Takdir Cinta Lydia

Takdir Cinta Lydia
Lydia kembali ke Jakarta


__ADS_3

"Kamu kenapa sih?"kata Lydia yang melihat Sandra mukanya masam.


"Gak ada."kata Sandra.


"Sudah gak usah dipikirkan omongan Tari tadi."kata Lydia yang tau kalau Sandra masih memikirkan masalah itu.


"Tapi memang benar omongannya itu, seharusnya aku yang menyetir mobil bukan kamu."kata Sandra.


"Memangnya kamu mau belajar, kalau kamu mau aku bisa ajari."kata Lydia.


"Memangnya kamu mau mengajariku, kamu gak capek apa?"kata Sandra.


"Gak kok, kalau hanya ngajari kamu nyetir saja aku oke saja. Sekarang tinggal kamu bisanya kapan?"kata Lydia.


"Aku kapan-kapan bisa asal gak ngerepotin kamu."kata Sandra.


"Aku baiklah nanti kita cari tempat yang lapang."kata Lydia.


"Aku takut kalau mobilmu rusak, kalau rusak aku gak bisa ganti ini mobil mahal."kata Sandra.


"Bagaimana kalau kita sewa mobil saja?"kata Lydia.


"Itu malah lebih bahaya kalau rusak kita suruh ganti baru."kata Sandra.


"Sekarang gini saja kamu mau gak belajar nyetir kalau kamu mau pakai ini kalau gak bagaimana kalau kamu kursus mengemudi saja."kata Lydia.


"Memangnya bisa pulang kerja?"kata Sandra.


"Bisalah kita bikin janji dulu sama mereka, besok aku temani cari kursus mengemudi."kata Lydia.


"Baiklah, malam ini mau makan apa?"kata Sandra.


"Apa saja kalau itu masakan kamu pasti aku makan."kata Lydia.


Mereka berdua sampai rumah masuk ke dalam Lydia minta izin ke kamar untuk berganti baju begitupun juga Sandra. Selesai beristiahat dikamar mereka turun untuk memasak makan malam. Makan malam kali ini Lydia benar-benar menghabiskan dua piring penuh karena masakan Sandra benar-benar enak. Mereka berdua habis makan malam duduk sebentar sambil nonton tv setelag itu baru kembali ke kamar masing-masing untuk istirahat.

__ADS_1


Keesokan paginya Lydia bangun lebih pagi untuk membantu Sandra masak, dia juga ingin belajar memasak dari sahabatnya itu. Mereka berdua pergi ke perusahaan tapi hari ini ada meeting Lydia hanya mengantarkan Sandra ke perusahaan setelah itu dia pergi sendiri untuk meeting. Saat dia pulang meeting tak sengaja menyerempet seseorang. Lydia lansgung turun dari mobilnya untuk melihat bagaimana keadaan orang yang dia selempet itu. Lydia terkejut saat melihat siapa yang dia selempet itu karena itu adalah istri dari Hendru.


"Kamu Widya kan, istri kak Hendru?"kata Lydia.


"Iya, kamu lydia?"kata Widya yang ingat dengan perempuan yang menyelempetnya.


"Iya, ayo aku antar ke klinik terdekat buat ngobati lukamu."kata Lydia.


"Gak usah kontrakan aku dekat kok dari sini."kata Widya yang takut jika Lydia akan memberitau Hendru kalau dia kabur kesini.


"Aku tau kamu pasti takut jika aku akan bilang sama kak Hendru, aku gak akan bilang sama dia karena ini adalah urusan rumahtanggamu sama dia aku hanya ingin mengantarkanmu ke klinik karena aku takut terjadi sesuatu padamu."kata Lydia.


Widya mendengar perkataan dari Lydia akhirnya setuju jika diantar ke klinik terdekat untuk berobat. Saat diklinik Lydia terkejut karena Widya sekarang sedang hamil muda. Lydia dalam hatinya berjanji akan menjaga Widya apalagi Lydia tadi melihat jika Widya kayaknya berjualan Kue.


"Makasih ya sudah antar aku ke klinik."kata Widya.


"Aku yang harusnya minta maaf karena sudah meyerempetmu dan lagi membuat daganganmu gak bisa dijual lagi."kata Lydia.


"Gak papa kok kue itu memang kue sisa."kata Widya.


Sejak pertemuan mereka berdua yang tak disengaja itu Lydia sering menemui Widya sampai saat perut Widya mulai membesar Lydia mengajak perempuan itu untuk tinggal bersama. Saat Widya hamil kedua orangtua Lydia sering datang mengunjungi mereka berdua. Sandra sendiri tetap tinggal dirumah lama dan bisanya kalau libur menginap dirumah Lydia dan Widya. Widya meminta agar Sandra tinggal bersama mereka tapi Sandra gak mau.


Saat Dara lahir semua orang merasa senang, tapi Lydia yang mengetahui keadaan Hendru dari papanya merasa bersalah tapi saat mendengar cerita dari Widya gadis itu juga akan meninggalkan suaminya jika suaminya sudah tidur dengan perempuan lain.


Setelah beberapa tahun kemudian Hendru tak sengaja bertemu dengan Lydia dan Dara bertemu disebuah mall. Hari itu pura Lydia bertemu kembali dengan Ryan tapi seperti orang yang tak kenal satu sama lain.


"Kamu mau ke Jakarta?"kata Lydia.


"Iya aku mau memberi kejutan buat mas Hendru kamu mau bantu aku kan?"kata Widya.


"Baiklah kalau kayak gitu aku akan membantumu."kata Lydia.


Satu hari sebelum perayaan ulang tahun Hendru mereka bertiga pulang ke Jakarta tapi hanya orangtua Lydia saja yang tau. Lydia juga ada kerjaan disana, papanya menyuruh dia untuk mengelola perusahaan yang ada diJakarta karena beliau ingin pergi ke luar negeri sebentar.


Lydia setelah mengantar Widya ke apartemen Hendru langsung pergi ke perusahaan papanya. Disana dia disambut oleh karyawan dan juga om Sahrul, Rima juga ada disana. Rima sendiri sekarang sudah tak mengejar Hendru lagi. Terakhir kali Lydia dengar jika Rima sudah bertunangan tapi Lydia gak au dengan siapa perempuan itu bertunangan.

__ADS_1


Tok tok tok


"Ly, aku boleh masuk?"kata Rima.


"Boleh ayo sini masuk."kata Lydia mempersilahkan Rima masuk.


"Makasih."kata Rima sambil duduk didepan meja kerja Lydia.


"Ada apa?"kata Lydia.


"Aku mau tanya bagaimana hubunganmu dengan Rayyan?"kata Rima.


"Memangnya ada apa aku sama Rayyan?"kata Lydia.


"Aku pikir kamu kembali sama dia bukannya dia juga kerja diSurabaya?"kata Rima.


"Aku memang bertemu tapi bukan berarti aku balikan sama dia."kata Lydia.


"Maaf aku gak maksut buatmu marah."kata Rima yang tau jika Lydia sedang menahan kesalnya.


"Lain kali gak uash bahas tentang dia lagi, oh ya aku dengar kamu sudah bertunangan sama siapa?"kata Lydia.


"Sama Kevin karyawan diperusahan Hendru."kata Rima.


"Seriusan kamu mau nikah sama dia? Memangnya mamamu bolehin kamu menikah sama dia?"kata lydia yang penasaran.


"Awalnya mama memang gak setuju apalagi statusnya yang duda itu tapi Kevin bisa meyakinkan mamaku."kata Rima.


"Syukurlah kalau begitu, oh ya kamu tadi kesini hanya membicarakan soal itu atau ada yang lain?"kata Lydia.


"Iya sampai lupa aku, nih aku mau nyerahin laporan keuangan."kata Rima.


"Aku liat dulu ya nanti kalau sudah aku liat bakal kasih ke kamu lagi. Nih liat pekerjaanku numpuk banget."kata Lydia membuat Rima tersenyum.


"Tenang saja aku gak terburu-buru kok kalau kayak gitu aku kembali ke ruanganku dulu."kata Rima.

__ADS_1


"Oke, sekali lagi selamat ya atas pertunanganmu."kata Lydia saat Rima bangun dari duduknya.


__ADS_2