
Bunda Airin yang melihat wajah ketakutan Lydia merasa khawatir, saat ayah Danny masuk kedalam Lydia ketakutan. Ayah Danny mau mencoba untuk mengendong Lydia tapi perempuan itu malah mengundurkan tubuhnya membuat ayah Danny menghentikan perbuatannya.
"Kita tunggu Ryan datang saja bun, bunda temani Lydia."kata ayah Danny sambil keluar dari kamar mandi gak mau membuat menantunya semakin ketakutan.
"Tenang ya sayang Ryan akan datang sebentar lagi."kata bunda Airin yang menangis saat melihat keadaan menantunya yang ketakutan.
"Kak Ryan, kak Ryan gak akan ninggalin aku kan?"kata Lydia terus saja mengulang kata itu membuat hati bunda Airin teriris.
Bunda Airin merasa bersalah karena tadi dia sudah marah melihat foto Lydia dengan pria lain. Sekarang rasa marah itu hilang tapi berganti dengan rasa kasian. Ryan yang sampai diparkiran aprtemennya meninggalkan Dayat sendirian diparkiran. Dayat tau tentang trauma Lydia sehingga dia bisa merasakan kekhawatiran Ryan. Ryan sampai diaprtemen langsung membuka pintu dan berlari kearah kamarnya ayah Danny dan Jono berada didalam kamar itu tapi Ryan tak melihat ada Lydia dan bundanya. Ryan memutuskan untuk masuk kedalama kamar mandi ternyata benar bunda dan istrinya ada didalam kamar mandi. Bunda Airin yang melihat kalau Ryan datang merasa lega tapi dia menghela nafas karena menantunya semakin memeluknya erat menadakan kalau dia ketakutan.
"Sayang coba kamu liat siapa yang datang sayang."kata bunda Airin.
"Aku gak mau takut bun."kata Lydia.
"Coba kamu liat dulu bukannya tadi kamu tanya apa Ryan akan meninggalkanmu sekarang kamu tanya sendir sama dia."kata bunda Airin.
"Dia bukan kak Ryan bun, dia pria lain aku takut."kata Lydia semakin menyembunyikan wajahnya ke dada bunda Airin.
"Yan, kamu bicara sama Lydia siapa tau dia mau melihatmu."kata bunda Airin.
"Iya bun, sayang ini aku. Kamu beneran gak mau melihatku kalau begitu aku pergi."kata Ryan.
Lydia yang mendengar suara Ryan langsung memandang kearah Ryan, dia tersenyum tapi saat Lydia mengingat perkataan Ryan membuatnya kembali murung membuat bunda Airin dan Ryan bingung ada apa dengan Lydia. Ryan duduk didepan Lydia sambil memegang punggung istrinya.
"Kamu kenapa?"kata Ryan.
"Kakak mau ninggalin aku."kata Lydia sambil menangis membuat Ryan merasa bersalah.
"Maaf ya sayang aku tadi hanya bercanda, kamu sih gak mau liat aku. Aku sudah pernah bilangkan kalau aku gak akan meninggalkanmu."kata Ryan.
"Tapi kakak yang bilang tadi."kata Lydia.
__ADS_1
"Maaf aku gak bermaksut meninggalkanmu, aku hanya kesal karena kamu tak melihatku padahal aku sudah meninggalkan pekerjaanku tapi saat aku datang kamu gak mau melihatku."kata Ryan menjelaskan dengan lembut.
"Sudah bicaranya dikamar saja jangan dikamar mandi sekalian obati luka Lydia."kata bunda Airin membuat Ryan terkejut.
"Lydia terluka bun?"kata Ryan.
"Iya makanya bunda tutupi pakai selimut karena dia hanya pakai dalaman."kata bunda Airin yang mengerti karena kemarin malam saat dia melakukan hubungan dengan Lydia dia melihat bekas luka sayatan dan Lydia juga bercerita kalau traumanya kumat dan obatnya habis untuk menenangkan dirinya Lydia akan melukai bagian tubuhnya.
"Ya sudah ayo kalau kayak gitu kita ke kamar kasian bunda kedinginan duduk dilantai."kata Ryan yang diangguki oleh Lydia.
Ryan mengendong Lydia lalu membawanya keluar dari kamar mandi diikuti oleh bunda Airin. Ayah Danny dan Jono yang melihat kalau Ryan mengendong Lydia keluar dari kamar mandi menghera nafas lega lalu berjalan keluar dari kamar Ryan takut kalau Lydia ketakutan lagi kayak tadi. Ryan meletakkan Lydia diranjang lalu berjalan mau mengambil kotak obat yang ada dilaci tapi tangannya dipegang oleh Lydia.
"Kakak mau kemana?"kata Lydia.
"Aku mau mengambil obat untuk mengobati lukamu kata bunda ada luka ditubuhmu."kata Ryan.
"Gak usah nanti juga hilang sendiri lukanya, kakak disini saja jangan tinggalkan aku."kata Lydia.
"Sudah biar bunda yang ambil kotak obatnya memangnya dimana kotak obatnya?"kata bunda Airin.
"Baiklah bunda ambilkan bentar."kata bunda Airin sambil berjalan keluar dari kamar mereka.
"Kenapa melihatku kayak gitu?"kata Ryan.
"Gak papa."kata Lydia sambil mengalihkan pandangannya membuat Ryan tersenyum.
"Kenapa malu ya ketahuan melihatku?"kata Ryan.
"Apasih siapa yang malu gak, aku gak malu. Kak aku bolehkan kembali ke Bogor aku takut disini?"kata Lydia membuat Ryan menghela nafasnya gak mungkin dia membiarkan Lydia pergi sendiri karena kerjaannya masih banyak.
"Sayang tunggu aku menyelesaikan pekerjaanku ya."kata Ryan.
__ADS_1
"Tapi aku gak tahan disini kak, aku takut mereka mengirimku foto kayak tadi. Bisa juga mereka datang kesini kalau kamu gak ada kalau traumaku hilang gak papa tapi kalau masih aku takut kak."kata Lydia mengatakan ke khawatiran.
"Sementara waktu kita tinggal dirumah orangtuamu atau rumah orangtuaku bagaimana?"kata Ryan.
"Jangan dirumahku, mama sama papa gak tau traumaku."kata Lydia membuat bunda Airin terkejut.
"Kalau mama sama papamu gak tau bagaimana kalau kamu tinggal sama bunda dan ayah?"kata bunda Airin.
"Tapi bun..."kata Lydia yang gak enak dengan mertuanya.
"Gak papa sayang, lagian kalau kamu tinggal sama bunda. Bunda senang karena bunda bisa ada temannya buat jalan-jalan ke mall."kata bunda Airin.
"Mulai deh."kata Ryan.
"Ya gak papa toh kalau uangmu gak kita belanjakan gak akan habis uangmu. Kapan lagi bunda habisin uangmu kalau gak jalan sama istrimu."kata bunda Airin membuat Ryan geleng kepala sedangkan Lydia mengelengkan kepalanya.
"Bagaimana kamu mau kita tinggal dirumah bunda?"kata Ryan bertanya pada Lydia.
"Aku ikut kamu saja, bun aku boleh tanya sama bunda?"kata Lydia.
"Memangnya kamu mau tanya apa katakan saja gak usah takut anggap bunda ini sebagai mamamu sendiri."kata Ryan.
"Apa bunda gak marah saat melihat foto-fotoku tadi?"kata Lydia membuat bunda menghela nafas.
"Awalnya bunda marah tapi setelah melihat keadaanmu bunda yakin jika kamu gak salah dan kamu dijebak."kata bunda Airin.
"Makasih bun, aku pikir bunda akan menyuruh kak Ryan untuk meninggalkanku."kata Lydia mengatakan kekhawatirannya.
"Bunda gak akan menyuruh Ryan untuk meninggalkanmu sayang, bagaimanapun masalalumu itu sudah menjadi masalalu. Asal kalian bahagia bunda gak akan melarang mungkin butuh waktu sedikit untuk menerimanya."kata bunda Airin sambil menyerahkan kotak obat.
"Makasih ya bun sudah menerimaku apa adanya."kata Lydia.
__ADS_1
"Iya sayang, kalau kayak gitu bunda kembali keruang tengah dulu, Yan obati luka menantu bunda."kata bunda Airin.
"Iya bun, serahkan padaku."kata Ryan tersenyum.