Takdir Cinta Lydia

Takdir Cinta Lydia
Rima datang ke rumah Rayyan


__ADS_3

"Wah enak dong kerja sambil cuci mata."kata Rani.


"Enak apaan cuma liat doang, tapi Ly aku gak pernah liat kak Hendru?"tanya Sandra.


"Mana aku tau."kata Lydia yang pura-pura tak tau jika sekarang kakaknya itu sedang sibuk diperusahaan orangtuanya.


"Eh ngomong-ngomong soal kak Hendru, apa kalian tau jika dia setelah lulus skripsi akan langsung mengajar disini?"kata Rani.


"Kamu tau darimana?"tanya Sandra.


"Aku dengar dari kakak senior karena dia rekomendasikan oleh dosen senior langsung."kata Rani.


"Wah berarti kak Hendru hebat dong?"kata Lydia.


"Iya, kamu beruntung banget pernah ditolong oleh dia dan bisa dekat sama dia."kata Rani.


"Aku dekat juga gak sengaja, kamu 'kan tau."kata Lydia.


"Iya tapi kami liat dia tu sangat sayang sama kamu."kata Rani.


"Itu berarti keberuntunganku."kata Lydia.


Mereka langsung menghentikan pembicaraan saat dosen sudah masuk. Rayyan sendiri diRumah Sakit serius mendengarkan penjelasan dari dokter yang bertugas untuk membimbing Rayyan dan juga teman-temannya yang magang diRumah Sakit itu.


Rayyan diRumah Sakit langsung jadi idola para perawat dan juga perempuan yang sedang menjenguk keluarganya yang sedang sakit.


"Yan aku iri sama kamu?"kata Bagas.


"Iri kenapa?"kata Rayyan.


"Kamu gak dikampus gak disini jadi idola para perempuan-perempuan itu."kata Panji.


"Kamu tu kita disini buat praktek bukan melihat perempuan-perempuan itu."kata Rayyan.


"Iya kamu enak ada Lydia la aku."kata Panji.


"Itu sih derita lo, oh ya ngomong-ngomong soal Lydia. Apa dia tau jika kamu sedang praktek?"tanya Bagas.


"Dia tau tadi aku sempat bertemuu dengannya dibelakang kampus."kata Rayyan.


"Kamu gak takut apa ada yang liat?"kata Panji yang khawatir jika ada orang yang melihat mereka berdua.


"Tenang aku yakin gak ada yang liat kok."kata Rayyan.


"Aku cuma gak mau kejadian divilla kemarin terjadi lagi."kata Bagas.


"Kali ini Rima gak akan bisa berbuat apa-apa 'kan dia juga sedang magang diperusahaan Emirat."kata Rayyan.


"Kok kamu tau Yan?"kata Bagas.


"Siapa lagi kalau gak nyonya rumah yang kasih tau."kata Rayyan


"Kayaknya mama kamu suka banget sama Rima?"kata Bagas.


"Aku juga gak tau, apa yang diperbuat Rima agar bisa dekat sama mama."kata Rayyan.


"Aku sih berharap kedekatan mama kamu sama Rima tidak akan membuat masalah sama Lydia."kata Bagas.


"Kam ngomong apa sih Gas?"kata Rayyan.


"Anggap aja aku gak ngomong apa-apa sama kamu hari ini."kata Bagas.


Bagas tau siapa Rima, dia yakin jika Rima sampai tau hubungan Rayyan dan Lydia. Pasti Rima akan melakukan berbagai macam cara dan dari sifat Lydia kalau itu sudah menyangkut restu dari orangtua pasti ydia akan memilih mundur.

__ADS_1


Benar saja dugaan Bagas siang tadi sekarang setelah Rima pulang dari magang diperusahaan Emirat Rima langsung datang kerumah Rayyan.


Tok tok tok


Bibi dirumah orangtua Rayyan langsung saja membuka pintu. Dia tersenyum saat melihat Rima.


"Non Rima ayo masuk, mau cari den Rayyan ya? Dia belum pulang?"kata bibi.


"Gak bi, tante Dahlia ada bi?"kata Rima.


"Oh nyonya, ada non. Ayo masuk dulu biar bibi panggilin nyonya."kata bibi mempersilahkan Rima masuk dan duduk diruang tamu.


Bibi langsung memanggil mama Dahlia yang sedang ada dibelakang menikmati tehnya. Bibi langsung mendekati mama Dahlia.


"Nya didepan ada non Rima."kata bibi.


"Rima, tumben dia kesini, makasih bi dimana dia sekarang?"kata mama Dahlia.


"Dia ada diruang tamu nyonya."kata bibi.


"Aku kesana sekarang."kata mama Dahlia sambil bangun menuju ruang tamu tapi sebelum itu dia menyuruh bibi untuk membuat minuman untuk tamunya.


Mama Dahlian langsung memeluk Rima saat menemui gadis itu. Dia memang berharap kalau Rima akan jadi menantunya suatu saat. Dengan Rayyan menikah dengan Rayyan pasti keluarganya akan lebih terpandang lagi.


"Bagaimana kabar kamu? Sudah lama gak kesini?"kata mama Dahlia.


"Aku baik-baik saja tan, maaf kalau aku sudah lama gak kesini soalnya kemarin-kemarin lagi sibuk dikampus."kata Rima sambil tersenyum.


"Gak papa kok sayang sekarang kamu kesini saja tante juga sudah senang. Oh ya bagaimana kabar mama kamu?"kata mama Dahlia.


"Mama baik-baik saja tan, dia sibuk sama toko kuenya biasalah."kata Rima.


"Mama kamu itu dari dulu suka sekali buat kue."kata mama Dahlia.


"Om kamu itu selalu pulang malam, maklumlah 'kan kerja ditempat orang."kata mama Dahlia.


"Sebenarnya aku kesini mau tanya sesuatu sama tante."kata Rima.


"Emangnya mau tanya apa sayang?"kata mama Dahlia.


"Apa Rayyan bilang sama tante kalau sekarang dia sedang menjalin hubungan dengan seorang perempuan?"kata Rima hati-hati.


"Masak sih sayang, Rayyan gak cerita sama tanta tu. Apa kamu tau siapa perempuan itu?"kata mama Dahlia.


Dia gak mau putra satu-satunya itu salah pilih pasangan. Apalagi kalau perempuan itu tak sederajat dengan keluarganya mau ditaruh mana mukanya.


"Dia adik kelas sih tan. Tapi dari yang aku dengar sih dia perempuan yang gak benar dan lagi dia anak orang gak punya jadi menhalalkan berbagai macam cara untuk mendapatkan apa yang dia mau."kata Rima.


"Masak sih."kata mama Dahlia.


"Kalau tante gak percaya bisa cari tau setelah dia pulang kampus, kalau dikampus sih dia jadi anak baik tapi kalau diluar beda lagi."kata Rima.


"Iya nanti aku akan datang ke kampus."kata mama Dahlia ingin cari tau siapa Lydia itu.


"Kemarin saja dia mefitnah aku kalau aku yang menjebaknya hingga tersesat dihutan. Jadi aku yang kena sekor selama 2 minggu, untung saja aku gak diDO."kata Rima.


"Benar-benar ya, memang apa alasannya kok sampai dia fitnah kamu?"kata mama Dahlia.


"Aku peringatkan dia untuk gak mempermainkan Rayyan coba tante tau gak apa jawabannya?"kata Rima sengaja buat orang didepannya itu percaya padanya.


"Memang dia bilang apa?"kata mama Dahlia.


"Dia bilang ini bukan urusanku dan dia bilang mendekati Rayyan karena hartanya saja.."kata Rima.

__ADS_1


"Serius kamu dia bilang gitu?"kata mama Dahlia.


"Iya dia bilang kayak gitu, tan tapi jangan bilang sama Rayyan ya kalau aku bicara kayak gini? Takutnya dia nanti marah sama aku."kata Rima.


"Tenang saja, itu kayaknya Rayyan datang."kata mama Dahlia.


Dia mengajak Rima untuk menyambut putranya. Ternyata Rayyan tidak datang sendirian tapi dengan kedua temannya. Awalnya ketiga pria itu terkejut kok bisa ada Rima disini, mereka bertiga sudah berpikir yang negatif.


"Dia kesini bukan buat ngadu kalau kamu ada hubungan sama Lydia kan?"kata Panji.


"Mana aku tau."kata Rayyan.


"Sudah ayo kita menemui mereka."kata Bagas.


Mereka berjalan mendekati kedua perempuan yang berbeda generasi itu. Rayyan dan kedua temannya langsung menyalami mamanya Rayyan.


"Kalian kok sudah pulang?"kata mama Dahlia.


"Iya, hari ini hanya pembagian pembimbing saja ma."kata Rayyan.


"Oh ya sudah ayo masuk, kalian berdua menginap disinikan hari ini?"kata mama Dahlia.


"Memang gak papa kalau kami menginnap disini tan?"kata Bagas.


"Ya gak papa dong, siapa sih yang gak bolehin."kata mama Dahlia sambil mengajak mereka ke ruang tengah.


"Apa Rima juga akan menginap disini tan?"kata Panji.


"Mana boleh dia 'kan perempuan apa kata tetangga nanti."kata mama Dahlia.


"Oh aku pikir dia mau menginap soalnya ada disini sih?"kata Panji memang sengaja begitu.


"Dia kesini tante yang suruh, soalnya tante mau pesan kue mamanya gak bisa kesini."kata mama Dahlia.


"Biasanya mama sendiri yang kesana?"kata Rayyan.


"Mama gak sempat sayang."kata mama Dahlia.


Saat mereka sedang berbicara bibi datang untuk mengatakan kalau makan malam sudah siap.


"Maaf nya, makan malamnya sudah siap mau makan sekarng atau nanti?"kata bibi.


"Kalian sudah lapar belum?"tanya mama Dahlia.


"Sudah tan."kata mereka berdua bersamaan.


"Bilang saja kalian kesini minta makan?"kata Rima.


"Biarin sirik banget sih, lagian tante juga gak marah iya gak tan?"kata Bagas.


"Iya."kata mama Dahlia.


"Papa belum pulang ma?"kata Rayyan yang daritadi diam.


"Belum kamu tau sendiri papa kamu itu sibuk banget apalagi kalau akhir bulan begini. Kalian mau makan sekarang apa nanti?"kata mama Dahlia.


"Sekarang saja tan."kata Panji.


"Ya sudah ayo kalau kayak gitu kita ke meja makan."kata mama Dahlia.


"Maaf ya tan."kata Bagas yang gak enak hati.


"Gak papa kok."kata mama Dahlia.

__ADS_1


Mereka berlima berjalan menuju meja makan, mereka makan dengan saling mengobrol satu sama lain. Tapi mereka malah tak menghiraukan Rima sama sekali membuat gadis itu kesal.


__ADS_2