
"Pandangan kakak menakutkan kayak mau menerkamku."kata Lydia.
"Masak sih, kayaknya aku biasa saja. Memangnya kamu takut apa coba?"kata Ryan.
"Aku takut menerkamku."kata Lydia.
"Memangnya kamu mau kalau aku terkam sekarang?"kata Ryan.
"Gak usah ngadi-ngadih deh, bukannya aku sudah bilang kalau aku belum siap.'kata Lydia.
"Masak minta cium saja gak boleh?"kata Ryan.
"Kalau mau cium pipi silahkan kalau yang lain gak."kata Lydia.
"Kayaknya kemarin aku boleh cium ini."kata Ryan sambil memegang bibir Lydia.
"Itukan kemarin kalau sekarang gak boleh."kata Lydia.
"Kita coba ya sayang agar kamu pelan-pelan bisa hilangin trauma kamu?"kata Ryan.
Lydia terdiam sesaat untuk berpikir dan teringat dengan keinginannya tadi kalau mau menyerahkan semuanya pada Ryan malam ini. Ryan menghera nafasnya saat Lydia terdiam dia memutuskan untuk makan kembali makanannya Lydia yang tau kalau Ryan kecewa tersenyum lalu mencium pipi suaminya itu membuat Ryan terkejut.
"Sayang..."kata Ryan yang terkejut.
"Kenapa gak suka kalau aku cium?"kata Lydia.
"Aku suka kamu yakin mau aku cium sayang?"kata Ryan.
"Bismillah tapi aku minta agar kamu menghentikan ciuman itu saat rasa traumaku kambuh tapi kalau gak kamu bisa melakukan lebih."kata Lydia membuat Ryan semakin terkejut.
"Kamu yakin dengan perkataanmu ini?"kata Ryan bertanya lagi takut kalau nanti istrinya itu menyesal.
"Kalau gak mau ya sudah aku mau kembali ke kamar dulu."kata Lydia.
__ADS_1
Lydia bangun dari duduknya tapi tangannya dipegang oleh Ryan membuat Lydia jatuh ke pangkuan suaminya membuat mereka saling bertatapan. Ryan tersenyum lalu memegang tengkuk Lydia lalu mencium bibir istrinya pelan tapi lama-lama semakin menuntut dan semakin dalam. Ryan yang tau kalau Lydia diam saja dan mulai membalas ciuman itu tersenyum. Ryan pelan-pelan membawa Lydia kembali ke kamarnya. Lydia terkejut saat tubuhnya diturunkan diranjang, Lydia mendorong tubuh Ryan membuat Ryan menghentikan ciumannya.
"Ada apa?"kata Ryan.
"Kok kita bisa ada disini?"kata Lydia membuat Ryan tersenyum.
"Memangnya kamu gak sadar saat aku gendong kesini tadi?"kata Ryan.
"Gak, tapi aku merasa tubuhku melayang."kata Lydia.
"Saat tubuh kamu itu melayang aku berjalan menuju kamar ini, bagaimana kamu mau kita lanjut atau sudahin saja?"kata Ryan membuat Lydia terdiam.
Lydia sebenarnya ingin tapi dia takut, Ryan yang tau kalau istrinya itu bimbang berusaha untuk membujuk Lydia sambil mengatakan kata-kata agar istrinya itu bisa tenang. Lydia setelah mendengar perkataan Ryan yang lembut akhirnya menganggukan kepalanya. Ryan yang mendapatkan persetujuannya tak mau menyia-nyiakan kesempatan itu. Ryan mulai mencium bibir Lydia semakin lama semakin menuntut dan tangannya juga tak tinggal diam. Lydia yang diperlakukan seperti itu merasa melayang dan ingin menuntut lebih agar Ryan melakukan sesuatu yang lebih. Ryan yang melihat kalau Lydia sudah terbuai langsung tersenyum sambil melepas semua pakaian milik keduanya hingga sekarang mereka tubuh mereka tak memakai sehelai benangpun tapi Lydia belum sadar. Lydia tersadar saat benda keras menyentuh perutnya membuat Lydia membuka matanya dan terkejut saat melihat dia dan Ryan sudah tak memakai baju.
"Kak..."kata Lydia.
"Apa sayang?"kata Ryan.
"Aku takut."kata Lydia.
"Kenapa memandangku seperti itu?"kata Ryan.
"Kakak tau rasanya memangnya kakak sudah pernah melakukan hubungan itu?"kata Lydia.
"Aku belum pernah melakukannya sayang, ini yang pertama juga buatku. Jadi boleh ya aku akan melakukannya dengan lembut."kata Ryan yang dijawab anggukan oleh Lydia.
Ryan tersenyum lalu melakukan pemanasan lagi hingga membuat Lydia benar-benar terangsang dan mulailah dia melakukan olahraga ranjang itu. Awalnya dia mau menghentikan kegiatannya itu karena melihat istrinya kesakitan tapi dipikir-pikir lagi itu adalah kesempatan dia agar istrinya itu tak trauma lagi disentuh olehnya. Ryan menghentikan kegiatan ranjang itu saat melihat wajah istrinya yang kelelahan.
"Makasih ya malam ini aku bahagia banget, besok aku minta lagi bolehkan?"kata Ryan sambil tersenyum.
"Apasih kak, ini sakit tau gak? Apalagi kakak gak kira-kira melakukannya."kata Lydia sambil bersembunyi didada bidang suaminya karena malu.
"Nanti kalau melakukannya setiap hari pasti gak sakit lagi karena aku yakin pasti kamu akan ketagihan."kata Ryan.
__ADS_1
"Ih itu mah mau kamu mas."kata Lydia sambil mencubit perut suaminya.
"Auh sakit sayang, tapi enakkan?"kata Ryan bertanya lagi membuat Lydia semakin menyembunyikan wajahnya didada suaminya.
"Sudah ah aku mau tidur ngantuk."kata Lydia.
"Ya sudah tidur."kata Ryan sambil mencium kening istrinya lama.
Kedua pasangan itu tidur sambil berpelukan, paginya Lydia bangun lebih dulu sambil tersenyum saat melihat wajah suaminya. Saat teringat kegiatan yang mereka lakukan tadi malam membuatnya malu dan pipinya menjadi merah. Lydia memberanikan diri untuk menyentuh wajah suaminya dari alis hingga turun ke bawah saat dia menyentuh bibir Ryan jarinya malah digigit oleh Ryan membuat Lydia mencubit perut suaminya.
"Ouh sayang sakit perutku itu namanya kdrt."kata Ryan.
"Siapa suruh gigit jariku sakit tau gak?"kata Lydia kesal.
"Siapa suruh gangguin orang tidur, apa mau lagi kita melakukan olahraga kayak tadi malam?"kata Ryan.
"Ini sudah pagi gak usah aneh-aneh aku mau masak sarapan buatmu, kamu siap-siap ke kantor katanya ada meeting pagi."kata Lydia.
"Masih sempat melakukan satu ronde atau kita lakukan dikamar mandi sekalian mandi?"kata Ryan sambil tersenyum.
"Gak usah aneh-aneh deh badanku masih lemuk kak, aku mau ke kamar mandi dulu."kata Lydia.
Ryan tak bisa berkata apa-apa lagi tapi saat melihat Lydia yang meringis kesakitan membuat Ryan mengerutkan keningnya lalu bangun dari ranjang lalu mengangkat tubuh Lydia membuat Lydia terkejut karena suaminya itu membawanya ke kamar mandi. Ryan mendudukan Lydia dibak mandi lalu dia sendiri berjalan mandi dishower. Lydia melihat tubuh Ryan menelan ludahnya karena tubuh Ryan mengoda dan lagi saat Lydia teringat kejadian semalam membuat pipi Lydia menjadi merah. Ryan yang merasa diperhatikan memutar kepalanya dan melihat istrinya sedang memandangnya sambil pipinya merah membuat Ryan semakin gemas dan ingin mencubit pipi Lydia.
Ryan yang selesai mandi mengambil handuknya lalu menghampiri istrinya yang masih tetap terdiam membuat Ryan semakin gemas. Ryan mengangkat tubuh Lydia yang masih banyak busa membuat istrinya terkejut. Ryan menurunkan tubuh Lydia dibawah shower sambil menyalakannya membuat Lydia gelagapan.
"Kak..."kata Lydia.
"Bersihin busa dibadanmu habis itu tidur lagi diranjang gak usah masak kita pesan online atau mencari makanan diresto bawah."kata Ryan.
"Tapi kak..."kata Lydia.
"Tapi kenapa sudah selesaikan mandinya, aku mau ke bawah bentar cari makan kamu nitip apa?"kata Ryan.
__ADS_1
"Kak, ada apotik gak dibawah?"kata Lydia.
"Kenapa ke apotik? Kamu sakit apa?"kata Ryan yang khawatir pada Lydia.