
"Kami mohon jangan laporkan ini ke yayasan, kami akan menyelesaikan masalah ini sekarang."kata dosen itu takut jika akan diberhentikan dari kampus.
"Bagaimana nona anda mengaku atau tidak?"kata Ryan.
"Mengaku apa aku tidak melakukan apapun."kata Rima tetap kekeh dengan pendiriannya.
"Baiklah, Jef aku boleh minta tolong kamu?"kata Ryan.
"Mau minta tolong apa katakan saja."kata Jefri.
"Apa kamu bawa pengawal kesini?"kata Ryan
"Iya aku membawa beberapa."kata Jefri.
"Apa ada yang membawa pengawal lagi disini?"kata Ryan.
"Kalau ada memang kenapa kak?"kata salah satu mahasiswa.
"Aku minta tolong untuk membantuku mencari mereka yang hilang."kata Ryan.
"Kami para laki-laki bisa ikut mencari kak."kata mahasiswa.
"Kalian yakin, kalian tak takut? Dimalam hari berbahaya dihutan itu?"kata Ryan.
"Kami yakin lagian banyak orang yang akan ikut membantu maka pencarian akan semakin cepat menemukannya."kata mahasiswa lainnya.
"Iya kamu benar juga. Siapa yang mau membantu kami tolong berpindah kesisi sana!"kata Ryan.
Setelah mendengar perintah dari Ryan semua mahasiswa yang ada disana langsung berpindah kesisi yang ditunjuk oleh Ryan. Rima yang melihat itu menjadi kesal, mereka bukan tanpa sebab membantu mencari karena mereka dekat dengan Jono dan Roni sedangkan Lydia dan Sandra suka membantu orang yang sedang kesusahan.
Ryan dan kedua temannya tersenyum senang karena ada banyak yang mau membantu mencari ke 5 orang itu.
"Lalu kami para perempuan bagaimana?"tanya salah satu mahasisiwi.
"Kalian disini saja takutnya mereka kembali tak ada orang. Pak saya boleh minta tolong untuk mengawasi mereka berdua dan ketiga wanita itu."kata Ryan.
"Kenapa kami harus diawasi?"kata Rima tak setuju
"Karena aku tau jika mereka adalah orang suruhanmu."kata Jefri.
"Gak usah ngarang kalian."kata Rima.
"Aku gak ada waktu buat ngurusin kalian saat ini."kata Jefri.
"Pak tolong jaga mereka, kami akan mencari keberadaan kelima mahasisawa itu dulu."kata Ryan.
Ketiga pria itu langsung berjalan kearah kerumunan para mahasiswa itu. Ryan langsung menjelaskan apa yang harus dilakukan oleh mereka.
"Kenapa harus kamu yang memutuskan?"kata Rayyan.
"Oh lalu siapa yang akan memutuskan?"kata Ryan yang sebenarnya sudah muak dengan semua ini. Jika bukan karena Hendru adalah temannya dia tak akan mau datang kesini.
__ADS_1
"Aku yang seharusnya menangani masalah ini?"kata Rayyan.
"Kalau kamu bisa kenapa gak daritadi kamu menanganinya? Kenapa baru sekarang kamu mengatakannya?"kata Ryan.
"Sudah Yan gak ada waktu buat berdebat. Kita harus segera mencari mereka karena kayaknya akan hujan hari ini."kata Dion.
"Baiklah ayo segera berpencar dan kamu kalau tidak mau ikut silahkan tidur saja dikamar kamu."kata Ryan.
Rayyan mau menjawab tapi ditahan oleh kedua temannya. Mereka berdua tau perkataan dari Ryan itu benar adanya, seharusnya Rayyan tak perlu menunggu kalau mau menyelamatkan Lydia.
Mereka semua mulai berpencar saat salah satu mahasiswa yang tadi melihat mereka berbalik arah. Sedangkan Rima langsung memandang kearah kedua penngawal itu. Mereka hanya menunduk.
"Rim jujur sama kita, apa kamu yang merencanakan ini semua?"kata Tiara.
"Gak, ngapain aku merencanakan ini semua bikin masalah saja."kata Rima tak mau mengaku.
"Jawab jujur Rim, aku tau mereka anak buah papa kamu."kata Sisil.
"Kamu gak usah ngarang deh."kata Rima.
"Terserah kamulah Rim, kami berdua gak mau ikut campur jika benar itu kamu yang melakukannya."kata Tiara.
"Terserah kalianlah, aku mau tidur dulu capek."kata Rima.
Rima pura-pura tidur karena dia tak mau jika kedua temannya itu melihat jika sekarang dia merasa khawatir. Sedangkan kelima orang itu kelelahan karena mereka berjalann beberapa kali dan akan kembali ketempat itu.
"Kita harus bagaimana ini? Ini sudah hampir malam dan kita tak menemukan jalan keluar?"kata Rani.
"Kamu benar, kalian tunggu disini biar kami berdua mencari tempat yang aman."kata Jono mengajak Roni untuk mencari tempat yang aman untuk malam ini.
"Cari yang dekat dengan sumber air.."kata Lydia.
"Siap, kami pergi dulu, jangan kemana-mana sebelum kami kembali."kata Jono.
Kedua pria itu langsung meninggalkan mereka bertiga. Rani juga diam tak mau berbicara lagi, dia tau jika teman-temannya juga takut.
"Oh ya Ly kamu bawa makanan buat ganjar perut gak untuk malam ini? Kalau bsok pagi kita bisa cari ayam hutan atau ikan yang ada disungai."kata Sandra.
"Bentar aku liat tasku dulu."kata Lydia yang membuka ranselnya dan menemukan hanya ada 2 bungkus roti.
"Hanya ini yang aku punya."kata Lydia.
"Punyaku cuma hanya ada 2."kata Sandra.
"Kalau makanan ini liat ada banyak diranselku."kata Rani menunjukan ranselnya ke mereka berdua.
"Wah kamu sudah persiapan ternyata Ran?"kata Sandra.
"Kamu 'kan tau walau badanku kecil tapi makan ku banyak."kata Rani membuat kedua perempuan itu menanggukan kepalanya.
Saat mereka sedang berbicara kedua pria yang tadi pergi mencari tempat datang dengan tersenyum.
__ADS_1
"Ayo ikut kami."kata mereka berdua.
Ketiga perempuan itu mengikuti mereka berdua dibelakang. Saat mereka melihat tempat yang aka mereka buat tidur malam ini sangat terpukau karena tempat itu sangat indah.
"Ya ampun air terjunnya bagus banget."kata Rani.
"Iya kamu benar Ran, tapi apa kita gak akan kedinginan malam ini, kalau buat kemah disini?"tanya Lydia
"Itu liat ada sebuah batu disana, kita bisa membuat atap ditengah-tengah batu itu. Dengan begitu kita akan terlindung dari hujan nanti malam."kata Roni.
"Tapi itu sudah ada atap, apa kalian yang membuatnya?"kata Sandra.
"Iya maaf ya lama soalnya kami harus cari kayu untuk atap dan alas agak tinggi agar air tidak mengenangi kita."kata Jono.
Mereka berlima langsung menuju tempat yang akan mereka gunakan untuk tidur malam ini. Ketiga perempuan itu sangat terkejut saat melihat ada pisang dan buah kelapa yang ada didalam tempat berteduh itu.
"Maaf ya hanya itu yang kami dapat tadi mau cari ikan waktunya gak ada."kata Roni.
"Ini cukup kok buat malam ini, kami masih ada beberapa makanan untuk menganjar perut."kata Lydia.
"Iya kami bawa makanan ringan."kata Rani.
"Oh ya untuk berjaga-jaga dari binatang buas kita harus bikin api unggun."kata Jono.
"Siap nanti kita gantian menjaganya saat malam hari."kata Sandra.
"Biar kami berdua saja yang menjaga diluar."kata Roni.
"Gak, kita gantian saja kalian berduakan sudah capek mencari tempat ini dan makanan untuk kita."kata Rani.
"Kamu yakin Ran?"kata Roni.
"Kenapa, kamu gak yakin aku bisa jaga karena selama ini aku jadi anak manja?"kata Rani ke Roni.
"Bukan gitu Ran."kata Roni.
"Wah kayaknya ada yang harus bicara berdua nih."kata Sandra.
"Sudah deh San gak usah bikin gosip."kata Rani.
"Gosip bagaimana? Kalau buat gosip itu kalian gak tau , lah ini kalian didepanku lo."kata Sandra.
"Sudah ah aku mau masuk ke dalam saja."kata Rani yang malu sedangkan ketiga temannya terseyum.
"Tu gak mau nyusul Rani, Ron?"kata Jono.
"Apaan sih lo, ayo buat api unggun. Kalian gak mandi?"kata Roni.
"Gak besok saja kayaknya airnya sudah dingin deh sekarang."kata Lydia.
Mereka berempat langsung bikin api unggun dengan kayu yang kedua pria itu cari tadi.
__ADS_1