
Lydia setelah melihat kabar tentang Ryan dan Sinta memutuskan untuk mematikan ponselnya dia lebih memilih untuk menikmati liburannya disana. Tak terasa satu bulan sudah berlalu kini waktunya Lydia pulang. Saat sampai bandara mama Intan yang menjemput putrinya itu langsung saja memeluk erat putrinya sambil ngedumel karena beberapa minggu ini Lydia susah dihubungi.
"Kamu kemana saja sih kok mama hubungi susah sekali?"kata mama Intan,
"Maaf ma, aku benar-benar ingin menikmati liburanku, mama sendirian papa gak ikut jemput?"kata Lydia yang tak melihat ada papanya disana.
"Papamu sedang diSurabaya ada masalah dengan perusahaan itu."kata mama Intan.
"Memangnya ada masalah apa disana?"kata Lydia.
"Orang kepercayaan papamu berulah."kata mama Intan.
"Ma, kalau aku boleh kerja disana gak usah diJakarta pasti gak akan buat papa kesana kemari."kata Lydia.
"Kita bicarakan nanti sekarang kita pulang dulu, lagian keputusan ada pada papamu."kata mama Intan.
"Baiklah aku juga gak sabar makan masakan mama, aku sudah kangen banget ma."kata Lydia.
"Kamu kangen masakan mama saja gak kangen sama mama?"kata mama Intan sambil berjalan menuju mobil.
Mang Soleh langsung saja memasukan koper Lydia kedalam bagasi, sedangkan Lydia dan mama Intan langsung saja masuk ke dalam mobil. Mereka langsung saja pulang ke rumah, Lydia langsung saja berjalan menuju meja makan. Mama Intan yang melihat langsung saja mengelengkan kepalanya saat melihat kelakuan Lydia yang baru datang langsung saja menuju meja makan dan langsung mengambil makanannya.
"Kamu pelan-pelan makannya gak ada yang minta."kata mama Intan.
"Ini enak bange tau gak ma."kata Lydia.
"Nanti kalau diSurabaya bagaimana kalau kamu gak makan masakan mama?"kata mama Intan.
"Nanti saja kalau masalah itu lagian bukannya kalau aku kangen bisa langsung pulang ke rumah."kata Lydia.
"Memangnya kamu gak capek apa?"kata Lydia.
"Gaklah, bagaimana aku bisa capek kalau pulang ke rumah buat bertemu orangtuaku."kata Lydia.
"Kamu ini sudah ayo makan setelah ini istirahat atau mau ngapain?"kata mama Intan.
"Aku mau istirahat bentar nanti saja aku buka kopernya."kata Lydia.
__ADS_1
"Terserah kamu saja lagian mama mau arisan kerumah teman mama dulu, kamu gak papakan mama tinggal?"kata mama Intan.
"Ya sudah gak papa aku kan mau tidur lagian gak ada yang tau kalau aku pulang jadi gak akan ada yang ganggu."kata Lydia.
Lydia selesai makan langsung saja naik keatas menuju kamarnya untuk istirahat sebentar. Lydia mandi setelah itu langsung saja merebahkan diri dan langsung saja tertidur. Sedangkan Gabriel yang berada diperusahannya sendiri sedang sibuk dengan produk yang mau dia launhcing. Dia melihat persiapan terakhir setelah itu langsung saja kembali keruangannya untuk menyelesaikan pekerjaannya.
"Tuan, ini berkas yang anda minta."kata Dayat yang memberikan berkas yang diminta oleh Ryan.
"Taruh situ saja Yat, makasih. Oh ya bagaimana apa kamu sudah tau kabar dari Lydia?"kata Ryan.
"Nona Lydia sudah berada diJakarta dia baru saja sampai rumahnya."kata Dayat.
"Baiklah makasih kalau kayak gitu."kata Ryan sambil tetap fokus dengan kerjanya walaupun hatinya sekarang sedang senang tapi enggan untuk menunjukannya pada orang.
"Apa ada yang tuan butuhkan lagi jika tidak ada saya akan kembali keruangan saya?"kata Dayat.
"Kamu bisa kembali ke tempatmu, nanti kalau ada yang harus kamu kerjakan aku akan panggil."kata Ryan.
Dayat setelah mendapat perintah dari Ryan langsung saja kembali keruangannya. Ryan sehabis kepergian Dayat langsung saja menyandarkan punggungnya dikursi. Dia langsung mengambil ponselnya untuk menghubungi Lydia tapi saat dia sudah menekan no ponsel Lydia, dia urungkan niatnya Ryan takut jika menganggu Lydia. Ryan memutuska untuk menghubungi Lydia saat pulang kerja nanti.
Ryan setelah itu meletakkan ponselnya dan kembali fokus dengan pekerjaannya yang tertunda tadi. Saat dia sudah selesai mengerjakan pekerjaannya langsung membereskan berkas-berkas itu terdengar suara ponselnya berbunyi. Dia langsung saja mengambil untuk melihat siapa yang menghubunginya. Ternyata yang menghubunginya adalah Sinta.
[Walaikumsalam, kamu sibuk gak hari ini?]
[Gak memangnya ada apa mbak?]
[Mbak mau membahas masalah apa?]
[Soal kerjasama dengan perusahaan Jono.]
[Memangnya kenapa dengan kerjasama itu bukannya mbak bilang kalau perusahaan itu setuju dengan desain produk yang mbak buat?]
[Memang mereka setuju tapi kamu tau bagaimana kak Anton sekarang.]
[Memangnya kenapa lagi dengan kak Anton?]
[Dia mencoba untuk mengagalkan kerjasama ini, kamu tau bagaimana sikapnya kalau orang lain mendapatkan kesuksesan?]
__ADS_1
[Mbak kalau masalah itu lebih baik kamu cerita pada ayah itu lebih baik daripada aku, kalau aku takutnya kak Anton malah lebih membenci kita berdua. Kalau kak Anton membenciku aku tidak masalah tapi kalau mbak yang dibenci aku gak bisa melihatnya kalian adalah saudara kandung.]
[Baiklah kalau begitu aku akan mengerjakan apa yang kamu katakan, kalau begitu aku tutup dulu panggilannya.]
Ryan menghera nafasnya setelah mengakhiri panggilan itu, tak disangka Anton benar-benar tega dengan adiknya padahal Sinta adalah adik kandungnya sendiri kalau Anton berbuat jahat padanya dia bisa menerimanya tapi kalau Sinta, Ryan tak bisa menerimanya.
Tok tok tok
"Masuk."kata Ryan.
"Sibuk kamu Yan?"kata Hendru yang masuk dan langsung saja duduk disofa.
"Kamu Hen, aku pikir siapa. Tumben kamu ada waktu buat kesini padahal kamu sibuk banget?"kata Ryan.
"Aku gak sepertimu yang sibuk banget padahal sudah memegang dua perusahaan besar tapi masih mau bekerja diperusahaanku."kata Hendru.
"Nyidir kamu."kata Ryan.
"Gak mana ada aku menyindirmu bukannya ini kenyataan?"kata Hendru sambil tersenyum.
"Terserahmu lah, ngapain kamu ada waktu buat kesini?"kata Ryan yang yakin jika ada masalah dengan Hendru sampai pria itu datang kesini.
"Ini soal Rima."kata Hendru sambil menghera nafas.
"Ada apa dengannya bukannya dia sudah hidup bahagia dengan Kevin?"kata Ryan.
"Kamu gak tau kalau perusahaan Kevin diambang ke bangkrutan?"kata Hendru.
"Aku tau lalu apa hubungannya dengan masalah itu?"kata Ryan yang gak tau ada masalah apa dengan kebangkrutan perusahaan Kevin.
"Dia dan Rima bercerai dan sekarang Rima sedang gencar untuk mendekatiku."kata Hendru.
"Kamu bisa bilang padanya kalau kamu sudah menikah bukannya itu gampang?"kata Ryan.
"Kalau masalahnya segampang itu aku gak perduli lagi tapi masalahnya kamu tau bagaimana sikap Rima yang harus mendapatkan apa yang dia inginkan?"kata Hendru.
"Lalu apa rencanamu?"kata Ryan.
__ADS_1
"Kamu bisa bantuin aku buat bertemu dengan Kevin dan ajak dia kerjasama denganmu?"kata Hendru.
"Nanti aku akan coba tapi aku gak janji bisa membantumu banyak."kata Ryan.