
Lydia setelah mematikan panggilan langsung saja melanjutkan perjalanannya menuju supermarket untuk membeli barang yang dia perlukan. Baru saja dia masuk sudah dipandang sinis oleh Ziva, Lydia mengabaikan tatapan itu tapi begitu Ziva berkata barulah Lydia berhenti.
"Apa kamu bilang tadi?"kata Lydia.
"Perempuan yang sok kaya tapi masih berani masuk ke dalam mall ini."kata Ziva.
"Lalu apa urusanmu, aku kesini buat berbelanja?"kata Lydia.
"Gak ada."kata Ziva.
"Ya sudah kalau gak ada jangan banyak berbicara."kata Lydia.
"La, aku punya mulut kenapa tak boleh berbicara?"kata Ziva.
"Punya mulut itu buat bicara yang baik jangan buat bicara yang jelek nanti kalau berbalik padamu bagaimana?"kata Lydia.
"Gak mungkin, kamu tau kekasihku pemilik mall ini, kamu tau kalau pemilik mall ini sangat kaya dan hartanya gak akan habis tujuh turunan."kata Ziva.
__ADS_1
"Iya memang benar hartanya gak akan habis tujuh turunan, tapi yang gak aku habis pikir kenapa kamu bekerja sebagai spg?"kata Lydia membuat Ziva terdiam.
"Aku hanya mau merasakan bagaimana rasa kerja mulai dari bawah."kata Ziva tetap dengan sombongnya.
"Oh baiklah kalau kayak gitu selamat menikmati kerjamu, aku pergi dulu mau belanja."kata Lydia yang langsung pergi dari sana karena dia tak mau banyak berbicara dengan Ziva takutnya dia gak bisa menahan emosinya.
Ziva yang ditinggal begitu saja kesal, tapi dia tak bisa berteriak karena dari dalam toko managernya sudah memadangnya. Lydia masuk ke supermarket mengambil trolly dan berjalan ke tempat barang yang mau dia tujuh. Lydia setelah membeli semua barang yang dia butuhkan langsung saja berjalan menuju kasir untuk membayar belanjaannya. Saat dia mau membawa barang belanjaannya pulang dia bertemu dengan Rini yang baru saja mulai bekerja.
"Kamu kok ada disini aku gak liat mobilmu?"kata Rini.
"Aku gak bawa mobil sekarang aku pindah diaparteman atas."kata Lydia membuat Rini tersenyum.
"Kalau soal itu aku tanya yang tinggal satu rumah sama aku ya?"kata Lydia membuat Rini terkejut karena gak biasanya Lydia mau tinggal sama seseorang.
"Kamu tinggal sama siapa kok tumben?"kata Rini.
"Aku sudah nikah."kata Lydia.
__ADS_1
"Apa?"kata ini terkejut tidak ada angin dan tidak ada hujan sahabatnya itu bilang kalau dia sudah menikah.
"Hushh jangan keras-keras gak ada yang tau kalau aku sudah menikah hanya keluargaku dan kamu saja."kata Lydia.
"Sandra sama Ita juga belum tau soal ini?"kata Rini.
"Gak ada yang tau nanti aku akan cerita sama kalian tapi sekarang aku harus pulang dulu."kata Lydia.
"Aku tunggu ceritamu."kata Rini yang hanya dianggukin oleh Lydia.
Lydia berjalan meninggalkan Rini, benar saja saat Lydia baru masuk unitnya mbok Marni langsung saja mengahampiri Lydia dan bertanya kenapa nonanya itu lama sekali turun ke bawah.
"Nona kenapa lama sekali turun ke bawah?"kata mbok Marni.
"Maaf mbok tadi ada penganggu dibawah."kata Lydia yang gak enak hati.
"Kenapa nona gak hubungi mbok saja sih, ya ampun mbok lupa nonakan gak punya no ponsel mbok."kata mbok Marni sambil menepuk keningnya membuat Ldia tersenyum geli.
__ADS_1
"Nanti mbok kasih no ponsel mbok ke aku ya sekarang aku mau nyuci baju dulu."kata Lydia.
"Sudah yang nyuci baju biar mbok saja nona kembali ke kamar gih."kata mbok Marni.