
Lydia habis makan rencananya mau membongkar koper untuk mencari oleh-oleh buat ketiga temannya setelah dapat dia langsung saja mau ke kosan teman-temannya sekalian mau kasih tau pada Sandra agar temannya itu bersiap ikut dia bekerja diSurabaya.
Lydia setelah selesai makan langsung saja naik keatas untuk membongkar kopernya setelah mendapatkan oleh-oleh buat ketiga temannya dia langsung saja bersiap untuk pergi. Saat dia mau berngangkat ada satu barang yang jatuh saat dia mengambil oleh-oleh buat ketiga temannya. Lydia langsung saja mengambil benda itu ternyata kotak itu berisi jam tangan yang dia beli untuk Ryan sebelum Lydia melihat gosip itu. Lydia langsung saja menyimpan kotak itu didalam laci yang ada didalam lemarinya.
Saat Lydia turun ke bawah ternyata mama Intan sudah pulang, dia menghampiri mamanya untuk berpamitan mau ke kosan temannya. Mama Intan yang sedang asik menonton tv langsung saja terkejut karena dia sedang menonton berita.
"Mama sedang apa?"kata Lydia saat sudah berada dibelakang mamanya.
"Kamu itu ngagetin mama saja, mama lagi nonton berita. Itu toserba yang tempatmu bekerja dulu kan?"kata mama Intan.
"Iya ma, memangnya kenapa ma?"kata Lydia penasaran karena itu sekarang tempat kerja Ita.
"Toserba itu menjadi toserba terbesar didaerah sini, sayang sekali gak ada yang tau siapa pemiliknya."kata mama Intan.
"Bukannya pemiliknya orang yang bernama Dayat ya ma?"kata Lydia.
"Bukan sayang dia hanya wakil dari ceo saja, mama gak nyangka dijaman seperti ini ada orang yang menyembunyikan identitasnya. Padahal diluar sana banyak orang yang berlomb-lomba untuk mendapatkan pengakuan."kata mama Intan.
"Mungkin dia malu atau mungkin dia ada masalah dengan orang lain?"kata Lydia.
"Mana mungkin kayak gitu, orang dia bisa membuat toserbanya bbisa maju kayak gitu."kata mama Intan tak percaya.
"Kalau mama pengen tau lebih baik tanya kak Hendru karena dia pernah membantu menjadi audit ditoserba itu."kata Lydia.
"Kamu serius gak bohong tentang ini kan?"kata mama Intan.
"Makanya mama tanya sendiri saja pada kak Hendru, aku sampai lupa padahal aku datang kesini untuk pamit sama mama."kata Lydia.
"Kamu mau kemana?"kata mama Intan.
"Aku mau ngasih ini ke teman-temanku."kata Lydia.
"Ya sudah kalau kayak gitu jangan pulang malam-malam."kata mama Intan.
"Siap ma, kalau kayak gitu aku pergi dulu."kata Lydia.
Lydia langsung saja pergi keluar setelah berpamitan dengan mamanya, dia langsung saja masuk ke dalam mobilnya dan mengelus setir mobilnya sudah satu bulan dia tak memakai mobilnya itu. Saat sudah sampai didekat kosannya Lydia berhenti sebentar untuk menghubungi Sandra karena dia tau jika Sandra dan Rini masih bekerja belum pulang. Tak butuh waktu lama Sandra sudah mengangkat panggilan itu.
[Hallo Asalamualikum Ly....]
[Walaikumsalam kamu ada dikosan gak?]
__ADS_1
[Aku ada dikosanlah memangnya mau kemana Lagi?]
[Aku sudah ada didekat kosan mau kesana sekarang.]
[Kamu sudah pulang kapan kok gak bilang kalau udah pulang?]
[Aku mau bikin kejutan buat kamu sekalian aku mau berbicara sesuatu sama kamu.]
[Ya sudah kalau kayak gitu kesini aku tunggu, aku gak sabar mendengar ceritamu saat diAusi.]
[Baiklah kalau kayak gitu aku tutup dulu panggilannya.]
Lydia setelah mengakhiri panggilan itu langsung saja menjalankan mobilnya untuk masuk ke dalam kosan dan mencari tempat parkir yang kosong. Setelah memarkirkan mobilnya dia langsung saja keluar sambil membawa oleh-oleh untuk ketiga temannya. Saat dia berjalan dan melewati kamar kos yang dulu dia tempati terdengar suara ibu kos sedang marah-marah. Lydia yang tau jika itu kamar Ziva sekarang langsung saja masuk ke dalam untuk mengetahui apa yang sedang terjadi.
"Maaf bu ini ada apa ya?"kata Lydia.
"Ini nih Ziva sudah nungga uang kos selama 2 bulan sekarang ibu tagih katanya gak ada uang."kata ibu kos.
"Kalau saya yang bayarin apa boleh bu?"kata Lydia.
"Gak perlu, kamu gak usah baik sama aku. Aku gak butuh belas kasianmu."kata Ziva membuat Lydia menghera nafasnya.
"Bu ini uang tunggakannya dan saya bayar selama 2 bulan kedepan dan kamu aku membantumu gak gratis anggap saja ini hutangmu ke aku."kata Lydia sambil menyerakan uang pada ibu kos.
"Makasih tu dengar kamu punya hutang sama Lydia, kalau gitu ibu pergi dulu masalah uangnya kam bicarakan sendiri sama Lydia."kata bu kos sambil berjalan keluar.
"Kamu gak usah sok jadi pahlawan deh."kata Ziva.
"Aku hanya mau membantumu saja gak ingin jadi pahlawan buatmu, oh ya nanti kalau kamu ada uang kasih saja bayarannya sama Ita atau Rini nanti biar aku bilang sama mereka karena setelah ini aku akan kerja diSurabaya."kata Lydia.
"Aku gak mau menyaur uang itu soalnya aku gak minta kamu sendiri yang mau membantuku."kata Ziva.
"Itu terserahmu mau bayar atau gak, aku tadikan bilang kalau kamu mau bayar kasih saja uang itu pada Ita atau Rini."kata Lydia.
"Terserahmu."kata Ziva.
"Ya sudah kalau gitu aku pergi dulu."kata Lydia.
Lydia langsung saja keluar dari kamar Ziva tanpa menunggu jawaban dari Ziva. Lydia langsung saja berjalan menuju kamar kos Sandra. Dia langsung saja masuk tanpa mengetuk pintu kamar Sandra membuat perempuan yang ada didalam langsung terkejut.
"Kamu Ly bikin aku terkejut saja."kata Sandra saat melihat Lydia yang masuk ke kamarnya.
__ADS_1
"Memangnya kamu pikir siapa kak Dion ya?"kata Lydia sambil tersenyum mengoda.
"Kamu gak usah aneh-aneh deh mana mungkin dia bisa masuk kesini, kos inikan dilarang membawa pria masuk ke dalam."kata Sandra.
"Siapa tau kamu menyuruh kak Dion berdandan memakai pakaian perempuan?"kata Lydia.
"Gak usah aneh-aneh deh kamu, kamu kok lama banget sih padahal tadi bilang sudah didekat kos?"kata Sandra.
"Maaf tadi aku mampir dikamarku yang dulu."kata Lydia.
"Ngapain kamu kesana?"kata Sandra penasaran kenapa Lydia mau berbicara pada Ziva padahal dia tau jika Ziva memusuhi Lydia.
"Aku hanya membantunya karena dia nunggak uang kosan selama 2 bulan."kata Lydia.
"Lalu kamu membantunya?"kata Sandra.
"Iyalah aku bayarin dia dua bulan tunggakan dan juga dua bulan kedepan."kata Lydia.
"Enak banget memangnya dia mau membayar hutangnya?"kata Sandra.
"Aku gak tau, kalau dia gak bayar ya aku ikhlas membantu tapi kalau dia bayar aku sudah bilang sama dia untuk memberikan pada Ita atau Rini karena kita akan pergi ke Surabaya lusa."kata Lydia.
"Kamu kok bilang mendadak sih aku kan belum siap apa-apa?"kata Sandra.
"Kamu bisa tinggal dirumah dinas nanti."kata Lydia.
"Ya sudah kalau kayak gitu aku gak akan bingung mencari tempat tinggal. Sekarang tinggal aku siapin barang-barang yang akan dibawa kesana."kata Sandra.
"Barang-barang ini bagaimana?"kata Lydia.
"Dirumah dinas apa sudah ada barang-barang yang akan dibutuhkan?"kata Sandra.
"Sudah ada, kamu tinggal bawa diri kamu dan pakaian saja."kata Lydia.
"Ya sudah kalau kayak gitu aku tinggal barang-barang ini biar nanti dipakai oleh anak baru."kata Sandra.
"Oh iya ini aku ada oleh-oleh buat kalian bertiga."kata Lydia.
"Kamu gak kasih sendiri saja sama Ita dan Rini?"kata Sandra.
"Aku gak bisa nungguin mereka pulang karena aku sudah janji sama mama untuk pulang lebih awal."kata Lydia.
__ADS_1