Takdir Cinta Lydia

Takdir Cinta Lydia
Lydia wa dengan temannya


__ADS_3

"Kamu mau dibawain apa kalau aku pulang nanti?"kata Ryan.


"Beli makanan buat makan malam, aku malas mau belanja dibawah gak ada bahan makanan soalnya dikulkas."kata Lydia.


"Kamu mau makan apa?"kata Ryan.


"Beli sate mandura boleh gak?"kata Lydia.


"Baiklah, kalau kayak gitu aku berangkat dulu."kata Ryan sambil mencium kening Lydia.


Ryan pergi dari apartemen untuk menuju perusahaan sedangkan Lydia membersihkan bekas makanan setelah itu membersihkan apartemen saat dia membersihkan ruangan Ryan. Lydia menemukan sebuah kotak, Lydia mengambil kotak itu lalu membukanya ternyata itu foto lawas milik suaminya. Lydia terkejut saat melihat salah satu foto mesra suaminya dan seorang perempuan. Lydia mengerutkan keningnya setelah itu sadar pasti itu mantan Ryan yang bernama Vira cantik sih pantas saja Ryan saat ditinggalkan Vira dulu patah hati banget dan juga menutup hatinya untuk perempuan lain. Lydia menutup kembali kotak itu lalu meletakkan kembali ditempatnya tadi.


Lydia kembali membersihkan apartemen setelah itu masuk kedalam kamarnya untuk mengambil baju kotor miliknya dan Ryan tak lupa juga dia menganti seprei yang semalam mereka pakai disana ada sedikit darah yang mengering. Lydia yang mengingat kejadian tadi malam membuat pipinya merah. Lydia memutuskan untuk membawa pakaian kotor dan juga seprei itu ke tempat cucian. Sambil menunggu cucian selesai Lydia bingung mau melakukan apa karena semua pekerjaan sudah dia selesaikan. Lydia memutuskan untuk mengambil ponselnya untuk melihat sosmed. Lydia baru saja membuka sosmed tapi setelah itu ada chat grup masuk ke ponselnya karena Lydia penasaran dia membukanya ternyata ketiga temannya sedang bercanda digrup tentang pernikahan Ita dan Aziz karena Ita mengirim foto lagi berlibur diBali membuat Lydia iri karena temannya baru menikah tapi sudah menikmati bulan madu sedangkan dia yang lebih dulu menikah belum merasakan bulan madu. Cindy yang melihat kalau Lydia online memanggil nama Lydia agar temannya itu ikut nimbrung gak hanya melihat saja.


Cindy


[Kamu ini habis dari pernikahan Ita kemana kok gak ada kabar sama sekali, Ly?]


Rini


[Iya, tadi pagi aku liat kak Ryan kebawa mencari makan sendiri memangnya kamu kemana?]


Lydia


[Aku gak kemana-mana aku ada diapartemenku.]


Ita


[Kalian ini pasti main tanya lagi pasti dia sedang berduaan dengan suaminya tak mau diganggu.]


Lydia


[Aku diapartemen gak ngapa-ngapain aku malas mau keluar.]


Cindy


[Kenapa kamu gak masuk kerja saja sih?]


Lydia


[Aku malas kerja lagian sekarang ada papa dan kak Ryan yang mengurus perusahaan.]


Rini


[Kapan ya aku punya suami kayak kalian berdua biar aku bisa santai seperti kalian?]


Lydia


[Loh bukannya kamu dekat dengan anak buah kak Ryan, kemarin aku 'kan pernah liat kamu dijemput sama dia. Kenapa kamu gak nikah saja sama dia?]

__ADS_1


Cindy


[Siapa namanya kok aku gak tau Ly?]


Lydia


[Kamu tanya sendiri saja.]


Rini


[Dia kan hanya pegawai bisa saja beda lagi sama Cindy kalau mau menerima kak Dion.]


Lydia


[Maksutnya kak Dion?]


Ita


[Kamu ini masak gak tau kalau kak Dion sedang gencar buat ngejar Cindy?]


Lydia


[Seriusan, wah ini serius bagus banget kalau kayak gitu aku akan membantu kak Dion supaya kapalnya biar berlabuh.]


Cindy


[Gak usah aneh-aneh deh, mau aku mengundurkan diri jadi asisten pribadimu?]


Lydia


Rini


[Kalau kamu mundur dari perusahaan Lydia kamu mau cari kerja dimana atau mau bekerja diperusahaan kak Dion?]


Lydia


[Sudah lanjutkan dulu aku mau jemur baju dulu nanti gak kering.]


Rini


[Kamu gak sewa pembantu Ly?]


Lydia


[Gak lagian hanya apartemen kecil saja, sudah dulu ya.]


Rini


[Baiklah semangat.]

__ADS_1


Cindy


[Cepat selesain biar kita bisa gosip lagi.]


Ita


[Kamu ini kerja kerja mentang-mentang bu bosnya ada dirumah,]


Lydia meletakkan ponselnya dimeja setelah itu mengambil bajunya dimesin cuci dan meletakkan dikerajang lalu menjemurnya dibalkon. Lydia tersenyum ternyata ini rasanya menjadi seorang istri, selesai menjemur dia mandi lagi saat duduk sambil menonton tv dia bingung mau ngapain karena gak ada chennal tv yang menarik. Lydia memutuskan untuk berbelanja kebutuhan dapur, Lydia melihat apa saja setelah menulis list apa saja yang harus dibeli Lydia mengambil ponselnya untuk meminta izin pada Ryan. Ryan sedang berbicara dengan kakak dan ayahnya saat Lydia menghubunginya. Ryan mengerutkan keningnya membuat ayah dan Anton mengerutkan keningnya.


"Siapa angkat saja kalau penting?"kata ayah Dany.


"Lydia yah, tapi tumben dia menghubungiku?"kata Ryan.


"Mungkin ada yang penting makanya dia menghubungi."kata kak Anton.


Ryan mengangkat panggilan dari Lydia karena dia penasaran tumben istrinya menghubunginya.


[Hallo Asalamualaikum...]


[Walaikumsalam, maaf kak kalau aku ganggu kamu.]


[Gak papa kok, memangnya ada apa tumben kamu menghubungiku?]


[Kak, aku mau minta izin mau belanja bahan-bahan untuk kulkas biar besok aku masak sendiri kan nanti kakak mau beliin aku sate tapi satenya saja nasinya gak usah.]


[Lalu bagaimana kamu bawa beras kan berat?]


[Nanti aku suruh orang bukannya itu mallnya kakak jadi aku bisa suruh siapa saja termasuk manager kakak.]


[Ya sudah habis belanja langsung pulang jangan berantem sama si Ziva.]


[Ish siapa juga yang mau ketemu sama perempuan jadi-jadian sudah lanjut kerjanya aku mau belanja mumpung gak malas.]


Lydia menutup panggilannya lalu berangkat menuju supermarket yang ada dibawah apartemen sedangkan Ryan menghera nafasnya membuat ayah dan kakaknya mengerutkan keningnya. Kak Anto juga penasaran siapa Ziva yang dimaksut oleh Ryan.


"Yan, boleh kakak tanya sesuatu?"kata Anton.


"Mau tanya apa kak?"kata Ryan membuat ayah Danny juga penasaran dengan apa yang ditanyakan oleh Anton.


"Siapa Ziva kok kamu bilang sama Lydia jangan berantem?"kata Anton.


"Temannya Clara pasti kakak tau ceritanya."kata Ryan.


"Memangnya dia masih menganggu Lydia padahal sudah punya hidup masing-masing?"kata Anton.


"Biasalah kak iri karena Lydia bukannya membalas perbuatan mereka tapi malah diam."kata Ryan membuat papa Danny bangga dengan menantunya.


"Ternyata kamu gak salah pilih istri, sekarang papa hanya memikirkan kapan kamu Ton kenalkan kekasimu pada ayah."kata ayah Danny.

__ADS_1


"Sudahlah pa, gak usah bahas itu aku masih mau om Damar bisa masuk penjara dia sudah meresahkan apalagi bukti kalau dia sudah membunuh kedua orangtuaku."kata Anton membuat ayah Danny terkejut kecuali Ryan karena dia sudah tau tentang siapa penyebab kecelakaan itu.


"Kamu tau darimana semua ini?"kata ayah Danny karena dia sudah lama gak pernah mendapatkan bukti.


__ADS_2