
Hari ini Rayyan sudah diizinkan pulang ke rumah, mama Dahlia yang menjemput Rayyan karena papanya sedang sibuk gak bisa minta cuti.
"Mama senang kamu sudah bisa pulang hari ini."kata mama Dahlia.
"Iya aku juga senang badanku sakit semua hanya berbaring diranjang saja."kata Rayyan.
"Kamu itu disuruh istirahat malah maunya kerja, memangnya kamu gak capek kalau kerja terus."kata mama Dahlia.
"Ma, bukannya mau kalau keluarga kita dipandang orang, kalau aku gak kerja bagaimana kita bisa hidup enak?"kata Rayyan.
"Kalau kamu menikah dengan Rima, kamu gak perlu kerja keras lagi Yan."kata mama Dahlia.
"Ma, apa hubungannya aku menikah dengan Rima?"kata Rayyan yang tak mengerti dengan perkataan mamanya.
"Keluarga Rima 'kan keluarga terpandang kalau kamu menikah dengannya pasti keluarga kita juga ikut terpandang juga."kata mama Dahlia.
"Ma, bukannya lebih baik kita dapat nama dengan usaha kita sendiri itu akan membuat kita bahagia."kata Rayyan.
"Lama kalau kita usaha sendiri Yan?"kata mama Dahlia.
"Kita harus sabar ma, lebih enak dengan usaha kita sendiri daripada ikut nama orang lain. Apalagi nanti kalau ada masalah dikeluarga mereka pasti kita akan kena imbasnya juga."kata Rayyan.
"Mama gak perduli soal itu yang terpenting mama maunya kamu sama Rima. Sudah ayo kita pulang?"kata mama Dahlia.
Rayyan tak menjawab lagi, dia lebih memilih untuk bangun dan mengambil tasnya lalu setelah itu berjalan keluar untuk pulang. Mama Dahlia yang ditinggal begitu saja oleh Revan langsung saja kesal. Dia lalu menyusul putranya ternyata saat dia keluar melihat Revan sedang berbicara dengan seorang gadis cantik yang berprofesi sebagai dokter karena penasaran mama Dahlia mendekati mereka berdua.
"Van...."kata mama Dahlia memanggil putranya.
"Mama kok lama banget sih."kata Revan.
"Lama apaan orang kamu lagi bicara dengan gadis cantik pasti terasa gak lama lah."kata mama Dahlia.
"Oh kenalin ini Yasmin teman magangku disini, Min kenalin ini mamaku."kata Revan.
"Hallo tante aku Yasmin."kata Yasmin.
"Aku tante Dahlia, kalian satu kampus atau kenal disini?"kata mama Dahlia.
"Kami satu kampus tan, kalian mau pulang ya?"kata Yasmin.
"Iya kami mau pulang."kata mama Dahlia.
"Ya sudah kalau begitu hati-hati dijalan, saya juga mau kembali bekerja dulu."kata Yasmin.
__ADS_1
"Kerjanya yang semangat ya nak."kata mama Dahlia.
"Iya tante makasih, cepat sembuh Yan biar bisa kerja bareng lagi."kata Yasmin.
"Siip besok kayaknya aku sudah mulai kerja lagi."kata Revan.
"Kamu gak mau istirahat dulu saja besok Yan?"kata mama Dahlia.
"Gak ma, aku gak mau nanti dapat nilai jelek susah kalau mau cari kerja diRumah Sakit yang bagus nanti."kata Revan.
"Ya sudah kalau gitu kami permisi dulu Min."kata mama Dahlia.
Setelah berkata begitu ibu dan anak itu langsung saja meninggalkan Yasmin sendirian. Sampai rumah Revan langsung saja masuk ke dalam kamarnya dia beralasan ingin istirahat. Revan malas mendengar mamanya membicarakan tentang persiapan pertunangannya dengan Rima.
Sore harinya keluarga Rima datang ke rumah Rayyan untuk membahas tentang pertunangan antara Rayyan yang akan mereka adakan.
"Jeng kita makan malam saja dulu, habis itu baru membahas tentang pertunangan mereka bagaimana?"kata mama Dahlia.
"Iya boleh jeng kebetulan saya juga lapar."kata Tina.
"Tan, Rayyannya mana ya kok gak kelihatan daritadi?"kata Rima yang tak melihat Rayyan.
"Rayyan sedang istirahat dikamarnya, dia bilang kepalanya masih pusing.Kalau kita makan malam sekarang biar aku panggilkan kita makan sama-sama."kata mama Dahlia.
"Gak papa Rul, biar setelah makan malam kita sekalian membahas tentang pertunangan mereka minggu depan."kata mama Dahlia.
"Iya papa bagaimana sih? Minggu depan itu sebentar lo."kata Tina sambil tersenyum.
Papa Sahrul hanya menghera nafasnya saja, mereka semua pergi keruang makan. Sedangkan mama Dahlia naik ke lantai atas untuk memanggil Rayyan makan.
Tok tok tok
"Yan... Ayo makan sudah ditungguin sama yang lain"kata mama Dahlia.
"Iya ma, mama duluan saja aku mau ganti baju dulu."kata Rayyan.
"Ya sudah jangan lama-lama gak enak sama keluarganya Rima."kata mama Dahlia.
"Iya ma."kata Revan.
Mama Dahlia kembali kebawah sedangkan Revan langsung saja berganti pakaian. Sebenarnya dia malas buat turun tapi karena menghargai keluarga Rima saja dia mau turun. Revan selesai berganti pakaian langsung saja turun ke bawah.
"Ini dia anaknya baru datang, kamu ditungguin kok lama banget sih sayang."kata mama Dahlia.
__ADS_1
"Maaf tan, om tadi aku harus berganti pakaian dulu."kata Revan.
"Iya gak papa Van, kamu gimana kabarnya?"kata Sahrul.
"Alhamdulialah aku sudah baikan om."kata Revan.
"Ya sudah ayo kita makan dulu nanti kita lanjut lagi bicaranya setelah makan."kata papa Hans.
Mereka semua langsung mengambil makanan sendiri-sendiri yang sesuai dengan seleranya. Selesai makan malam mereka langsung saja berkumpul diruang tengah kembali.
"Kamu beneran sudah sehat Van?"kata Sahrul.
"Iya om aku benar-benar sudah sehat sekarang, besok aku juga sudah mulai magang lagi."kata Revan.
"Kamu baru saja sembuh kok sudah buru-buru kerja sih Van?"kata Tina.
"Revan gak betah kalau harus tidur terus tante."kata Revan.
"Wah rajin banget, Rima beruntung banget dapat kamu."kata Tina.
"Kamu bisa saja, kalau gak Rajin kerja kalau menikah mau dikasih makan apa anak orang."kata mama Dahlia.
"Kamu bisa saja jeng."kata Tina.
"Oh ya bagaimana apa kamu sudah memilih gaun untuk pertunangan kamu biar nanti pakaian Revan bisa disesuaikan denganmu."kata mama Dahlia.
"Aku sudah menghubungi butik tan, lusa aku mau ngajak Revan buat mencoba jasnya."kata Rima.
"Lusa aku gak janji kalau diisini aku keluar bentar ya aku temanin tapi kalau gak bisa ya kamu pergi sama mama dan tante gak papakan?"kata Revan beralasn padahal yang sebenarnya dia gak mau pergi dengan Rima berdua ke butik itu.
"Iya gak papa, nanti kabari saja gimana gimananya."kata Rima.
"Oh ya persiapan buat acaranya gimana?"kata Tina.
"Sudah siap 80%, oh ya kamu mau ngundang siapa saja nanti biar aku kasih undangannya kalau sudah jadi."kata mama Dahlia.
"Ma, ini cuma pertunangan saja gak perlu dibuat besar-besaran."kata Revan yang gak suka jika mamanya mengadakan pertunangan itu meriah.
"Ya gak papa dong sayang kamu itu anak mama sama papa satu-satunya masak hanya pertunangan sederhana."kata mama Dahlia.
"Ma, ini hanya pertunangan saja nanti saja kalau nikah terserah mama mau mewah atau apa."kata Rayyan yang kurang setuju dengan keinginan mamanya.
"Sudah kamu diam saja."kata mama Dahlia.
__ADS_1
Rayyan yang mendengar itu hanya diam saja, papa Hans sebenarnya juga setuju dengan Rayyan karena baginya itu hanya tunangan. Nanti saja saat mereka berdua menikah baru dirayakan tapi mau bagaimana lagi istrinya itu memang susah dinasehati.