Takdir Cinta Lydia

Takdir Cinta Lydia
Membantu menyelidiki kecelakaan Tiara


__ADS_3

"Aku gak curiga sama kakak hanya saja aku gak mau orang luar tau, takutnya mereka jadi mata-mata dan bisa mengakibatkan penyelidikan kita gagal kak?"kata Ryan mengatakan kekhawatirannya.


"Ryan benar kak, aku yakin disekitar kakak ada yang gak suka dengan hubungan kalian atau malah orang yang menyebabkan kecelakaan itu orang yang sama membuat orangtua Tiara meninggal."kata Jono.


"Maksutmu pesawat pribadi itu disabotase gitu Jon?"kata Anton yang terkejut dengan perkataan adik iparnya.


"Iya kak, soalnya kejadian itu tu berurutan banget."kata Jono.


"Lalu kenapa kamu gak bilang sama om Irwan atau Lydia?"kata Ryan.


"Aku gak ada bukti Yan, soal lem blong itu saja sudah buat aku sama Lydia berantem apalagi aku bilang soal pesawat yang disabotase."kata Jono.


"Berantem bagaimana? Kenapa Lydia malah mengajakmu berantem?"kata Shinta.


"Iya bukannya dia harusnya senang dong karena kamu ada bukti?"kata bunda Aisha.


"Lydia tau kalau lem mobil Tiara blong tapi dia gak mau mempublisnya karena dia tau ada keluarga dari omnya yang gak suka dengan keluarga itu."kata Jono.


"Lalu apa yang kalian lakukan?"kata Ryan.


"Kami menyelidiki itu tapi semua itu berakhir saat Lydia diculik dan dia memiliki trauma seperti sekarang ini."kata Jono membuat Ryan memandang tajam Jono.


"Kamu tau tentang trauma Lydia tapi kenapa kamu diam saja tadi?"kata Ryan.


"Karena walaupun aku tau, aku gak bisa menenangkannya hanya Aziz yang bisa menenangkannya. Tapi syukurlah kalau sekarang ada kamu yang bisa menenangkannya."kata Jono.


"Kenapa kamu bilang kalau hanya Aziz yang bisa menenangkan Lydia memangnya kamu sudah pernah mencobanya?"kata Ryan.


"Aku sudah pernah mencobanya saat dia diganggu oleh orang-orang suruhan mamanya Rayyan dulu."kata Jono.


"Gini deh kamu tau orang-orang yang sudah buat istri aku trauma? Aku akan berikan mereka semua balasan yang setimpal."kata Ryan membuat Jono tersenyum.

__ADS_1


"Aku akan membantumu karena kemungkinan besar mereka adalah orang-orang yang tau tentang kematian Tiara. Tapi kamu bicara baik-baik sama Lydia kalau kamu ingin menyelidiki soal kecelakaan Tiara."kata Jono.


"Kalau soal itu serahkan padaku, kalau gitu aku ke kamar menyusul Lydia besok kita bahas ini lagi."kata Ryan.


"Aku tunggu kabar baikmu."kata Jono yang diangguki oleh Ryan.


"Yan, makasih ya kamu selalu ada buatku kalau aku sedang ada masalah."kata Anton.


"Itulah gunanya saudara kak. Bun Yah aku keatas dulu."kata Ryan.


Ryan meninggalkan mereka semua yang masih berada diruang tengah, dia mau melihat istrinya kok gak keluar-keluar apa Lydia sudah tidur. Ryan panik saat tak melihat Lydia didalam kamar, dia mencari kebalkon tapi istrinya itu gak ada yang terakhir dia mencari ke kamar mandi ternyata pintunya dikunci. Ryan mengedor pintu kamar mandi tak ada jawaban membuatnya takut kalau terjadi sesuatu dengan Lydia memutuskan untuk mendobrak pintu itu. Ryan bernafas lega saat berhasil mendobrak pintu itu yang ternyata istrinya sedang tidur sambil berendam.


Ryan mendekati istrinya tapi Lydia gak sadar jika Ryan masuk membuat Ryan tersenyum lalu menyingkirkan rambut yang ada diwajah Lydia. Tangan Ryan tak tinggal diam dia menyenuh kening, mata, pipi hingga lama dibibir Lydia membuat Lydia yang merasa terganggu tidurnya akhirnya membuka mata. Lydia terkejut saat melihat Ryan ada disamping bak mandi.


"Kak sejak kapan ada disini? Lalu bagaimana kakak masuk bukannya pintu aku kunci ya?"kata Lydia.


"Satu-satu tanyanya, mau aku jawab yang mana dulu nih?"kata Ryan.


"Aku tadi khawatir sama kamu aku cari kemana-mana gak ketemu dan saat aku mau buka kamar mandi pintunya terkunci didalam. Aku takut kalau kamu melakukan sesuatu kayak diapartemen tadi jadi aku dobrak deh kamar mandinya."kata Ryan sambil tersenyum sedangkan Lydia hanya menghera nafas.


"Lalu kenapa ganggu aku tidur saat tau aku didalam?"kata Lydia.


"Kamu sudah lama merendam disana memangnya gak kedinginan?"kata Ryan.


"Gak sudah sana pergi aku mau lanjut berendam."kata Lydia mengusir suaminya padahal yang sebenarnya dia malu kalau Ryan melihat tubuhnya yang telanjang.


"Kalau aku gak mau pergi bagaimana?"kata Ryan mengoda istrinya.


"Kak, aku mohon pergilah. Aku mau menikmati mandiku sendirian."kata Lydia.


Ryan bukan menuruti istrinya tapi malah membuka kaosnya lalu masuk kedalam bak mandi membuat Lydia kesal pada suaminya yang suka seenaknya sendiri.

__ADS_1


"Aku juga mau menenangkan tubuhku capek banget."kata Ryan sambil mengangkat tubuh Lydia agar dia berada dipangkuannya.


"Kak.."kata Lydia berteriak.


"Apa sayang?"kata Ryan santai.


"Nyebelin banget sih, aku tadikan bilang mau mandi sendiri kenapa ikut masuk ke bak mandi?"kata Lydia.


"Bukannya berdua itu lebih menyenangkan apalagi kalau bisa memegang ini."kata Ryan sambil tangannya bergerilya ke badan Lydia membuat istrinya itu tanpa sengaja mengeluarkan suaranya.


Ryan yang mendengar suara Lydia semakin semangat untuk melakukan olahraga didalam kamar mandi tapi kegiatan itu tak sampai ke intinya karena mereka berdua mendengar suara pintu dibuka dan mendengar suara bunda Airin memanggil mereka berdua. Lydia langsung bersembunyi didada suaminya sedangkan Ryan malah tersenyum lalu memeluk erat istrinya. Bunda Airin yang tak melihat anak dan istrinya memandang kearah kamar mandi dan terkejut saat melihat keduanya sedang berpelukan dibak mandi.


"Kalian ini kalau mau mandi kenapa gak tutup pintunya sih?"kata bunda Airin yang kesal pada keduanya.


"Pintunya rusak tadi aku dobrak soalnya."kata Ryan.


"Terserah kamulah nanti bunda suruh orang buat benerin sekarang selesaikan mandinya habis itu turun semua menunggu dibawah buat makan malam."kata bunda Airin sambil berjalan keluar dari kamar itu.


"Kalau mau mandi bersama minimal kunci pintu kamarnya agar gak ada orang yang masuk."kata bunda Airin berteriak sedangkan Lydia malah memukul dada Ryan.


Ryan bukannya marah tapi tersenyum karena Lydia memeluknya erat sebab malu.


"Kakak nyebelin banget sih?"kata Lydia.


"Kita lanjut sesuatu yang tertunda boleh?"kata Ryan.


"Gak, sudah mandi sana kasian yang lain sudah menunggu."kata Lydia sambil mau bangun dari bak mandi.


"Disini saja biar aku yang keluar setelah aku tutup pintu baru boleh keluar dari sini."kata Ryan membuat Lydia teringat jika pintu kamar mandi terbuka.


Lydia duduk kembali dibak mandi sedangkan Ryan bangun lalu menutup pintu kamar mandi setelah itu dia berjalan menuju shower untuk membersihkan badannya. Lydia sendiri tersipu malu saat melihat badan tegap suaminya, Lydia gak menyangka jika suaminya memiliki badan yang bagus padahal Lydia tak pernah melihat Ryan melakukan olahraga diapartemen. Ryan yang merasa diperhatikan menolehkan kepalanya dan melihat kalau istrinya sedang melihatnya tanpa berkedip membuatnya tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2