Takdir Cinta Lydia

Takdir Cinta Lydia
Rayyan bahagia karena mendapat maaf Lydia


__ADS_3

Rayyan yang mendapat maaf dari Lydia saat kembali ke Rumah Sakit tersenyum-senyum sendiri didalam mobil. Dia hari ini benar-benar semangat membuat teman-teman yang bekerja bareng dengannya bingung tapi juga senang karena beberapa hari ini Rayyan benar-benar gak fokus kayak banyak pikiran.


"Kamu kenapa kayaknya senang banget hari ini?"kata Panji saat dia istirahat dengan Rayyan sedangkan Bagas masih sibuk menangani pasien jadi belum bisa beristirahat.


"Aku senang banget hari ini karena aku dapat maaf dari Lydia."kata Rayyan sambil tersenyum senang.


"Syukur deh kalau kayak gitu, berarti kamu bisa fokus sama pekerjaan dong."kata Panji.


"Iya aku sekarang mau fokus ke pekerjaan dan menaklukan hatinya Lydia kembali."kata Rayyan semangat.


"Maksutnya gimana aku gak ngerti?"kata Panji.


"Aku memang sudah berbaikan tapi sekarang kita hanya berteman saja, aku ingin lebih dari temanan. Makanya aku masih harus berjuang lagi untuk mendapatkan hatinya lagi."kata Rayyan membuat Panji menghera nafasnya.


"Lalu bagaimana dengan orangtua kamu, bukannya mereka akan tetap menjodohkan kamu dengan Rima?"kata Panji.


"Aku gak mau sama Rima, Aku gak mungkin bisa berhubungan dengan perempuan yang jahat seperti dia."kata Rayyan.


"Kamu tau apa alasan Rima berbuat semua itu, dia hanya ingin kamu."kata Panji.


"Walau pun begitu bukan berarti dia bisa melakukan hal licik seperti itu."kata Rayyan yang gak suka dengan perlakuan Rima pada Lydia.


"Bukannya selama ini kamu diam saja saat Rima berusaha untuk mengancam perempuan-perempuan yang mendekatimu?"kata Panji.


"Dulu beda Ji, aku diam karena perempuan-perempuan yang diancam oleh Rima itu hanya aku anggap sebagai teman saja. Beda lagi dengan Lydia aku benar-benar menyayanginya."kata Rayyan.


"Sama saja Yan karena dengan begitu kamu tetap mengizinka Rima berbuat sesuka hatinya."kata Panji.


"Kamu jadi menyalahkan aku?"kata Rayyan.


"Rima salah tapi kamu juga salah karena membiarkannya berbuat seperti itu."kata Panji megingatkan jika semua ini berasal dari kesalahan Rayyan juga bukan hanya Rima saja.


"Aku tau tapi aku gak bisa menikah dengan perempuan yang tidak aku cintai."kata Rayyan.


"Lalu mau kamu apa? Kamu gak takut apa jika mama kamu dan Rima akan berbuat sesuatu lagi dengan Lydia."kata Panji.


"Aku akan menjaga dan melindungunya kali ini."kata Rayyan.


"Kamu gak akan bisa selalu melindunginya Yan."kata Panji.


"Aku akan membuat Lydia yakin padaku dulu setelah itu baru aku akan pikirkan bagaimana caranya melindungi Lydia dari mama dan Rima."kata Rayyan tetap kekeh dengan pendiriannya.

__ADS_1


"Terserah kamulah Yan, ayo masuk sekarang."kata Panji yang melihat jam tangannya jika sekarang sudah waktunya bekerja lagi.


Rayyan dan Panji langsung saja masuk ketempat kerja mereka masaing-masing. Lydia dan Ita saat pulang kerja janjian dengan Sandra untuk makan ditempat ibu Ton. Tempat dimana biasanya mereka sering kumpul dulu sebelum Lydia ada masalah dengan Rayyan. Saat Lydia dan Ita menutup toko Aziz ternyata datang menjemput Lydia.


"Wah kok tumben bantuin Ita nutup pintu?"kata Aziz.


"Mereka sudah baikan kak, jadi gak perlu sembunyi-sembunyi lagi."kata Ita sambil tersenyum.


"Wao ini berita yang menghebohkan buatku, jadi aku gak perlu jemput lagi besok?"kata Aziz.


"Gak perlu kak karena kakak hari ini sudah terlanjut jemput maka kita mampir dulu ke tempat bu Ton. Kakak belum makan malamkan?"kata Lydia.


"Kamu yang traktir tapi dek?"kata Aziz sambil bercanda pada Lydia.


"Tenang saja hari ini aku yang akan traktir kalian."kata Lydia.


"Ya sudah ayo berangkat."kata Aziz.


"Bentar ini belum dikunci."kata Ita yang langsung mengunci pintu toserba setelah itu mereka bertiga langsung pergi ke warung nasi.


Saat mereka sudah sampai disana ternaya tempatnya rame banget. Mereka bertiga melihat apa ada tempat duduk ternyata gak ada sehingga mereka memutuskan untuk makan didalam mobil.


"Oke siap, maaf ya lagi rame soalnya. Oh ya nak Sandra tumben gak ikut?"kata bu Ton.


"Sebentar lagi juga datang bu, kami pesan empat ya nasi gorengnya."kata Ita.


"Minumnya mau apa nih?"kata bu Ton.


"Biasa bu aku air mineral saja, kalian berdua apa?"kata Ita bertanya pada Lydia dan Aziz.


"Aku sama kayak kamu air mineral aja kalau kakak apa?"kata Lydia.


"Ada teh anget bu?"kata Aziz.


"Ada nak."kata bu Ton.


"Ya sudah aku teh anget saja bu."kata Aziz.


"Biaklah tunggu giliran ya gak papa kan?"kata bu Ton.


"Siap bu, tapi teh angetnya bisa diduluin gak bu?"kata Aziz.

__ADS_1


"Siap nak nanti ibu antar ke mobil itu 'kan?"kata bu Ton sambil menunjuk mobil Aziz.


"Iya bu itu, nanti minumnya Sandra biar dia pesan sendiri kesini bu."kata Ita.


"Siap."kata bu Ton.


Mereka bertiga kembali menuju mobil Aziz dan saat mereka mau masuk terdengar suara Sandra memanggil mereka. Mereka bertiga langsung menoleh kearah sumber suara.


"Kalian ngapain kembali ke mobil gak jadi makan disini ya?"kata Sandra saat sudah dekat dengan teman-temannya.


"Jadi tempatnya penuh kita gak dapat tempat duduk makanya kami pesan dulu, nanti kalau saat nasi gorengnya siap dan ada tempat duduk kita makan disana tapi kalau tetap gak ada kita akan makan didalam mobil."kata Lydia.


"Oh gitu ya, aku sudah kalian pesanin belum?"kata Sandra.


"Nasi gorengnya sudah tapi minumnya belum. Nanti saat bu Ton datang kesini kamu pesan saja."kata Lydia.


"Baiklah, ayo masuk dulu dingin diluar."kata Aziz.


Mereka berempat masuk ke dalam mobil, mereka menunggu nasi goreng pesanan sambil bercanda ria beda lagi dengan Rayyan saat pulang dari Rumah Sakit langsung pulang ke rumah. Tapi senyumnya tetap merekah tak luntur sama sekali. Mama Dahlia yang melihat jika putranya pulang dengan senyum-senyum sendiri membuatnya penasaran.


"Kamu kenapa Yan? Kok senyum-senyum sendiri kayak gitu?"kata mama Dahlia.


"Gak papa ma."kata Rayyan berbohong dia gak mau mamanya tau jika dirinya dan Lydia sudah baikkan.


"Gak ada apa-apa kok senyum-senyum pasti ada yang kamu sembunyiin dari kami ya?"kata papa Hans.


"Gak ada ma, tadi aku senang saja karena ada pasienku yang awalnya divonis gak bisa sembuh ternyata dia bisa sembuh."kata Rayyan berbohong.


"Oh pantes saja kamu senyum-senyum sendiri."kata papa Hans.


"Oh ya Yan, kapan kamu ajak Rima jalan-jalan? Seharusnya kamu tu sekali-kali ajak dia jalan-jalan biar dia senang dan kalin bisa saling dekat."kata mama Dahlia.


"Nanti ma kalau aku ada waktu."kata Rayyan.


"Kamu kalau diajak bicara soal Rima pasti nanti-nanti."kata mama Dahlia kesal dengan Rayyan.


"Ma, aku capek. Pa aku keatas dulu ya?"kata Rayyan.


"Ya sudah, sampai sana langsung istirahat saja jangan begadang!"kata papa Hans.


"Iya pa."kata Rayyan yang langsung pergi dari ruang tengah menuju kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2