
Lydia setelah berbicara dengan Aziz, memutuskan untuk memantapkan hatinya untuk memaafkan Rayyan tapi untuk beberapa hari ini dia akan melihat dulu bagaimana perjuangan Rayyan untuk minta maaf padanya. Saat dia sedang melamun dikosannya Sandra datang menghampirinya.
"Tumben kamu pulang ke kosan? Sudah memutuskan untuk bertemu dengan kak Rayyan?"kata Sandra.
"Aku belum siap jika harus bertemu dengannya untuk sekarang ini aku ingin memantapkan hatiku untuk berbicara dengannya. Gak mungkinkan kami bermusuhan hanya gara-gara ini?"kata Lydia.
"Kamu mau balikan dengan kak Rayyan?"kata Sandra.
"Ya gaklah, aku cuma gak mau memiliki musuh, bukannya kita berdua bisa berteman?"kata Lydia bertanya pada Sandra.
"Kamu benar, lagian semua sudah jelas kalau kamu gak salah, masak kamu bisa maafin Rima yang sudah mefitnahmu sedangkan Rayyan gak bisa kamu maafkan?"kata Sandra yang gak ingin sahabatnya ini nanti menyesal.
"Aku ingin melihat seberapa besar usaha kak Rayyan untuk minta maaf padaku dulu."kata Lydiia.
"Terserah kamu, aku sama Ita selalu ada buat kamu."kata Sandra.
"Makasih ya karena kalian selalu ada buat aku disaat susah dan senang."kata Lydia.
"Itulah gunanya teman, disini kita jauh dari orangtua hanya denga temanlah kita bis saling berbagi."kata Sandra.
Lydia yang mendengar ucapan Sandra langsung memeluknya erat, saat Ita masuk ke dalam kamar kos Lydia dia langsung memeluk kedua sahabat itu. Mereka bertiga setelah itu tertawa bersama, Ita menunjukan bungkusan yang dia beli diwarung depan.
"Liat ni aku bawa apa?"kata Ita sambil mengangkat kantong plastik yang dia bawa.
"Kamu pagi-pagi begini sudah keluar habis darimana?"kata Lydia.
"Aku bangun tidur lapar, makanya aku langsung cuci muka dan langsung pergi keluar buat cari bubur ayam."kata Ita.
"Kamu beli dimana bubur ayamnya?"kata Sandra.
"Aku beli didepan sana, yang kata anak-anak buburnya murah tapi tettap enak."kata Ita.
"Wah, kalau gitu ayo kita makan sebentar aku ambil wadah sama sendok."kata Lydia yang bangun dari duduknya untuk mengambil wadah.
Mereka bertiga menikmati bubur itu bersama-sama sambil bercanda ria berbeda dengan Rayyan yang berada diRumah Sakit wajahnya semakin hari semakin kusut membuat kedua temannya khawatir kalau Rayyan akan jatuh sakit.
__ADS_1
"Yan, kamu kenapa?"kata Panji.
"Kamu masih kepikiran sama Lydia?"kata Bagas.
"Iya,aku gak bisa tenang sebelum bertemu dengan Lydia dan meminta maaf. Walau nantinya aku gak bisa menjadi kekasihnya lagi setidaknya dia masih mau menjadi teman."kata Rayyan.
"Kamu sudah cari ke kosannya?"kata Bagas yang sebenarnya kasian tapi mau bagaimana lagi dia tak bisa membantunya.
"Aku sudah mencarinya dimana-mana tapi tak bertemu, dia selalu saja menghindar dariku."kata Rayyan.
"Mungkin saja dia masih belum mau bertemu denganmu, dia masih butuh waktu untuk memaafkanmu. Aku yakin jika Lydia akan memaafkanmu tapi tidak sekarang."kata Bagas.
"Bagas benar, kamu berikan waktu pada Lydia aku yakin jika dia pelan-pelan akan memaafkanmu."kata Panji.
"Tapi kapan?"kata Rayyan yang dijawab dengan gelengan oleh kedua temannya karena mereka juga tak tau kapan Lydia akan memaafkan Rayyan.
Mereka bertiga langsung bangun saat jam sudah menunjukkan jika mereka harus segera bekerja dibagian mereka masing-masing. Hari ini Rayyan benar-benar sibuk sehingga dia memutuskan untuk tak pergi mencari Lydia saat istirahat karena Rayyan ingat jika hari toko Lydia tutup.
Rayyan hari ini benar-benar mengunakan waktu istirahatnya untuk istirahat, dia tak minta izin untuk keluar. Panji dan Bagas yang melihat Rayyan sedang tertidur diranjang tempat mereka beristirahat. Mereka mendekati Rayyan dan merasa kasihan saat melihat wajah Rayyan yang kelelahan itu. Bagas hanya menghera nafasnya seandainya saja Rayyan tak ceroboh dan mendengarkan perkataannya mungkin Rayyan dan Lydia masih bersama sekarang.
"Ta, aku boleh minta tolong sama kamu?"kata Lydia.
"Kamu mau minta tolong apa?"kata Ita.
"Aku mau bertemu dengan kak Rayyan sebentar, apa kamu mau membantuku buat nyelesaiin ini?"kata Lydia.
"Oh siap mah kalau itu, kamu sudah siap bertemu dengan kak Rayyan?"kata Ita.
"Aku sudah siap, lagian mau sampai kapan aku harus menghindarinya. Aku ingin hidup tenang Ta."kata Lydia.
"Aku yakin kamu pasti bisa, semangat."kata Ita.
Saat Ita baru selesai berbicara Rayyan datang menghampiri mereka berdua, awalnya Rayyann bingung mau bicara apa tapi setelah itu dia memberanikan diri untuk berbicara dengan Lydia. Dia tak mau masalahnya dengan Lydia berlarut-larut.
"Ly aku boleh berbicara denganmu sebentar?"kata Rayyan.
__ADS_1
"Baiklah tapi kita bicara diluar saja."kata Lydia yang langsung berjalan keluar yang diikuti oleh Rayyan dibelakangnya. Mereka berhenti dan duduk dikursi yang disediakan oleh toserba untuk duduk.
"Kamu mau bicara apa?"kata Lydia yang memulai berbicara duluan.
"Aku mau minta maaf padamu karena aku sdah buat kamu sakit hati dengan ucapanku."kata Rayyan.
"Aku memaafkanmu, aku juga mau hidup tenang."kata Lydia.
"Makasih Ly, apa kita bisa dekat lagi seperti dulu lagi?"kata Rayyan.
"Kita temenan aja ya kak, kayaknya itu lebih nyaman buat kita saat ini."kata Lydia.
"Ya sudah kalau gitu, tapi aku akan berusaha buat yakini kamu agar kita bisa balik bersama kayak dulu."kata Rayyan yang masih kekeh ingin kembali menjalani hubungan dengan Lydia.
"Sudah dulu ya kak, aku harus masuk ke dalam gak enak sama Ita."kata Lydia langsung berdiri meningalkan Rayyan sendirian.
Rayyan yang ditinggal hanya menghera nafas saja, dia berjanji pada Lydia kalau dia akan membuktikan ketulusannya dan dia juga akan mengubah sifatnya yang selalu percaya dengan orang lain tanpa mencaritau kebenarannya terlebih dahulu. Rayyan memutuskan untuk kembali ke Rumah Sakit karena sebentar lagi dia harus masuk kerja.
"Gimana?"kata Ita yang melihat Lydia kembali masuk ke dalam.
"Gimana apanya?"kata Lydia.
"Kamu sudah memaafkan kak Rayyan?"kata Ita penasaran.
"Aku sudah memaafkannya tapi dia tetap kekeh ingin kembali menjalin hubungan denganku."kata Lydia sambil menghera nafas.
"Lalu kamu sendiri bagaimana?"kata Ita.
"Maksutnya gimana?"kata Lydia tak paham dengan pertanyaan Ita.
"Hati kamu gimana? Masih mau menjalin hubungan dengan kak Rayyan atau hanya berteman dengannya untuk sekarang?"kata Ita.
"Aku masih belum ingin pacaran untuk sekarang, lebih baik sekarang aku bersenang-senang sama kalian dan fokus sama kuliahku."kata Lydia.
"Aku dan Sandra akan selalu mendukungmu, semangat."kata Ita.
__ADS_1
"Ayo semangat kerja lagi sekarang."kata Lydia sambil tersenyum senang karena sekarang pikirannya sudah tenang gak ada beban lagi.