Takdir Cinta Lydia

Takdir Cinta Lydia
Lydia datang ke rumah Hendru


__ADS_3

Lydia sampai rumah Hendru langsung saja keluar dari dalam mobil dan mengahmpiri Dara yang sedang ada diteraas dengan bundanya.


"Dara..."kata Lydia.


Dara yang baru bisa merangkak itu merangkak cepat menghampiri mamanya. Lydia mendekati Dara saat dekat perempuan itu langsung meraih Dara untuk dia gendong.


"Mama kangen sama kamu."kata Lydia sambil menciumi pipi gembur gadis itu membuat Dara langsung terkekeh karena kegerian.


"Kamu gak kerja tumben jam segini kesini?"kata Widya saat Lydia duduk disamping perempuan itu.


"Aku kerja hanya saja tadi ke kantor kak Hendru, mau kembali ke kantor malas makannya aku kesini saja."kata Lydia.


"Kamu itu, kalau kayak gini pasti ada masalah ada apa?"kata Widya yang tau jika Lydia pasti akan malas kerja jika sedang ada masalah.


"Tadi dokter tampanmu itu menemuiku."kata Lydia membuat Widya tersenyum.


'Memangnya kenapa bukannya bagus ya? Siapa tau sebentar lagi aku punya saudara ipar?"kata Widya sambil tersenyum.


"Ogah aku balikan sama pria yang gak ada pendirian kayak dia itu."kata Lydia buat Widya terkejut.


"Maksutmu dokter Rayyan itu mantanmu yang kamu ceritakan itu?"kata Widya.


"Iya dia, lagian dihatiku sudah ada orang lain tapi aku sadar diri jika aku hanya bisa mengangguminya saja. Dia sudah ada perempuan disampingnya."kata Lydia sambil menghera nafas.


"Memangnya siapa pria itu? Siapa tau aku bisa bantu buat kamu dekat sama dia."kata Widya.


"Kamu mengenalnya kok."kata Lydia membuat Widya lebih penasaran lagi.


"Siapa katakan siapa tau aku bisa membantu?"kata Widya.


"Dia Ryan."kata Lydia setelah didedes sama Widya untuk mengaku. Widya saat mendengar itu langsung tersenyum senang karena Ryan pria yang baik.

__ADS_1


"Aku akan bantu kamu dapatkan Ryan, lagian sebelum janur kuning melengkung kita masih bisa menikungnya."kata Widya.


"Kamu itu, aku gak mau sakit hati kalau gagal."kata Lydia.


"Kita gak akan tau bagaimana hasilnya kalau kita belum mencobanya."kata Widya.


Saat mereka sedang membicarakan Ryan, mobil Hendru memasuki rumah. Widya tersenyum mengoda karena dia tau jika yang menyetir itu Ryan sebab mobil Ryan ada disini.


"Lagi ngoborin apa kok serius banget?"kata Hendru keluar dari mobil sambil mengendong Ricky diikuti Ryan dibelakangnya.


"Lagi bicarain pria yang sedang mengisi hatinya Lydia."kata Widya.


"Apaan sih gak usah percaya kak, loh kak kok Ricky ada disini?"kata Lydia.


"Ricky sekarang tinggal disini."kata Hendru.


"Iya sayang kamu tinggal disini?"kata Lydia bertanya sama Ricky yang sedang bermain sama Dara yang berada dipangkuan Lydia.


"Waw rame dong rumah ini, tadi disekolah belajar apa saja?"kata Lydia.


Lydia cepat akrab sama Ricky, keakraban mereka berdua membuat Ryan tersenyum. Widya yang tau jika daritadi Ryan memandangi Lydia langsung nyeletuk.


"Kalau suka bilang saja daripada nanti diambil kakak sendiri lo."kata Widya membuat Ryan gelagapan sedangkan Widya hanya tersenyum. Hendru yang sejak tadi sibuk dengan ponselnya langsung memandang istrinya itu bingung.


"Kamu ngomong sama siapa bun?"kata Hendru.


"Ngomong sama asistenmu ini lo mas, jadi pria kok gak langsung sat set kayak kamu."kata Widya.


"Aku hanya kagum saja."kata Ryan.


"Kagum sama suka itu beda tipis lo, kamu mau jujur atau aku dekatin lagi dia sama Rayyan. Aku dengar mamanya Rayyan gencar banget ngedeketin mama Intan."kata Widya yang membuat Hendru baru mengerti apa yang dimaksut istrinya itu.

__ADS_1


"Aku juga setuju kalau kamu yang menikah dengan Lydia, aku mau adikku mendapatkan pendamping yang bisa membimbing dia kayak kamu."kata Hendru.


"Apa sih kamu ini Ndru."kata Ryan.


"Lagian apalagi yang kamu cari usahamu dua duanya sudah maju semua. Tinggal kamu lamar Lydia saja aku yakin dia akan terima kamu."kata Hendru.


"Main lamar anak orang saja, iya kalau dia menerimanya kalau menolak aku pasti akan malu sendiri."kata Ryan.


"Kamu langsung bawa orangtuamu datang ke rumahnya saja, aku yakin dia gak akan menolaknya. Masalah om Irwan sama tante Intan serahin ke kami."kata Hendru.


"Baiklah kalau kayak gitu aku akan bilang sama orangtuaku dulu."kata Ryan sambil tersenyum.


"Aku tunggu kabar baikmu."kata Hendru.


"Kalian sedang ngomongin apa?"kata Lydia yang membawa kedua kurcaci itu mendekati mereka bertiga.


"Gak ada, Ricky sudah makannya?"kata Widya.


"Sudah bun, mama yang nyuapin sambil main pesawat-pesawatan."kata Ricky.


"Sekarang mama ya?"kata Hendru.


"Iya, Yah biar sama nanti sama kayak adik Dara."kata Ricky.


Sore harinya Lydia pamit pulang karena mamanya menyuruhnya untuk pulang. Mama Intan gak mau makan malam sendirian dirumah.


"Aku pulang.."kata Lydia yang menghampiri mamanya diruang keluarga.


"Kamu darimana tadi mama telepon ke kantor katanya kamu gak ada disana dan ponselmu mati?"kata mama Intan.


"Aku main dirumah Dara ma kangen aku, oh ya ma Ricky tinggal disana sekarang."kata Lydia membuat mama Intan terkejut.

__ADS_1


__ADS_2