Takdir Cinta Lydia

Takdir Cinta Lydia
Lydia kesal dengan Ryan


__ADS_3

Benar saja Ryan langsung saja mematikan panggilan itu membuat Lydia kesal. Lydia langsung saja melemparkan ponselnya karena kesal dengan Ryan, dia memutuskan untuk langsung tidur dan keesokan harinya dia bangun siang sekali. Saat dia turun ke bawah dia melihat mamanya sedang berada diruang keluarga dia langsung menghampiri mamanya.


"Pagi ma...."kata Lydia sambil memeluk mamanya.


"Pagi apa kamu gak liat ini sudah jam berapa? Kamu itu perempuan Ly, kalau kamu terus begini bagaimana kalau menikah nanti siapa yang akan merawat suamimu?"kata mama Intan.


"Gampang ma, nanti ada bisa bayar pembantu."kata Lydia.


"Iya kalau suamimu itu orang kaya, kalau tidak bagaimana?"kata mama Intan.


"Aku yakin mama sama papa gak akan rela jika putrinya ini menderita."kata Lydia membuat mama menghera nafasnya.


"Mama sama papa gak mungkin terus membantumu Ly, mulai sekarang mama mau kamu belajar memasak seenggaknya."kata mama Intan.


"Nanti saja kalau aku mau ya ma, sekarang aku mau bersenang-senang dulu apalagi besok lusa aku akan pergi selama satu bulan apa mama gak mau menemaniku?"kata Lydia.


"Kamu disana hanya sebentar bukannya lama ngapain mama akan kangen sama kamu? Lagian selama 4tahun kamu sudah ninggalin mama buat ngekos, mama sudah terbiasa sekarang."kata mama Intan.


"Kalau begitu setelah aku pulang dari liburan langsung kerja diSurabaya ya, bolehkan?"kata Lydia.


"Terserahmu asal kamu pulang seminggu sekali."kata mama Intan yang sebenarnya gak ikhlas jika putrinya itu pergi tapi mau bagaimana lagi gak mungkin dia egois.


"Ma, aku lapar mama masak apa tadi?"kata Lydia.


"Mama masakin kesukaanmu."kata mama Intan.


"Ini yang buat aku tak bisa jauh dari mama tapi aku harus tetap ke Surabaya disana mereka membutuhkanku sampai papa menemukan orang yang bisa dipercaya."kata Lydia.


"Sudah sana makan katanya tadi lapar."kata mama Intan.


"Baiklah aku makan sekarang tapi mama suapin aku."kata Lydia.


"Manja sekali anak mama ini, ayo kalau kayak gitu kita ke meja makan mama suapin."kata mama Intan.


"Yeah."kata Lydia tersenyum sambil memeluk mamanya.

__ADS_1


Kedua ibu dan anak itu langsung saja berjalan menuju meja makan. Lydia langsung duduk dikursi biasanya dia duduki, sedangkan mama Intan langsung menuju dapur untuk menghangatkan makanannya. Selesai menghangatkannya dia langsung saja berjalan menuju meja makan tempat putrinya duduk.


"Ma masakan mama yang paling enak sedunia."kata Lydia.


"Kamu itu kalau kamu pintar masak mama yakin masakan kamu akan lebih enak dari ini."kata Lydia.


"Nanti kalau aku minat ya ma, lagian aku gak akan menikah cepat sekarang saja aku belum punya kekasih."kata Lydia.


"Ryan itu bagaimana kamu jangan sampai melepaskan pria kayak Ryan itu."kata mama Intan.


"Ma aku sama kak Ryan baru kenal dan gak tau bagaimana nantinya. Sudah gak usah bahas itu lagi bisa gak?"kata Lydia.


"Lalu mau bahas apa?"kata mama Intan.


"Apa saja asal bukan bicara tentangnya."kata Lydia.


Saat mereka berdua sedang asik berbicara bi Nah datang menghampiri mereka. Mama Intan langsung saja bertanya apa yang membuat bibinya itu tergesa-gesa.


"Bi, ada apa?"kata mama Intan.


"Pria tampan siapa namanya bi?"kata mama Intan.


"Maaf nyah, bibi lupa menanyakan namanya, tapi dia membawa mobil nona Lydia."kata bi Nah.


Lydia yang mendengar itu langsung saja berlari kedepan membuat mama Intan terkejut. Mama Intan langsung mengikuti putrinya itu untuk melihat siapa yang datang dengan membawa mobil putrinya. Lydia yang sampai didepan langsung kecewa karena yang datang bukan Ryan.


"Kamu siapa?"kata Lydia.


"Saya Dayat orang suruhannya tuan Ryan untuk mengantarkan mobil nona."kata Dayat.


"Kak Ryan kemana bukan seharusnya dia yang mengantarkannya?"kata Lydia.


"Tuan Ryan sedang banyak pekerjaan makanya dia memerintah saya untuk mengantarkan mobil nona."kata Dayat.


"Apa dia memberikan pesan untukku?"kata Lydia yang berharap jika Ryan memberikan pesan padanya.

__ADS_1


"Tidak ada nona, kalau begitu saya permisi dulu nona. Ini kunci mobil nona."kata Dayat menyerahkan kunci mobil Lydia.


Lydia setelah kepergian Dayat langsung saja memasukkan mobilnya ke dalan garasi. Setelah itu dia langsung saja masuk ke dalam rumah. Saat dia masuk ternyata mamanya sudah berada diruang tamu.


"Loh mama kok ada disini?"kata Lydia.


"Siapa yang mengantar mobilmu?"kata mama Intan.


"Dia orang suruhannya kak Ryan memangnya kenapa ma?"kata Lydia.


"Jadi yang menolongmu waktu itu Ryan, lalu kenapa dia tak mengembalikan mobilmu sendiri malah menyuruh orang lain?"kata mama Intan.


"Dia sibuk kan mama tah kalah kemarin kak Hendru menikah pasti sekarang sedang bulan madu dan yang pasti pekerjaannya diserahkan pada kak Ryan."kata Lydia.


"Iya mama lupa kalau Hendru kemarin menikah, mama belum mengirimkan hadiah padanya. Enaknya mama kasih Hendru apa ya Ly?"kata mama Intan.


"Terserah mama saja nanti kalau aku kasih pendapat pasti mama akan menolak."kata Lydia.


"Kamu itu nanti saja mama tanya sama papamu."kata mama Intan.


"Yes, ma aku ke atas dulu ya."kata Lydia.


"Mau ngapain kamu keatas mau menghubungi Ryan kalau iya bilang sama dia suruh main kesini kapan-kapan kalau dia gak sibuk."kata mama Intan.


"Iya nanti aku sampaikan saat dia menghubungiku."kata Lydia.


Lydia setelah berkata begitu langsung saja meninggalkan mamanya sendirian. Lydia sampai kamar langsung mengambil ponselnya untuk menghubungi Ryan tapi sampai sepuluh kali pria itu tak mengangkat panggilannya.


Saat dia berusaha menghubungi Ryan ada sebuah pesan masuk ternyata itu pesan dari Ita. Lydia langsung saja membuka pesan itu ternyata itu foto Ryan dengan Sinta membuat Lydia kesal. Apalagi saat mengingat Ryan yang bilang tak mengenal Sinta membuat Lydia semakin kesal apalagi melihat kedekatan antara Ryan dan Sinta difoto.


Lydia yang kesal langsung saja melempar ponselnya. Entah mengapa melihat foto Ryan dengan perempuan lain langsung membuatnya kesal beda saat dulu dia dekat sama Rayyan padahal dulu jelas-jelas dia dan Rayyan pacaran tapi saat dia melihat Rayyan dengan perempuan lain dia tak merasa kesal seperti sekarang.


Lydia memutuskan untuk tidur dan tak memperdulikan panggilan masuk diponselnya. Ryan setelah mengantarkan kakaknya kembali ke perusahaan langsung saja melihat ponselnya yang sejak bergetar dia ingin tau siapa yang menghubunginya ternyata itu Lydia.


Ryan langsung saja menghubungi Lydia kembali tapi tak bisa dihubungi sama sekali membuat Ryan kesal dan akhirnya memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya menuju perusahaan Hendru.

__ADS_1


__ADS_2