
"Tu diurti masak gak sadar juga."kata Aziz membuat Ryan tersenyum.
"Memangnya mau apa?"kata Ryan.
"Ish nyebelin banget masak harus pilih sendiri?"kata Lydia.
"Bukannya kemarin sudah aku belikan satu set ya?"kata Ryan.
"Ya gak samalah itu kan sebelum kita menikah."kata Lydia membuat Aziz tersenyum.
"Kamu harus bisa sabar menghadapi Lydia apalagi dia paling gak bisa ditolak semua permintaanya."kata Aziz membuat Ryan tersenyum sedangkan Lydia lebih memilih pergi darisana daripada kakaknya nyebelin membicarakan tentangnya.
Ryan dan Aziz berjalan menghampiri orangtua Aziz karena acara ijab kabul akan segera dimulai. Ryan dan Dion yang melihat wajah tegang Aziz bukannya menenangkan sahabatnya itu tapi malah menertawai Aziz membuat Aziz kesal dan semakin gugup. Untung saja acara ijab kabul itu berjalan dengan lancar tanpa ada masalah.
"Cie cie yang kelihatanya gak sabar melakukan malam pertama."kata Rini.
"Siapa juga yang gak sabaran melakukan malam pertama aku takut tau gak malahan."kata Ita kesal.
"Takut kenapa memangnya?"kata Cindy.
"Kata orang-orang malam pertama itu sakit?"kata Ita.
"Kalau kayak gitu kenapa kamu gak tanya saja sama Lydia, gimana Ly malam pertama enak pa gak?"kata Cindy membuat kedua temannya memandang kearah Lydia.
Lydia sendiri terdiam sedangkan Ryan yang mendengar pertanyaan dari teman-teman Lydia membuat dia memandang kearah Lydia. Ryan ingin tau apa yang mau dikatakan oleh istrinya.
__ADS_1
"Kalau soal itu kamu lakukan sendiri saja."kata Lydia.
"Kok gitu sih, kamu kok gak mau mengatakan pada kami sih?"kata Ita.
"Iya pelit banget gak mau cerita sama kita."kata Cindy.
"Itu rahasia perusahaan, aku gak mau menyebarkan hal pribadi pada orang lain."kata Lydia.
"Iya deh iya, kalau gitu kamu jangan tegang ya nanti malam."kata Rini memandang kearah Ita.
"Mana mungkin bisa malam pertama kalau aku saja masih diRumah Sakit?"kata Ita.
"Iya juga ya."kata Rini.
Mereka bercanda tawa satu sama lain, setelah sore Ryan mengajak Lydia pulang. Setelah berpamitan mereka pulang ke apartemen diperjalanan pulang ke apartemen Lydia diam saja sambil melihat kearah luar. Ryan yang melihat istrinya diam saja membuat Ryan mengerutkan keningnya merasa ada yang salah dengan istrinya.
"Eh gak papa kok kak, aku lagi berpikir sesuatu."kata Lydia.
"Memangnya memikirkan apa sih?"kata Ryan.
"Kak, memangnya pria itu kalau menikah pasti ingin langsung melakukan malam pertama ya?"kata Lydia membuat Ryan terkejut lalu memandang kearah Lydia.
"Kok kamu tanya begitu memangnya ada apa?"kata Ryan.
"Ish kak jawab saja kenapa susah amat?"kata Lydia.
__ADS_1
"Setiap pria yang baru menikah pasti akan menantikan malam pertama mereka tapi itu tidak semuanya ada juga yang menunggu sampai istrinya siap sebab ada faktor tertentu."kata Ryan.
"Faktor tertentu kayak istri menolak buat malam pertama dengan suaminya?"kata Lydia membuat Ryan menghera nafasnya. Ryan tau maksut dari pertanyaan Lydia adalah malam pertama mereka yang sampai sekarang masih belum mereka lakukan.
"Aku akan sabar menunggu istriku siap, pernikahan itu bukan hanya tentang malam pertama tapi juga tentang bagaimana mereka berkomitmen dan juga menjalani pernikahan mereka kedepannya."kata Ryan membuat Lydia tersenyum lega.
"Makasih kak sudah mau bersabar menungguku."kata Lydia.
"Aku akan melakukan apapun asal kamu bahagia dan nyaman."kata Ryan.
"Kalau aku belum juga siap sampai nanti bagaimana? Apa kakak akan meninggalkanku?"kata Lydia.
"Aku gak akan meninggalkanmu sudah gak usah memikirkan hal itu lagi, aku bersedia sampai kapanpun menunggumu sampai kamu siap."kata Ryan.
"Makasih kak sekali lagi."kata Lydia.
"Kalau gitu tersenyum dong jangan bermuka masam jadi jelekkan?"kata Ryan sambil mencubit pipi Lydia membuat Lydia cemberut karena pipinya sakit dicubit Ryan.
Mereka berdua sampai parkiran apartemen langsung saja naik keunit apartemen mereka. Saat mereka baru saja masuk Ryan memegang tangan Lydia yang mau berjalan ke kamarnya. Lydia yang dipegang tangannya oleh Ryan terpaksa membalikkan badannya.
"Ada apa kak?"kata Lydia.
"Bisa masakin sesuatu aku mau makan lapar banget."kata Ryan.
"Bukannya tadi kakak sudah makan disana kok sekarang lapar lagi?"kata Lydia.
__ADS_1
"Aku tadi makan sedikit banget soalnya mau rasakan masakan istri kan beberapa hari ini gak merasakan masakan istriku."kata Ryan sambil menampakkan wajahnya manja.
"Baiklah, tapi kalau kayak gitu aku ganti baju sebentar ya."kata Lydia.