
Lydia dan Sandra sampai kampus langsung saja menuju ruang kerasnya. Saat mereka berdua baru saja masuk banyak pasang mata yang memandang kearah mereka berdua lebih tepatnya ke Lydia.
"Kalian kenapa sih liatin kita kayak gitu?"kata Sandra yang risih.
"Kami kasian sama kamu Ly."kata salah satu teman mereka.
"Kaisan kenapa memangnya?"kata Sandra.
"Kasian saja yang pacaran Lydia sama Rayyan tapi malah Rayyannya bertunangan sama Rima."kata teman lainnya.
"Memangnya apa masalahnya mereka berdua hanya pacaran belum menikah, kalau sudah menikah baru itu beda lagi."kata Jono yang datang dengan Roni dan Rani.
"Iya mulut kalian tu yang harusnya dijaga, lagian Lydia sama kak Rayyan sudah putus lama."kata Rani membuat mereka semua terdiam.
"Sudah gak usah perduliin mereka sekarang kita duduk saja yuk sebentar lagi pasti dosennya datang."kata Jono mengajak teman-temannya untuk duduk.
Mereka semua duduk ditempat mereka yang biasa mereka tempati. Saat baru saja duduk dosen mereka datang, Lydia yang berusaha fokus malah tak bisa fokus. Dia kepikiran tentang Rayyan terus, entah mengapa mulutnya bilang ikhlas tapi hatinya sakit banget. Sandra yang melihat wajah Lydia yang termenung hanya terdiam. Dia harus memikirkan sesuatu agar Lydia bisa melupakan kesedihannya.
"Kamu mau melamun didalam kelas atau mendengarkan materi saya?"kata dosen bertanya pada Lydia.
"Ly, ditanya sama dosen tu."kata Rani sambil menyikut Lydia menyadarkan dia dari lamunannya.
"Ada apa?"kata Lydia yang sadar dari lamunan karena disikut oleh Rani.
"Kamu mau melamun atau mendengar materi saya?"kata dosen bertanya lagi.
"Maaf bu, saya mau mendengar penjelasaan ibu."kata Lydia.
"Kalau memang mau mendengarkan materi saya jangan melamun lagi."kata dosen.
"Baik bu, sekali lagi saya minta maaf."kata Lydia.
Setelah berbicara dengan Lydia, dosen itu memulai lagi membahas materi hari ini. Selesai menjelaskan seperti biasa dia memberikan tugas bagi para mahasiswanya dan akan dikumpulkan nanti saat mereka bertatap muka lagi.
"Kalian mau ke kantin gak?"tanya Jono saat dosen yang mengajar mereka pergi.
"Boleh, aku lapar ini."kata Lydia yang memang perutnya sekarang lapar banget.
"Ya sudah ayo aku juga lapar ini tadi pagi gak sarapan tau gak."kata Sandra semangat.
"Kamu itu kalau soal makan no 1 tapi otak kamu kok tetap encer sih?"kata Roni.
"Aku juga gak tau kalau soal itu."kata Sandra.
"Sudah ayo ke kantin nanti keburu jam pelajaran kedua dimulai"kata Rani mengajak mereka segera pergi ke kantin.
__ADS_1
Benar saja mereka pergi ke kantin disana sudah penuh mahasiswa. Untung saja Rani melihat dimeja paling ujung ada tempat kosong. Mereka langsung saja jalan kesana, tapi baru saja duduk mereka langsung diliatin banyak mahasiswa lain.
"Mereka kenapa liatin kita kaya gitu?"kata Rani.
"Aku juga gak tau, sudah gak usah pikirin mereka. Kalian mau pesan apa biar kami berdua yang pesanin?"kata Roni dan dianggukin oleh Jono.
"Aku kayak biasanya aja."kata Lydia.
"Aku juga kayak biasanya."kata Sandra.
"Aku juga sama, nih duitnya."kata Rani.
"Nanti saja pakai uangku dulu."kata Roni.
Setelah Roni bilang begitu mereka berdua langsung meninggalkan ketiga perempuan itu untuk memesan makanan. Saat kedua pria itu meninggalkan meja itu ada salah satu gadis mendekati mereka.
"Kalian kok berani duduk disini sih?"kata mahasiswi itu.
"Memangnya ada apa ya?"kata Rani yang ingin tau.
"Kalian gak tau kalau meja ini dikhususkan untuk pria tampan dikampus kita."kata mahasiswi.
"Pria tampan siapa?"kata Lydia.
"Sudah duduk saja gak usah dengarkan mereka."kata Aziz yang datang bersama dengan Dion dan Gabriel.
"Iya mereka kalau gitu kita pergi dulu."kata mahasiswi itu.
Mereka bertiga langsung duduk dimeja yang bisa mereka duduki. Aziz yang tau pasti jika sebentar lagi ada dua teman pria mereka langsung saja menarik dua buah bangku yang baru saja ditinggalkan oleh orang.
"Kok narik kursi lagi kak?"kata Rani.
"Memang mereka berdua gak usah duduk?"kata Aziz sambil memandang kearah Roni dan Jono.
Rani yang melihat kearah yang ditunjuk oleh Aziz langsung menepuk jidatnya karena dia lupa jika ada 2 temannya yang sedag memesan makanan.
"Kamu kenapa?"kata Aziz yang gemes dengan Rani.
"Aku lupa kak, kalau ajak mereka juga."kata Rani sambil nyengir.
"Kamu itu."kata Aziz.
"Kalian kok ada disini memangnya gak magang?"kata Lydia.
"Lagi libur makannya kami kesini."kata Dion sambil memandang kearah Sandra.
__ADS_1
"Kamu ngapain pandangin Sandra terus?"kata Gabriel.
"Apaan sih kamu kepo saja."kata Dion yang langsung ditertawai oleh yang lainnya.
"Kalian mau pesan apa nih?"kata Aziz.
"Aku pesan minum kayak biasanya aja deh, lagi gak pengen makan."kata Gabriel.
"Aku juga minum kayak biasanya."kata Dion.
"Kamu mau pesan apa Ly?"kata Aziz.
"Aku sudah nitip sama mereka bentar lagi pasti sudah jadi."kata Lydia.
"Oke tunggu sebentar."kata Aziz bilang sama teman-temannya langsung saja pergi untuk memesan minuman.
"Kak Hendru magang dimana sih kak? Kok gak pernah kelihatan?"kata Lydia.
"Dia magang diluar kota."kata Dion yang langsung dianggukin oleh mereka.
"Oh ya kak, memangnya kenapa sih mereka takut duduk disini?"kata Rani yang penasaran.
"Memangnya mereka cerita apa?"kata Dion.
"Katanya kok kami berani-beraninya duduk disini, kami kok gak takut sama kalian memangnya kalian kenapa?"kata Rani.
"Oh mungkin karena pesona kami makannya mereka takut duduk disini."kata Gabriel dengan pedenya membuat Lydia pura-pura mau muntah membuat yang lain ketawa.
Saat mereka sedang bercanda tawa, Roni dan Jono datang membawa pesananan ketiga perempuan itu. Dibelakang mereka ternyata Aziz juga sudah selesai dengan pesananan mereka.
"Wiih enak nih aku sudah lapar banget."kata Sandra saat menerima piring dari Jono.
"Baca doa dulu."kata Jono.
"Sudah dalam hati."kata Sandra yang langsung melahap makanan itu.
"Kamu bisa gak makannya pelan-pelan nanti tersedak lo!"kata Dion baru saja Dion berhenti berkata Sandra sudah tersedak.
"Ihh makannya pelan-pelan, nih minum dulu."kata lydia khawatir melihat Sandra tersedak.
"Aku gak papa kok, kak Dion lain kali jangan bilang kayak gitu nanti aku tersedak lagi dan langsung mati bagaimana?"kata Sandra.
"Kamu tu ada ada saja."kata Lydia.
"Apa kamu gk dengar ada orang yang meninggal gara-gara tersedak makanan?"kata Sandra cemberut.
__ADS_1
"Iya aku dengar, tapi kamu pelan-pelan makanannya biar nanti gak tersedak."kata Lydia.