
"Memangnya kak punya rumah didekat perusahaanku?"kata Lydia.
"Punya mau tinggal disana? Tapi bagaimana dengan Dahlia apa dia mau tinggal sama kalian? Aku gak mau kalau kamu tinggal disana sendiran walaupun ada banyak pelayan disana."kata Ryan sambil memeluk Lydia.
"Aku akan tanya Dahlia dan mak Masnah dulu kalau mereka mau aku akan tinggal disana. Daripada kami ngontrak lebih baik uangnya kami tabung buat kebutuhan yang lain."kata Lydia.
"Kenapa kamu gak berhenti kerja saja sih fokus merawat Raka?"kata Ryan.
"Gak mau, aku mau kerja karena dengan kerja itu hiburanku daripada hiburanku main sama perempuan sosialita darimana aku dapat uang?"kata Lydia.
"Kamu ini memangnya uangku sama uang dari perusahaan papa kurang?"kata Ryan.
"Aku gak mau pakai uangmu kak, lebih enak kalau pakai uang sendiri jadi aku gak kepikiran kalau beli apa saja. Kalau aku pakai uang kakak pasti aku akan kepikiran nanti kalau kakak tanya bagaimana aku jawabnya?"kata Lydia.
"Kamu tau gak kenapa aku bekerja keras?"kata Ryan.
"Gak tau, memangnya kenapa?"kata Lydia.
__ADS_1
"Karena aku mau anak dan istriku kebutuhannya bisa tercukupi dan semua yang diinginkan oleh anakku bisa terpenuhi. Gak seperti aku yang harus kerja keras untuk mendapatkan sesuatu yang aku inginkan."kata Ryan.
"Kenapa harus usaha sendiri bukannya saat itu perusahaan ayah berkembang dengan sangat pesat?"kata Lydia.
"Memangnya Tiara gak cerita kalau waktu itu aku sama kak Anton sering bertengkar dan aku memutuskan untuk tinggal sendiri dikosan?"kata Ryan.
"Kamu dulu dekat sama Tiara?"kata Lydia.
"Dekat sih gak hanya saja dia kakak kelasku jadi dia taulah bagaimana aku sama kak Anton."kata Ryan.
"Oalah, kakak dulu pernah ada rasa suka gak sama Tiara? Kan dia gadis yang cantik dan baik lagi."kata Lydia.
"Aku tanya saja memangnya gak boleh?"kata Lydia.
"Boleh tapi aneh saja kenapa kamu bisa bertanya seperti itu padaku? Oh atau jangan-jangan kalian pernah suka sama satu pria yang sama ya?"kata Ryan.
"Mana ada gak pernah ya, aku takut saja kamu mendekatiku karena aku kenal sama Tiara?"kata Lydia.
__ADS_1
"Memangnya saat aku kenal kamu, aku tau kalau kamu saudaraan sama Tiara hmmm?"kata Ryan membuat Lydia tersenyum.
"Aku boleh tanya lagi gak sama kamu kak?"kata Lydia.
"Kamu mau tanya apa katakan?"kata Ryan.
"Dari sejak kapan kakak suka ambil fotoku diam-diam?"kata Lydia membuat Ryan terkejut.
"Kamu tau darimana aku menyimpan fotomu sayang?"kata Ryan.
"Ponsel kakaklah, tadi aku buka galeri kakak setelah mama mau minta foto Raka. Kalau aku gak buka galeri pasti aku gak akan tau kalau kakak suka simpan fotoku."kata Lydia.
"Sejak pertama kali aku ketemu kamu, aku sudah tertarik padamu makanya setiap kali aku ketemu kamu. Aku selalu menjahili kamu karena aku pikir dengan cara itu kamu akan terus mengingatku."kata Ryan.
"Ohhh, oh ya sampai lupa tadi papa minta kakak buat liat proposal proyek baru yang dikirimkan ke email kakak. Nanti kalau aku gak kasih tau papa marah lagi sama aku."kata Lydia.
Ryan tak berbicara lagi dia mengambil tabletnya lalu membuka email, Ryan membuka email dari papa mertuanya lalu mempelajari dengan serius proposal itu. Ryan mengerutkan keningnya saat membaca sesuatu yang menurutnya aneh, Lydia yang melihat bertanya pada suaminya kenapa suaminya itu bersifat seperti itu.
__ADS_1
"Kakak kenapa memangnya ada yang salah dengan proposal itu?"kata Lydia.
"Iya nih kamu liat, menurut kamu ini cocok gak jika dirangkai dengan ide lainnya?"kata Ryan menunjukan apa yang menjadi pertimbangannya.