
"Yan coba kamu hubungi Kevin sekarang!"kata Hendru.
"Baiklah tunggu sebentar aku ambil ponselku dulu."kata Ryan yang langsung bangun dan berjalan menuju meja kerjanya untuk mengambil ponselnya.
Ryan mengambil ponselnya setelah itu langsung saja kembali ke sofa tempat Hendru duduk. Ryan langsung menghubungi Kevin beberapa kali mencoba memanggil tak diangkat oleh Kevin. Saat Ryan mau menyudahi panggilannya yang terakhir ternyata Kevin mengangkat panggilan itu.
[Hallo, ada apa Yan tumben menghubungiku?]
[Maaf kalau aku ganggu kamu, kamu gak sedang sibuk kan?]
[Gak kok aku baru saja selesai meeting ada apa?]
[Kamu ada waktu gak aku ingin mengajakmu kerjasama?]
[Kerjasama soal apa nih? Kerjasama soal pekerjaan atau soal Rima? Aku tau kalau sekarang dia sedang mendekati Hendru tapi aku sudah malas mengurusi Rima karena kami akan segera bercerai.]
[Aku mau mengajakmu kerjasama soal pekerjaan kebetulan toserba yang aku jalankan butuh poduk lokal yang sehat dan harganya terjangkau.]
[Baiklah kalau soal itu aku mau bertemu kapan kamu ada waktu?]
[Aku terserahmu kapan bertemu tapi kalau besok aku gak bisa soalnya aku harus menghadiri launcing produk baru diperusahaanku.]
[Baiklah kalau kayak gitu aku ikut kamu kapan ada waktu.]
[Lusa bagaimana mumpung aku segang? Nanti biar aku bicara sama Hendru kalau ingin bertemu denganmu.]
[Baiklah lusa pas makan siang, nanti aku akan bawakan produk yang cocok buat toserbamu.]
[Baiklah kalau gitu sampai jumpa lusa, sekarang aku tutup dulu panggilannya.]
__ADS_1
Ryan setelah mematikan panggilannya langsung saja menyimpan ponselnya kembali. Setelah itu dia langsung memandang kearah Hendru yang sedang fokus dengan ponselnya. Ryan langsung saja melempar temannya itu dengan bolpoin membuat Hendru kaget dan langsung memandang kearah Ryan.
"Sudah selesai kamu menghubungi Kevin?"kata Hendru.
"Sudah kamu itu malah sibuk ngerjain pekerjaanmu sendiri bukannya bantuin aku buat bicara sama Kevin."kata Ryan kesal melihat Hendru yang malah asik melihat ponselnya.
"Kamu kan tau sendiri kalau aku gak mungkin bisa bicara tadi, kalau aku bicara pasti Kevin tak akan mau bertemu denganmu."kata Hendru.
"Baiklah kalau kayak begitu aku akan coba berusaha, tapi aku butuh bantuanmu kalau kamu ingin Kevin membantumu untuk kerjasama soal Rima kalau masalah perusahaannya aku bisa bantu."kata Ryan.
"Iya doakan saja semoga saja dengan kerjasamamu dengan Kevin sekalian bisa membuat pertemananku dan Kevin bisa seperti dulu."kata Hendru.
"Semoga saja, kamu sedang apa kok daritadi aku liat kamu liat ponsel terus memangnya ada masalah dengan perusahaan?"kata Ryan.
"Soal perusahaan kamu tau sendiri apa masalahnya, aku lagi mikirin kampus sebentar lagi aku sibuk dengan skripsi mahasiswaku pasti saat itu waktuku dengan Widya akan berkurang."kata Hendru.
"Makanya cepat kamu nikah biar tau bagaimana rasanya berrumahtangga aku yakin kamu akan lebih parah daripada aku."kata Hendru.
"Memangnya aku mau menikah dengan siapa?"kata Ryan.
"Makanya cari atau kamu mau menikah dengan Lydia?"kata Hendru.
"Ya gak mungkinlah dia mau sama aku yang hanya asistenmu."kata Ryan.
"Dia memang taunya kamu asistenku tapi kalau sampai para perempuan itu tau kalau kamu seorang CEO dari dua perusahaan sekaligus pasti akan langsung saja mengejar-ngejarmu."kata Hendru.
"Aku mau perempuan itu menerimku yang apa adanya bukan ada apa-apanya."kata Ryan.
"Terserahmu lah, bagaimana persiapan buat peluncuran produkmu besok?"kata Hendru.
__ADS_1
"Alhamdulilah sudah siap besok tinggal peluncuran saja semoga saja gak ada masalah besok."kata Ryan.
"Siapa yang akan meluncurkan produk itu nanti?"kata Hendru.
"Siapa lagi kalau bukan Dayat atau kamu mau mewakiliku?"kata Ryan.
"Kenapa kamu gak minta Aziz saja sih?"kata Hendru.
"Bagaimana kabarnya sudah lama aku gak ketemu dengannya?"kata Ryan.
"Dia sibuk diperusahaan coba saja kamu hubungi dia nanti."kata Hendru.
"Ya nanti aku coba."kata Ryan.
"Ya sudah kalau kayak gitu aku kembali ke perusahaan dulu aku tadi dari kampus langsung kesini."kata Hendru.
Ryan setelah Hendru pergi langsung saja fokus dengan pekerjaannya yang sempat tertunda tadi sedangkan Lydia malah baru bangun tidur karena merasa perutnya lapar. Lydia langsung bangun mandi setelah itu turun ke bawah ternyata dirumah sepi. Lydia langsung pergi ke meja makan disana ada bi Nah.
"Bi, mama sama papa belum pulang?"kata Lydia membuat bi Nah terkejut.
"Ih non bikin bibi jantungan saja, tuan sama ibu belum pulang. Tadi ibu bilang nona suruh makan duluan."kata bi Nah.
"Tadi mama telepon bi?"kata Lydia.
"Iya non, nona mau makan sekarang atau nanti tunggu ibu dan tuan pulang?"kata bi Nah.
"Aku mau makan sekarang perutku sudah keroncongan."kata Lydia.
Bi Nah setelah mendengar perkataan Lydia langsung saja melayani Lydia. Setelah selesai melayani bi Nah langsung pamit kebelakang. Lydia yang ditinggal sendirian merasa kesepian.
__ADS_1