
"Aku mau setelah aku membersihkan nama kamu, kamu harus menjauhi Rayyan."kata Rima membuat Lydia tersenyum.
"Jadi ini karena Rayyan makanya kamu selalu mengangguku."kata Lydia.
"Iya, dulu aku pernah bilang sama kamu kan tolong jauhi Rayyan tapi kamu malah jadian sama dia."kata Rima.
"Kamu sadar gak dengan perkataan kamu Rim?"kata Sahrul yang gak habis pikir jika putrinya berbuat jahat hanya gara-gara Rayyan.
"Memangnya kenapa dengan perkataanku?"kata Rima.
"Kamu demi pria menyakiti orang lain dan hampr saja menghilangkan nyawa seseorang apa itu pantas Rim?"tanya Sahrul membuat Rima terdiam.
"Sudahlah om gak papa kok, asal Rima membersihkan nama baikku dikampus. Aku akan menjauh dari Rayyan lagian pria seperti dia itu tak pantas untuk dipertahankan."kata Rima.
"Apa maksut kamu?"kata Rima.
"Seorang pria yang mengambil keputusan hanya mendengar tanpa mencari tau apa yang sebenarnya terjadi tidak pantas untuk dipertahankan."kata Lydia.
"Kamu salah Rayyan tak seperti itu."kata Rima membela Rayyan.
"Itu terserah kamu, aku mau besok kamu sudah membersihkan nama baikku."kata Lydia.
"Kenapa harus besok?"kata Rima yang masih belum rela jika mengakui perbuatannya.
"Terserah kamu tapi jangan salahkan aku jika aku yang membuktikan sendiri maka nama baik keluarga kamu akan ikut hancur."kata Lydia.
"Kamu berani mengancam kami?"kata Tina tak terima jika Lydia mengancam putrinya.
"Aku gak mengancam tapi ini peringatan, mungkin aku akan diam tapi jangan salahkan orang lain yang akan bertindak."kata Lydia membuat Rima dan Tina langsung terdiam.
"Apa kamu ingat waktu dikampus ada orang yang membantu Lydia tanpa ada orang yang minta."kata mama Intan.
"Apa kamu juga ingat jika kamu menyuruh orang untuk menyebarkan foto-fotoku tapi yang terjadi malah korupsi anggota direksi yang muncul."kata Lydia membuat Rima memandang kearah Lydia.
"Kamu tau soal itu?"kata Rima.
"Aku tau karena aku sama om Irwan tau jika kamu menyuruh orang untuk mengikutiku."kata Lydia.
"Jadi pria itu adalah om Irwan?"tanya Rima gak percaya.
"Iya, om dan tante sering datang ke tempat kerjaku kalau mereka sedang merindukanku karena aku jarang main kesini."kata Lydia.
__ADS_1
"Jadi bagaimana mau kamu sendiri yang mengakuinya atau orang lain?"kata mama Intan.
"Baiklah besok aku akan mengakuinya."kata Rima.
"Bagus tapi aku juga minta tentang satu foto yang kamu edit itu harus benar-benar bersih."kata Lydia.
"Foto apalagi?"kata Tina.
"Foto diriku yang melakukan sesuatu dengan seorang pria padahal aku tak pernah pergi ke hotel itu."kata Lydia.
"Baiklah, aku akan jelaskan semuanya besok."kata Rima.
"Baiklah aku tunggu dikampus besok."kata Lydia.
Setelah mereka saling berbicara dan menjelaskan apa yang terjadi, keluarga Rima berpamitan pulang. Sedangkan mama Intan hanya tersenyum tapi menurutnya itu belum cukup kejam karena apa yang dilakukan Rima ke Lydia lebih kejam.
"Mama gak puas."kata mama Intan.
"Gak puas kenapa ma?"kata Lydia.
"Dia hampir saja mencelakai kamu tapi liat balasannya hanya disuruh mengungkap apa yang sebenarnya terjadi."kata mama Intan tapi malah disenyumi oleh Lydia.
"Ma, mungkin memang menurut kita gak kejam, tapi apa mama tau apa yang akan dibicarakan oleh orang-orang setelah ini?"kata Lydia.
"Itu tau, sudah aku mau tidur dulu."kata Lydia yang langsung meninggalkan kedua orangtuanya.
"Putri kita sudah dewasa pa."kata mama Intan.
"Iya mama benar, tapi aku bersyukur karena Lydia tak seperti gadis-gadis lain yang bergantung pada kekayaan orangtuanya."kata papa Irwan.
"Iya, sifatnya sama persisi seperti kamu pa."kata mama Intan.
"Iya tapi cantiknya sama kayak kamu."kata papa Irwan.
Keesokan harinya saat Lydia baru saja sampai kampus ternyata disana sangat heboh. Sandra yang baru datangpun juga ikut penasaran. Dia langsung mendekati Lydia untuk bertanya apa yang sebenarnya terjadi.
"Ly...."panggil Sandra membuat Lydia menghentikan jalannya dan memilih berbalik karena mendengar suara temannya.
"San, kamu baru datang?"kata Lydia.
"Iya tadi bus yang biasa kita naiki telat datangnya, kamu tidur dirumah tante kamu?"kata Sandra.
__ADS_1
"Iya kapan-kapan aku ajak kamu sama Ita menginap disana."kata Lydia.
"Gak ah, gak enak aku."kata Sandra.
"Gak papa, lagian tante pasti senang banget kita datang kesana karena putrinya gak ada disini."kata Lydia.
"Memangnya putrinya kemana?"kata Sandra.
"Biasalah kuliah diluar negeri."kata Lydia yang dianggukin oleh Sandra.
"Oh ya kamu tau ada apa itu?"kata Sandra yang teringat jika tadi memanggil Lydia untuk bertanya soal itu.
"Aku juga gak tau, daripada penasaran ayo kita liat kesana."kata Lydia.
Mereka berdua langsung berjalan kearah ke rumunan itu dan berusaha untuk menerobos lebih depan lagi agar mereka tau apa yang terjadi.
"Jadi foto-foto yang ada diweb itu kamu yang mengunggahnya?"kata Jono.
"Iya aku yang telah mefitnah Lydia karena aku gak terima jika dia jadian dengan Rayyan."kata Rima mengaku.
"Lalu apa alasan kamu mau mengaku perbuatan kamu ini?"kata Roni.
"Karena aku tau aku salah."kata Rima sambil menunduk tak berani melihat kearah depan.
Lydia yang melihat hanya tersenyum dan dia teringat sesuatu setelah itu membisikkan ke Sandra.
"San, tanya sama dia apa dia yang ada difoto itu?"kata Lydia membuat Sandra melihat kearahnya.
Awalnya Sandra gak mau tapi setelah dibujuk dan Lydia memberi pengertian langsung saja meyetujuinya karena itu itu membalas perbuatan Rima secara halus.
"Apa foto berduaan dikamar hotel itu aslinya kamu?"kata Sandra memmbuat semua orang yang ada disana langsung memandang kearah Sandra.
"Bukan itu bukan aku, sumpah itu bukan aku."kata Rima.
"Kalau itu bukan kamu lalu bagaimana kamu mendapatkan foto yang benar-benar seperti aslinya?"kata Sandra.
"Iya benar kenapa foto itu seperti aslinya?"kata mahasiswa lain yang ikut membenarkan perkataan Sandra.
Rima yang mendengar itu langsung mengepalkan tangannya dan melihat kearah Lydia. Dia tak menyangka jika Lydia akan membalasnya seperti ini, Rima tak terima dan akan membalas rasa malu hari ini. Bagaimanapun caranya. Lydia sendiri yang melihat kalau Rima kesal hanya tersenyum, dia tau jika Rima pasti tak akan tinggal diam. Tapi kalau pun Rima berbuat sesuau lagi dia yakin kali ini papa Irwan yang akan bertindak, bukan hanya papanya tapi papa Rima sendiri yang akan memberi hukuman yang lebih berat lagi.
"Kenapa diam, ayo jawab darimana kamu dapatkan foto senyata itu kalau bukan kamu yang melakukannya sendiri?"kata mahasiswa.
__ADS_1
"Sumpah itu bukan aku."kata Rima tetap mengelak tapi para mahasiswa tak ada yang percaya.