Takdir Cinta Lydia

Takdir Cinta Lydia
Rencana kedua mama dan Shinta


__ADS_3

"Mereka mau ngadakan liburan dipuncak dan acara puncaknya akan ada pesta disebuah hotel itu untuk klien yang bekerjasama dengan kita selama ini."kata Sahrul.


"Aku serahin semua sama om saja deh."kata Lydia membuat Sahrul tersenyum.


"Iya om akan mengatur semuanya, kalau kayak gitu om kembali keruangan om lagi."kata Sahrul.


"Iya om."kata Lydia.


Kedua perempuan itu menceritakan pengalaman mereka setelah om Sahrul pergi. Walau yang paling banyak Rima menceritakan tentang hubungannya dengan Kevin. Lydia tersenyum saat mendengar cerita Rima, dia gak menyangka cinta itu bisa datang kapan saja.


Rima kembali keruangannya saat teringat masih ada pekerjaan yang belum dia selesaikan. Lydia sendiri kembali ke tempat duduknya untuk mengerjakan pekerjaan yang sempat tertunda saat ada Rima tadi.


Lydia fokus dengan pekerjaannya bedalagi dengan ketiga perempuan yang sedang berada disebuah caffe mereka melakukan pertemuan untuk membahas rencana apa yang akan mereka gunakan agar Lydia mau menikah dengan Ryan saat hari ulang tahunnya.


"Apa kalian ada ide?"kata mama Intan.


"Memangnya gak ada acara diperusahaan tante untuk akhir-akhir ini bukannya sebentar lagi ulang tahun perusahaan tante?"kata Shinta.


"Aku belum tau ada acara apa tahun ini, biasanya setiap tau para karyawan pasti akan mengadakan liburan bersama."kata mama Intan.


"Kita bisa manfaatin itu tan."kata Shinta.


"Maksutmu bagaimana bunda gak mengerti?"kata bunda Arina.


"Ish kita jebak saja mereka saat liburan itu, kita gep mereka saat mereka dalam satu kamar."kata Shinta.


"Kamu benar juga tapi bagaimana caranya mereka bisa satu kamar?"kata bunda Arina.


"Kalau soal Lydia serahin sama aku, kalau Ryan itu urusanmu Shin."kata mama Intan yang tau maksut dari Shinta.


"Siap serahin semua sama aku tan, tante cari tau mereka akan berlibur kemana baru setelah itu kita rencanakan semuanya dengan matang."kata Shinta.


Mereka kembali pulang ke rumah setelah menrencankan semuanya matang-matang. Mama Intan pulang dengan wajah yang berseri-seri. Papa Irwan yang melihat jika istrinya tersenyum-senyum sendiri hanya geleng-geleng kepala.


"Kamu kenapa ma pulang-pulang senyum-senyum sendiri kayak gitu?'kata papa Irwan.


"Ih papa nih, mama senang banget akhirnya mama bisa mendapatkan menantu idamanan mama."kata mama Intan.


"Ma, bagaimana caranya kamu meyakinkan putrimu itu. Kamu paling tau jika Lydia itu sangat susah dibujuk?"kata papa Irwan.

__ADS_1


"Kalau soal itu serahin sama mama saja, pa acara tahunan karyawan kali ini mereka mau kemana?"kata mama Tari.


"Mereka mau menginap dipuncak, kenapa memangnya?"kata papa Irwan.


"Kita ikut lliburan ke puncak ya sekeluarga sudah lama lo kita gak liburan, aku juga akan ajak Arina dan juga keluarganya."kata mama Intan.


"Ma, kamu gak usah aneh-aneh deh papa tau apa yang ada diotakmu itu."kata papa Irwan.


"Cuma itu satu-satu ya cara pa, ayolah pa."kata mama Intan.


"Bagaimana dengan Ryan apa dia tau tentang rencana mama ini?"kata papa Irwan.


"Dia gak tau yang tau hanya Arina, Shinta dan papa yang terakhir."kata mama Intan membuat papa Irwan menghera nafasnya.


"Terserah mama saja lah tapi nanti kalau Lydia marah papa gak mau ikut campur."kata papa Irwan.


"Tenang saja, putri kita tu gak akan marah."kata mama Tari.


Kedua mama sedang bahagia beda dengan Ryan yang sedang pusing karena ada masalah diperusahaannya yang baru dia rintis. Ryan awalnya berada diperusahaan Hendru meminta izin untuk kembali ke perusahaannya sendiri. Ryan menyuruh Dayat untuk mengumpulkan bagian pemasaran diruang rapat.


"Apa yang kalian lakukan selama ini kenapa bisa jadi begini?"kata Ryan sambil melemparkan berkas-berkas ke meja dengan nada tingginya membuat para karyawan ketakutan baru kali ini mereka melihat kemarahan Ryan. Ternyata benar apa kata orang jika orang yang sabar itu pasti akan menakutkan jika sedang marah.


"Itu salah kami yang tak mengawasi pengiriman barang dengan baik."kata manager pemasaran.


"Kami menunggu perintah dari anda takutnya nanti kami salah mengambil keputusan."kata salah satu karyawan yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Ryan.


"Kalian bisa mendiskusikan ini sendiri tak perlu menunggu keputusanku karena aku jarang berada diperusahaan ini kalau kalian menunggu maka akan semakin berlalu seperti ini."kata Ryan.


"Maafkan kami tuan."kata manager itu yang diangguki oleh karyawan lainnya.


"Kalau kayak gitu ada yang bisa memberi saran apa yang akan kalian lakukan."kata Ryan.


Para karyawan itu belomba-lomba memberikan ide, Ryan mendengar ide semua karyawan itu tersenyum senang. Dia mengambil pokok-pokok ide dari para karyawan setelah disepakati mereka semua memulai untuk menjalankan rencananya itu tak butuh waktu lama hanya beberapa jam saja masalah yang dihadapi perusahaan Ryan sudah bisa kembali normal.


Ryan yang ada diruangannya langsung tersenyum. Dia juga memberikan bonus pada bagian pemasaran karena bisa menyelesaikan masalah dengan cepat. Itulah kenapa para karyawan yang bekerja diperusahaan Rya betah bukan hanya karyawan perusahaan itu saja tapi ditoserba dan mall-mall dibawah naungan Rya sangat senang karena setiap tahun selalu mendapatkan bonus. Tidak hanya itu saja kalau mereka juga akan mendapatkan bonus jika pemasarannya melebihi target.


"Tuan muda ada yang ingin bertemu dengan anda."kata Dayat.


"Siapa yang mau bertemu denganku?"kata Ryan.

__ADS_1


"Ini aku."kata Anton sambil masuk keruangan adiknya.


"Kamu kak ada apa tumben ada waktu buat datang kesini?"kata Ryan.


"Ada yang ingin aku diskusikan sama kamu."kata Anton.


"Ada apa, ayo duduk disofa saja biar nyaman. Kamu bisa kembali ke tempatmu Yat."kata Ryan.


Dayat kembali ke tempatnya sedangkan Ryan dan Anton duduk disofa setelah Ryan mengambil minuman yang ada didalam kulkas.


"Apa yang mau kakak diskusikan denganku?"kata Ryan.


"Nih, kamu baca sendiri surat kontrak ini."kata Anton memberikan perjanjian kontrak yang belum dia tanda tangani.


Ryan menerima berkas it dan membacanya secara seksama setelah itu dia mmandang kakaknya dengan tersenyum membuat Anton geram.


"Kamu bukannya ngasih solusi malah tersenyum."kata Anton kesal.


"La, memangnya perjanjian awal bagaimana kak?"Ryan.


"Keuntungan akan dibagi rata tapi disitu malah kita yang dirugikan."kata Anton.


"Kalau gitu batalkan saja kan gampang."kata Ryan.


"Masalahnya kita butuh perusahaan itu untuk meningkatkan produk kita Yan."kata Anton.


"Kalau masalah itu bukannya kakak bisa akali dengan mencari produk lokal milik UMKM itu lebih baik lo kak. Produk mereka malah bisa dipastikan kalau kualitasnya bagus."kata Ryan.


"Kamu benar juga Yan, baiklah kalau kayak gitu aku akan batalkan kerjasama ini dan mencari produk UMKM. Selain kulitas pasti kita juga bisa mengembangkan produk lokal."kata Anton sambil tersenyum.


"Itu tau, kakak nanti malam ada acara gak?"kata Ryan.


"Gak ada memangnya ada apa?"kata Anton.


"Aku sama teman-temanku ada acara diapartemenku, kakak bisa datang gak?"kata Ryan.


"Pria semua acaranya atau ada perempuannya?"kata Anton.


"Tenang laki-laki semua kok."kata Ryan.

__ADS_1


"Baiklah nanti malam aku datang, sekarang aku kembali ke perusahaan dulu."kata Anton.


Ryan kembali fokus dengan pekerjaannya saat Anton pergi dari ruangannya.


__ADS_2