Takdir Cinta Lydia

Takdir Cinta Lydia
Rayyan mendengar berita


__ADS_3

Beda lagi diRumah Sakit Bagas malah heboh melihat video Rima yang megaku jika dia telah memfitnah Lydia dengan menyebarkan foto-fotonya bersama seorang pria.


"Aku benar-benar gak nyangka jika Rima bisa berbuat nekat."kata Bagas.


"Memangnya ada apa sih Gas?"tanya Panji yang baru datang dengan Rayyan.


"Iya kok kamu rame banget."kata Rayyan.


"Nih kalian liat sendiri."kata Bagas yang menyerahkan ponselnya sambil memutar video Rima.


Rayyan dan Panji saat melihat video itu langsung terkejut apalagi Rayyan yang sudah percaya dengan omongan Rima dan menuduh Lydia macam-macam membuat Rayyan merasa pada gadis yang sudah dia putuskan itu tanpa mendengar penjelasan gadis itu terlebih dahulu.


"Kamu kenapa Yan, kok mukanya kusut gitu setelah melihat video itu?"kata Bagas yang sebenarnya juga menyindir pria yang ada didepannya itu.


"Kamu yakin dengan video ini?"kata Rayyan.


"Kalau kamu gak percaya kamu bisa pergi sendiri ke kampus untuk mencari tau kebenarannya."kata Bagas.


"Iya kalau video itu benar berarti kamu harus minta maaf dengan Lydia karena kamu sudah menuduhnya macam-macam."kata Panji yang disetujui oleh Bagas.


"Kalau aku sih mungkin gak punya muka untuk bertemu lagi dengan Lydia karena sudah menuduhnya dan memutuskannya tanpa mendengar penjelasan terlebih dahulu."kata Bagas.


"Kamu dapat video ini dariman Gas?"kata Rayyan.


"Dari anggota grup dikampus, memangnya kenapa?"kata Bagas.


"Kamu bisa mastiin video ini benar adanya?"kata Rayyan laggi yang masih belum percaya.


"Aku tadikan sudah bilang kalau kamu mau tau lebih jelasnya tanya sendiri ke kampus atau ke orangnya langsung."kata Bagas membuat Rayyan terdiam.


"Nanti aku akan ke kampus dan mungkin akan bertemu dengan Lydia langsung agar lebih jelas."kata Rayyan sambil menghera nafas.


"Kamu kapan mau ke kampus?"kata Panji.


"Nanti saat istirahat sore aku akan minta izin buat istirahat lebih lama."kat Rayyan.


"Aku ikut kamu, aku juga ingin tau apa yang sebenarny terjadi.


"Aku dulu pernah bilangkan sama kamu, tapi kamu saja yang gak percaya."kata Bagas.


"Sudahlah bukan saatnya kita saling salah menyalahkan orang."kata Panji mengingatkan kedua temannya itu. Panji tau jika sekarang Bagas sedang kesal karena dulu sudah pernah mengingatkan Rayyan tapi dia tak perduli.


"Ya sudahlah aku mau kembali ke ruanganku."kata Bagas yang langsung pergi begitu saja sedangkan Rayyan hanya menghera nafasnya.


"Fokus dulu sama magang kita karena pekerjaan kita menyangkut nyawa orang sedikit salah maka akan berbahaya."kata Panji menasehati Rayyan.

__ADS_1


"Iya makasih sudah mengingatkanku."kata Rayyan.


"Ya sudah nanti aku ikut kamu ke kampus, aku juga ingin tau cerita yang sebenarnya."kata Panji.


Mereka berdua langsung saja kembali ke tempat kerja mereka masing-masing. Rayyan melupakan sejenak masalah yang sedang dia pikirkan sedangkan Lydia setelah selesai kuliah langsung saja pergi ke tempat kerjanya karena kemarin dia tak masuk kerja untung saja bu Rosa mengizinkannya dan tidak bertanya macam-macam kalau sampai bu Rosa menanyakan alasan kenapa Lydia tak masuk pasti dia akan bingung mau jawab apa.


"Kamu kemarin kemana kok gak masuk?"tanya Ita.


"Aku menginap dirumah tanteku, soalnya dipaksa sama omku."kata Lydia.


"Kok bisa dipaksa menginap?"kata Ita.


"Iya soalnya aku waktu beli buku dimall tak sengaja bertemu, untung saja bu Rosa izinin aku gak masuk kalau aku dipecat bisa berabe."kata Lydia membuat Ita langsung tersenyum.


"Makanya jangan suka libur mendadak mentang-mentang kuliah."kata Ita.


"Ih kamu memangnya bukannya bela aku malah nakut-nakutin."kata Lydia kesal.


"Sudah sana ganti baju habis ini bantuin aku lagi rame ini."kata Ita.


"Siap kalau kayak gitu aku ke belakang sebentar."kata Lydia langsung pergi ke belakang untung ganti baju setelah ganti baju langsung saja kembali ke tempat Ita ternyata memang benar sudah banyak yang anteri buat membayar belanjaannya.


"Nih kasih kortingan atau mungkin malah digratisin."kata Sisil.


"Uh masak toko seramai ini gak ada promo sih?"kata Sisil.


"Maaf ya mbak kalau mau promo sebaiknya belanja setiap hari jumat karena dihari itu selalu ada diskon."kata Lydia.


"Masak cuma satu hari saja atau jangan-jangan kalian makan sendiri keuntungannya."kata Sisil.


"Maaf mbak, mbaknya jadi beli atau mengeluh kalau jadi beli tolong bayar senilai 50ribu masak ung segitu gak bisa bayar padahal terlihat sekali kalau mbak ini orang kaya dari barang yang anda pakai dibadan."kata Lydia.


"Iya daripada kamu omong kosong mending cepat bayar kami juga mau membayar ini."kata pembeli yang ada dibelakang SIsil.


"Sabarlah ini juga mau bayar, ini kembaliannya buat kamu saja."kata Sisil memberikan uang 100ribu ke Lydia.


"Ini serius mau kasih ke saya atau mau dimasukkan ke donasi mbak?"kata Lydia.


"Terserah kamu mau kamu ambil sendiri atau kamu masukin ke kotak donasi."kata Sisil kesal.


"Baiklah, ini resitnya terimakasih mbak."kata Lydia sambil tetap tersenyum.


Lydia dan Ita langsung tersenyum setelah pelanggan sudah agak berkurang, Ita juga tak bekerja diclub lagi karena hutang diclub malam sudah lunas jadi Ita sekarang full kerja ditoserba itu membuat Lydia lebih bersemangat dalam bekerja disana.


"Eh Ly, perempuan yang sok tadi tu siapa?"kata Ita yang ingat dengan Sisil.

__ADS_1


"Perempuan yang mana?"kata Lydia.


"Perempuan yang minta diskon tadi lo?"kata Ita.


"Oh Sisil, dia temannya Rima."kata Lydia.


"Teman Rima yang sudah mefitnah kamu karena dia suka dengan kak Rayyan itu?"kata Ita.


"Iya, kamu tau namaku sudah bersih dari tuduhannya dan tadi Rima sudah menjelaskan kesemua orang karena dia sudah mefitnahku."kata Lydia.


"Serius kamu, kamu gak bohongkan?"kata Ita yang gak percaya jika Rima mau menjelaskan tentang perbuatan yang dia lakukan itu.


"Iya kalau gak percaya tanya saja sama Sandra nanti saat kita pulang."kata Lydia.


"Syukur dek kalau kayak gitu, semoga saja dia tak membuat ulah lagi."kata Ita yang berharap Rima benar-benar menyesali perbuatannya.


"Iya aku harap juga begitu."kata Lydia.


"Terus kak Rayyan bagaimana? Apa dia sudah mencari kamu?"kata Ita bertanya pada Lydia.


"Aku gak tau dan gak mau tau, aku mau menikmati masa mudaku tanpa memikirkan pacaran lagi."kata Lydia.


"Aku setuju denganmu dan kalau sampai kamu balikan sama Rayyan berarti kamu bodoh."kata Ita yang ditertawai oleh Lydia.


"Siap."kata Lydia.


Lydia dan Ita kembali sibuk dengan pelanggan yang datang karena jam-jam segini orang yang bekerja waktunya istirahat sebentar. Rayyan sendiri langsung saja pergi ke kampus setelah dapat izin untuk istirahat lebih lama. Dia tak sendirian tapi ditemani oleh Panji yang juga penasaran dengan kebenaran dari video yang dia liat.


Saat mereka berdua sampai kampus langsung bertanya pada mahasiswa yang mereka temui dan ternyata memang itu benar adanya. Sudah 5 mahasiswa yang mereka tanya dan jawaban mereka sama membuat Rayyan dan Panji langsung terdiam ditempatnya.


"Apa yang akan kamu lakukan sekarang?"kata Panji bertanya pada Rayyan.


"Aku gak tau Ji, aku bingung pasti Lydia membenciku sekarang."kata Rayyan.


"Sekarang gini deh, kamu tanya hati kamu apa kamu masih menyimpan perasaan padanya?"kata Panji.


"Aku masih sayang tapi setelah apa yang aku lakukan padanya apa mungkin dia mau memaafkanku."kata Rayyan yang teringat tentang kejadian saat Lydia dirumah dan saat dimall kemarin. Apalagi saat dimall waktu itu pasti Lydia lebih sakit hati dengannya.


"Kamu harus berusaha lebih keras lagi agar Lydia mau memaafkan kamu."kata Panji.


"Aku akan berusaha nanti."kata Rayyan.


"Ya sudah kalau kayak gitu ayo kita kembali ke Rumah Sakit dulu, sekalian kita pikirin bagaimana kamu mendapatkan maaf dari Lydia."kata Panji.


Mereka berdua kembali ke Rumah Sakit dan langsung kembali bekerja karena waktu istirahat mereka sudah habis. Seharian ini dilewati oleh Rayyan dengan perasaan penuh penyesalan sedangkan Lydia malah hari ini bersenang-senang dengan kedua temannya.

__ADS_1


__ADS_2