
Saat mereka berdua menikmati nasi goreng Sandra datang mengampiri dengan buru-buru. Dia langsung meminum air milik Ita.
"Kamu kenapa sih kok buru-buru banget?"kata Ita.
"Aku takut kalian menunggu lama."kata Sandra.
"Ya sudah ayo kita makan, kamu mau minum apa?"kata Ita memang nasi goreng yang mereka pesan sudah datang.
"Biar aku aja yang bilang sama ibu Ton sendiri, kamu mau dipesenin es teh lagi Ta?"kata Sandra.
"Iyalah minumanku 'kan sudah kamu habisin."kata Ita.
Sandra langsung berdiri untuk memesan minuman untuknya dan juga Ita. Saat dia ingin kembali ke tempat duduknya dia melihat kakak senior yang tadi menolong Lydia datang kesana dengan kedua temannya.
"Ly coba kamu liat itu deh."kata Sandra sambil melihat ke arah Rayyan dan kedua temannya.
"Loh itu kak Rayyan kok ada disini?"kata Lydia.
"Kamu kok tau namanya darimana Ly?"kata Sandra heran.
"Aku gak sengaja dengar dari mahasiswi lain yang mengaguminya."kata Lydia.
"Eh mereka kesini."kata Ita yang melihat ketiga pemuda itu mendatangi mereka. Mereka bertiga langsung pura-pura menikmati nasi goreng yang ada didepannya.
"Maaf apa kami boleh duduk disini, soalnya hanya disini yang tersisa yang lain sudah penuh."kata Panji.
"Oh ya boleh kak silahkan."kata Sandra.
"Loh kamu bukannya mahasiswa baru yang tadi ditolong sama Rayyan?"kata Panji yang sadar jika Lydia gadis yang ditolong oleh Rayyan tadi.
"Oh ya kak, sekali lagi aku mau ucapin makasih sama kak..."Lydia menghentikan perkataannya karena dia tak tau siapa nama dari Rayyan.
"Aku Rayyan, ini Panji dan itu Bagas."kata Rayyan mengenalkan diri.
"Aku Lydia ini Sandra dan yang dekat kak Bagas itu Ita."kata Lydia.
"Aku gak melihat kamu saat dikampus?"kata Bagas.
"Oh aku gak kuliah kak, aku hanya satu kosan sama mereka."kata Ita menjelaskan.
"Loh kalian ngekos gak tinggal diasrama?"kata Panji.
"Gak kak, lagian kalau diasrama kami gak bisa kerja sampingan 'kan ada jam malam diasrama."kata Lydia.
"Jadi kalian berdua kerja sampingan? Kalian kerja dimana?"kata Rayyan.
"Aku dan Ita kerja ditoserba depan itu kak, kalau Sandra dia kerja dicafe depan kampus."kata Lydia.
"Wah hebat kalian."kata Panji sedangkan Rayyan hanya diam saja.
Rayyan tak suka mengurusi kehidupan orang lain. Apalagi orang itu baru dia kenal. Mereka menjadi akrab satu sama lain. Saat pulang pun ketiga laki-laki itu mengantar mereka bertiga sampai depan kos.
"Makasih ya kak, sudah mengantar kami sampai kosan."kata Lydia.
"Iya sama-sama, ya sudah kalian masuk gih. Kami mau pulang ke asrama."kata Rayyan.
"Kakak tinggal diasrama, memangnya rumah kakak jauh ya?"kata Sandra.
"San apasih. Maaf ya kak gak usah dihiraukan perkataan Sandra."kata Lydia yang gak enak hati dengan ketiga pemuda didepannya itu.
"Gak papa, memang kami sengaja tinggal disana mau belajar mandiri."kata Panji.
"Oh ya sudah kalau gitu kami masuk dulu, kalian cepat pulang ini sudah larut malam takutnya gak bisa masuk asrama."kata Ita.
"Oke kalau gitu kita pergi dulu."kata Rayyan.
__ADS_1
"Hati-hati kak."kata ketiga perempuan itu bersamaan.
Merek bertiga langsung saja masuk ke dalam kamar kosan mereka masing-masing. Lydia sampai kamarnya langsung masuk kamar mandi untuk mandi setelah itu langsung bersiap untuk tidur.
Sedangkan ketiga pria itu yang sedang berjalan menuju asrama berjalan sambil ngobrol ringan. Tapi sebelum itu mereka memberi camilan buat mereka makan dikamar nanti.
"Aku gak nyangka bisa ketemu dengan tiga gadis cantik malam ini."kata Bagas.
"Kamu bisa gak gak usah mikirin perempuan terus."kata Rayyan yang tau jika temannya ini tak tahan melihat wanita cantik.
"Kamu tau gak dengan memikirkan perempuan maka otak kita akan fress."kata Bagas.
"Fres apanya bukannya malah tambah repot saja."kata Rayyan.
"Iya karena yang mengejar kamu adalah Rima."kata Panji.
"Sebenarnya kamu suka gak sih sama Rima?"kata Bagas.
"Kamu tau perasaanku yang sebenarnya, aku hanya menganggapnya sebagai teman saja gak lebih. Lagian kalian tau aku gak pernah ngasih harapan ke Rima sejak dulu."kata Rayyan.
"Makanya kamu milih tinggal diasrama daripada dirumah."kata Bagas.
"Iya aku malas mendengar pejodohan itu."kata Rayyan.
"Seandainya kamu punya kekasih nanti bagaimana?"kata Panji.
"Aku gak tau lagian kamu taukan kalau aku belum ingin memikirkan soal perempuan."kata Rayyan.
"Syuku deh kalau kayak gitu."kata Panji.
"Syukur kenapa kamu?"kata Rayyan yang bingung dengan perkataan Panji.
"Iya aku bisa mendekati Lydia."kata Panji.
"Apa hubungannya Lydia sama aku?"kata Rayyan.
"Iya benar juga apa kata Panji, aku juga gak nyangka kamu membantu Lydia tadi."kata Bagas.
Mereka berhenti mengobrol setelah sampai didepan asrama. Mereka bertiga masuk ke dalam kamar asrama mereka. Saat didalam kamar mereka berbicara sebentar habis itu tertidur karena badan mereka capek semuanya.
Keesokan paginya tanpa sengaja Lydia menabrak Rayyan karena dia terburu-buru hari ini ada kelas pagi dan dia telat bangun.
"Maaf maafkan aku."kata Lydia dan langsung terkejut saat melihat siapa yng ditabraknya.
"Kamu gak papa, lain kali kalau jalan hati-hati."kata Rayyan.
"Maaf kak, aku buru-buru ada kelas."kata Lydia sambil melihat jam yang ada dipergelangan tangannya.
"Ya ampun kak, maaf ya aku harus pergi."kata Lydia yang langsung berlari dari sana meninggalkan Rayyan.
Rayyan yang melihat itu hanya mengelengkan kepalanya. Baru kali ini dia melihat perempuan yang menggemaskan dan menarik. Biasanya para perempuan akan mengejarnya tapi Lydia berbeda dia malah cuek dengan Rayyan membuat pria itu tersenyum sendiri.
Tanpa Rayyan sadari jika sedaritadi ada yang mmandang mereka berdua dari kejauhan. Rima dan teman-temanya. Rima tak suka dengan kedekatan Rayyan dan juga Lydia.
Saat selesai kelas Lydia langsung diajak ke kantin untuk makan. Sandra tau jika temannya belum makan, dia tak mau membuat temannya ini kambuh penyakitnya.
"Ly kita ke kantin yuk kamu belum makankan setelah itu baru kita berangkat kerja."kata Sandra.
"Iya, tapi aku mau ke toilet dulu."kata Lydia.
"Ya sudah aku langsung ke kantin saja, kamu mau aku pesankan apa?"kata Sandra.
"Aku mau makan gado-gado, ini uangnya."kata Lydia sambil menyerahkan uang ke Sandra.
"Hari ini aku yang traktir, sebagai rasa bersalahku karena meninggalkanmu."kata Sandra.
__ADS_1
"Tapi kamu kan belum gajian aku gak enak."kata Lydia.
"Kalau cuma gado-gado gak akan menghabiskan uangku."kata Sandra.
"Tapi..."kata Lydia tak meneruskan perkataannya karena Sandra sudah pergi duluan darisana.
Lydia langsung pergi ke toilet karena dia sudah tak tahan untuk buang air kecil. Saat dia berada ditoilet Rima dan teman-temannya datang dengan menutup pintu toilet.
"Kamu mau kemana?"kata Rima.
"Aku mau keluar permisi kak."kata Lydia yang mau keluar dari toilet.
"Kamu gak akan bisa pergi dari sini."kata Rima.
"Memangnya ada apa kak? Memang aku salah apa?"kata Lydia.
"Aku peringatkan kamu jauhi Rayyan kalau gak mau aku melakukan sesuatu yang akan membuatmu menyesali seumur hidupmu."kata Rima.
"Aku gak takut dngan ancaman kamu karena aku gak merasa mendekati kak Rayyan."kata Lydia yang langsung mendorong Rima untuk menyingkir darisana.
Rima terhuyung ke belakang karena dorongan dari Lydia. Saat teman-teman Rima menolong Rima, Lydia langsung bergegas pergi dari toilet untuk ke kantin. Dia merasa gak enak sama Sandra pasti dia menunggunya dikantin.
Sampai dikantin Lydia langsung mencari keberadaan Sandra. Ternyata Sandra sedang duduk dengan ketiga pria semalam. Lydia terpaksa menghampiri mereka karena hanya disana saja yang terlihat masih ada kursi kosong.
"Kamu kok lama banget sih ke toiletnya?"kata Sandra saat melihat Lydia baru datang dan mengeret tangan Lydia untuk duduk.
"Maaf tadi aku sakit perut."kata Lydia berbohong dia gak mau Sandra membalas perbuatan Rima.
"Kamu gak papa beneran?"kata Sandra yang khawatir dengan Lydia saat dia mengatakan sakit perut.
"Aku gak papa serius."kata Lydia.
"Syukur deh aku pikir asam lambung kamu kumat lagi, ini aku pesanin gado-gado tapi agak pedas."kata Sandra.
"Kok agak pedas sih kan aku bilang tadi aku mau yang pedas."kata Lydia.
"Gak kamu tadi gak sarapan, aku gak mau ambil resiko lagi."kata Sandra yang ingat saat Lydia pingsan.
"Ya sudah deh kalau kayak gitu."kata Lydia terpaksa memakan gado-gado.
Tapi saat dia mau makan Hendru malah merebut sendok dan piring dari tangan Lydia. Hendru memberikan semangkuk bubur.
"Kak apa-apaan sih."kata Lydia.
"Makan itu saja yang aman, kamu gak sarapankan tadi."kata Hendru.
"Tapi aku pengen makan gado-gado."kata Lydia.
"Nanti aku beliin, aku antar sekalian ke kosan kamu."kata Hendru.
"Nyeberin banget sih."kata Lydia sambil menyuapkan bubur ke mulutnya.
"Itu baru anak pintar."kata Hendru sambil mengelus rambut Lydia lalu pergi darisana.
"Kak bisa gak, gak usah acak-acak rambutku. Aku bukan anak kecil lagi tau."kata Lydia sebal.
Tapi Hendru malah tak perduli dengan omelan Lydia. Dia lebih memilih mennggalkannya, dia melakukan itu karena tau jika Lydia tak bisa makan makanan berat kalau dia telat makan. Lydia walaupun kesal tapi tetap makan bubur itu.
"Kamu mau makan punyaku Ly?"tanya Sandra yang gak tega dengan temannya.
"Gak papa, bubur ini juga enak kok."kata Lydia.
"Kamu kenal dengan Hendru Ly?"tanya Panji.
"Iya kenal saat ospek kemarin. Dia yang bantu aku saat pingsan."kata Lydia.
__ADS_1
"Oh aku pikir sudah lama, soalnya kalian terlihat dekat."kata Panji yang lega karena Lydia baru kenal dengan Hendru.
Rayyan daritadi memperhatikan Lydia dengan tatapan yang gak bisa diartikan. Bagas yang melihat itu hanya tersenyum, dia tau jika Rayyan menyimpan perasaan untuk Lydia tapi dia belum sadar.