Takdir Cinta Lydia

Takdir Cinta Lydia
Makan dirumah makan seafood


__ADS_3

Lydia penasaran kenapa suaminya tersenyum sendiri membuat dia memberanikan diri untuk bertanya pada suaminya agar dia gak penasaran. Saat mereka sudah duduk dan memesan makanan sambil menunggu Lydia bertanya pada Ryan.


"Kak, kamu kenapa sih daritadi senyum-senyum sendiri?"kata Lydia membuat Ryan yang tadi melihat ponselnya beralih memandang kearah Lydia.


"Memangnya senyumanku yang mana?"kata Ryan.


"Tadi saat baru saja keluar dari mobil kenapa kakak senyum-senyum sendiri saat melihat aku?"kata Lydia.


"Oh itu aku tersenyum karena melihat istriku yang cantik ini sudah dandan yang cantik tapi sayangnya dia malah makan dipinggir jalan kayak gini."kata Ryan sambil tersenyum.


"Memangnya apa masalahnya kalau aku makan dipinggir jalan yang penting kita ada uang buat bayar."kata Lydia.


"Kamu memang beda dengan yang lain, aku beruntung bisa memiliki istri sepertimu."kata Ryan membuat Lydia menyebekan bibirnya.


"Kamu memang ada-ada saja gombalnya tapi sayangnya aku gak terpengaruh tu."kata Lydia sambil tersenyum.


"Masak sih gak terpengaruh aku gak percaya?"kata Ryan sambil memandang kearah Lydia.


"Terserah dah tu makananya sudah datang aku gak sabar untuk memakannya."kata Lydia sambil menunjuk kearah pelayan yang membawa pesanan mereka.


"Ya sudah ayo makan."kata Ryan.


Pelayan itu setelah mengantar pesanannya kembali ke belakang sedangkan mereka berdua menikmati makanan yang mereka berdua pesan tanpa banyak berbicara. Lydia yang merasakan makanan yang dia pesan sangat enak membuat dia lahap memakan makanan itu. Ryan yang melihat kalau Lydia makan dengan lahap membuatnya tersenyum saat dia melihat lagi ternyata dibibir Lydia ada sisa makanan membuat tangannya reflek terulur ke bibir Lydia untuk mengelap bibir Lydia membuat Lydia terkejut lalu memandang kearah Ryan mereka berpandangan setelah beberapa saat. Lydia yang tersadar lalu mengambil minumannya untuk diminum karena dia salah tingkah.


"Kamu kenapa?"kata Ryan sambil tersenyaum.


"Kakak tu kenapa seenaknya saja pegang bibirku?"kata Lydia kesal.


"Siapa suruh makan belepotan kayak anak kecil?"kata Ryan.


"Aku bukan anak kecil enak saja bilang aku anak kecil, aku tu sedang menikmati makanan ini enak banget aku jadi pengen makan tiap hari disini."kata Lydia.


"Kalau kamu makan disini tiap hari aku bisa bangkrut sayang."kata Ryan.

__ADS_1


"Kalau kamu bangkrut aku akan tinggalkanmu."kata Lydia.


"Wah wah aku gak nyangka punya istri matre."kata Ryan.


"Biarin kalau gak matre nanti aku kalah sama mereka."kata Lydia sambil menikmati lagi makanannya.


"Memangnya mereka siapa?"kata Ryan.


"Nanti kamu akan tau kalau bertemu sama mereka."kata Lydia.


"Jangan bilang perempuan yang bernama Ziva itu?"kata Ryan yang ingat kejadian saat mereka ada dimall.


"Iya, tapi ada satu lagi dan dia bekerja diperusahaan kak Anton, dia juga bilang kalau perempuan itu kekasih kak Anton."kata Lydia.


"Kalau masalah itu aku kayaknya tau siapa perempuan itu, lagian biarkan saja nanti juga dapat balasanya sendiri. Sudah makan lagi biar kita gak telat saat sampai ke pernikahan Aziz dan Ita."kata Ryan.


"Memangnya pernikahannya mau diadakan dimana kak?"kata Lydia.


"Oh iya, kak kapan mau antar aku kembali kesini nanti?"kata Lydia.


"Pulang saja belum sudah tanya kapan membawa kamu kembali kesini, memangnya kalau aku boleh tau ada apa memangnya disini?"kata Ryan.


"Gak ada apa-apa sih tapi aku merasa tenang disini."kata Lydia membuat Ryan menghera nafasnya.


"Kalau kamu disini bagaimana dengan perusahaan papa masak kamu mau aku ketetelan mengurus dua perusahaan?"kata Ryan membuat Lydia tersenyum.


"Kenapa memangnya katanya kakak mau mengurus perusahaan papa?"kata Lydia.


"Aku memang mau membantumu tapi kamu tau sendiri aku belum bisa lepas dari Hendru dan kak Anton. Nanti ya setelah aku bisa melepaskan mereka aku baru memegang perusahaan papa."kata Ryan.


"Ya sudah tapi aku mau sembuh dulu dari traumaku baru memegang perusahaan papa. Aku gak mau nanti aku belum sembuh malah ditambah beban lagi bukannya sembuh tapi malah tambah parah."kata Lydia.


"Ya aku ngerti kok tapi kayaknya kita menginap beberapa hari diJakarta dulu ya, aku mau menyelesaikan masalah disana dulu baru mengantarkanmu pulang kesini gak papakan?"kata Ryan.

__ADS_1


"Lama gak kak?"kata Lydia.


"Gak tau doain saja semoga aku bisa cepat menyelesaikan masalahnya."kata Ryan sambil memakan lagi makanannya.


Mereka berdua setelah meyelesaikan makannya memutuskan untuk langsung meneruskan perjalanannya menuju Jakarta. Sampai diJakarta ternyata sudah sore hari mereka langsung menuju Rumah Sakit, ternyata sampai sana sudah ada yang lainnya. Ita yang melihat Lydia datang langsung tersenyum lalu merambaikan tangannya agar Lydia mendekati Ita.


"Kak, aku menemui Ita dulu ya."kata Lydia sambil berbisik pada Ryan. Awalnya Ryan sedang berbicara dengan orangtua Aziz tapi saat mendengar bisikan Lydia dia langsung menoleh ke samping.


"Iya, ini sekalian bawa kasih ke Ita."kata Ryan menyerahkan paperbag yang diberikan oleh Dayat saat diparkiran tadi.


"Makasih kak."kata Lydia sambil tersenyum karena suaminya sudah menyiapkan hadiah buat pernikahan Ita dan Aziz.


Lydia setelah berpamitan pada Ryan berjalan mendekati Ita sedangkan Ryan kembali berbicara dengan orangtua Aziz. Saat disamping Ita, Ita langsung saja memeluk Lydia membuat Lydia mengerutkan keningnya tumben temannya itu memeluknya dengan erat.


"Kamu kenapa?"tanya Lydia saat Ita sudah memelepaskan pelukannya.


"Aku khawatir."kata Ita.


"Kamu khawatir kenapa?"kata Lydia.


"Kak Aziz sampai sekarang belum datang, aku khawatir kalau dia menyesal dengan pernikahan ini."kata Ita mengelurkan unek-uneknya membuat Cindy dan Rini yang ada disana terdiam.


"Kamu ini ngomong apasih, paling kak Aziz kejebak macet."kata Rini.


"Iya benar apa yang dikatakan Rini itu, lagian bukannya kita sudah kenal lama sama kak Aziz jadi gak mungkin dia ingkar janji."kata Cindy berusaha untuk menenangkan Ita agar gak berpikir negatif.


Saat mereka sedang menenangkan Ita, terdengar pintu kamar rawat Ita dibuka ternyata yang datang Aziz membawa beberapa papaerbag dan yang dibelakangnya adalah asisten pribadi Aziz. Ita mengerutkan keningnya apa yang dibawa oleh calon suaminya itu, Lydia yang tau kalau Ita pengen tau apa yang dibawah oleh Aziz malah tersenyum. Lydia mendekati Aziz dan Ryan yang sedang berbicara sekalian mau tanya apa kak Hendru sama Dion akan datang kesana.


"Kak, kok lama datangnya?"kata Lydia membuat dua pria itu memandang kearah Lydia.


"Tadi cari ini dulu buat mahar nikah."kata Aziz sambil melihatkan paperbag yang dia bawa kearah Lydia.


"Wah banyak banget, tu liat kak. Kak Aziz aja berikan Ita banyak mahar masak aku hanya dikasih mahar 1juta saja dan lagi gak ada cincin nikah."kata Lydia mengejek Ryan membuat Aziz tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2