Takdir Cinta Lydia

Takdir Cinta Lydia
Lydia menanyakan tentang Vira


__ADS_3

Mereka berbicara sambil menunggu makanan yang mereka pesan datang. Lydia sendiri bisa mengimbangi Jono dan juga ayah mertuanya membuat bunda mertuanya dan juga kakak iparnya gak menyangka dengan kepandaian Lydia tentang bisnis.


"Ly..."kata bunda Airin.


"Iya bun, ada apa?"kata Lydia yang penasaran kenapa bunda mertuanya memanggilnya.


"Kamu belajar bisnis dari siapa nak?"kata mama Airin.


"Iya dek, kamu bisa nyeimbangin pembicaraan ayah sama mas Jono. Aku saja gak bisa ikut pembicaraan mereka kalau mereka sudah bicara sesuatu yang serius.

__ADS_1


"Sejak kecil papa sudah mengajarkan aku untuk berbisnis karena hanya aku putrinya mama sudah gak bisa hamil lagi."kata Lydia.


"Pantas saja kamu mengerti banyak tentang bisnis ternyata sejak kecil belajarnya."kata bunda Airin.


"Bunda bisa saja, masih banyak yang harus aku pelajari."kata Lydia.


"Pantas saja Ryan gak bisa melupakanmu sejak pertama bertemu di ulang tahunmu."kata ayah Danny membuat Lydia memandang ayahnya karena dia tak percaya dengan perkataan ayah mertuanya.


"Ryan itu gak pernah mau dekat perempuan lain selain orang yang dia suka atau dia sayangi. Dimintain bantuan pun dia gak mau tapi saat mamamu mengenalkan Ryan pada kami awalnya kami terkejut apalagi Ryan juga memberi kode agar kami tak membuka identitasnya padahal kalau sama perempuan lain pasti dia akan memberitau siapa kami dan yang pastinya bilang kalau aku ini adalah kekasihnya."kata Shinta.

__ADS_1


"Aku juga gak nyangka kak kalau kak Ryan waktu itu juga langsung mau begitu saja aku mintai tolong padahal pertama kali kami bertemu bukannya akur tapi malah berantem gara-gara salahpaham."kata Lydia.


"Berarti sejak saat itu dia sudah menyukaimu dek."kata Shinta.


"Lalu Vira itu bagaimana mbak?"kata Lydia yang ingin tau tentang hubungan Ryan dan juga Vira.


Mendengar nama Vira disebut wajah bunda Airin menjadi masam, Lydia merasa ada kekecewaan yang mendalam bundanya pada Vira. Lydia yang merasa bersalah memutuskan untuk tak mendengar apa yang telah terjadi pada Ryan dan Vira.


"Bun, kalau bunda gak mau menceritakan gak usah diceritakan aku gak mau membuka luka kalian."kata Lydia membuat bunda Airin menghera nafasnya karena memang sudah seharusnya Lydia tau apa yang sebenarnya teradi.

__ADS_1


Saat bunda Airin mau menceritakan apa yang terjadi pada hubungan Ryan dan Vira terdengar bell pintu apartemen berbunyi. Lydia bangun dari duduknya untuk melihat siapa yang datang. Saat dia membuka pintu ternyata itu tukang kurir yang mengantar makanan pesanan mereka. Lydia kesal karena Jono sudah membayar makanan itu padahal dia tadi bilang suruh cod saja agar Lydia yang membayarnya tapi ternyata Jono membayar makanan itu. Saat Lydia mau membawa makanan itu masuk bunda Airin menghampirinya untuk membawa makanan itu mereka membawa makanan itu lalu meletakkannya diruang tengah setelah itu pergi ke dapur untuk membuat minuman dan mengambil sendok. Mereka makan makanan itu sambil berbicara tapi berbicara tentang masa kuliah Jono dan Lydia. Selain itu mereka juga bercerita tentang masa kecil Ryan, Shinta dan juga Anton. Lydia antusias sekali mendengar masa kecil Ryan dan dia ingin melihat bagaimana wajah suaminya saat kecil yang katanya lucu itu.


__ADS_2