Takdir Cinta Lydia

Takdir Cinta Lydia
Rencana Rayyan nembak Lydia


__ADS_3

"Ly setelah kamu makan mau kemana?"tanya Panji.


"Aku mau ke tempat kerjaku kak, ada apa?"kata Lydia sambil menikmati buburnya.


Lydia tersenyum saat memakan bubur itu karena didalam bubur itu ada telur setengah matang kesukaannya. Rayyan yang melhatnya langsung bertanya-tanya kenapa gadis didepannya ini tersenyum.


"Kamu kenapa Ly?"tanya Sandra.


"Gak papa, memangnya aku kenapa?"tanya Lydia bingung.


"Kamu kenapa senyum-senyum sendiri, kesambet ya?"kata Panji.


"Ah kesambet apaan kak?"kata Lydia.


"Kesambet hantu kantin."kata Rayyan membuat Lydia merinding.


"Kak, gak usah nakutin deh."kata Lydia.


"Emang kamu takut sama hantu Ly?"kata Rayyan.


"Takutlah, apalagi aku pulang kerja sendirian lo."kata Lydia.


"Lah Ita gak pulang bareng kamu?"kata Bagas.


"Gak, dia 'kan hanya sampai jam 5 kerja ditoko."kata Lydia.


"Ya sudah nanti pulang kerja aku jemput kalau takut."kata Rayyan.


"Gak deh kak, nanti ada yang marah aku takut."kata Lydia.


"Siapa yang marah Ly, Hendru?"tanya Rayyan.


"Ngapain dia marah? Pacar kakaklah yang marah."kata Lydia.


"Siapa tau dia marah, aku gak punya pacar Ly."kata Rayyan.


"Masak sih kak, lalu Rima itu siapa kak?"kata Lydia.


"Rima itu suka sama Rayyan, tapi Rayyan gak perduli. Rimanya saja yang tetap mengejar Rayyan."kata Bagas.


"Oh begitu, aku gak mau ikut campur deh kak."kata Lydia.


"Kamu gak suka memangnya dekat denganku?"kata Rayyan.


"Aku suka dekat sama kalian tapi aku gak mau jika kedekatan kita disalah artikan."kata Lydia.


Perkataan Lydia membuat Bagas curiga jika Rima telah melakukan sesuatu dengan Lydia.


"Ly aku boleh tanya sama kamu?"kata Bagas.


"Kamu mau tanya apa kak?"kata Lydia.


"Apa Rima melakukan sesuatu dengan kamu?"kata Bagas.


"Gak kak, ayo San kita pergi, kasian pasti Ita ketetelan 'kan jam segini pasti rame pembeli."kata Lydia mengajak Sandra pergi dari kantin.


"Ya sudah ayo, ini kak Digo sudah menelpon terus daritadi."kata Sandra yang mengerti jika temannya tak nyaman disana.


"Kak kami berdua pergi dulu ya."kata Lydia berpamitan.


"Hati-hati ya."kata Rayyan.


Mereka berdua langsung pergi dari sana, setelah melihat kedua perempuan itu pergi. Bagas langsung saja nyeletuk.


"Aku yakin Rima sudah berbuat sesuatu dengan Lydia."kata Bagas.


"Kamu tau darimana?"kata Panji.


"Iya gak usah asal nuduh deh."kata Rayyan.


"Coba kalian pikir deh, Kenapa Lydia tanya sama kamu nanti ada yan marah lagi."kata Bagas.


"Iya aku setuju dengan perkataan Bagas."kata Panji.


"Aku akan cari tau, nanti malam aku akan ke tokonya."kata Rayyan.

__ADS_1


Sejak pembicaraan dikantin itu Rayyan sering datang ke toko Lydia dan juga mengantarkan dia pulang kekosan. Mereka berdua semakin dekat karena Rayyan sering menyemptkan diri untuk mengantar Lydia pulang.


"Yan beberapa bulan ini aku liat kamu berbeda deh."kata Bagas.


"Berbeda gimana sih? Kayaknya aku biasa saja."kata Rayyan.


"Kamu sudah bilang sama Lydia belum jika kamu suka sama dia?"kata Panji.


"Aku gak tau apa Lydia mau sama aku?"kata Rayyan.


"Kamu ini kenapa? Baru kali ini aku liat kamu gak percaya diri gini."kata Panji.


"Kamu tau aku gak pernah suka dengan seorang perempuan dan aku gak tau bagaimana menyatakan perasaan aku ke dia?"kata Rayyan.


"Tenang saja kalau soal itu, kami akan bantu."kata Panji.


"Kamu mau mengatakan perasaan kamu ke Lydia kapan?"kata Bagas.


"Enaknya kapan?"kata Rayyan malah bertanya.


"Gimana kalau kita minta bantuan Sandra sama Ita saja."kata Panji.


"Maksut kamu gimana?"kata Rayyan.


"Kita ajak mereka berdua untuk bertemu disuatu tempat dengan membawa Lydia. Kamu bisa mengatakan perasaan kamu disana."kata Bagas memberi ide.


"Lalu bagaimana kita bicara dengan mereka berdua. Kamu tau sendiri jika mereka tak bisa dipisahkan?"kata Rayyan.


"Kita habis ini pergi ke cafe tempat Sandra kerja."kata Bagas.


Mereka bertiga langsung bersiap-siap untuk pergi ke cafe tempat Sandra kerja. Sampai dicafe mereka langsung mencari tempat duduk sambil mencari keberadaan Sandra.


Saat mereka sedang mencari keberadaan Sandra, dia melihat Sandra yang sedang dimarahi seorang pengunjung disana. Tapi saat mereka mau membantu Dion dtang menghampiri Sandra lebih dulu.


"Ada apa ini?"kata Dion.


"Kamu siapa? Gak usah ikut campur deh. Perempuan ini sudah menumpahkan minuman dibajuku."kata Perempuan itu.


"Maaf ya nona, kalau hanya baju bukannya bisa dicuci?"kata Dion tak suka dengan sikap perempuan didepannya ini.


"Buat apa kami harus menganti jika bajunya bisa dicuci dan bekas minum bukannya bisa hilang ya?"kata perempuan itu.


"Bekas minuman ini gak bisa dihilangkan, emang kalian punya uang buat mengantinya?"kata perempuan itu.


"Memang berapa harga baju itu?"kata Ryan.


"Yan, kamu disini?"kata Dion.


"Iya, aku mau ketemu sama kamu dan yang lain. Eh disini malah mendapatkan kejutan."kata Ryan.


Mereka bertiga terkejut karena ada Ryan Abimana anak pemilik perusahaan Karya grup. Perempuan itu pun juga terkejut karena dia juga menjadi brand ambasadr diperusahaan orangtua laki-laki yang ada didepannya itu.


"Ini salah satu karyawanku menumpahkan minuman dibaju perempuan ini."kata Dion.


Perempuan itu terkejut dengan perkataan Dion. Manager perempuan itu yang daritadi hanya diam juga ikut berdiri sekarang. Sandra malah lebih terkejut saat mendengar jika kakak seniornya ini bilang kalau dirinya adalah karyawan dari kak Dion. Dion tau jika Sandra terkejut langsung berbisik ditelinga Sandra.


"Aku bukan pemilik cafe ini, aku hanya menakut-nakuti model yang sombong ini."kata Dion membuat Sandra tersenyum dan menganggukan kepalanya.


"Maaf tuan muda, model saya ini telah berbuat salah."kata manager itu membuat model itu melihat ke arah managernya dengan tatapan tak suka.


"Kamu ngomong apasih, bukannya kamu tau sendiri jika dia yang buat baju aku kotor."kata perempuan itu.


"Lalu kamu mau apa?"kata Ryan.


"Aku mau mereka ganti rugi."kata perempuan itu.


"Baiklah, aku yang akan ganti rugi tapi sebagai konsekuensinya kamu aku berhentikan jadi model diperusahaanku gimana? Perusahaan orangtuaku tak pernah memperkerjakan seorang model yang sombong."kata Ryan.


"Maaf, tuan muda. Kami yang salah lagian bekas minuman bisa dibersihkan kok. Kalau begitu kami permisi dulu."kata manager itu sambil menarik tangan sang model.


Ryan dan Dion hanya geleng-geleng kepala saja. Mereka tak menyangka masih banyak seseorang yang bersikap sombong dengan orang yang aa dibawahnya dan mereka akan ketakutan jika bertemu dengan orang yang tarafnya lebih tinggi dari mereka.


"Kamu gak papa?"tanya Dion.


"Gak papa kak, makasih ya sudah menolongku."kata Sandra.

__ADS_1


"Iya, lain kali hati-hati kalau kerja."kata Ryan.


"Iya kak, kalau begitu aku pamit kembali kerja. Oh ya apa kakak mau pesen sesuatu dulu?"kata Sandra.


"Buatin aku coffe late dingin."kata Ryan.


"Aku jus jeruk aja."kata Dion.


"Apa ada lagi kak?"kata Sandra.


"Sudah itu saja, nanti kita pesan makananya setelah teman kami yang lain datang."kata Dion.


"Baiklah kalau begitu kakak cari tempat duduk saja dulu."kata Sandra.


"Oke."kata Dion.


Sandra kembali ke belakang untuk menyiapkan pesanan kedua pemuda yang menolongnya. Sedangkan Rayyan dan kedua temannya langsung memperhatikan Ryan dan Dion. Mereka tau jika Ryan adalah orang kaya tapi mereka tak menyangka jika Dia mau berteman dengan Dion.


Ryan dan Dion memilih tempat duduk yang ada dipojok agar tak ada yang mendengar obrolan mereka.


"Kamu kapan pulang?"kata Dion.


"Aku tadi baru pulang, tapi aku malas dirumah."kata Ryan.


"Kamu tu emang gak kasian sama bunda kamu?"kata Dion.


"Aku kasian sama bunda tapi kamu sendiri kedua kakakku itu sifatnya kayak apa."kata Ryan.


"Kamu libur disini sampai kapan?"kata Dion.


"Aku hanya seminggu disini, ada masalah dengan toserba yang aku jalankan."kata Ryan.


"Pantes aja kamu pulang."kata Dion.


"Emang ada apa sama toserba kamu?"kata Hendru yang datang dengan Aziz.


"Dayat melihat ada laporan keuangan yang gak beres."kata Ryan.


"Itu mah gampang biar aku saja yang mengurus."kata Hendru.


"Gak usah Ndru mumpung aku disini, biar aku saja yang cari tau sendiri."kata Ryan.


"Oke deh kalau kayak gitu."kata Hendru.


Mereka berhenti berbicara saat Sandra datang membawa minuman yang dipesan oleh Ryan dan Dion. Sekalian mereka memesan makanan dan 2 buah minuman lagi uuat Hendru dan AZiz.


Sandra langsung pergi darisana, tapi saat dia ada dimeja pesanan dia mlihat Rayyan dan dua temannya berada disana. Bagas yang melihat kalau Sandra sedang memperhatikan mereka langsung saja menghampiri mereka bertiga.


"Ada apa kak?"kata Sandra yang sudah berada didepan Rayyan.


"Kami mau bicara sama kamu, ada waktu gak?"kata Bagas.


"Katakan saja ada apa kak?"kata Sandra.


"Gini kami mau minta bantua sama kamu dan Ita."kata Bagas.


"Minta bantuan apa kak?"kata Sanda.


"Kamu akhir pekan libur kerjakan? Kami bisa minta tolong agar kamu bisa mengajak keluar Lydia."kata Bagas.


"Untuk apa kak?"kata Sandra.


"Ada yang ma nyatain perasaannya."kata Panji.


"Oh kak Rayyan mau nyatain perasaannya sama Lydia ya? OKe aku sama Ita pasti bantu. Dimana memangnya mau nembaknya?"kata Sandra semangat.


"Kamu kok semangat sekali sih San?"kata Panji.


"Iya dong kak, akhirnya kami tau jika Lydia tak bertepuk sebelah tangan."kata Sandra yang langsung menutup mulutnya karena keceplosan.


"Nanti tempatnya kami kasih tau, tapi bilang sama Ita juga supaya membantu."kata Bagas.


"Siap itu mah, sudahkan kak? Aku harus kembali kerja gak enak sama yang lain."kata Sandra.


"Iya sudah itu saja, makasih ya."kata Bagas.

__ADS_1


Sandra pergi darisana dengan tersenyum senang karena akhirnya sahabatnya akan mendapatkan cintanya.


__ADS_2