak Ryan nikah lagi atau berpisah dengan kak Ryan asal dia hidup dan aku bisa melihatnya ma. Daripada kami bersama tapi setelah itu Allah mengambilnya."kata Lydia sambil terisak.


"Kamu ngomong apasih sayang, mama yakin pasti Ryan masih hidup."kata mama Intan menguatkan putrinya.

__ADS_1


"Tapi aku takut ma, aku takut apa aku sanggup hidup tanpa kak Ryan? Selama ini walaupun aku berpisah tapi Jono selalu mengirimkan video kak Ryan jika bertemu dengannya dan saat Raka lahir lewat ponsel kak Ryan yang mengadzaninya."kata Lydia menceritakan semua pada mamanya.


"Apa Ryan tau tentang semua yang kamu lakukan ini?"kata mama Intan.


"Belum ma, niatnya aku mau kasih tau kak Ryan saat nanti kak Ryan balik lagi kesini."kata Lydia.


"Sudah ya jangan sedih lagi sekarang Lydia tidur mama temani."kata mama Intan.


Sejak malam itu sudah satu bulan keluarga itu mencari keberadaan Ryan tapi tak ditemukan yang ada hanya puing-puing kapal hingga suatu pagi Anton menghubungi orangtuanya jika tubuh Ryan ditemukan dengan keadaan hangus terbakar sampai tak dikenali untung saja cincin dan kalung yang dipakai mayat itu bisa dikenali dan dinyatakan jika Ryan telah meninggal. Akhir pencarian itu semua awak kapal dan Ryan ditemukan jenazahnya hingga membuat pencarian dihentikan. Lydia yang tau hanya menjerit histeris apalagi saat melihat jenazah suaminya yang hangus terbakar membuat mama Intan dan papa Irwan menenangkan putrinya.


2tahun kemudian


Sejak meninggalnya Ryan, Lydia memutuskan untuk pulang ke Indonesia. Lydia dibantu oleh Dayat mengelola perusahaan yang ditinggalkan oleh Ryan serta dia juga tinggal dirumah yang sudah dibangun oleh Ryan untuknya. Lydia fokus dengan perusahaan tapi dia tak pernah lupa dengan putra kecilnya yang kini tetap dirawat oleh mak Masnah sedangkan Dahlia sendiri menikah dengan Anton.


Hari mingggu itu Lydia mengajak putranya untuk pergi ke makan Ryan setiap hari minggu Lydia akan selalu datang ke makam suaminya bersama dengan Raka. Lydia ingin Raka mengenal daddynya tanpa ditutup-tutupi. Lydia berjanji akan menjaga dan membesarkan Raka sesuai dengan keinginan Ryan.


"Kak, kami datang lagi. Bagaimana kabarmu disana pasti baikkan?"kata Lydia.


"Kamu tau gak selama kamu gak ada aku benar-benar capek dengan pekerjaan yang selalu menumpuk untung saja ada Dayat kalau gak ada dia aku gak tau lagi harus bagaimana. Kak, aku bahagia disini dengan Raka. Doakan kami supaya kami tetap kuat menjalani hidup tanpa dirimu. Kami pamit ya habis ini aku dan Raka mau ke rumah mbak Shinta buat jenguk keponakanmu."kata Lydia.


Lydia mencium batu nisan Ryan begitu juga dengan Raka melakukan hal yang sama seperti mommynya.


Cinta sejati bukanlah bagaimana kamu memaafkan, tetapi bagaimana kamu melupakan, bukan apa yang kamu lihat tetapi apa yang kamu rasakan, bukan bagaimana kamu mendengarkan tetapi bagaimana kamu mengerti, dan bukan bagaimana kamu melepaskan tetapi bagaimana kamu bertahan.

__ADS_1


__ADS_2