
Selesai makan Lydia dan bunda Airin membersihkan bekas makanan yang mereka makan setelah itu mereka berdua kembali ke ruang tengah berkumpul dengan yang lain. Tapi saat mereka baru saja duduk mereka berdua melihat wajah masam Shinta membuat bunda Airin memandang kearah suaminya tapi ayah Danny juga terdiam tak mau berbicara.
"Kamu ini kenapa Shin, kok mukanya masam begitu?"kata bunda Airin.
"Tanya sama mas Jono tu biar dia saja yang jelasin."kata Shinta yang menyuruh bundanya untuk bertanya sama Jono.
"Jon, ada apa ini kalau ada masalah diselesaikan jangan dibiarkan saja nanti malah jadi bom suatu saat."kata bunda Airin.
"Gak papa kok bun, nanti saja aku selesaikan dirumah."kata Jono membuat Shinta semakin kesal.
"Benar apa kata Jono, masalah rumahtangga sebaiknya diselesaikan berdua saja tanpa ada orang lain yang ikut campur nanti bukannya selesai tapi malah bertambah panjang."kata ayah Danny membuat bunda Airin terdiam karena perkataan suaminya itu ada benarnya juga.
"Ya sudah kalau memang begitu."kata bunda Airin.
Lydia yang ingin tau tentang Vira jadi mengurungkan niatnya untuk bertanya lebih jauh karena kelihatannya keadaan yang gak memungkinkan. Shinta yang tau kalau Lydia ingin tau hubungan Vira dan Ryan dulu berusaha untuk mencairkan suasana karena benar apa kata orangtuanya jika masalah rumahtangganya hanya bisa dia selesaikan dengan suaminya sebab kalau sampai orang luar tau bisa jadi bukannya memberi solusi tapi mereka malah memperbesar masalah.
"Dek, kamu jadi mau tau tentang Ryan dan Vira dulu?"kata Shinta membuat semuanya memandang kearah Lydia.
"Ehhh bagaimana ya?"kata Lydia bingung.
"Bunda akan cerita karena kamu berhak tau tentang hubungan Ryan dan Vira agar nanti kamu gak salahpaham."kata bunda Airin.
"Memangnya gak papa bun, aku gak mau membuka luka lama kalian?"kata Lydia yang gak enak hati membuat ayah Danny tersenyum.
"Pantas saja Ryan ingin cepat menikah sama kamu dulu."kata ayah Danny membuat Lydia bingung.
"Maksut ayah bagaimana?"kata Lydia.
"Kamu tau sebelum kalian kepergok berciuman didepan villa, kami sekeluarga tanpa sepengetahuanmu sudah melamarmu nak."kata ayah Danny membuat Lydia terkejut sambil memandang bunda Airin dan Shinta untuk mencari kebenaran perkataan ayah Danny.
"Iya sayang, rencananya kami dan orangtuamu akan menjebak kalian berdua tapi nyatanya sebelum kami menjebak kalian berdua ternyata malah orangtuamu mergoki kamu dan Ryan berciuman didepan Villa."kata bunda Airin membuat Lydia terkejut dengan kenyataan.
"Jadi kalian sudah merencanakan semuanya?"kata Lydia.
"Ya gaklah kalau soal ciuman kalian berdua itu masak rencana kami ya bukanlah."kata Shinta.
"Jadi kamu gak usah bimbang dengan perasaan Ryan karena dia benar-benar mencintaimu sejak pertama kali kalian dipesta ulang tahunmu dulu bunda bisa melihat itu nak."kata bunda Airin.
"Darimana bunda tau kalau Ryan saat itu sudah menyukaiku?"kata Lydia.
__ADS_1
"Ly, Ryan gak mungkin mau membantu perempuan untuk menjadi pasangannya apalagi kalian baru kenal dan kamu tau biasanya Ryan akan menyuruh kami untuk mengatakan identitasnya tapi saat itu dia memberi kode pada kami untuk tak memberitau karena kami yakin jika dia ingin tau bagaimana keluargamu dan kamu apa kalian bisa menerima keadaan Ryan yang hanya asisten Hendru."kata bunda Airin.
"Tapi saat pesta itu bukan pertama kali kami ketemu, aku dan kak Ryan bertemu diperusahaan kak Hendru. Kami bukannya akur tapi malah berantem."kata Lydia membuat bunda Airin tersenyum.
"Jadi kalian pernah bertemu diperusahaan Hendru?"kata ayah Danny.
"Iya yah, kami bukannya akur tapi malah bertengkar."kata Lydia.
"Kamu tau gak Ryan gak pernah menangapi perempuan kalau perempuan itu mengajaknya bertengkar sejak dia putus dengan Vira. Sejak Ryan putus dengan Vira karena dia menganggap semua perempuan itu sama hanya bisa menyakitinya dan memanfaatkan pria karena kekayaannya saja. Tapi beda denganmu, kami yakin jika dia sudah tertarik denganmu sejak pertama kali bertemu sehingga sifat usilnya muncul."kata bunda Airin.
"Kalau aku boleh tau apa yang membuat Ryan dan Vira putus bun?"kata Lydia membuat bunda Airin menghela nafasnya begitu juga dengan Shinta dan ayah Danny.
"Mereka putus kami tidak tau apa penyebab yang sebenarnya yang kami tau Vira meninggalkan Ryan saat perusahaan kami diambang kebangkrutan dan yang parahnya lagi dia selingkuh dengan managernya agar dia terus mendapatkan job sebagai model."kata bunda Airin.
"Padahal kami dulu mengira kalau hubungan Ryan dan Vira bisa sampai jenjang pernikahan sebab kedua orangtua sudah mengenal satu sama lain dan hubungan mereka terjalin sejak mereka duduk diSMA. Tapi saat Ryan kuliah diluar negeri dan perusahaan kami hampir bangkrut kami mendengar kalau Ryan dan Vira putus."kata Shinta.
"Kalau kamu ingin cerita yang jelasnya lebih baik kamu tanya sendiri sama Ryan, ayah ingin tau kenapa kamu ingin tau hubungan Ryan dan Vira itu?"kata ayah Danny.
"Gak papa kok yah, aku hanya ingin tau saja."kata Lydia.
"Aku gak yakin kalau kamu hanya ingin tau saja, setahuku kamu akan bertanya kalau ada masalah atau ada yang mengusik kalau dia tak mengusik kamu gak akan cari tau."kata Jono yang tau sifat Lydia karena dia selama kuliah selalu bersama.
"Ya syukurlah kalau kayak gitu, kalau ada apa-apa atau Ryan menyakitimu kamu bilang sama bunda biar nanti bunda yang marahin dia."kata bunda Airin.
"Makasih bun."kata Lydia.
Saat mereka sedang berbicara tentang Vira dan Ryan terdengar bel apartemen Lydia berbunyi, Lydia mau bangun untuk membuka pintu tapi ditahan oleh ayah Danny. Akhirnya ayah Danny yang membuka pintu kamar itu ternyata ada seorang kurir yang mengirimkan amplop berwarna coklat tapi diamplop itu tak ada nama pengirim amplop itu. Ayah Danny kembali keruangan tengah lalu menyerahkan amplop itu pada Lydia.
"Dari siapa yah?"kata bunda Airin yang penasaran siapa yang mengirim amplop itu.
"Gak tau bun, diamplop itu tak ada nama pengirimnya."kata ayah Danny.
"Kamu buka Ly, bunda mau liat."kata bunda Airin yang diangguki oleh Lydia.
Lydia membuka amplop itu ternyata didalamnya berisi foto Lydia saat disekap dulu membuat Lydia gemetar ketakutan membuat yang ada disana khawatir. Ayah Danny mengambil foto ditangan Lydia dan terkejut saat melihat foto-foto itu mereka semua terekejut sedangkan Lydia pergi ke kamarnya lalu mengunci pintunya. Lydia mencari obatnya tapi tak ditemukan dia ingat jika obatnya tertinggal dikontrakan yang ada di Bogor. Lydia yang kebingungan mencari sesuatu untuk menyakiti badannya agar dia bisa tenang. Dikamar mandi dia menemukan pisau cukur milik suaminya Lydia mengambil pisau itu lalu melukai pergelangan tangannya.
"Yah, gak mungkin Lydia seperti ini. Foto-foto ini pasti rekayasa."kata bunda Airin.
"Ayah akan menyelidikinya sekarang kita hubungi Ryan lebih dulu."kata ayah Danny.
__ADS_1
Ayah Danny mengambil ponselnya untuk menghubungi Ryan, Ryan yang baru saja selesai bertemu klien dan dalam perjalanan kembali ke perusahaan membuat dia mengerutkan keningnya sebab ayahnya menghubunginya. Ryan mengangkat panggilan itu.
[Hallo Asalamualikum yah...]
[Walaikumsalam Yan, kamu cepat pulang nak. Ayah mau bicara sama kamu.]
[Memangnya ada apa yah?]
[Ada seseorang yang mengirim foto Lydia.]
[Foto apa yah?]
[Foto Lydia yang tak memakai baju dan disampingnya ada seorang pria.]
[Lydia dimana sekarang pa?]
[Dia pergi ke kamarnya Yan.]
[Yah, susul istri Ryan yah. Ryan takut dia menyakiti dirinya yah.]
[Apa maksutmu menyakiti dirinya?]
[Yah, Lydia ada trauma dan Ryan berusaha untuk mencaritau siapa yang sudah menjebak Lydia. Setiap dia liat foto atau video saat penculikannya dulu maka dia akan mengira kalau dia sudah ternoda tapi pria itu gak pernah menyentuh Lydia sebab aku yang mendapatkan kesuciannya kemarin. Kejadian itu penculikan itu saat Lydia kuliah, yah tolong liat Lydia dikamar tolong aku gak mau terjadi sesuatu padanya.]
[Baiklah, kalau begitu ayah tutup panggilannya kamu cepat pulang.]
Ayah Danny mematikan panggilan itu lalu mengajak Jono untuk menyusul Lydia dengan bunda Airin mengikuti ke kamar Lydia. Bunda Airin bingung karena tadi suaminya marah tapi setelah menghubungi Ryan wajah suaminya menjadi panik.
"Yah, pintunya dikunci bagaimana ini?"kata Jono.
"Kita dobrak saja, ayah gak mau terjadi sesuatu didalam."kata ayah Danny.
"Yah ada apa sebenarnya?"kata bunda Airin.
"Nanti saja ayah cerita sekarang kita liat keadaan Lydia dulu."kata ayah Danny sambil berusaha mendobrak kamar menantunya.
Saat pintu kamar itu terbuka mereka bertiga tak melihat Lydia berada didalam kamar mereka melihat kamar mandi terbuka. Ayah Danny menyuruh bunda Airin untuk melihat apakah menantunya ada didalam. Bunda Airin masuk dan menjerit membuat ayah Danny dan Jono mau masuk tapi ditahan oleh bunda Airin.
"Ayah dan Jono gak usah masuk, yah tolong ambilkan selimut lalu nanti setelah bunda selimutkan pada badan Lydia tolong gendong dia keluar."kata bunda Airin yang khawatir dengan menantunya.
__ADS_1