
Aziz yang sedang sibuk diperusahaan saat mendengar ponselnya berbunyi langsung saja melihat ponselnya ternyata itu pesan dari Lydia yang meminta Aziz menjemputnya saat Lydia pulang kerja.
Aziz
[Jam berapa kamu pulang kerja?]
Setelah mengirim pesan pada Lydia sambil menunggu Lydia membalas pesannya Aziz kembali fokus dengan pekerjaannya lagi. Lydia sendiri yang tau kalau ponselnya berbunyi tak bisa langsung melihatnya karena dia sedang melayani pembeli yang sedang membayar dikasir.
Saat para pembeli sudah sepi barulah Lydia melihat ponselnya, benar saja itu balasan dari Aziz yang bertanya padanya jam berapa dia pulang. Itu berarti Aziz bisa menjemputnya membuat Lydia tersenyum senang. Ita yang melihat sahabatnya tersenyum langsung saja bertanya pada Lydia.
"Kamu kok senyum-senyum sendiri ada apa?"kata Ita yang penasaran dengan senyuman Lydia.
"Ini kak Aziz tanya jam berapa kita pulang, itu tandanya dia bisa menjemputku."kata Lydia.
"Kamu jadi nginap dirumah Rani?"kata Ita.
"Aku gak tau mungkin yang lebih aman aku tinggal dirumah tante."kata Lydia.
"Tapi kalau Rayyan mengikutimu dan tau kamu tinggal dirumah tante kamu bagaimana?"kata Ita.
"Kamu benar juga, nantilah aku pikirin kalau gak dirumah Rani ya aku balik ke kosan 'kan bisa."kata Lydia.
"Ya sudah terserah kamu, aku akan bantu sebisaku."kata Ita.
"Makasih ya aku bahagia karena mempunyai dua teman yang baik seperti kalian."kata Lydia.
"Kamu kayak sama siapa saja, aku sudah menganggap kamu sebagi saudaraku sendiri karena hanya kamu dan Sandra yang dekat denganku."kata Ita membuat Lydia memeluknya.
"Eh aku balas kak Aziz dulu bentar."kata Lydia yang ingat jika dia belum membalas pesan Aziz.
"Ya sudah kamu balas pesan kak Aziz dulu biar aku layani pembeli itu jika dia mau bayar."kata Ita.
Mendengar perkataan Ita, Lydia langsung saja tersenyum dan membalas pesan dari Aziz. Lydia berharap agar laki-laki itu bisa menjemputnya karena hanya Aziz harapan Lydia sekarang untuk menghindari Rayyan.
Lydia
[Aku pulang jam 9 kak, tapi nanti jemputnya dipintu samping.]
Aziz yang mendengar ponselnya berbunyi langsung saja melihat ponselnya karena dia sedang menunggu balasan dari Lydia. Dia juga ingin tau kenapa Lydia ingin dijemput olehnya padahal Aziz ingat jika kosannya dekat dengan tempat kerja.
Aziz
[Oke nanti aku jemput kenapa harus lewat pintu samping?]
Lydia
[Aku akan cerita nanti kalau kakak jemput aku.]
__ADS_1
Aziz
[Baiklah kalau begitu sampai ketemu nanti aku akn tagih cerita kamu.]
Lydia
[Siiip kalau gitu aku kerja lagi kak.]
Aziz
[Oke]
Lydia setelah berkirim pesan dengan Aziz langsung saja menyimpan ponselnya setelah itu dia membantu Ita melayani pelanggan dengan wajah yang lega tak seperti tadi sebelum berkirim pesan dengan Aziz wajahnya terlihat khawatir banget. Ita yang melihat tersenyum senang, dia tau jika sahabatnya ini masih belum mau berbicara dengan Rayyan.
"Seneng banget kelihatannya?"kata Ita melayani pembeli sambil menggoda Lydia sedangkan yang digoda hanya tersenyum senang.
"Iya dong kak Aziz mau jemput aku malam ini, maaf ya aku ngerepotin kamu lagi nanti."kata Lydia.
"Gak papa kok."kata Ita.
"Atau gini saja aku minta tolong kak Aziz buat bantuin kamu setelah jemput aku dipintu samping?"kata Lydia yang gak tega jika sahabatnya harus menutup pintu toko sendirian.
"Gak papa, lagian nanti kalau ketahuan kak Rayyan bagaimana?"kata Ita yang khawatir jika Lydia ketahuan sama Rayyan padahal dia masih belum mau bertemu dengannya.
"Gampang itu mah, mobil kak Aziz kacanya 'kan gelap jadi gak terlihat dari luar."kata Lydia yang ingat jika mobil Aziz gelap.
"Baiklah terserah kamu saja."kata Ita menyerah karena dia tak akan menang berdebat dengan Lydia.
Malam harinya saat pulang kerja benar saja Aziz sudah menunggu Lydia dipintu samping, Lydia yang keluar dari pintu samping langsung saja masuk ke dalam mobil Aziz sambil melihat kiri kanan seperti maling. Aziz yang melihat hanya mengelengkan kepalanya, dia juga terkejut karena Lydia malah masuk ke belakang bukannya disampingnya.
"Kamu kenapa malah duduk dibelakang?"kata Aziz.
"Kakak bantuin Ita nutup pintu depan kasian kalau hanya dia sendirian."kata Lydia.
"Lalu mobil ini aku bawa kedepan gak papakan?"kata Aziz.
"Gak papa tapi mobil ini gak akan terliat dari luarkan jika ada orang didalam?"kata Lydia.
"Gak tenang saja."kata Aziz sambil memajukan mobilnya menuju parkiran depan.
Saat sudah diparkiran depan Aziz langsung keluar dari mobil untuk membantu Ita menutup pintu. Tapi baru saja mereka akan menutup pintu Rayyan datang.
"Ta, Lydia mana?"kata Rayyan to the point.
"Eh kak Rayyan kamu telat Lydia sudah pulang daritadi."kata Ita.
"Bukannya tadi dia bilang mau bicara sama aku saat pulang kerja?"kata Rayyan.
__ADS_1
"Bukannya kakak yang bilang kalau akan bicara sama Lydia saat pulang kerja bukan dia yang mau nunggu kakak?"kata Ita mengingatkan Rayyan.
"Ya sudah kalau kayak gitu aku cari dia ke kosan saja, kamu mau bareng aku?"kata Rayyan.
"Maaf kak, gak liat ada yang sedang menunggu aku disini?"kata Ita sambil melihat kearah Aziz yang sedang membantu Ita menutup pintu toserba.
"Oh ya sudah kalau kayak gitu aku duluan."kata Rayyan.
"Bukannya kamu sudah putus sama Lydia tapi kenapa masih mencari dia lagi?"kata Aziz yang sudah selesai mengunci pintu.
"Aku memang sudah putus sama dia, makanya aku mau cari dia untuk mengajaknya balikkan."kata Rayyan.
"Ih kok ada muka mau balikan lagi setelah apa yang kamu lakukan, ayo sayang kita pulang."kata Aziz membuat Ita langsung terdiam karena Aziz memanggilnya sayang.
"Ta ayo."kata Aziz yang sadar jika Ita tak mengikutinya, Ita yang dipanggil lagi langsung tersadar dan berlari kecil untuk menyusul Aziz yang sudah ada didepan. Tapi dia tak lupa pamit sama Rayyan yang masih ada disana, Rayyan sendiri juga terkejut saat Aziz bilang sayang pada Ita.
"Ayo masuk dia ada dibelakang, kamu disampingku saja biar Rayyan gak curiga."kata Aziz pelan mebuat Ita mengerti kenapa tadi Aziz menyebutnya sayang ternyata itu hanya sandiwara agar Rayyan tak curiga untung saja Ita gak geer.
Mereka berdua masuk ke dalam mobil, Ita melihat ke belakang ternyata Lydia sudah tidur. Ita tersenyum dan gak nyangka jika Lydia bisa tidur didalam mobil. Aziz yang melihat Ita tersenyum langsung melihat kearah mana dia melihat ternyata Lydia tidur. Aziz hanya menghera nafasnya karena tadi Lydia belum sempat bertanya mau diantar kemana.
"Ta, maaf ya tadi aku manggil kamu sayang, aku gak bermaksut begitu."kata Aziz yang merasa bersalah pada Ita.
"Gak, papa kok kak aku ngerti."kata Ita sambil tersenyum.
"Oh ya tadi Lydia bilang gak mau pulang kemana?"kata Aziz.
"Tadi dia bilang kalau gak pulang ke rumah tantenya ya ke kosan tapi kalau ke kosan kayaknya gak bisa karena Rayyan pasti kesana sekarang."kata Ita.
"Ya sudah kalau kayak gitu aku akan bawa dia ke rumah tantenya, tapi sebelum itu aku antar kamu pulang ke kosan dulu."kata Aziz.
"Kak, aku pulang jalan saja gak papa."kata Ita.
"Gak bisa, apa kata Rayyan kalau kamu jalan kaki ke kosan."kata Aziz yang membuat Ita langsung menganggukan kepalanya.
Beberapa hari ini Lydia selalu dijemput oleh Aziz dan dia tinggal diapartemennya sendiri yang dulu hadiah ulang tahun dari papanya tapi Lydia tak pernah datang untuk melihatnya. PIkirnya nanti setelah lulus kuliah baru dia akan memakai apartemen itu untuk ditinggali.
"Mau sampai kapan kamu menghindar dari Rayyan?"kata Aziz setelah mengantarkan pulang Ita terlebih dahulu.
"Aku gak tau kak, aku belum siap buat bertemu dengannya."kata Lydia.
"Masalah itu harus diselesaikan bukan malah dihindari kayak gini, kalau sampai Hendru tau pasti dia akan marah sama kamu."kata Aziz.
"Iya kalau hatiku sudah siap aku akan menemuinya."kata Lydia.
"Mau sampai kapan? Kalau kamu gak paksa hati kamu akan terus gak siap dan masalah kamu gak akan pernah selesai."kata Aziz.
"Baiklah besok aku akan bertemu dengannya."kata Lydia.
__ADS_1
"Itu baru adikku sama Hendru."kata Aziz.
Lydia langsung naik ke unit apartemennya saat sudah sampai beda lagi dengan Rayyan dari beberapa hari ini kesana kemari tapi tak bertemu dengan Lydia. Dia ingin segera minta maaf pada Lydia dan ingin kemblli menjalin hubungan lagi dengan gadis itu. Walau pasti susah untuk bersatu lagi tapi Rayyan akan melakukan berbagi cara untuk meminta balikan pada Lydia.