
Lydia setelah selesai menata kopernya langsung saja mengambil dua berkas yang diberikan oleh papanya tadi. Dia membawa berkas itu untuk dipelajari sambil tiduran diranjang. Saat baru saja membaca berkas itu Lydia sudah pergi ke alam mimpi sehingga tak bisa menyelesaikan membaca berkas yang diberikan oleh papanya tadi.
Keesokan paginya Lydia langsung terkejut saat bangun karena dia belum menyelesaikan pekerjaannya. Lydia langsung bangun dan langsung berlari saat melihat jam sudah menunjukan pukul 7 pagi. Selesai mandi dia langsung turun ke bawah dengan membawa kopernya dan tak lupa juga membawa 2 berkas yang belum selesai dia baca semalam karena ketiduran. Saat dia sampai bawah ternyata mama sama papanya sudah berada dimeja makan. Lydia langsung saja berjalan ke meja makan dan meninggalkan kopernya dibawah tangga.
"Pagi ma, pa."kata Lydia sambil duduk dikursi yang biasanya dia duduk.
"Pagi sayang, jam segini kok baru turun memangnya kamu mau berangkat jam berapa ke Surabayanya?"kata mama Intan.
"Aku janjian jam 8 tapi sama Sandra tapi karena aku telat bangun jadi keundur deh."kata Lydia.
"Kamu sudah bilang sama Sandra kalau telat datang kesananya?"kata mama Intan.
"Sudah ma, sudah ma aku mau makan dulu nanti aku malah tambah telat kasian Sandra nunggu dikosannya lama."kata Lydia sambil mengambil makanan yang ingin dia makan ke dalam piring.
"Kamu ini, sudah ayo cepat makan."kata mama Intan.
"Kamu sudah pelajari berkas yang papa kasih semalam?"kata papa Irwan.
"Belum semua pa soalnya aku sudah ketiduran semalam."kata Lydia sambil tersenyum kearah papanya.
Papa Irwan hanya menghera nafasnya, dia khawatir melepas putrinya mengelola perusahaan sendiri karena putrinya itu sangat ceroboh. Dia takut jika putrinya itu akan dimanfaatkan oleh orang-orang yang gak benar diperusahaannya masih banyak orang-orang disana yang belum dia ketahui siapa saja yang sudah menghianatinya. Lydia yang tau jika papanya khawatir langsung saja menghera nafas.
"Papa gak usah khawatir aku yakin bisa kok mengatasi mereka semua."kata Lydia mencoba menenangkan papanya.
"Kamu belum tau bagaimana sifat orang-orang itu Ly, kelihatannya saja mereka baik didepan kita tapi kita tak tau bagaimana beliau dibelakang kita."kata papa Irwan.
"Sudah papa gak usah khawatir soal itu aku bisa mengatasinya kok, nanti kalau aku ada masalah akan aku bicarakan sama papa dahulu. Lagian papa sendiri juga tau kalau aku susah buat percaya sama orang."kata Lydia.
Papa Irwan langsung terdiam benar apa kata Lydia, putrinya itu sejak dikhianati oleh kedua temannya memang selalu milih-milih dalam berteman. Mereka selesai makan langsung saja mengantar Lydia kedepan karena Lydia memutuskan untuk membawa mobilnya ke Surabaya agar dia mudah pergi kemana-mana.
"Kamu gak diantar mang Saleh saja biar nanti mobilnya dikirim darisini?"kata mama Intan yang gak tega jika Lydia bawa mobil sendiri karena baru kali ini Lydia membawa mobil sendiri pergi jauh.
__ADS_1
"Gak papa ma, kalau bisa hemat buat apa buang-buang uang."kata Lydia.
"Tapi demi keselamatan kamu papa sama mama rela jika harus buang-buang uang."kata mama Intan membuat Lydia memandang papanya untuk minta tolong agar papanya bicara sama mama Intan.
"Ma sudahlah itu kemauan Lydia kita gak bisa paksa dia apalagi benar apa kata Lydia sayang kalau buang-buang uang."kata papa Irwan.
"Memangnya papa gak takut apa kalau terjadi sesuatu sama Lydia?"kata mama Intan.
"Lah mama jangan doakan aku yang buruk-buruk kenapa sih?"kata Lydia.
"Mama hanya takut saja."kata mama Intan.
"Nanti kalau capek istirahat jangan terus nyetir mobil."kata papa Irwan.
"Siap pa, kalau begitu aku berangkat dulu kasian Sandra sudah menunggu lama."kata Lydia.
Lydia langsung pamitan pada mama sama papanya setelah itu dia langsung berangkat menuju kosan Sandra. Lydia saat sudah dekat dengan kosan Sandra langsung saja menghubungi Sandra agar menunggu didepan kosannya. Ternyata saat sampai didepan kosannya disana ada Ita dan Ririn yang menemani Sandra. Lydia langsung saja turun saat sudah berada didepan mereka bertiga.
"Gak papa kok, kamu kok tumben lama pasti tante Intan gak mau kamu tinggal?"kata Sandra.
"Ya begitulah kamu tau sendiri bagaimana mamaku."kata Lydia.
"Kamu anak satu-satunya makanya beliau khawatir apalagi kamu akan menetap disana pasti akan lama sekali gak bertemu dengannya."kata Ita.
"Iya juga sih, tolong jaga mamaku selama aku gak disini bisa?"kata Lydia pada Ita.
"La, kok gue apa masalahnya sama aku orang itu mamamu."kata Ita.
"Sekarang ini hanya ada kamu buat mama."kata Lydia.
"Baiklah aku akan sering datang menjenguk beliau."kata Sandra.
__ADS_1
"Makasih ya kalau kayak gitu aku pergi dulu, ayo San kita berangkat sekarang."kata Lydia.
Mereka berdua langsung berpamitan dengan Sandra dan Rini, mereka berdua langsung saja berangkat ke Surabaya. Saat dalam perjalanan Sandra melamun terus. Lydia tau kalau sebenarnya Sandra tak ikhlas jika bekerja dengannya ada yang menganjar dalam hatinya.
"Kamu kalau gak ikhlas pergi bisa batalin sekarang mumpung kita belum jauh."kata Lydia membuat Sandra tersadar dengan lamunannya.
"Aku ikhlas kok, lagian kamu kan tau kalau aku gak mungkin bisa sama kak Dion. Dia itu sama aku beda jauh."kata Sandra sambil menghera nafas apalagi semalam dia melihat kalau Dion sedang berduaan dengan perempuan lain.
"Kamu yakin, aku gak mau membuat temanku menyesal dengan keputusannya."kata Lydia.
"Aku yakin lagian kebahagiaan kak Dion bukan sama aku."kata Sandra.
"Ada apa?"kata Lydia.
"Kemarin aku melihat dia sedang makan malam berdua dengan seorang perempuan."kata Sandra.
"Mungkin saja itu rekan bisnisnya."kata Lydia.
"Sudahlah gak usah bahas dia lagi, kalau kamu capek kita istirahat saja, aku gak bisa bantuin kamu soalnya aku gak bisa nyetir."kata Sandra.
"Tenang saja aku akan berhenti kalau aku capek, kamu tidur saja dulu kalau kamu ngantuk."kata Lydia.
"Gak usah mending aku temani kamu sambil bicara."kata Sandra.
"Kamu memangnya gak papa kita tinggal serumah bareng?"kata Lydia.
"Aku gak papa,aku malah senang kok kan kita bisa bertemu tiap hari. Tenang saja nanti aku yang masak?"kata Sandra.
"Emangnya kamu bisa masak?"kata Lydia yang gak pernah liat Sandra masak.
"Eh jangan salah aku pintar masak hanya saja saat ngkos aku malas soalnya badanku sudah capek banget."kata Sandra.
__ADS_1
"Baiklah aku akan tunggu masakanmu, aku ingin segera mencobanya."kata Lydia.